Pastordepan Media Ministry
Beranda Literatur Hikmat Tujuan Amsal dan Sumber Hikmat

Tujuan Amsal dan Sumber Hikmat

Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna. Amsal 1:1-2

Literatur hikmat alkitabiah memberikan prinsip-prinsip kehidupan sehari-hari bagi umat Tuhan.

Prinsip-prinsip ini, yang diberikan oleh Tuhan yang pengasih, mengungkapkan kehendak Tuhan untuk hidup kita dan menunjukkan caranya untuk hidup dengan sukses dan harmonis selama berada di bumi.

Tujuan Amsal

Dalam buku hikmat ini, Tuhan mengungkapkan pola hidup yang akan:

• Membantu kita mendapatkan pemahaman tentang hidup kita sendiri,

• Membantu kita saat kita berhubungan dan bekerja dengan orang lain, dan pada akhirnya

• Belajar tentang Tuhan itu sendiri.

Buku kita amsal ini memberikan instruksi untuk tiga aktivitas utama kehidupan kita sehari-hari: berpikir, berucap dan tindakan.

Amsal mengajari kita bahwa kehidupan yang kita jalani dan pilihan yang kita buat secara langsung memengaruhi kualitas hidup kita.

Kita belajar bahwa kita berada di tempat kita hari ini, karena pilihan yang telah kita buat di masa lalu.

Kitab ini memberi kita perbendaharaan pengalaman manusia yang kaya yang mengungkapkan kebijaksanaan dan anugerah Tuhan.

Ada tiga jenis prinsip puisi dalam PL: lirik, didaktik, dan dramatis.

  1. Disebut puisi liris karena pada mulanya puisi diiringi music dimainkan dengan kecapi. (misalnya Mazmur)
  2. Didaktik (pengajaran) Dalam jenis puisi ini (misalnya Amsal dan Pengkhotbah), pengamatan dan kesimpulan tentang kehidupan dibagikan. ( dokumen mula-mula ajaran gereja PB disebut “Didakhe.”)
  3. Puisi drama menggunakan percakapan atau dialog untuk menyampaikan pesan yang sedang disajikan. Kitab Ayub adalah drama Ibrani.

Dalam budaya Israel kuno, peribahasa digunakan sebagai metode mendidik anak-anak.

Di bagian pertama dan terakhir buku ini, Amsal disusun secara berkelompok. Bagian tengah berisi kumpulan acak peribahasa individu, banyak di antaranya dapat dikelompokkan berdasarkan topik..

Sebagian besar Amsal ditulis oleh anak Daud, Salomo. (lihat 3 bagian utama mulai dari Amsal 1:1, 10:1 dan 25:1.

Dua pasal, 30 dan 31 ditulis oleh Agur dan Lemuel.

Yesus kadang-kadang menggunakan Amsal untuk mengajar murid-murid-Nya. Tetapi hubungan Amsal dengan Kristus jauh lebih dalam daripada yang terlihat.

Hubungan mendasar antara Amsal dan Kristus adalah bahwa hikmat yang dicatat dalam Amsal ditemukan sepenuhnya di dalam Kristus. (lihat 1 Kor. 1:30; Kol 2:3).

Maka dengan mempelajari kitab hikmat, kita sedang mempelajari Hikmat Yesus, hikmat ini lah yang akan membuat hidup kita bermakna, karena kita tau bagaimana cara benar untuk hidup bahagia.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan