Pastordepan Media Ministry
Beranda Khotbah Yesus, Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Yesus, Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Jesus holding a woman’s hand. Similar Images:

Teks: Yohanes 10:10

PENDAHULUAN

Dalam pelajaran sebelumnya, kita telah mempelahari “Yesus, Jalan” Sekarang kita akan memusatkan perhatian kita pada topik “Yesus, Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Baik”

Jika saya bertanya kepada Anda hari ini, ”Apa yang Anda inginkan dalam hidup ini?” Apa jawaban Anda? Beberapa mungkin menjawab, ”Saya ingin bahagia”, ”Saya ingin memiliki keluarga yang baik”, ”Saya ingin merasa aman”, atau bahkan ”Saya ingin dicintai dan diterima…”

Saat ini, banyak orang mengira mereka memiliki ‘Kehidupan yang Lebih Baik hanya karena mereka punya uang, rumah, mobil, dan mainan, jadi mereka merasa baik-baik saja. Banyak bukti menunjukkan bahwa semua hal ini tidaklah cukup. Banyak pesohor dunia yang memiliki segalanya, namun hidup mereka berakhir tidak baik.

Tujuan populer manusia saat adalah mendapatkan “kehidupan yang baik” … Semua orang memiliki mimpi untuk hidup lebih baik. Ini telah menjadi keinginan setiap zaman dan setiap jalan kehidupan, mulai daripara guru dan filsuf, dari Raja dan orang biasa.

Tetapi untuk kehidupan yang benar-benar baik, Yesus adalah jalannya! Untuk melihat kebenaran ini kita perlu mempertimbangkan beberapa hal ini..

I. YESUS MEMPERBAIKI KESALAHPAHAMAN KITA

A. Apa arti “Kehidupan yang baik” bagi banyak orang?

  1. Kemakmuran materi
  2. Kesenangan
  3. Popularitas

B. Mengapa banyak orang berpikir seperti itu?

Hampir semua orang akan setuju bahwa “kehidupan yang baik” tedapat pada dua hal ini: kebahagiaan dan damai.

Tetapi, banyak yang mengira kemakmuran materi, kesenangan dan popularitas akan membawa kita kepada kebahagiaan dan kedamaiana. Tetapi faktanya, banyak orang memiliki materi, popularitas, kesenangan, mereka tidak Bahagia. Bahkan pengamatan sepintas mengungkapkan bahwa orang-orang paling kaya, hidup mewah, dan terkenal adalah sangat tidak bahagia dan kurang kedamaian batin.

C. Yesus mengoreksi kesalahpahaman ini..

  1. Ia mengajarkan bahwa kehidupan kita tergantung harta benda. Dalam Luk 12:15 dikatakan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
  2. Dia menawarkan kedamaian sejati, yang mana dunia tidak dapat berikan. Dia berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14:27.

Jadi, apa yang dunia tidak bisa berikan, Yesus bisa penuhi. Bagaimana Dia melakukannya…?

Baca Juga: Memperkenalkan Yesus Sebagai Jalan

II. YESUS MEMIMPIN JALAN MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK

A. Dengan mendata dan menghapus penyebab masalah ketidak bahagiaan..

  1. Apa penyebab dari begitu banyak ketidakbahagiaan? Apa yang merampas begitu banyak kedamaian batin? Bukankah itu hal-hal seperti amoralitas, pencurian, pembunuhan? Bukankah itu hal-hal seperti mengingini, menipu, iri hati dan kesombongan?

Semua hal itu menghancurkan keluarga, persahabatan, dan harta benda. Lalu apa penyebab dari hal-hal ini? Yesus menyatakan sumbernya adalah hati manusia yang berdosa. dalam Markus 7:21-23, “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.”

  1. Yakobus juga mendiagnosa penyebab ketidakbahagiaan di Yakobus 4:1-2,

“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”

  1. Apa yang telah Yesus lakukan untuk menghilangkan masalah ini? Dalam Titus 3:3-7, disana dikatakan melalui kebaikan, belas kasih, kasih karunia, Allah melalui Yesus Kristus telah menyelamatkan kita dan menjadikan kita benar di hadapan-Nya!

Ini terjadi ketika kita mengalami “kelahiran kembali dari Roh Kudus.” Dengan kata lain, Yesus menghilangkan masalah ketidakbahagiaan dan kurangnya kedamaian batin dengan terlebih dahulu menghapus penyebabnya yaitu: Dosa! Tapi masih ada lagi…

Dengan mengajar kita untuk mencari tujuan baru. Ia memperingatkan tentang kebodohan mencari kekayaan. Dalam Mat 6:19 dikatakan, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya..” maka sifat harta dunia itu adalah:

1. Harta dunia mudah rusak 2. Rentan terhadap pencurian.

Itu sebabnya, Ia mengajar kita untuk menaruh harta kita di surga. Dikatakan, Matius 6:20, “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” Harta disorga tahan lama dan aman (1 Pet 1:3-5).

Bagaimana seseorang mengumpulkan harta di surga? Dengan hidup bagi Yesus, bahkan dalam kondisi yang paling buruk (Luk 6:22-23) dan dengan mengikuti ajaran-Nya – misalnya, Luk 6:35

B. Dengan memberi kita apa yang tidak kita harapkan..

Begitu kita belajar untuk tidak menjadikan hal-hal materi, kesenangan, dan ketenaran sebagai tujuan hidup kita, tetapi dengan mengikuti Yesus dan ajaran-ajaran-Nya sebagai tujuan kita, Dia kemudian memberi kita hal-hal tak terduga ini:

a. Hal-hal materi bagi mereka yang mengutamakan Allah (Matius 6:31-33).

b. Kesenangan yang penuh dan tak terkatakan (Yohanes 15:11).

c. Ketenaran yang bertahan selamanya (Kolose 3:4)

Kalau kita hidup bagi Kristus dan mengikuti teladan-Nya, maka: Kita akan menemukan damai dan kebahagiaan. .

KESIMPULAN

Dunia ini menetapkan tujuan-tujuan yang tidak dapat dicapai oleh banyak orang, dan kalau pun tercapai, seringkali tidak dapat memuaskan. Salomo mengatakannya dengan benar ketika dia membuat pernyataan ini dalam Pengkotbah 5:10-11,

“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.”

Di manakah kebahagiaan?” Clarence Macartney berkata, “Hal itu tidak ditemukan dalam kesenangan. Lord Byron menulis, “Cacing, kanker, dan kesedihan adalah milikku sendiri.” Kebahagiaan tidak ditemukan dalam uang.

Jay Gould , jutawan Amerika, mempunyai banyak hal seperti itu. Ketika sekarat, dia berkata, “Saya kira saya adalah orang yang paling sengsara di dunia.” Hal ini tidak ditemukan dalam posisi dan ketenaran.

Lord Beaconsfield, menulis , “Masa muda adalah sebuah kesalahan, kedewasaan adalah sebuah perjuangan, dan usia tua adalah sebuah penyesalan.” Hal ini tidak ditemukan dalam kejayaan militer. Alexander Agung menaklukkan dunia yang dikenal pada zamannya.

Setelah melakukan hal tersebut, dia menangis di tendanya karena, katanya , “Tidak ada lagi dunia yang perlu ditaklukkan.”” Mereka semua mati dalam ketidakbahagiaan walau mereka memiliki segalanya.

Tetapi Yesus menempatkan di hadapan kita tujuan-tujuan yang dapat dicapai, dan yang memuaskan. setiap orang dapat menyimpan harta di surga dan setiap orang dapat hidup untuk Yesus.

Jika Anda tidak bahagia, jika hati Anda tidak tenteram, jika Anda sedang mencari kehidupan yang lebih baik, mengapa tidak membiarkan Yesus menjadi “Jalan” bagi Anda?

Biarkan Dia membereskan masalah dosa Anda, yang merupakan penyebab sebenarnya dari kehidupan yang tidak bahagia!

Biarkan Dia menjadi pembimbing Anda. Biarkan Dia memberi Anda arah baru dalam hidup! Biarkan Dia menjadi kunci Anda menuju “kehidupan yang baik”! Seperti yang Yesus sendiri katakan:

“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” – Yoh 10:10

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan