Studi Daniel 1: Hari Esok Yang Penuh Harapan

Mari kita mulai mempelajari Daniel pasal sebagai pendahuluan buku Daniel. Di Pasal 1 ini kita dapatkan informasi dan latar belakang mengapa mereka ditawan di Babilon. Tanpa Daniel 1 ini , maka pasal-pasal selanjutnya tidak akan pernah ada.

Pasal satu ini adalah ringkasan kisah yang menjadi alasan mengapa mereka ada disana. Ayat 1 dan 2 memberitahukan kepada kita para pembaca bahwa Tuhanlah yang menyerahkan Yoyakim ke tangan Nebukadnezar, raja Babilon.

Kata “menyerahkan dalam terjemahan lain seperti BIS, “Tuhan mengijinkan” adalah pernyataan teologis bukan laporan berita televisi atau koran, “setelah berperang bertahun-tahun makan Yoyakim kalah dan menyerah.”

Kata “Tuhan menyerahkan” sebetulnya tidak perlu ada disana, penulis sebetulnya cukup menuliskan bahwa Yoyakim raja Yehuda kalah berperang dengan raja Nebukadnezar raja Babel dan mereka menjadi tawanan raja, selesai.

Tetapi penulis kisah ini Daniel, sengaja menuliskan kalimat, “Tuhan menyerahkan Yoyakim “ adalah supaya para pembaca alkitab tahu bahwa Tuhan campur tangan dalam hidup mereka.

Kalau kalimat “Tuhan menyerahkan” tidak dituliskan oleh penulis kitab ini, maka kita akan mengira mereka kalah karena kalah kuat atau kalah jumlah.

Jadi, pernyataan kalimat “ Tuhan menyerahkan” adalah untuk menyatakan bahwa Tuhan terlibat dan campur tangan dalam kehidupan mereka.

Sekarang untuk mengerti hal ini lebih baik mengapa Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda kepada Nebukadnezar Raja Babel, Mari kita baca Jer 25:8-9:

“Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: Oleh karena kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, sesungguhnya, Aku akan mengerahkan semua kaum dari utara–demikianlah firman TUHAN–menyuruh memanggil Nebukadnezar, raja Babel, hamba-Ku itu; Aku akan mendatangkan mereka melawan negeri ini, melawan penduduknya dan melawan bangsa-bangsa sekeliling ini, yang akan Kutumpas dan Kubuat menjadi kengerian, menjadi sasaran suitan dan menjadi ketandusan untuk selama-lamanya.”

Pertanyaannya, perkataan-perkataan Tuhan yang mana yang mereka tidak dengar? Perintah Tuhan yang mana yang mereka tidak turuti?

Ayat 6-7 “Juga janganlah kamu mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepadanya; janganlah kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu, supaya jangan Aku mendatangkan malapetaka kepadamu. Tetapi kamu tidak mendengarkan Aku, demikianlah firman TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu untuk kemalanganmu sendiri.”

Dalam terjemahan BIS saya lebih suka kata-katanya, ayat. 7. “Tapi TUHAN sendiri berkata bahwa kamu tidak mendengarkan Dia.”

Kamu malah membangkitkan kemarahan-Nya karena berhala-berhalamu itu. Kamu sendirilah yang mendatangkan hukuman-Nya ke atas dirimu.

Jadi perintah Tuhan yang mana yang mereka tidak dengar? Perintah 1,2,3,4 dan 5,6,7,8,9,10..(kel.20:1-17). Melanggar satu saja perintah Tuhan membuat kita bersalah dengan seluruh hukum Tuhan, dan akibatnya Tuhan sakit hati, dan karena Tuhan sakit hati, marah, maka Tuhan membiarkan mereka kalah, gantinya Tuhan berperang bersama dengan mereka, skarang Tuhan memberikan kekuatan kepada musuh untuk mengalahkan mereka..

Satu lagi pertanyaan yang perlu kita jawab, mengapa penyembahan berhala begitu menarik orang-orang Yehuda? ada tiga alasan:

1) Bangsa Israel dikelilingi oleh bangsa-bangsa kafir yang percaya bahwa menyembah beberapa dewa itu lebih unggul daripada menyembah satu Tuhan saja. Dengan kata lain, lebih banyak dewa lebih baik.

2) Para dewa bangsa-bangsa lain tidak menuntut ketaatan seperti yang diminta oleh Allah Israel. Misalnya, banyak agama kafir tidak melarang free seks dengan para pelacur kuil sebagai bagian dari upacara keagamaan mereka. Sementara, Pada pihak lain, Allah Israel menuntut umat-Nya untuk menaati semua kaidah moral yang tinggi sebagaimana digariskan dalam Taurat-Nya.

3) Penyembahan berhala kadang-kadang menghasilkan hal-hal yang nyata dan dapat diliht bagi para penyembahnya. Kuasa-kuasa setan di balik berhala tersebut mampu membuat mereka kaya dalam sekejap walau hanya sementara.

Karena semua ini maka mereka mendatangkan hukuman bagi diri mereka sendiri, mereka kalah dan di tawan raja Babilon. Dalam bahasa teologisnya “Sang Raja Sorga menyerahkan mereka ke tangan Raja Nebukadnezar” selama 70 tahun. Dalam Yer 25:9-11 mereka menderita, hidup susah, karena kesalahan yang mereka buat sendiri. Ay.7b, “Kamu sendirilah yang mendatangkan hukuman-Nya ke atas dirimu. “

Mungkin ini juga alasan mengapa kita menderita? Hidup kita susah? Sakit? dll. Sering kali karena kesalahan kita sendiri, karena keteledoran kita sendiri, kebodohan kita sendiri yang tidak menurut perintah Tuhan.

Misalnya, hukum kesehatan mengatakan jangan merokok, tapi kita merokok akibatnya kita sakit. Hukum katakan, istirahat yang cukup, kita begadang terus menerus, akibatnya sakit.

Hukum Tuhan katakan, setialah kepada pasangan hidup, saling mengasihi, ternyata kita tidak setia, kita coba cari-cari dan mulai bermain dengan istri orang, akibatnya hidup jadi susah.

Hukum kehidupan mengatakan rajinlah belajar, tp kita malas, ketika mau ujian tiba, kita baru belajar, akibatnya nilai kita tidak bagus.

Hukum kehidupan katakan rajin bekerja, hemat pangkal kaya, tapi kita bekerja malas-malasan akibatnya kita hidup pas-pasan terus. Kalau hidup kita boros, hamburkan uang, foya-foya akibatnya kita jadi bangkrut.

Jadi dalam hidup seringkali, kitalah yang mendatangkan hukuman bagi diri kita sendiri, kitalah yang mendatangkan kesusahan bagi diri kita sendiri, masalah itu datang sering kali kita yang buat karena kita tidak mengikuti hukum kehidupan yang Tuhan sudah atur.

Tetapi sering kali yang kita persalahkan adalah Tuhan, kita bilang Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang sama kita, Tuhan tidak peduli pada hidup saya.

Memang ada situasi dimana kita menderita bukan karena perbuatan kita, tapi karena kesalahan orang lain. Kita mengalami kecelakaan karena ada orang yang melanggaar peraturan lalu lintas, akibatnya kita menderita, kaki dan tangan kita memar dan luka-luka, kendaraan kita hancur dan harus keluarkan banyak uang untuk mengobati luka dan perbaikan.

Intinya adalah kesalahan kita dapat membuat bukan saja diri sendiri menderita tapi juga orang lain yang tidak bersalah karena perbuatan kita. Kesalahan suami dapat membuat anak-istri menderita. Kelalaian kita membuat orang lain yang tidak bersalah menjadi menderita.

Kesalahan Adam dan Hawa membuat semua manusia menderita dari generasi ke generasi. Demikian juga kesalahan Yoyakim dan bangsa Yehuda membuat anak-anak, cucu mereka menderita dan susah, di tawan di Babilon 70 tahun lamanya.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah membuat umat-Nya menderita, susah, celaka dan sakit.Tuhan kita bukanlah Tuhan yang setelah menciptakan lalu dia meninggalkan kita hidup menderita. Yesus yang kita percayai bukanlah Tuhan yang cuek dan tidak mau tau.

Puji Tuhan, Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang amat sangat baik, rencana-Nya adalah rencana yang indah buat saudara dan saya.

Itu sebabnya di dalam Kasih-Nya yang Maha Besar, Tuhan mengatakan dalam Yeremia 29:11, “ Rancanganku adalah rancangan damai sejahtera, bukan kecelakaan..”

Rancangan Tuhan adalah memberikan hari depan yang penuh harapan, masa depan yang baik, masa depan yang indah, cerah buat kita semua.

Kalaupun kita menderita,susah, sakit dll, itu bukan rencana Tuhan, itu adalah rencana setan. Tetapi ini penting untukndiingat baik-baik, sekalipun kecelakaan, penderitaan, kesusahan dll adalah bukan rencana Tuhan, tetapi semua hal jelek itu Tuhan sering gunakan untuk memproses kehidupan kita, untuk memurnikan tabiat kita, iman kita, supaya kita menjadi bejana yang berharga dimata Tuhan.

Penderitaan adalah sekolah kehidupan yang semua kita harus masuk kesana, tetapi sementara kita menjalani sekolah itu, Tuhan selalu menyertai, Tuhan menuntun dan memelihara umat-Nya.

Seperti yang dialami oleh beberapa orang muda ibrani, yang turut merasakan penderitaan ketika di tawan Nebukadnezar di Babilon, dan Tuhan memelihara meraka.

Mereka adalah Daniel, Hananya, Misael, Azarya. Keempat orang ini boleh kita sebut sebagai perwakilan bangsa israel di kerajaan Babilon.

Ayat 3 – 5 menjelaskan bahwa Nebukadnezar merekrut beberapa orang dari Israel untuk dipekerjakan di istananya. Kwalifikasi yang dibutuhkan adalah:

1. Orang muda
2. Sehat jasmani dan rohani
3. Keturunan raja-raja dan bangsawan
4. Menguasai berbagai disiplin ilmu
5. Wawasan luas
6. Rajin dan cerdas

Alasan mengapa Nebukadnezar merekrut orang-orang muda ibrani ini adalah untuk membuat mereka menjadi bagian dari orang Babilon secara keseluruhan baik budaya, agama, cara berpikir, gaya hidup supaya sama dengan orang-orang babilon.

Demi mencapai tujuan itu maka Paling sedikit ada tiga cara/strategi yang digunakan oleh Nebukadnezar:

Pertama lewat jalur pendidikan. Mereka di sekolahkan dan dididik di universitas terkemuka di Babilon Babilon University, dengan segala ilmu yang ada. Guru-guru mereka adalah Profesor, Doktor-doktor hebat yang tidak mengenal Tuhan. Mereka dididik dengan segala pengetahuan terbaik yang dimiliki kerajaan Babilon.

Jelas tujuan ini adalah untuk merubah cara pandang hidup mereka, dari menyembah Tuhan Pencipta langit dan Bumi menjadi penyembah dewa-dewa Babilonia. Mereka dididik supaya mereka melupakan asal-usul mereka dan tujuan hidup mereka.

Salah satu cara terbaik merubah pola hidup dan pola berfikir seseorang adalah melalui jalur pendidikan, dan itu tergantung disekolah mana dia belajar. Ketika seseorang belajar di sekolah di Amerika, maka pola berfikirnya akan terpengaruh oleh budaya hidup orang Amerika yang cenderung bebas.

Demikian juga dengan orang-orang muda ibrani ini, harapan Nebukadnezar adalah menjadikan mereka bagian dari hidup orang babilon lewat pendidikan model babilon.

Kedua, lewat pola makan dan minum. Dengan memberi mereka makanan dan minuman ala babilon maka selera mereka akan berobah. Rasa gurih makanan babilon dengan resep yang sangat kuat akan menjadikan pola makan mereka sama dengan orang Babilon.

Makanan yang akan disuguhkan kepada mereka adalah makanan yang biasa di makan raja, di masak oleh master cheff terbaik di Babilon. Tentu ini bukan sembarang makanan, ini adalah makanan istimewa yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Tidak disebutkan seperti apa jenis makanan raja itu.

Namun makanan raja ini sudah pasti berbeda dengan makanan yang biasa mereka makan di negeri mereka di Israel. Kita tau bahwa makanan bangsa israel sudah diatur oleh Tuhan. Kalaupun orang israel makan daging itupun sudah diatur daging apa yang boleh dimakan- Imamat 11 menjelaskan tentang jenis makanan apa yang boleh dan tidak, baik yang ada di udara, laut atau air dan didarat. Ada jenis yang halal dan haram.

Pola makan orang Israel yang sederhana tentunya sangat berbeda dengan orang Babilonia. Mereka biasa makanan roti sebagai menu utama setiap hari. Mereka tidak sembarangan untuk mengkonsumsi sesuatu apalagi kalau itu haram. Sedangkan orang

Babilon tidak ada aturan soal makanan, selama itu enak dimakan apapun jenisnya tidak jadi masalah. Sudah pasti makanan raja yang disuguhkan kepada mereka bukanlah makanan yang baik dan sehat.

Ketiga, lewat penggantian nama. Ayat 6-7 menjelaskan penggantian nama dilakukan raja Babilon. Daniel yang memiliki arti nama “Allah adalah hakimku” diganti namanya dengan Beltsazar . Beltsazar adalah dewa pujaan orang Babilon. Bel (Dewa Babel) Artinya Lindungi hidupnya.

Hananya arti namanya adalah Allah memberikan kasih karunia. Namanya diganti menjadi sadrak, artinya Perintah Aku (Aku adalah nama dewa bulan bangsa Sumeria).

Misael arti namanya siapa seperti Tuhan. Namanya diganti menjadi : Siapa seperti Aku?

Azarya arti namanya: Tuhan menolong. Diganti menjadi Abednego yang artinya: Pelayan Nebo.

Kita lihat penggantian nama ini sangat bertolak belakang dengan arti nama mereka yg sebenarnya. Bagi orang Israel nama itu selalu memiliki makna yang penting. Nama berhubungan dengan tabiat atau karakter. Dengan mengganti nama ke-empat orang muda ibrani ini seperti nama dewa-dewa babilon, maka diharapkan tabiat mereka akan berobah seperti dewa-dewa mereka.

Jadi ketiga upaya Nebukadnezar diatas adalah usaha untuk mengubah seluruh aspek hidup mereka secara menyeluruh: baik fisik, pikiran, mental dan rohani mereka.

Ayat 8 sebagai ayat inti daniel pasal 1 menjelaskan komitmen 4 orang muda ini untuk tetap setia kepada perintah Tuhan. Kita bisa lihat, Untuk penggantian nama dan pendidikan mereka tidak memprotes, mereka jalani sesuai perintah raja.

Namun untuk soal makanan dan minuman, tunggu dulu? Mereka mempertimbangkan dan memutuskan untuk tidak mengikutinya, mengapa? Krn ini sdh menyangkut prinsip kebenaran hidup,karena ini sdh menyangkut perintah Tuhan soal makan dan minum, itulah sebabnya mereka coba berdiplomasi,meminta makanan yang lain.

“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan anggur yang biasa diminum raja.”

Nah soal yang satu ini komitmen mereka tidak bisa ditawar-tawar. Mereka tahu bahwa jikalau mereka ikut makan makanan raja tubuh dan pikiran mereka akan lemah, sebab apa yang dimakan akan mempengaruhi seluruh kehidupan termasuk cara berpikir mereka, seperti kata pepatah, “ Anda adalah apa yg anda makan.”

Orang-orang muda ini tahu bahwa makanan raja itu adalah makanan haram, makanan yang sudah dipersempahkan kepada dewa-dewa mereka, dan mereka tidak mau melanggar perintah Tuhan hanya demi sepiring makanan. Sehingga mereka meminta makanan kampung yang sangat sederhana sayuran dan air minum biasa.(ayat 12), mengapa mereka menolak? Krn tidak sesuai dengan perintah Tuhan.

Dalam hidup ini, ada hal-hal yang bisa dikompromikan dan ada yang tidak bisa dikompromikan. Soal nama yang diganti, soal sekolah dimana, itu bukan prinsip. Kebenaran tidak bisa di kompromikan, karena itu adalah prinsip.

Perlu diketahui ayat ini bukan berbicara soal vegetarian, makan daging atau tidak. Ini berbicara soal komitmen untuk setia kepada perintah Tuhan. Keempat orang muda ini, bila sudah berhubungan dengan prinsip kebenaran mereka akan pegang teguh berapapun harganya.

Ayat 9-10, Allah mengasihi Daniel dan teman-temanya. Sehingga pemimpin pegawai istana itu bermurah hati dan mengijinkan mereka makan sayuran saja dan air minum biasa. sebelumnya di ayat 10, dia ragu dan khawatir kalau nanti mereka kurang sehat seperti orang-orang muda yang lain. Nah, untuk meyakinkan pemimpin pegawai istana itu, Daniel meminta supaya diadakan percobaan selama 10 hari untuk membandingkan kesehatan dan kecerdasan mereka dengan orang-orang muda yang lain yang makan dan minum seperti raja Babilon.

Ayat 12-14 percobaan diadakan selama 10 hari. Hasilnya ayat 15 “..perawakan mereka lebih baik dan kelihatan lebih gemuk..” sehingga pemimpin pegawai istana itu tidak ragu lagi memberi mereka makan sayuran dan minum air biasa selama 3 tahun pendidikan di Universitas Babilon.

Namun perlu diketahui, hasil yang mereka dapatkan selama 10 hari percobaan, tidak terjadi dalam waktu 10 hari saja. Jauh hari semenjak mereka kecil hingga dewasa pola hidup sehat sudah lama mereka terapkan dan hasilnya mereka jauh lebih sehat dan cerdas.

Ayat 17 Allah memberi mereka pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan hikmat, sedang bagi Daniel Allah memberi satu kelebihan khusus yaitu menafsirkan mimpi dan penglihatan.

Hasil Pendidikan 3 tahun

Ayat 18-20, Setelah 3 tahun menepuh pendidikan tinggi di Universitas Babilon, maka sebelum mereka diwisuda, mereka harus menghadapai ujian sidang, mempertahankan tesis mereka dihadapan Prof.Dr. Nebukadnezar, dan mereka dihadapkan untuk menghadapi wawancara dengan raja.

Raja ingin mengetahui hasil akhir pendidikan yang di selenggarakan. Dari sekian banyak orang yang di wawancarai oleh raja maka ke-empat orang muda Ibrani ini 10 kali lebih cerdas dari semua orang muda yang lain, bahkan kecerdasan mereka mengalahkan para professor dan ilmuwan diseluruh kerajaan Babilon.

Akhirnya keempat orang muda ibrani ini bekerja untuk raja Nebukadnezar, dan menjadi orang-orang muda yang membawa keharuman bagi bangsa Israel.

Kehadiran mereka telah membawa perobahan bagi kerajaan Babilon. Mereka di kenal sebagai orang-orang yang setia dan jujur dalam melakukan tugas kerajaan. Sekalipun mereka kerja buat bangsa lain namun mereka tidak setengah-setengah dalam melakukan tugas.

Mereka tidak pernah mencari keuntungan untuk memperkaya diri sendiri. Krn prestasi itu, maka Daniel sering dianugrahi hadiah-hadian yang besar, namun semua dia tolak. Integritasnya sebagai anak-anak terang telah membawa raja Nebukadnezar dan beberapa raja sesudahnya untuk mengenal Allah Pencipta langit dan Bumi.

Tuhan pencipta langit dan bumi dimuliakan melalui kehidupan mereka. Itulah rencana yang indah dari Tuhan bagi hidup mereka. Ayat 21, Daniel tinggal di kerajaan Babilon sampai tahun pertama raja Koresh. Artinya Daniel dapat bertahan dikerajaan itu walaupun rajanya silih berganti. Ini menunjukkan posisi Daniel yang tidak tergantikan oleh orang lain.

Jadi cerita 4 orang muda ini menunjukan bahwa rencana Tuhan adalah rencana yang indah sekalipun ditengah-tengah pembuangan dan penderitaan. Rencana Tuhan itu akan indah kalau kita setia mengikuti perintahnya apapun situasi yang kita hadapi.

Apakah situasi yang kita hadapi sekarang ini? Masalah apakah yang sedang menimpa hidup kita saat ini? Apakah anda sedang menghadapai masalah keuangan? Masalah anak? Uang sekolah yang belum terbayarkan? Masalah kesehatan yg tidak kunjung membaik? Masalah pekerjaan, apakah saudara sedang jobless hilang pekerjaan? Apakah anda sedang dilanda oleh Kekwatiran, ketakutan, apakah anda sedang menderita untuk sesuatu kesalahan yang anda tidak lakukan?

Ingat, masa depanmu akan indah ditangan Tuhan, hidup mu ada dalam genggaman tangan-Nya. Melalui hidupmu Tuhan dapat membuat banyak perubahan yang akan menjadi berkat bagi orang lain.

Gambar: Google.com

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *