Pastordepan Media Ministry
Beranda Seri Kitab Matius Standar kerajaan Allah: Kepedulian kepada mereka yang paling kecil (Matius 25:34-36)

Standar kerajaan Allah: Kepedulian kepada mereka yang paling kecil (Matius 25:34-36)

“Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” Matius 25:34-36

Setelah pemisahan antara orang-orang benar dan orang-orang jahat dilakukan, Yesus berkata,

“Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan..”

Mereka itulah orang-orang yang beriman yang telah selamat dari kesusahan besar, dan mereka akan dipersilahkan masuk kedalam kerajaan Sorga untuk menikmati kerajaan seribu tahun, yang telah dipersiapkan bagi mereka sejak dunia dijadikan.

Apakah arti kerajaan yang telah disediakan sejak dunia dijadikan?

Rencana awal Tuhan bagi dunia adalah hidup kekal selama-lamannya. Tetapi dosa masuk, maka hidup kekal sementara diinterupsi, hingga dunia ini kembali diciptakan baru..

Sejak penciptaan, dunia ini adalah untuk kita. Dan Allah akan mengembalikan kembali kepada kita dengan keadaan baru. Aman. Tidak ada lagi dosa.

Apakah alasan Yesus memberikan Kerajaan Sorga untuk orang-orang benar, yang disebelah kanan-Nya?

Alasan Yesus memberikannya sangat sederhana. Bukan karena pencapaian mereka yang tinggi-tinggi. Tetapi karena hal yang sangat biasa.

Apakah itu?

Itu adalah buah kehidupan yang mereka tunjukkan. Kristus akan menghakimi berdasarkan perbuatan. Pengkotbah berkata..

“Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” Pengkotbah 12:14

Mereka yang disebelah kanan Yesus telah melakukan perbuatan baik sebagai buah dari keselamatan yang telah diberikan Yesus.

Yesus kemudian membuat enam daftar bidang kebutuhan: lapar, haus, orang asing, sakit dan dipenjara.

Secara tidak disadari, mereka telah melakukan perbuatan baik yaitu memenuhi kebutuhan orang yang lapar dan haus.

Memberi tumpangan kepada orang asing. Merawat dan mengunjugi orang sakit..

“Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”

Orang-orang benar bertanya,

“Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?”

Mereka tidak merasa tidak pernah melakukan semua itu kepada Tuhan..

Maka raja itu menjawab dan memperjelas maksudnya..

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Jadi ternyata, perbuatan baik mereka kepada orang yang membutuhkan sama dengan berbuat kepada Yesus.

Mereka melayani kebutuhan-kebutuhan manusia. Perbuatan itu membuktikan iman yang sejati dan hidup.

Yesus mengatakan,

“Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” 1 Yohanes 3:17

Artinya, iman terlihat dari perbuatan yang baik. Bila kita tidak memenuhi kebutuhan orang-orang yang menderita kekurangan, maka kita tidak memiliki kasih..

Karena itu, Yesus menghimbau kita untuk..

“.. mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Yohanes 3:17-18.

Yakobus menegaskan hal yang sama..

“Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata:

“Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yakobus 2:15-17.

Jadi, hidup tanpa tindakan kasih kepada mereka yang berkekurangan adalah iman yang mati. Iman seperti itu tidak berkenan kepada Tuhan..

Dengan demikian, apa pun yang kita perbuat kepada mereka yang berkekurangan dan menderita, sama dengan berbuat kepada Yesus.

Karena itu, mari kita tunjukkan iman kita dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan sesama yang menderita.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Matius 25:40

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan