Tertawa Ismael: Mengejek dan mempermainkan Ishak (Kejadian 21:8-9)
“Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang MAIN dengan Ishak, anaknya sendiri.” Kejadian 21:8-9
BAGI pasangan muda, mengurus dan membesarkan anak akan nampak jauh lebih mudah. Bagaimana dengan pasangan super lansia Abraham dan Sara?
Tentu mereka masih sanggup. Walau umur 100 tahun dan 90 tahun, mereka masih bugar. Lagi pula Abraham memiliki banyak asisten rumah tangga. Mereka banyak membantu Abraham dan Sara.
Narasi mengatakan, “Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu..”
Ishak bertambah besar dan disapih. Artinya dia telah melewati masa bayi dari 0 tahun yang sangat krusial. Dari periode minum Asi ke makanan padat.
Disapih artinya proses berhentinya kebiasaan anak untuk menyusu dari ibunya. Anak mulai belajar untuk makan makanan padat tanpa tambahan ASI lagi.
Tahapan yang perlu dilakukan oleh ibu untuk mendorong perkembangan anak sesuai dengan usianya.
Pada masa itu, anak-anak disapih antara usia tiga sampai lima tahun, jadi ini berarti Ismael berusia antara tujuh belas sampai dua puluh tahun.
Sesuai dengan adat istiadat pada masa itu: Abraham mengadakan pesta besar pada hari Ishak disapih.
Sebagai ganti ulang tahun tahunan, tradisi pada masa itu adalah mengadakan pesta khusus pada hari resmi penyapihan anak.
Salah satu alasan untuk merayakannya adalah fakta yang sudah diketahui umum bahwa terdapat tingkat kematian bayi yang tinggi di dunia kuno.
Ada sekitar 30% bayi tidak hidup sampai dewasa.
Karena risiko yang dihadapi bayi, perayaan penyapihan anak merupakan bagian alami dan penting dari budaya tersebut.
Jika seorang anak telah berkembang melampaui kebutuhan akan dukungan fisik seorang ibu, maka ia telah mencapai tahap kehidupan baru yang sangat meningkatkan kemungkinan kesehatan yang baik.
Narasi selanjutnya menuliskan,
Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.
Dalam ayat 9, ketika semua orang bersukacita, ada satu unsur negatif yang menyebabkan Sara meminta Abraham mengusir Hagar dan Ismael.
Penyebabnya adalah: Lalu Sara melihat Ismael mengejek Ishak.
Kata sedang “bermain” dalam terjemahan ini bukan dalam makna positif. Ini adalah permainan kata. Kata ‘bermain’ yang digunakan sama dengan nama Ishak “tertawa”
Jadi Ismael ini terus menerus mentertawakan Ishak dalam arti mengejek.
Alih-alih mengatakan “Ismael”, penulis menyatakan: anak Hagar, orang Mesir itu, dengan fokus pada kebangsaan Hagar yaitu Mesir..
Tujuannya untuk menekankan bahwa kebencian Hagar kepada Sarah sekarang telah ditanamkan kepada Ismael terhadap Ishak.
Kata Ibrani untuk Ishak dan kata Ibrani untuk mengejek memiliki akar kata yang sama, tetapi muncul di sini sebagai intensif piel.
Piel adalah kata kerja dalam bahasa Ibrani yang menyatakan suatu tindakan yang intensif atau disengaja.
Jadi Ismael sengaja mengejek Ishak, anak yang masih berumur 3 tahun.
Di sini sekali lagi ada permainan kata dengan nama Ishak, tetapi kali ini dalam arti negatif.
Ismael mengambil nama Ishak dan maknanya dan mereduksinya menjadi ejekan; ia “mengolok-olok” Ishak.
Mengapa sampai Ismael mengejek Ishak? Mungkin ibunya Hagar yang mengajarinya. Dia menanamkan persaingan dihati Ismael.
Ismael juga bukan anak kecil. Dia berusia tujuh belas sampai dua puluh tahun, dan dia mengejek seseorang yang berusia antara tiga sampai lima tahun.
Jadi poinnya, Ismael tidak hanya bermain-main dengan Ishak; ia mempermainkan atau mengolok-olok atau mengejek, tidak ikut serta dalam sukacita penyapihan Ishak..
Rabbi Simeon mengatakan bahwa Ismael menginginkan warisan Ishak. Referensi Perjanjian Baru tentang peristiwa ini ditemukan dalam Galatia 4:29 yang menyatakan:
Ismael telah menganiaya Ishak. Kata menganiaya berarti “mengejar dengan penuh permusuhan.”
Tindakan ini bisa secara fisik atau psikis, seperti yang dituliskan di Galatia 4:29,
Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh
Maka ejekan Ismael bukan saja hanya pada pribadi Ishak, ini adalah serangan terhadap kekuasaan, janji-janji, dan penyediaan Allah.
Ishak adalah hasil dari mukjizat kuasa Ilahi. Oleh karena itu, dengan mengejek Ishak, Ismael tidak menunjukkan rasa hormat terhadap pekerjaan besar yang telah diselesaikan Allah melalui Abraham dan Sarah.
Apa poinnya untuk kita dari cerita ini? Anda dapat mengulasnya.
Mengejek atau meremehkan pekerjaan Tuhan atau orang yang melakukan kebaikan adalah jahat dimata Tuhan.
Tidak sedikit orang yang mengejek orang lain karena melakukan perbuatan baik. mereka mentertawakan dan menyindir dengan tajam..
Mereka yang sedang menyanyi pujian bagi Tuhan, suaranya diejek oleh orang yang tidak menyukainya.
Mereka yang sedang memberitakan Firman Allah diejek oleh mereka yang tidak menyukainya.
Mari menghormati janji dan berkat Tuhan. Berhentilah mengejek. Ejekan kita akan hanya menjauhkan kita dari Berkat Abraham.
Dan membawa kita kepada kejahatan yang semakin dalam dan dalam..





