Pastordepan Media Ministry
Beranda Seri Kitab Ayub Sumber Kekayaan Ayub, yang Menjadikannya Orang Terkaya di Timur

Sumber Kekayaan Ayub, yang Menjadikannya Orang Terkaya di Timur

“..sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.” Ayub 1:3c

Sekarang kita tiba di ayat 2 dan 3 yaitu tentang keluarga, status dan kepemilikan Ayub. Di terangkan bahwa dia memiliki 10 orang anak: 7 laki-laki dan 3 anak perempuan.

Tapi anehnya, istrinya tidak diperkenalkan. Padahal telah melahirkan 10 anak baginya. Tentu penulis sangat berkuasa apakah istri Ayub perlu dimasukkan atau tidak dalam cerita.

Nanti ketika Ayub menderita baru penulis menyebutkan istrinya di pasal 2 ayat 9.

Dalam hal ini dari segi rumah tangga Ayub diberkati dengan jumlah anak yang banyak. Sepuluh anak merupakan keluarga yang cukup besar..

Berkat terbaik yang dapat dimiliki seorang pria adalah jumlah anak yang banyak; lihat Mazmur 127:3, di mana “anak-anak” adalah ‘warisan’ dari Tuhan.

Tujuh anak laki-laki Ayub adalah angka sempurna. Kita tahu angka “tujuh” melambangkan kesempurnaan atau kelengkapan.

Di Timur Dekat Kuni, memiliki 7 anak laki-laki dianggap ideal. Dalam literatur Ugarit, Keret memiliki tujuh anak laki-laki..

Tiga anak perempuan Ayub adalah angka sempurna juga. Angkat tiga Lambang kelengkapan atau keutuhan.

Dalam banyak legenda dan mitos kuno, sering menampilkan tiga pribadi, misalnya tiga putri Baal.

Jadi angka tujuh dan tiga, bila dijumlah membentuk bilangan bulat yaitu sepuluh. Artinya Ayub sebagai seorang pria, hidupnya lengkap, sempurna dan ideal.

Pada jaman kuno, memiliki anak yang banyak merupakan satu kebanggaan. Terutama memilik anak laki-laki.

Dalam masyarakat Semit, mempunyai anak banyak juga satu kebanggaan. Itu sebabnya mereka ingin memiliki anak banyak, namun kalau bisa lebih banyak anak laki-lakinya daripada perempuan.

Karena hal itu, maka anak perempuan sering dipandang kurang bernilai. Anak perempuan secara ekonomi dan moral dianggap sebagai beban..

Sehingga keluarga yang dianggap ideal adalah bila anak laki-lakinya lebih banyak dibanding anak perempuan. Dianggap tidak ideal bila semua anaknya perempuan.

Setelah hidup Ayub sebagai seorang pria digambarkan secara sempurna, sekarang kekayaannya juga disebutkan secara sempurna.

“Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.”

Kekayaannya dijelaskan dalam bentuk jumlah hewan bukan tanah atau logam mulia. Ayub memiliki kawanan ternak yang sangat banyak.

Ia memiliki tujuh ribu ternak kecil, yaitu domba dan kambing. Dia juga memiliki tiga ribu unta, salah satu hewan bergensi jaman itu.

Memiliki unta sebanyak itu melambangkan status yang tinggi. Jadi Ayub seorang yang terpandang di tanah Us. Milliuner dan pengusaha kaya.

Hartanya yang besar menunjukkan bahwa Ayub terlibat dalam perdagangan dengan para kafilah.

Untuk menggarap lahan pertaniannya, ia mempunyai lima ratus ekor lembu, disebutkan berpasangan karena digunakan dalam membajak.

Menurut standar kuno, jumlah lembu ini dapat mencapai areal yang sangat luas. Entah berapa ribu hektar lahan yang diperlukan untuk menampungnya.

Sejauh mata memandang yang terlihat kumpulan lembu, kambing, domba, unta dll..

Lima ratus ekor keledai betina, hewan beban, tercatat; kemampuan mereka untuk menghasilkan susu dan melahirkan anak membuat mereka lebih berharga daripada jantan.

Tentu Ayub memiliki budak laki-laki dan perempaun. Mungkin ratusan, bahkan ribuan.

Mereka bertugas mengurus dan menggembalakan ribuan ternak tersebut dan mengurus perkebunannya yang luas.

Dalam segala hal, kekayaan Ayub melebihi kekayaan sheikh mana pun di Timur. Mungkin dia berada ranking pertama orang terkaya di timur.

Walau pun demikian, gambaran Ayub sebagai “orang besar” harus dilihat berdasarkan kebijaksanaannya dan bukan saja karena kekayaannya, meskipun yang dijelaskan adalah kekayaannya.

Jadi, Allah memberkati hamba-Nya yang setia dengan limpah ruah..

Penulis menggunakan angka tiga, tujuh, dan sepuluh, yang semuanya melambangkan kesempurnaan, untuk menunjukkan bahwa kekayaan Ayub sungguh luar biasa.

Menjadi orang kaya tidak membuat Ayub menjadi sombong. Sebaliknya, dia semakin di sadarkan dan dengan rendah hati mengakui bahwa semuanya itu pemberian Tuhan.

Itu sebabnya, kekayaannya menjadi berkat, karena banyak orang telah diberkati melalui kekayaan Ayub.

Menjadi orang kaya seperti Ayub bukanlah dosa. Namun kekayaan bisa menjadi kutuk dan menjauhkan orang kaya dari Tuhan bila tidak menjadi seorang penatalayan sejati..

Kepada orang-orang kaya, Rasul Paulus mengamarkan,

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi

..dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.” 1 Timotius 6:17-19.

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan