Undangan Terbesar Sepanjang Masa di Matius 11:28

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Matius 11:28

Apakah anda pernah mendapat undangan dari petinggi atau pembesar ditempat anda tinggal? Bagaimana perasaan anda? Senang dan pastinya bangga.

Namun ada satu undangan besar dari seorang oknum yang jauh lebih besar dari semua pembesar negeri ini. Udangannya jauh lebih penting dan urgen. Undanganya adalah MARILAH!

MARILAH! Undangan terbesar yang pernah keluar dari bibir seorang anak manusia. “MARI!” Marilah.

Pertama, kita diundang untuk datang menerima keselamatan (Pembenaran).

Yesus mengatakan, MARI. Dia tidak mengatakan, ayo “lakukan ini” atau “jangan lakukan itu” tetapi Dia katakan “MARILAH.”

Perhatikan juga bahwa Yesus tidak mengatakan MARILAH ke gereja, MARILAH ke pendeta. Dia mengatakan MARILAH KEPADA KU.

Undangannya adalah untuk membangun hubungan yang vital, dinamis, radikal dengan Tuhan yang Hidup.

Tatapi bagaimana kita datang kepada Yesus? Jawaban yang paling “umum” adalah dengan iman dan percaya kepada Yesus.

Sikap Marilah adalah kehendak kita yang bekerja dan melepaskan segalanya lalu dengan sengaja menyerahkan semuanya kepada-Nya.

Arti Marilah

William MacDonald menguraikan apa artinya “MARILAH.”

Dia menulis bahwa MARILAH berarti percaya (Kisah 16:31); menerima (Yohanes 1:12); makan (Yohanes 6:35); minum (Yohanes 7: 37); melihat (Yes. 45:22); mengaku (1 Yoh. 4:2); mendengar (Yohanes 5:24, 25); memasuki pintu (Yohanes 10:9); membuka pintu (Wahyu 3:20); menyentuh ujung jubah-Nya (Mat. 9:20, 21); dan menerima karunia hidup yang kekal melalui Kristus, Tuhan kita (Rm 6:23).

Setiap orang Kristen yang sejati mengenal Kristus, bukan hanya dengan pengetahuan teoretis, yang dapat diperoleh dari buku; tetapi dengan pengetahuan yang dikerjakan Roh Kudus di dalam hati.

Kita mengenal Kristus dalam kemuliaan pribadi-Nya, dalam kesempurnaan pekerjaan-Nya, dan dalam kekayaan kasih karunia-Nya yang menakjubkan.

Kita begitu mengenal Kristus, sehingga Dia menonjol di hadapan kita, sebagai yang utama di antara semuanya.

Dan semakin kita mengenal Dia—semakin kita ingin menjadi intim dengan Dia!

Kita tidak hanya mengenal Kristus—tetapi kita membutuhkan Dia. Dan semakin lama kita hidup—semakin kita membutuhkan Dia.

Kita juga tidak hanya membutuhkan Kristus, tetapi kita membutuhkan segala sesuatu di dalam Kristus, atau yang dimiliki Kristus.

Kita butuh . . .Darah-Nya untuk menyucikan kita, kebenaran-Nya untuk pakaian kita, dan Roh-Nya untuk menguduskan kita. Kita membutuhkan Kristus setiap hari, setiap jam!

Deute

MARI dari kata “deute” adalah kata keterangan yang berarti “KEMARILAH!” atau “MARILAH!” dalam arti perintah atau himbauan.

Deute digunakan dengan imperatif jamak baik diungkapkan atau lebih sering dipahami (seperti dalam Mat 11:28).

Misalnya dalam Mat 4:19 Yesus berkata “Ikutlah Aku” atau lebih harfiah “Mari kepadaku” di mana kata keterangan deute berfungsi sebagai aorist IMPERATIVE, sebuah perintah untuk melakukan ini sekarang!

Jadi undangan khusus Yesus MARILAH, Itu bersifat pribadi — “Marilah kepada-Ku.” Undangan itu saat ini— “Mari” sekarang, jangan menunggu.

Itu adalah undangan yang begitu merdu dan menuntut penerimaan kita secara spontan.

Kita tidak perlu melakukan apa-apa, selain datang kepada-Nya.

Undangan besar MARILAH, ditujukan kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat. Yaitu semua orang yang tertekan dan terbebani oleh perasaan berdosa.

Semua orang yang hati nuraninya merasa besalah, semua yang cemas tentang keselamatannya, dan mereka yang ingin memilikinya.

Semua orang yang takut menghadapi hari penghakiman, dan yang tidak tahu bagaimana bertahan terhadap penghakiman Tuhan.

Semua orang yang tertekan memikirkan keberdosaan mereka sendiri, dan menginginkan kelepasan.

Merekalah yang berbeban berat dan Yesus berbicara kepada mereka.

Yesus tidak mengundang semua orang. Undangannya terbatas, yaitu mereka yang letih lesu dan berbeban berat.

Kalimat metafora, “Semua yang letih lesu dan berbeban berat” tampaknya diambil dari seorang pria yang memiliki beban berat yang harus dipikulnya ke suatu tempat: setiap langkah yang diambilnya mengurangi kekuatannya, dan membuat bebannya semakin berat.

Namun, itu harus dilakukan; dan ia bekerja keras, menggunakan tenaganya yang paling besar, untuk mencapai tempat di mana ia akan dibaringkan.

Seseorang yang baik hati lewat, dan, melihat kesusahannya, menawarkan untuk meringankan bebannya, agar ia dapat menikmati istirahat.

Alasan Yesus Mengundang

Orang-orang Yahudi pada jaman Yesus sangat dibebani dengan upacara-upacara hukum Musa.

Beban itu semakin berat dengan tambahan-tambahan hukum dan tradisi yang dibuat oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

“Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Matius 23:4

Jadi, mereka terikat pada beban berat; dan mereka berusaha selamat oleh penurutan hukum supaya mereka berkenaan kepada Allah.

Gantinya mendapat istirahat atau kelegaan justru mereka seperti terikat lehernya dan tercekik.

Karena itu, Yesus mengundang untuk meletakkan beban mereka, dan menerima keselamatan yang disediakan bagi mereka oleh Kristus.

Orang-orang berdosa, yang lelah karena jalan-jalan kejahatan (bdk. Yes 6:5 Luk 5:8), juga diundang untuk datang kepada Kristus ini, dan segera menemukan kelegaan (Luk 18:13, 14).

Perhatikan bahwa Yesus mengarahkan panggilan-Nya kepada mereka yang berbeban berat, kepada yang lemah, bukan yang kuat.

Sebab Tuhan selalu menentang orang yang sombong, yang merasa cukup dan tidak perlu Yesus. “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Dia akan meninggikan kamu.” (Yakobus 4:10)

Undangan Yesus dalam Perjanjian Baru untuk datang dan disegarkan, mengingatkan hal serupa akan tawaran Allah dalam Perjanjian Lama kepada umat-Nya untuk beristirahat dalam Perjanjian Baru…

“Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.” Yeremia 31:25

Janji bagi yang “Letih lesu dan berbeban berat.” Adalah undangan Yesus kepada mereka yang sakit secara rohani. Apakah Anda melihat kebutuhan Anda untuk datang kepada Yesus?

Nah, Untuk benar-benar datang kepada Yesus, seseorang harus mengakui bahwa ia dibebani dengan beban dosa.

Hanya mereka yang mengakui bahwa mereka terhilang yang dapat diselamatkan.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, undangan Yesus secara khusus adalah panggilan untuk datang kepada-Nya untuk menerima keselamatan.

Panggilan itu juga berlaku untuk orang-orang percaya yang lelah berjuang untuk menjalani kehidupan Kristen dengan kekuatan mereka sendiri.

Arti Letih Lesu

Letih itu berasal dari kata kopos, artinya kelelahan. Akar kata kopos ini digunakan dalam bahasa Yunani sekuler untuk “memukul,” “keletihan” (seolah-olah seseorang telah dipukuli) dan “pengerahan tenaga,” adalah kata yang tepat untuk kelelahan fisik yang disebabkan oleh pekerjaan, atau panas.

Kopiao berarti menunjukkan usaha dan tenaga yang besar, sampai berkeringat dan kelelahan.

Sampai fisik menjadi lelah, bahkan bisa pingsan, karena terlibat dalam kerja keras .

Pekerjaan yang dideskripsikan oleh kopiao begitu melelahkan seolah-olah orang tersebut telah dipukuli.

Secara kiasan kopiao berarti menjadi lelah secara emosional dan/atau putus asa dan dengan demikian menjadi putus asa dan/atau menyerah.

Bentuk kata kerja yang menyajikan gambaran menyedihkan tentang seseorang yang terus-menerus lelah secara fisik, lelah secara rohani, putus asa dan siap untuk “menyerah”!

Jika itu menggambarkan anda, panggilan ini sangat cocok. Mereka yang letih lesu dan berbeban berat datang kepada Yesus, Dia berjanji untuk memberikan kelegaan kepada mereka.

Ilustrasi:

Tanggalnya 15 Agustus 1930. Pada hari itu, seorang Hakim Agung Negara Bagian New York berusia 45 tahun bernama Joseph Crater, setelah menghabiskan malam makan di luar bersama teman-temannya, memanggil taksi untuk pergi, tetapi tidak pernah terlihat atau terdengar kabarnya setelah itu.

Ini menjadi salah satu kasus Orang Hilang yang paling membingungkan dalam file FBI. FBI segera mencurigai penculikan oleh seseorang yang memiliki dendam yudisial terhadap Justice Crater.

Tapi mereka tidak berhasil menemukan. Mereka kemudian mencurigai adanya aktivitas Mafia karena Justice Crater merupakan musuh Mafia.

Tapi, sekali lagi, itu tidak mengarah ke mana-mana. Hanya ada satu petunjuk yang tersisa sampai hari ini.

Ketika istrinya kembali ke apartemen mereka pada malam Ketika suaminya menghilang, di atas meja ada sebuah cek besar yang dibuat untuknya dan sebuah catatan terlampir di cek itu dengan tulisan tangan suaminya yang hanya mengatakan,

“Saya sangat, sangat lelah. Dari kekasihmu Joe”

Dia menghilang karena Lelah dan stress. Mungkin anda sedang mengalami seperti yang dirasakan Joe..

Spurgeon….menguraikan arti letih yaitu “semua orang yang bekerja,” dalam bentuk apapun.

Apakah itu dalam pelayanan agama, dalam upaya untuk menjaga hukum, atau dengan cara lain untuk membela diri.

Dalam pengabdian diri untuk mendapatkan keuntungan, kehormatan, kemudahan, dll.

Dalam melayani dunia untuk menemukan, menciptakan, membuat undang-undang, dll.

Dalam melayani Setan, nafsu, minuman, perselingkuhan, dll.

Janji Kelegaan

Beban berat di Matius 11:28 adalah dalam bentuk sempurna yang menggambarkan tindakan yang telah selesai di masa lalu (pada titik tertentu mereka menjadi lelah) dengan efek berkelanjutan (mereka masih lelah).

Mereka digambarkan kelebihan beban seperti binatang yang membawa beban.

Yesus mengatakan Aku akan memberikan kelegaan kepada mu. Perhatikan bahwa kita tidak diundang untuk datang pada suatu doktrin yang sistematis, tetapi kepada Juruselamat yang Ilahi, kepada Pribadi Tuhan Yesus Kristus.

Yesus Sendiri adalah kelegaan kita! Apakah Anda belajar bagaimana tinggal di dalam Dia, untuk beristirahat di dalam Dia? Jika tidak, Anda akan menjadi lelah bahkan untuk Ketika berbuat baik sekalipun.

Kelegaan itu adalah karunia ilahi, tetapi perhatikan bahwa janji kelegaan Yesus adalah bersyarat.

Itu diberikan pada individu yang membuat pilihan pribadi untuk datang kepada-Nya. Dia “lembut dan rendah hati” sehingga Dia tidak akan memaksa kita untuk datang kepada-Nya di luar kehendak kita!

Kelegaan berarti membuat seseorang menjadi segar secara fisik sebagai hasil dari istirahat dari pekerjaan yang dilakukan Yesus.

Itu juga dapat merujuk pada penyegaran atau kebangunan rohani.

Dalam Bahasa inggris kata yang digunakan adalah Restore artinya “menyegarkan” berarti memulihkan atau memberi kekuatan atau energi baru untuk, menyegarkan, setelah lelah, menghidupkan kembali setelah depresi, menghidupkan kembali apa yang terkulai, memulihkan atau memelihara dengan memperbarui persediaan.

Karena itu, kelegaan bagi jiwa yang gelisah terdapat dalam Firman. Di dalam Yesus Firman yang menjelma yang mengundang kita untuk “MARILAH”…

Ini adalah istirahat/kelegaan yang hanya dapat diberikan oleh Penebus yang saleh. Ini adalah istirahat penebusan.

Setelah Tuhan menciptakan langit dan bumi, Kitab Suci memberi tahu kita bahwa Dia beristirahat.

Itu adalah Istirahat Penciptaan. Semuanya baik dan lengkap, dan tidak ada yang perlu dilakukan untuk memperbaikinya.

Tetapi dosa membuat istirahat kita terganggu. Kita menjadi letih dan lesu. Tertindas oleh dosa. Karena itulah Yesus menawarkan istirahat didalam diri-Nya.

Karena itu temukan kelegaan hanya pada Yesus.

Ilustrasi:

Seorang misionaris di Afrika mengalami kesulitan besar dalam mencoba menerjemahkan Injil Yohanes ke dalam dialek lokal.

Dia menghadapi masalah dalam menemukan kata untuk percaya. Ketika dia sampai pada kata khusus itu, dia selalu harus meninggalkan ruang kosong.

Kemudian suatu hari seorang pelari datang dengan terengah-engah ke dalam kamp, setelah menempuh jarak yang sangat jauh dengan membawa pesan yang sangat penting.

Setelah menceritakan ceritanya, dia jatuh kelelahan ke tempat tidur gantung di dekatnya.

Dia menggumamkan kalimat singkat yang sepertinya mengungkapkan keletihannya yang luar biasa dan kepuasannya karena menemukan tempat relaksasi yang begitu menyenangkan.

Misionaris, yang belum pernah mendengar kata-kata ini sebelumnya, bertanya kepada orang yang melihat apa yang dikatakan pelari itu.

“Oh, dia berkata, ‘Saya berada di akhir dari diri saya sendiri, oleh karena itu saya mengistirahatkan semua beban saya di sini!”‘

Misionaris itu berseru, “Puji Tuhan! Itu adalah ungkapan yang saya butuhkan untuk kata percaya!”

Beban kita yang berat hanya dapat diletakkan pada Yesus.

Apakah anda Lelah dari dunia, dari dosa, dari diri sendiri, dari segala sesuatu di bawah kolong langit ini?

“Oh, di mana istirahat bisa ditemukan?” Ini adalah seruan kelelahan umat manusia. Seruan dari lautan kekacauan dunia yang bergejolak, seruan ini telah naik seperti nyanyian jiwa-jiwa yang bingung,

“Oh, di mana tempat istirahat dapat ditemukan?”

Banyak kegelisahan, keletihan jantung, kegagalan hidup; seperti gelembung sabun berwarna dengan permainan warna sesaat, lalu hilang.

Banyak orang mengerjar istirahat palsu. Mereka asyik dengan benda-benda yang tidak membawa rasa puas. Sebagian mencari dalam filsafat manusia. Lainnya, melalui pintu gerbang amal.

Lainnya melalui perayaan upacara agama, puasa, penebusan dosa dan ziarah, ritus dan upacara, kredo dan dogma.

ini sama-sama palsu dan tidak berguna.

Ilustrasi penutup

Sekelompok penjelajah di Afrika menyewa beberapa penduduk desa untuk membantu mereka dalam perjalanan melalui hutan.

Kelompok itu berangkat dan terus maju tanpa henti selama beberapa hari. Akhirnya para anggota suku itu duduk dan tidak mau pergi lebih jauh.

Ketika ditanya alasannya, pemimpin mereka menjawab, “Kami terlalu cepat. Kami harus berhenti sejenak dan menunggu jiwa kami menyusul tubuh kami!”

Banyak orang Kristen yang terlalu memaksakan diri dalam kesibukan kegiatan gereja atau pengejaran berharga lainnya telah mengalami perasaan yang sama.

Karena begitu asyik membantu orang lain, mereka tiba-tiba merasa seolah-olah telah meninggalkan bagian terpenting dari diri mereka sendiri—jiwa mereka.

Mereka telah kehilangan hubungan intim dengan Tuhan.

Jika jadwal kita tidak menyisakan waktu untuk istirahat dan memelihara kehidupan rohani kita, kita terlalu sibuk!

Tuhan tidak meminta kita untuk terus-menerus bepergian, terburu-buru kesana kemari.

Terkadang Dia ingin kita “beristirahat sejenak” agar jiwa kita bisa “mengejar” dan disegarkan untuk tantangan yang ada di depan.

“Oh, di mana istirahat bisa ditemukan?”

Matius 11:28 adalah jawabannya, satu-satunya jawaban yang nyata!

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”

Ketika kita menyerahkan masalah kita ke tangan Tuhan, Dia menaruh damai sejahtera-Nya di dalam hati kita.

Live each day as it was your last

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.