Takdir dan Nasib Menurut Alkitab

Apakah Tuhan menentukan takdir atau nasib seseorang?

Satu keluarga tewas dalam sebuah kecelakaan yang sangat tragis telah menyisakan duka yang dalam.

Ayah, ibu dan seorang anak yang masih kecil tewas seketika ditabrak oleh sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi sementara sopir dalam keadaan mabuk.

Kematian satu keluarga tersebut menimbulkan tanda tanya dari pihak keluarga dan kerabat.

Sebagian orang mengatakan bahwa itu sudah takdir bahwa dia harus mati dalam sebuah kecelakaan.

Seorang anak kecil yang tumbuh dalam keluarga dan lingkungan yang jahat. Dibesarkan tanpa arahan dan didikan.

Setelah besar anak itu melakukan banyak kejahatan, mulai dari mencuri, membunuh, memerkosa dll.

Bolak-balik masuh penjara namun hukuman itu tidak mengubah prilakunnya yang jahat.

Sebagian orang mengatakan bahwa itu anak itu seperti itu karena korban lingkungan, namun sebagian lagi berpendapat anak itu sudah ditakdirkan menjadi orang jahat.

Tentu banyak peristiwa yang terjadi disekitar kita yang sering kali membuat kita bingung.

Bingung apakah Tuhan yang menentukan semua nasib manusia seperti apa dan akan menjadi apa…?

Banyak orang membicarakan tentang takdir, nasib, dll..jika orang hidupnya susah, miskin dan melarat sebagian orang katakan itu sudah nasibnya, atau takdirnya menjadi orang miskin.

Tetapi apakah benar demikian?

Apakah Tuhan menentukan hidup seseorang akan seperti apa?

Apakah Tuhan yang menentukan pendek dan panjangnya hidup seseorang?

Apakah Tuhan yang menentukan kematian seseorang seperti apa?

Apakah Tuhan yang membuah nasib seseorang akan sial, miskin dan kaya?

Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya pertanyaan biasa dalam hidup kita sehari-hari.

Mungkin anda punya jawabanya…silahkan berbagi dengan kita disini..

Takdir dan nasib dua hal ini sering diperdebatkan apakah sama atau berbeda.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia ver 1.3. Takdir adalah ketetapan Tuhan, ketentuan Tuhan, Nasib.

Kalau di gunakan untuk kata kerja; menakdirkan adalah (Tuhan) menentukan lebih dahulu (sejak semula)

Nasib adalah sesuatu yang sudah ditentukan Tuhan atas diri seseorang

Jadi menuru KBBI takdir dan nasib adalah sama. Dalam bahasa inggris kata nasib dan takdir di terjemahkan sama yaitu fate, destiny, divine.

Istilah takdir dan nasib akan banyak pengertianya sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan setiap orang.

Sebab setiap orang berhak menafsirkan pengertian takdir sesuai dengan pemahamannya.

Akan banyak juga sumber informasi yang akan kita baca membuat kita bertambah bingung tentang takdir yang sesungguhnya.

Dalam alkitab sebenarnya tidak ada kata atau istilah yang digunakan untuk menjelaskan takdir atau nasib secara konsep.

Memang didalam alkitab kita akan banyak menemukan istilah nasib. Seperti kejadian 44:29, kejadian 44:34, Maz 81:15, pengkhotbah 2:14-15, pengkhotbah 3:19, luk 13:2, 2 pet 2:13 dll..

Dalam Kejadian 44:29,

“Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena ‘nasib’ celaka.” Kata nasib dalam ayat itu sebenarnya bermakna kejahatan atau kefasikan.”

Sementara dalam alkitab terjemahan sehari-hari kata nasib itu tidak ada, demikian juga dengan King James Version (KJV).

Ayat itu sebenarnya menjelaskan tentang hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat dalam kehidupan karena kehendak bebas manusia atau kuasa memilih manusia ada.

Sebab akibat

Berbicara tentang nasib tragis yang dialami seseorang dalam hidupnya itu adalah karena hukum sebab akibat.

Mati kecelakaan disebabkan karena kelalaian baik dari korban ataupun dari si tersangka penyebab kecelakaan.

Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu seorang kerabat tewas dalam sebuah kecelakaan.

Kecelakaan terjadi akibat dia melanggar marka jalan dan salah perhitungan menyalib mobil yang didepannya.

Seorang hidupnya miskin dan melarat mungkin disebabkan kemalasan, atau karena hidup berfoya-foya, mabuk-mabukan dan judi sehingga harta habis dan jatuh miskin.

Ada juga karena situasi dan kondisi lingkungan yang porakporanda karena bencana atau peperangan dll…

Tuhan merencanakan manusia memilih

Sejak awal Tuhan menciptakan manusia adalah mahkluk yang bebas memilih. Kuasa memilih manusia adalah mutlak.

Dalam kejadian 2:16-17, Tuhan memberikan hak memilih kepada adam dan hawa. Kemudian dalam kejadian 3, mereka menggunakan kuasa memilih itu dengan bebas tanpa adanya intervensi dari TUhan.

Hasilnya, mereka memilih untuk mengabaikan perintah Tuhan. Pilihan itu menjadi tanggung jawab mereka berserta dengan akibat-akibatnya.

Tuhan tidak menentukan mereka berdosa. Mereka berdosa karena pilihan mereka sendiri dan akibat dari pilihan yang salah maka penderitaan, kesusasahan melanda dunia.

Jadi, sejak semula yang Tuhan tentukan adalah hidup manusia yang bahagia, damai sejahtera dan hidup kekal. Inilah takdir Tuhan atau penentuan Tuhan atas hidup manusia.

Namun mengapa manusia berdosa dan menderita hidupnya adalah karena pilihan manusia itu sendiri. Roma 5:19.

Sama halnya ketika Yudas menghianati Yesus. itu adalah pilihan dia sendiri yang berspekulasi menjual yesus demi keuntungan sesaat.

Tuhan tidak menentukan Yudas sebagai tokoh yang akan menghianati Yesus. dan ketika dia pun mati gantung diri itu adalah kehendaknya sendiri.

Memahami kehendak Allah

Sekarang kita perlu memahami kata “ ditentukan” adalah berkaitan dengan kehendak Tuhan.

Thomas Aquinas menjelaskan (lihat ST, I, q.19), tentang dua macam kehendak Allah (the Will of God) secara umum, maka kita dapat lebih memahami tentang kehendak Allah ini:

1. Antecedent Will

Kehendak Allah yang universal terhadap semua manusia, yaitu agar semua manusia di selamatkan. Inilah yang dikenal dengan ajaran ‘predestination’, yaitu bahwa Allah menghendaki semua manusia diselamatkan dan memiliki pengetahuan akan kebenaran (lih. 1Tim 2:4). ‘predestination‘, yaitu bahwa Allah menghendaki semua orang diselamatkan.

Namun Allah tidak menentukan seseorang akan masuk surga atau masuk neraka.

2. Consequent Will

Kehendak Allah yang melibatkan pihak kehendak bebas manusia; sehingga meskipun Allah menghendaki semua manusia diselamatkan, namun karena Allah menghormati keputusan kehendak bebas manusia yang menolak-Nya, maka tidak semua dari yang ditentukan Allah sejak semula untuk diselamatkan, dapat diselamatkan.

Lalu apakah alkitab berbicara tentang takdir?

Dalam Roma 8:28, 29 dikatakan,

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Sebagian orang bertanya, jika Tuhan mengetahui apakah saya akan selamat atau binasa, mengapa bersusah-susah menjadi orang Kristen?

Jawabanya adalah walaupun Tuhan mengetahui, karena Dia adalah mahatahu, kita tidak mengetahui masa mendatang.

Karena itu masing-masing kita harus menggunakan hak pilih kita dan memilih apakah menerima atau menolak anugerah Tuhan.

Oleh karena Tuhan mengetahui semua lebih dahulu dan karena Dia menakdirkan (merencanakan) supaya semua menjadi seperti anak-Nya, ini adalah bukti bahwa Tuhan menakdirkan tidak ada yang akan binasa.

Allah dapat melihat kedepan dan mengetahui siapa yang akan terpilih. Baca 1 pet 1;2, bagian pertama. Orang-orang yang terpilih ditakdirkan kepada keselamatan hanya atas dasar penurutan.

Kita di rencanakan untuk selamat dan hidup kekal, tetapi pilihan untuk itu ada di tangan kita.

Itu sebabnya ketika manusia berdosa, Tuhan merencanakan untuk menebus manusia dan memulihkan kehidupan manusia, supaya rencana Tuhan kepada manusia untuk hidup kekal tidak gagal.

Jadi ketika kita menderita, sakit, kecelakaan dll..itu bukan rencana Tuhan bagi kita…semua itu adalah akibat dosa dan setan bertanggung jawab atas semua penderitaan yang kita alami.

Tuhan telah menetapkan orang-orang yang akan selamat adalah mereka yang memilih percaya dan menurut kepada Yesus. yoh 3:16, matius 7:21

Kesimpulan

Hidup kekal tergantung kepada keputusan kita. Apakah yang akan anda lakukan bagi Kristus? Dalam satu perumpamaan Yesus mengatakan, “sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Ma 22:14. Semua orang yang menerima undangan itu ditakdirkan untuk memakan makanan pesta tetapi mereka tidak mau datang.

Hanya orang yang mau datang memenuhi panggilan Kritus yang akan memasuki kerajaan TUhan. Memilih Kristus berarti memilih kehidupan.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *