Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” Matius 27:24-27

SETELAH belok kiri-kanan, naik turun, tiba diujung jalan. Masuk gang sempit. Buntu. Tidak ada lagi akses keluar. Langkah Pilatus terhenti.

Dia sudah berjuang sekuat tenaga untuk melepaskan Yesus. sia-sia. Massa yang sudah beringas terus berterika-teriak. Minta Yesus disalibkan. Barabas dibebaskan.

Mereka sebenarnya benci Barabas. Reputasinya sangat buruk. Dia seorang kriminal. Pembunuh. Sebelum dia ditangkap, mereka gerah dengan aksi premanismenya..

Tetapi anehnya, mereka memilih Barabas bebas. Yesus disalibkan. Padahal reputasi Yesus selama ini baik. Tidak ada catatan buruk dikantor keamanan.

Sepak terjangnya untuk masyarakat jelas terlihat. Tercatat. Terekam dengan baik: Menyembuhkan orang sakit. Memberi makan orang lapar. Membangkitkan orang mati. Kerasukan setan dibebaskan.

Memberi pengajaran yang menguatkan iman orang-orang banyak, dll..

Singkanya, Yesus orang baik. Barabas penjahat. Kejahatannya terbukti dipengadilan. Kejahatan Yesus tidak bisa dibuktikan..

Namun mereka lebih memilih penjahat dibebaskan dari pada orang baik. Sungguh pilihan diluar nalar. Kebencian mereka yang sudah akut membuat mereka tidak bisa berpikir dengan jernih..

Mereka tidak dapat lagi membedakan baik dan jahat. Banyaknya massa yang bergerombol dan berteriak-terik membuat suasana semakin menegangkan..

Sebenarnya banyak orang yang hadir saat itu, tidak tahu menahu apa sebenarnya yang terjadi. Sama seperti kebanyakan orang yang ikut berdemo, tidak tahu apa yang mereka sedang demo..

Boleh jadi banyak massa bayaran atau sekedar ingin rame-rame. Kemungkinan massa yang teriak-teriak salibkan Yesus, bebaskan Barabas, tidak tahu apa yang terjadi. Boleh jadi mereka bayaran..

Yudas saja mereka bayar, pasti banyak juga orang-orang yang mereka bayar untuk hadir dipengadilan, untuk memberi tekanan kepada Pilatus..

Narasi Matius menuliskan..

“Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” Matius 27:4

Pada akhirnya Pilatus menyerah kepada tekanan massa. Massa yang sudah mulai beringas dan mulai membuat kekacauan. Bila Pilatus bertahan dengan prinsipnya, dia bisa dikeroyok massa..

Ketika jalan Pilatus buntu, dia memilih cuci tangan. Didepan para pemuka agama dan massa, dia mendemonstrasikan mencuci tangan..

Melalui cuci tangan, dia memberikan kesaksian kepadaa mereka bahwa dia tidak setuju dengan keputusan mereka dan bahwa dia tidak terlibat dalam upaya pembunuhan Yesus..

Massa benar-benar di luar kendali, dan jelas bahwa satu-satunya cara untuk menenangkan mereka adalah dengan penyaliban Yesus.

“Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” jawab massa..

Apa yang mereka katakan sangat mengerikan. Terlalu emosional. Mereka membuat ikrar bahwa darah Yesus akan ditanggung oleh mereka dan anak cucu mereka..

Pernyataan tersebut menyatakan untuk selama-lamanya pengakuan rakyat atas kesalahan mereka sendiri. Pernyaaan tersebut tidak membebaskan Pilatus dari kesalahannya..

Mereka membuat keputusan mereka atas nama seluruh Israel. Maka sejak saat itu, sebagai sebuah bangsa dan pribadi, mereka berada dibawah penghakiman Tuhan..

Selanjutnya Barabas dibebaskan. Yesus disesah atau dicambuk lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Cambuk yang digunakan untuk mencambuk mempunyai gagang kayu pendek, yang pada ujungnya diikatkan beberapa tali kulit.

Setiap ujung tali kulit diberi potongan logam atau tulang yang sangat tajam.

Orang yang akan dicambuk diikat pada sebuah tiang dengan pergelangan tangan setinggi di atas kepala, dengan kaki menjuntai dan badannya tegang.

Seringkali ada dua pencambuk. Kiri dan kanan. Mereka bergantian memukul punggungnya.

Otot-otot terkoyak, pembuluh darah dan arteri terkoyak, dan tidak jarang ginjal, limpa, atau organ dalam lain terbuka dan terpotong.

Banyak orang meninggal karena dicambuk sebelum mereka dapat dibawa keluar untuk dieksekusi.

Kita tidak mengetahui sepenuhnya seberapa parah luka-luka yang dialami Yesus, namun Ia begitu lemah karenanya sehingga Ia tidak mampu memikul salib-Nya sendiri (Markus 15:21).

Ketika Yesus dicambuk, mereka bersorak kegirangan. Mereka menikmati kekejaman cambukan para tentara. Hati nurani mereka telah mati.

Mereka telah mengutuk diri mereka sendiri. Massa mengutuk diri mereka sendiri. Mereka terkutuk karena tipu muslihat para pemimpin agama..

Herodes mengutuk dirinya sendiri sambil mengejek Raja segala raja.

Pilatus mengutuk dirinya sendiri karena ia rela membiarkan orang yang tidak bersalah dihukum mati. Dia lebih memilih jabatannya dibanding Yesus.

Melalui ejekan, makian dan darah, Anak Allah yang tidak berdosa semakin dimuliakan. Kehinaan yang Dia alami adalah jalan menuju kemuliaan..

Poinnya, Pilatus menyerah pada tekanan massa. Dia cuci tangan atau melepaskan diri sendiri dari resiko tugas sebagai hakim.

Keputusan dia serahkan kepada kehendak orang banyak. Dia lari dari tanggungjawab.

Bila kita memegang sebuah tanggung jawab, jangan lari dan cuci tangan dari segala resiko yang akan timbul. Jangan mencari keselamatan diri sendiri.

Betapa banyak orang yang seperti Pilatus, tidak mau bertanggungjawab. Cari aman sendiri dan mengorbakan orang lain..

Selanjutnya jangan suka ikut-ikutan. Bila kita tidak tahu apa masalahnya, lebih baik selidiki. Hati-hati terbius dengan euforia massa.

Seperti massa yang mendemo Pilatus dan memilih Barabas, jangan mudah terprovokasi. Apa yang diikuti orang banyak belum tentu benar..

Bila lebih banyak orang memilih sesuatu atau seseorang, jangan terbius, tetaplah tenang, selidiki dan putuskan berdasarkan catatan-catatan masa lampau..

Sekiranya massa pendemo Pilatus menyelidiki apa yang terjadi. Mereka cari tahu trak record para pemuka agama dan Barabas, mereka tidak akan bertindah bodoh..

Mereka tidak akan terkutuk dan terhukum oleh Allah..

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *