
Seri Penatalayanan Kerajaan Allah
Ayat Inti: 1 Korintus 6:19–20.
Rumah yang Terbakar
Ketika saya masih kecil. Saya masih ingat pada suatu malam, deretan rumah-rumah toko dari papan. Terbakar hebat..
Api melahap hampir seluruh bangunan. Orang-orang yang tidur, terbangun. Mereka berlari keluar tunggang-langgang, melihat api berkobar dirumah mereka..
Lalu ada seorang bapak, gantinya menjauh, justru Ia berlari masuk. Semua orang berteriak melarangnnya.. “Jangan masuk! Terlalu berbahaya!”
Namun ia tetap nekat masuk. Beberapa menit kemudian ia keluar. Tubuhnya penuh luka bakar.
Tangannya berdarah. Bajunya hangus. Tetapi di pelukannya dia mendekap seorang bayi, tidur dengan tenangnya ditengah kepanikan semua orang..
Mengapa ia melakukan itu? karena ia mengasihi anaknya.
Saudara…Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, dunia ini seperti rumah yang terbakar.
Tubuh kita ikut rusak. Berbagai penyakit datang. Kematian datang. Segala jenis penderitaan kita tanggung..
Namun Allah tidak berkata, “Biarkan saja manusia binasa.” Justru Ia (Yesus) sendiri masuk ke dunia yang terbakar itu.
Bukan hanya untuk menyelamatkan jiwa kita. Tetapi untuk menebus manusia seutuhnya.
Eden diciptakan : Tubuh Adalah Mahakarya Sang Pencipta
(Kejadian 2:7) Allah membentuk manusia dari debu tanah.
Kata “membentuk” menggambarkan seorang tukang tembikar yang bekerja dengan penuh perhatian. Manusia bukan hasil kebetulan, melainkan karya seni Sang Pencipta.
Setelah dibentuk, lalu Allah menghembuskan napas kehidupan. Menggambarkan keintiman dengan Tuhan.
Jadi debu tanah + nafas = makhluk hidup. Ada tubuh dan jiwa. Tubuh bukan penjara jiwa. Tubuh adalah bagian dari ciptaan yang Allah..
Tubuh yang diciptakan sempurna. Dia menyebut, “Sungguh amat baik.” (Kejadian 1:31)
Mazmur 139:14 menegaskan, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib.” jadi. Tubuh kita adalah mahakarya Allah yang dahsyat..
Eden yang hilang: Ketika Manusia Mengklaim Milik yang Bukan Miliknya
Ketika manusia diciptakan sempurna. Lalu datang penggodaan untuk pertama kali. Dari Iblis. Godaan bukan tentang ateisme agar mereka meninggalkan Tuhan..
Bukan tentang penyembahan berhala. Godaan itu tentang satu pertanyaan:
“Siapa yang berhak menentukan apa yang baik?”
Buah pohon pengetahuan baik dan jahat itu hanyalah arena. Fokus Iblis untuk manusia adalah menciptakan keinginan untuk menjadi sama seperti Allah..
Inti dosanya adalah agar manusia mengambil alih otoritas Allah atas hidup mereka…
Sejak hari mereka jatuh, manusia mulai berkata, “Tubuhku milikku.” “waktu ini miliku..” harta ini milikku..”
Maka manusia memperlakukan semuanya sesuai keinginan mereka..
Manusia modern saat ini mengulang dosa Eden dengan slogan: “Tubuhku, hakku.” “Ikuti saja keinginanmu.” “Tidak ada yang berhak mengatur hidupmu.”
Namun Alkitab berkata, Tubuh kita bukan milik kita. Ada yang memilii tubuh kita. Bukan orang tua kita, pasangan kita..
Golgota: Kristus Membayar Harga Penebusan
Paulus berkata, “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.” Tubuh kita milik Yesus atas dasar penciptaan dan penebusan oleh darah Kristus.
Bait Roh Kudus: Allah Kembali Tinggal Bersama Manusia
Alkitab katakan, Kamu adalah Bait Allah. Apa yang terlintas dalam pikiran kita mendengar Istilah Bait Allah? Mungkin kita pikir itu adalah tempat orang beribadah..
Tetapi bagi orang Yahudi, bait bukan sekadar bangunan. Bait adalah tempat hadirat Allah. Di sanalah Allah menyatakan kemuliaan-Nya.
Di sanalah manusia bertemu dengan Allah. Di sanalah dosa didamaikan. Jadi ketika Paulus berkata,
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu… dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” 1 Kor 6:19-20
Ia sedang menekankan bahwa Tempat kediaman Allah bukan lagi sebuah bangunan. Melainkan HIDUP KITA SENDIRI.. Ini adalah cara Allah agar Dia dapat tinggal bersama kita..
Di Eden… Allah berjalan bersama Adam dan Hawa. Setelah manusia berdosa… Allah membangun Mezbah, Kemah Suci. Dalam Yesus, Allah tinggal sebagai manusia.
Setelah Yesus naik ke Sorga, Roh Kudus datang untuk tinggal di dalam orang percaya.
Mengapa? Karena sejak Kejadian hingga Wahyu, Allah selalu mempunyai satu kerinduan. Tinggal bersama umat-Nya.
Itu sebabnya di Wahyu 21:3 dikatakan, “Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.”
Jadi, seluruh Alkitab sebenarnya adalah kisah Allah yang ingin kembali tinggal bersama kita. Itu sebabnya Dia menjadikan Tubuh kita yang telah ditebus sebagai Bait Suci-Nya.
Mengapa Paulus Tidak Berkata “Jagalah Tubuhmu”?
Ia berkata, “Muliakan Allah dengan tubuhmu.”
Perhatikan bedanya. Nilai tubuh bukan berasal dari tubuh itu sendiri. Bukan mahalnya pakaian yang menutupi tubuh. Bukan dari tato yang terlukis disana..
Beberapa orang terkenal mengasuransikan bagian tubuh mereka. Cristiano Ronaldo, kakinya diasuransikan miliaran. Mariah Carey, pita suara diasuransi miliaran. dll
Apakah nilai tubuh diukur dari uang? Nilai tubuh berasal dari… siapa yang tinggal di dalamnya.
Bayangkan sebuah rumah tua di desa. Tidak ada yang memperhatikannya. Tetapi suatu hari Presiden memutuskan tinggal di sana.
Apa yang terjadi? Jalan diperbaiki. Keamanan diperketat. Rumah itu dirawat.
Mengapa? Bukan karena rumahnya berubah. Tetapi karena penghuninya berubah.
Saudara… Tubuh kita juga demikian. Yang membuat tubuh ini mulia bukan karena kita kuat.
Bukan karena kita sehat. Bukan karena kita cantik atau tampan. Atau karena bisa menghasilkan banyak uang.. Tetapi karena Roh Kudus berdiam di dalamnya.
Reformasi Kesehatan Dimulai dari Penyembahan
Maka pertanyaan kita berubah. Bukan lagi: “Bolehkah saya melakukan ini?”
Kita sering mengajarkan: Jangan makan ini. Jangan minum itu. Harus Olahraga. Tidur cukup. Semuanya itu benar.
Tetapi semua hal-hal tersebut baru berada di lapisan luar. Lapisan terdalam adalah… penyembahan.
Mengapa saya memilih makanan tertentu? Mengapa saya beristirahat? Mengapa saya mengendalikan nafsu?
Mengapa saya menghindari sesuatu yang merusak tubuh? Jawabannya bukan: “Supaya saya lebih sehat.” Jawabannya adalah:
“Karena saya sedang menghormati Allah yang tinggal di dalam diri saya.”
Dengan kata lain, Reformasi kesehatan adalah liturgi kehidupan. Setiap kali kita makan, kita sedang menyatakan siapa yang menjadi Raja hidup kita.
Setiap kali kita bekerja tanpa henti, sampai mengabaikan Sabat dan istirahat, kita sedang menyatakan siapa yang menjadi Raja.
Setiap kali kita menguasai diri, kita sedang menyatakan siapa yang menjadi Raja hidup kita..
Dosa Selalu Berusaha Mengambil Alih Bait Allah ini. Tubuh kita..
Ingat apa yang dilakukan Setan di Eden. Ia ingin manusia berkata, “Aku sendiri yang menentukan.” Aku lah rajanya..Itulah inti dosa. Sedangkan Roh Kudus berkata, “Biarlah Kristus yang memerintah.”
Jadi peperangan terbesar kita bukan antara vegetarian dan nonvegetarian. Bukan antara olahraga dan tidak olahraga.
Peperangan terbesar adalah: Siapa yang duduk di atas takhta bait ini? Aku? Atau Kristus?
Kalau AKU, maka aku yang menentukan mau ku apakan tubuh ini. Mau untuk percabulan, mau untuk dirusak, terserah saya..
Saya ingin mengatakan sesuatu bahwa, Pola hidup sehat seperti NEWSTART tidak menyelamatkan siapa pun.
Air tidak menyelamatkan. Udara tidak menyelamatkan. Olahraga tidak menyelamatkan. Makanan sehat tidak menyelamatkan. Kristus lah yang menyelamatkan kita.
Lalu mengapa pola hidup itu penting seperti NEWSTART?
Semua itu hanya sarana yang membantu kita agar hidup selaras dengan rancangan Sang Pencipta dan agar kita peka terhadap pekerjaan Roh Kudus.
Pola hidup sehat bukan akar keselamatan. Itu adalah buah dari kehidupan yang sudah diserahkan kepada Kristus.
Reformasi Kesehatan yang Sebenarnya
Kalau begitu… Apa sebenarnya reformasi kesehatan? Reformasi kesehatan adalah proses Allah memulihkan seluruh manusia. Atau kita sering dengar. Memulihkan gambar Allah dalam diri kita..
Bukan hanya: pola makan, tetapi juga: cara berpikir, cara bekerja, cara beristirahat, cara mengelola stres, cara menggunakan teknologi, cara memperlakukan tubuh, cara memperlakukan sesama, cara menyembah Tuhan.
Karena penyakit terbesar manusia bukan kolesterol. Bukan diabetes. Bukan hipertensi. Penyakit terbesar manusia adalah… dosa. Dan dosa hanya dapat disembuhkan oleh Kristus.
Karena itu, Reformasi kesehatan adalah panggilan untuk mengembalikan seluruh hidup kepada pemerintahan Allah.
Itu bukanlah proyek memperpanjang umur atau mengejar kebugaran, melainkan bagian dari pemulihan gambar Allah dalam manusia.
Tujuannya adalah agar pikiran semakin peka terhadap suara Roh Kudus, karakter semakin serupa dengan Kristus, memiliki kasih danbelas kasihan dan seluruh hidup menjadi kesaksian tentang Raja yang tinggal di dalam bait-Nya.
Ilustrasi Istana Raja
Di solo ada keraton Surakarta Hadiningrat. Ini adalah istana milik Kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Di Yogyakarta ada Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat..
Mengapa istana-istana itu dijaga dan masih dirawat hingga hari ini? bukan karena bangunannya yang megah..tetapi Karena… Raja tinggal di sana.
Kalau raja pindah, istana itu menjadi bangunan biasa atau jadi museum. Karena itu Nilai bangunan itu berasal dari siapa yang berdiam di dalamnya.
Saudara… seperti istana itu, Tubuh kita hanyalah debu tanah yang tidak berharga. Tetapi ketika Roh Kudus berdiam di dalam kita… debu tanah ini menjadi bait. Bukan karena debunya berubah.
Tetapi karena Allah memilih tinggal di sana. Itu sebabnya tubuh kita bernilai tinggi, karena ditebus oleh Yesus..
Bumi baru: Tubuh akan dipulihkan
Suatu hari nanti, Roh Kudus tidak lagi tinggal di dalam tubuh kita yang lemah ini.
Ketika Kristus akan datang. Tubuh kita akan diubah. Bait yang sementara akan digantikan dengan tubuh yang mulia.
“Ia akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.” (Filipi 3:21)
Tidak ada lagi kanker, tidak ada lagi stroke, tidak ada lagi depresi, tidak ada lagi kursi roda, tidak ada lagi rumah sakit, tidak ada lagi kematian. Tubuh yang ditebus akan dipulihkan
Tetapi sampai kita sedang menuju hari kedatangang Yesus kedua kali.. Maka setiap kali kita makan, setiap kali kita bekerja, setiap kali kita tidur, setiap kali kita berolahraga, setiap kali kita memilih hidup sehat, kita sedang berkata kepada dunia:
“Aku bukan milikku sendiri. Aku adalah bait tempat Sang Raja berdiam.”
Di Eden, Bapa menciptakan tubuh kita >>Di Golgota, Anak menebus tubuh kita. >>Hari ini, Roh Kudus mendiami tubuh kita. >>Pada kedatangan Kristus, tubuh kita akan dimuliakan.
Karena itu, tubuh ini bukan milik kita. Tubuh ini adalah milik Sang Raja.
Paulus katakan, “ Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” 1 Korintus 3:17
Sebagai penutup untuk diaplikasikan: saya memberi kita tantangan 7 Hari “Mengembalikan Bait/tubuh ini kepada Sang Raja”
Hari 1 – Serahkan Kembali Tubuhmu kepada Kristus. Sebelum memulai aktivitas, berlututlah dan berdoa:
“Tuhan Yesus, tubuh ini bukan milikku lagi. Hari ini aku menyerahkannya kepada-Mu. Pakailah mataku, pikiranku, mulutku, tanganku, kakiku, dan seluruh hidupku untuk kemuliaan-Mu.”
Hari 2 – Periksa Apa yang Masuk ke Dalam “Bait”
Hari ini jangan hanya memperhatikan makanan. Perhatikan juga: Apa yang saya tonton? Apa yang saya dengarkan? Apa yang saya baca? Apa yang memenuhi pikiran saya?
Tanyakan sebelum menerima sesuatu: “Apakah ini pantas masuk ke bait Roh Kudus?”
Hari 3 – Rawat Tubuh sebagai Ungkapan Syukur
Lakukan satu tindakan nyata untuk merawat tubuh. Misalnya: tidur lebih awal, berjalan kaki, minum air yang cukup, memilih makanan yang lebih sehat, mengurangi gula, mengurangi makanan olahan. Bukan karena takut sakit. Tetapi sebagai ungkapan syukur kepada Kristus.
Hari 4 – Beristirahat Bersama Tuhan
Banyak orang merusak tubuh bukan karena bekerja. Tetapi karena tidak pernah berhenti bekerja. Sisihkan waktu. Matikan ponsel selama beberapa saat. Berdoalah.
Membaca Alkitab. Nikmati kehadiran Tuhan. Ingatlah bahwa Allah memberi Sabat bukan hanya untuk jiwa, tetapi juga bagi tubuh.
Hari 5 – Pakailah Tubuhmu untuk Melayani
Tubuh ini bukan hanya untuk dirawat. Tetapi dipakai. Hari ini lakukan satu tindakan kasih.
Kunjungi orang sakit. Bantu tetangga. Telepon seseorang yang sedang kesepian. Peluk anggota keluargamu. Biarkan tangan, kaki, dan mulutmu menjadi alat Kristus. (Gunakan waktu 1-2 utk melayani, mendoakan seseorang..)
Hari 6 – Latih Penguasaan Diri
Hari ini pilih satu hal yang biasanya menguasai dirimu. Misalnya: makanan, media sosial, kemarahan, hiburan, kebiasaan buruk. Belajarlah berkata, “Tidak.”
Bukan karena tidak boleh. Tetapi karena Kristuslah Raja.
Hari 7 – Bersyukur atas Tubuh yang Ditebus
Berdirilah di depan cermin. Mungkin tubuhmu sudah tidak sempurna. Ada bekas operasi. Ada rambut putih. Ada penyakit. Ada kelemahan. Tetapi katakanlah:
“Terima kasih Tuhan. Tubuh ini Engkau ciptakan. Tubuh ini Engkau tebus dengan darah-Mu. Roh Kudus tinggal di dalamnya. Dan suatu hari Engkau akan memuliakannya.”
Berdoalah dengan penuh pengharapan.
Ajakan Penutup
Saudara… Mungkin selama bertahun-tahun kita bertanya, “Apa yang boleh saya makan?” Hari ini Tuhan mengajukan pertanyaan yang jauh lebih penting. “Siapa yang memiliki tubuhmu?”
Jika jawabannya adalah Kristus, maka seluruh hidup kita akan berubah. Bukan hanya menu makan kita. Tetapi pikiran kita. Perkataan kita. Cara kita bekerja.
Cara kita beristirahat. Cara kita mengasihi. Cara kita melayani.
Karena penatalayanan tubuh bukan sekadar menjaga kesehatan.
Penatalayanan tubuh adalah hidup setiap hari sebagai bait tempat Sang Raja berdiam
Mulai besok pagi, jangan bangun dengan pertanyaan: ‘Apa yang harus kulakukan hari ini?’
Bangunlah dengan doa ini: ‘Tuhan, bait-Mu telah bangun. Tinggallah di dalamku. Pimpinlah setiap langkahku. Pakailah tubuh ini untuk kemuliaan-Mu, sampai hari Engkau datang dan memuliakannya untuk selama-lamanya.'”




















