Pastordepan Media Ministry

Siluet

Baca: Ratapan 1-2.

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! ” Ratapan 3:22-23.

Ratapan adalah Kumpulan nyanyian yang meratapi kejatuhan Yerusalem setelah serangan Babilonia. Ditulis oleh Yeremia.

Kalau kitab Yeremia adalah kitab amaran, sedangkan Ratapan adalah kitab dukacita/berkabung. Kitab ini menyatakan bahwa ada harapan dan kesembuhan setelah memberontak melawan Tuhan.

Ratapan adalah ekspresi kesedihan dan duka. Kita pernah mengalami hal itu. Kita merasa seolah-olah hidup adalah satu ratapan yang terus-menerus.

Buku ini sebagian menyajikan berbagai macam gambar menyedihkan, mengungkapkan kesedihan terdalam.

Tapi di sisi lain, buku ini kaya akan ekspresi penyesalan dan kepercayaan yang dipersembahkan kepada TUHAN oleh orang yang menderita.

Saat Yeremia, tertegun dan patah hati, melihat kehancuran kota, dia mengerti sepenuhnya bahwa penghakiman Tuhan nyata (Ratapan 3:22), tetapi dia memohon untuk kembalinya belas kasihan Tuhan (Ratapan 3:32, 33).

Pada abad ke-18, siluet adalah jenis gambar popular yang mahal. Kata siluet sendiri diambil dari nama General Control keuangan Prancis, tienne de Silhouette.

Selama Perang Tujuh Tahun melawan Inggris, ia mencoba meningkatkan pendapatan dengan mengenakan pajak yang berat kepada orang kaya.

Mereka yang menjadi korban pajak tinggi mengeluh dan menggunakan kata siluet untuk merujuk pada kekayaan mereka yang direduksi menjadi hanya bayangan seperti dulu.

Seperti halnya Yeremia, dengan hancurnya Yerusalem, Dia meratapi bayangan kota besar dan pusat ibadah yang sekarang hancur karena perang.

“Pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan seperti kesedihan yang ditimpakan TUHAN kepadaku, ” (Rat. 1:12).

Namun Yeremia tidak putus asa. Dia mengakui kedaulatan Tuhan dalam penderitaan.

Kemudian dalam buku Ratapan ini, sang nabi merenungkan: “Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! ” (3:21-23).

Apakah kesedihan atau penderitaan membuat hidup Anda terasa seperti siluet gelap seperti dulu?

Ingatlah, rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi. Dia dengan penuh kasih bekerja dalam hidup Anda untuk kemuliaan dan berkat-Nya.

Untuk dapat melihat melampaui bayang-bayang bumi, lihatlah kepada Kristus Sang Terang itu.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan