Wafat Rabu Bangkit Sabtu: Bagian 1

Diskusi mengenai hari penyaliban Yesus dan lamanya dikubur masih menjadi topik diskusi yang hangat saat ini.

Pelajaran berikut ini mencoba menjawab kepastian hari penyaliban dan kebangkitan Yesus. Pelajaran akan dibagi beberapa bagian.

Pendahuluan

Dunia Kristen selama berabad-abat lamanya telah sepakat, tidak hanya pada pentingnya dasar Penyaliban dan Kebangkitan Kristus, tetapi juga pada hari kebangkitan-Nya.

Penyaliban pada Jumat sore dan kebangkitan Minggu pagi telah diterima secara umum sebagai fakta yang tidak perlu dipersoalkan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa Gereja Kristen telah mengemukakan pandangan.

Kristus dimakamkan pada hari Rabu sore dan bahwa Dia bangkit tepat tujuh puluh dua jam kemudian pada Sabtu sore.

Orang yang paling terkenal menerangkan pandangan ini adalah Graham Scroggie, yang dia tuliskan dalam bukunya, A Guide to the Gospels.1

Di antara gereja-gereja yang telah menerima pandangan ini sebagai salah satu kepercayaan dasar mereka adalah The Church of God (Seventh Day) dan the Worldwide Church of God, The Church of God International, dan The Assembly of Yahweh.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini bukan untuk menghakimi gereja-gereja Kristen minoritas yang berpegang pada pandangan Rabu-Penyaliban / Sabtu-Kebangkitan.

Kebenaran tidak diputuskan oleh suara terbanyak. Penelitian Alkitab ini bertujuan.

1. Untuk menyelidiki tiga teks utama yang mendukung pandangan penyaliban rabu dan kebangkitan sabtu, serta pembuktiannya.

2. Penyelidikan akan dilakukan terhadap kemungkinan adanya dua metode perhitungan hari dalam masa Alkitab.

Yaitu, dari matahari terbenam ke matahari terbenam dan dari matahari terbit ke matahari terbit.

Hasil investigasi ini akan menjadi dasar sebagai solusi terhadap kontradiksi yang tampak dalam Matius 28: 1 (salah satu dari tiga teks utama).

Serta untuk merekomendasikan kapan memulai dan mengakhiri Sabat di wilayah kutub utara.

Argumentasi Penyaliban Hari Rabu

Teks yang digunakan untuk Penyaliban Rabu-Bangkit Sabtu didasarkan pada penafsiran tiga teks utama:

(1) Matius 12:40,

(2) Yohanes 19:14, 31,

(3) Matius 28: 1-6.

Mengingat pentingnya ketiga teks ini, kita akan mengutip ayatnya dari masing-masing teks ini dan argumentasi mereka yang percaya Rabu penyaliban.

1. Matius 12:40.

Teks pertama, Matius 12:40, berbunyi,

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”

Menurut para pendukung Penyaliban hari Rabu, teks ini menetapkan durasi waktu Yesus dikubur adalah “tiga hari dan tiga malam penuh yang sama dengan 72 jam.” 2

Kesimpulan ini diambil dari anggapan bahwa “hari” dan “malam” yang disebutkan dalam ayat itu adalah literal tiga hari penuh.

Karena kalau Jumat sore dan Minggu pagi itu saja tidak penuh dua hari.

Maka supaya penuh tiga hari, Kristus harus disalibkan pada hari Rabu sore dan harus bangkit 72 jam kemudian, yaitu pada hari Sabtu sore, untuk memenuhi nubuatan tiga hari penuh.

2. Yohanes 19:14, 31.

Untuk mendukung Penyaliban pada hari Rabu, pendekatan kedua menggunakan teks, Yohanes 19:14, yang berbunyi:

“Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu! “

Teks ini ditafsirkan bahwa “hari persiapan” Penyaliban Kristus bukanlah hari sebelum Sabat mingguan.

Melainkan hari sebelum Sabat Paskah tahunan yang pada tahun itu diduga jatuh pada hari Kamis.

Untuk memperkuat kesimpulan ini, mereka membuat dan mencari bukti dalam Perjanjian Lama, hari-hari selain hari ketujuh dalam seminggu disebut sabat-sabat (Im 23:24, 39).

Karena itu, Sabat yang disebutkan dalam cerita diduga kuat merupakan upacara Sabat Paskah tahunan, yang oleh Yohanes disebut “hari besar” (Yohanes 19:31) untuk membedakannya dari Sabat hari ketujuh.

Mereka kemudian mencari referensi lain untuk mendukung Penyaliban hari Rabu yaitu dalam nubuatan Daniel.

Tentang “tujuh puluh minggu” (Dan 9: 24-27) yang berbicara tentang Mesias yang mati “di pertengahan minggu.”

Mereka menunjukkan bahwa ” nubuat ini memiliki penerapan satu hari sama dengan satu tahun, sehingga 70 minggu ini sama dengan tujuh tahun literal, Kristus ‘mati’ setelah tiga setengah tahun pelayanan, namun penting juga diingat bahwa Yesus juga ‘mati’ pada pertengahan minggu literal. ”3

3. Matius 28: 1, 5-6.

Teks ketiga, Matius 28: 1, 5-6 dianggap sebagai “bukti terakhir,” yang menunjukkan waktu Kebangkitan Sabtu sore.

Teks itu berbunyi: “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. . . “

“Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.”

Mereka yang mendukung Penyaliban Rabu, mengajarkan bahwa Kristus bangkit sebelum “akhir hari Sabat,”

Karena ketika para wanita tiba di kubur “pada akhir hari Sabat” mereka menemukan bahwa Tuhan mereka telah bangkit.

Selain itu, mereka berpendapat bahwa dengan menghitung mundur dari Sabtu sore nubuatan tiga hari dan tiga malam dari kematian Kristus, maka kita akan tiba pada hari Rabu sore sebagai waktu Penyaliban Kristus.

Mengingat pentingnya dasar yang dilampirkan pada tiga teks yang dikutip oleh Wednesday Crucifixionists, masing-masing dari ayat itu akan diteliti.

Jawabannya akan dibahas diartikel selanjutnya untuk menentukan apakah ayat-ayat tersebut mendukung interpretasi penyaliban hari rabu.

Selanjutnya: Bagian 2 Tanda Yunus

Refrensi bagian 1

1. W. Graham Scroggie, A Guide to the Gospels (London, 1948), pp.

569-577.

2. The Time Element in the Crucifixion and Resurrection of Christ, published by the Bible Advocate Press of the Church of God (Seventh Day), p. 7. Reference will often be made to this booklet because in our view it provides a concise and yet well-articulated defense of the WednesdayCrucifixion view.

3. Herbert W. Armstrong, The Resurrection Was Not on Sunday (Pasadena, California: Ambassador College, 1972), p. 12.

4. Ibid., p. 13.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *