Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Tanda Kedatangan Yesus: Penganiayaan (Matius 24:9)

Tanda Kedatangan Yesus: Penganiayaan (Matius 24:9)

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku.” Matius 24:9

Tanda akhir zaman berikutnya adalah penganiayaan yang berat kepada orang percaya oleh dunia yang jahat dan tidak beriman.

Lebih dari sebelumnya dalam sejarah, umat Allah akan diperlakukan dengan cara yang tidak benar, dan dalam artian itulah mereka akan dinodai.

Kata kamu akan diserahkan, dari kata Paradidomi (akan diserahkan) memiliki arti dasar memberi dan sering digunakan dalam pengertian teknis untuk penangkapan oleh polisi atau militer (lihat Mat. 4:12).

Setelah ditahan, orang percaya akan sangat menderita kesengsaraan. Banyak yang akan dibunuh, dan semuanya akan dibenci semua bangsa karena nama Yesus.

Dalam Markus 13:9, “Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.”

Pengadilan mungkin mewakili otoritas bukan Yahudi, dan sinagoga-sinagoga jelas mewakili otoritas Yahudi, yang menunjukkan bahwa penganiayaan akan datang dari kedua kelompok tersebut.

Mereka yang diidentifikasi sebagai pengikut Kristus, akan terintimidasi, baik kebebasan mereka, hak, rasa hormat, dan sering kali nyawa orang percaya.

Sejak era gereja mula-mula, orang-orang percaya telah menjadi sasaran aniaya dan pembunuhan. Dan itu telah dimulai dari Yesus sendiri. Maka hal yang sama akan dialami para murid-Nya.

Stefanus (Kisah 7:59, 60), Petrus dan Yohanes (Kisah 4:3–7, 21), serta Petrus dan Yakobus (Kisah 12:1–4) termasuk di antara orang-orang Kristen pertama menderita di tangan penguasa.

Paulus muncul di hadapan Feliks, Festus, Agripa, dan Kaisar (Kisah Para Rasul 24 hingga 28).

Bandingkan Markus 13:9–12. Dalam Mat. 24:21, 22 Kristus berbicara secara khusus tentang penganiayaan yang akan terjadi setelah jatuhnya Yerusalem pada tahun 70 M.

Jadi, sepanjang masa hingga akhir zaman, orang-orang percaya akan menjadi sasaran penganiayaan. penyebabnya karena kita mengaku sebagai orang Kristen.

Dan bicara soal penganiayaan orang percaya, Yesus memberikan kata-kata berkat untuk kita.

“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”Matius 5:10-12

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Yohanes 15:18-20.

Yesus mengatakan, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.” Matius 5:11.

Orang Kristen dianiaya demi kebenaran karena kesetiaan mereka kepada Kristus. Kesetiaan yang nyata itu menciptakan gesekan di hati orang-orang yang tidak menghargai kebenaran.

Nasehat Yesus adalah bergembira dan bersukacita karena pahala besar menanti mereka, yaitu memiliki kerajaan sorga.

Lewat penderitaan dan penganiayaan, kemuliaan — tabiat Allah dinyatakan dalam orang-orang pilihan-Nya. Gereja Allah yang dibenci dan dianiaya oleh dunia sedang dididik dan didisiplin dalam sekolah Kristus. Mereka berjalan di jalan-jalan sempit di dunia; mereka disucikan dalam api penderitaan.

Mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, berarti dipersiapkan akan mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya. (KAB 40-41)

Poinnya, Ketika kita mengalami aniaya karena Kristus, baik dalam skala kecil, maupun besar, bahkan akan terjadi suatu masa kesesakan besar seperti yang belum pernah terjadi (Daniel 12:3)

Tetapi jangan tawar hati dan gentar, karena Yesus akan menyertai kita. Ingatlah bahwa itu sebagai tanda dekatnya kedatangan Yesus kedua kali.

Tetap setia dan bertahan sampai kesudahannya. Yesus pasti datang.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan