Siapakah si Anu pemilik tempat perjamuan terakhir Yesus? (Matius 26:18)
Ketika para murid bertanya, “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” (Matius 26:18)
Siapa itu si Anu? Anu merujuk kepada seseorang yang tidak dikenal atau diketahui.
Kemudian Yesus menyuruh dua orang murid-Nya untuk pergi ke kota dan mencari seseorang yang mereka tidak kenal..
Tentu ini membingungkan mereka. Siapa dua murid itu, tidak diberitahu. Tapi kemungkinan Petrus dan Yohanes..
Siapa si Anu tersebut sedikit terkuak melalui penjelasan injil Markus dan Lukas..
Yesus memberihukan ciri-ciri si Anu tersebut. “…seorang yang membawa kendi berisi air..” Markus 14:13; Lukas 22:10.
Jadi, nanti dikota, kalau mereka menemukan seseorang yang membawa kendi berisi air, mereka akan mengikuti orang tersebut sampai dirumahnya..
Kemudian mereka pergi ke kota dan mencari-cari seseorang yang membawa kendi. Nah, itu dia, mereka menemukan seseorang sedang berjalan membawa kendi berisi air..
Segera mereka buntuti hingga tiba dirumah si Anu tersebut…
Segera mereka menyapa si Anu dan bertanya tanpa menjelaskan secara detail siapa mereka dan apa kepentingannya..
Mereka katakan, Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
Anehnya si Anu tersebut langsung paham. Padahal tidak aka komunikasi sebelumnya dengan Yesus. tapi bisa jadi dia mengetahui tentang Yesus, sebab Yesus dikenal diseluruh Israel..
Dengan murah hati dia segera menunjukkan sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia..
Kemudian ditempat tersebut mereka menyiapkan segala perlengkapan dan kebutuhannya paskah dengan lengkap..
Setelah selesai, Yesus datang ketempat tersebut. Kemungkinan dia disambut oleh tuan rumah. Si Anu. Apakah dia ikut paskah bersama dengan murid-murid Yesus, kita tidak tahu..
Si Anu, orang yang sangat ramah, dia telah menjadi seorang yang berjasa dalam pelayanan Yesus. Pahlawan tanpa nama.
Apa yang si Anu lakukan kelihatan sederhana, dia hanya menyediakan salah satu ruangan dirumahnya, namun berdampak besar.
Dirumahnya telah terjadi sebuah peristiwa bersejarah yang dicatat dalam injil, yaitu perjamuan terakhir Yesus dan murid-Nya.
Terkadang bukan hal besar yang menorehkan sejarah. Hal-hal sederhana sering melahirkan hal-hal besar dan tercatat dalam sejarah..
Rumah kita akan menjadi tempat bersejarah, terlebih sejarah keselamatan jiwa, bila kita seperti Si Anu. Keramahan dalam menyediakan rumah kita untuk pertemuan rohani..
Sebenarnya Si Anu ini punya nama dan alamat rumah. Bisa saja Yesus menyebut nama dan alamat rumahnya. Tetapi Yesus memilih hanya memberikan satu tanda, sisanya mereka harus cari tahu..
Cara ini dilakukan Yesus untuk mencegah pengkhianatan kepada Yesus yang terlalu dini.
Sekiranya Yesus mengumumkan tempat itu ada dimana dan dirumah siapa, Yudas pasti sudah memberitahukannya kepada para imam kepala dan tua-tua (lihat Mat. 26:14-16)..
Mereka baru mengetahuinya setelah kedua murid kembali dan membawa mereka ketempat si Anu..
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Kemungkinan itu adalah pukul 6 sore pada kamis malam. Paskah setelah keluar dari Mesir dirayakan dengan santai. Tidak lagi terburu-buru.
Dalam perayaan tersebut, Yesus berbaring di meja bersama kedua belas muridnya. . . saat mereka sedang makan.
Makan malam paskah setidaknya memiliki tiga urutan.
Pertama, meminum anggur, didahului dengan mengucap syukur kepada Tuhan (lihat Lukas 22:17).
Kedua, upacara cuci tangan sebelum makan, yang menandakan perlunya pembersihan moral dan spiritual serta kesucian hati.
Tetapi setelah mereka cuci tangan sebagai symbol pembersihan, tidak lama kemudian mereka terlibat pertengkaran..
“Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.” Lukas 22:24.
Walau mereka telah membasuh tangan, hati mereka masih tetap angkuh, mementingkan diri sendiri, dan ambisius seperti biasanya..
Pada saat itulah Yesus menunjukkan kepada mereka bagaimana cara menghilangkan keangkuhan, perasaan diri lebih penting, yaitu dengan cara membasuh kaki satu dengan yang lain..
Yesus mencontohkan membasuk kaki mereka semua. Selanjutnya Dia perintahkan, supaya mereka melakukan seperti yang Dia telah praktekkan. Membasuk kaki satu dengan yang lain. (Yoh 13:15)
Mencuci kaki orang lain biasanya dilakukan oleh seorang pelayan dan dianggap oleh sebagian besar orang Yahudi sebagai tugas yang paling merendahkan martabatnya.
Teladan Yesus dalam pelayanan yang rendah hati dan tanpa pamrih merupakan teguran keras terhadap kesombongan para murid..
Ini juga menjadi pelajaran mendalam bahwa kasih itu ditunjukkan melalui kerendahan hati.
Poinnya, mari kita tunjukkan kasih satu dengan yang lain melalui kerendahan hati. Segala pikiran atau upaya untuk meninggikan diri berlawanan dengan kasih Allah..
Itu menimbulkan pertengkaran. Menghilangkan damai sejahtera dan tidak akan dapat bagian dalam Kristus..
Maka untuk mengikis sifat-sifat tersebut, kita mengadakan upacara basuh kaki sebelum melaksanakan perjamuan suci.
Bagian ketiga dari perjamuan Paskah adalah makan sayur pahit, yang melambangkan perbudakan pahit yang dialami nenek moyang mereka di Mesir.
Seperti disebutkan di atas, ramuan dan potongan roti tidak beragi ini dicelupkan ke dalam charoseth, campuran kental dari buah giling dan kacang-kacangan.
Bagian keempat adalah pengambilan cawan anggur kedua. Ketika kepala rumah tangga, Tuhan dalam hal ini, mengambil cawan kedua, dia akan menjelaskan arti Paskah.
Berikutnya adalah nyanyian dari Hallel yang artinya “pujian” dan merupakan istilah asal mula haleluya. Hallel terdiri dari Mazmur 113-18, dan pada saat ini dua lagu pertama biasanya dinyanyikan.
Usai bernyanyi, daging domba panggang akan dibawa keluar. Kepala rumah tangga mencuci tangannya lagi, lalu memecah-mecahkan roti tidak beragi dan membagikannya untuk dimakan bersama anak domba itu.








