Siapakah Demas? Belajar dari Kegagalan Imannya?

Demas

“Karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.” (2Tim. 4:10)

Ditinggal rekan sekerja sementara sedang diperlukan amat pahit rasanya. Paulus merasakan hal itu. Dia galau ditinggal pergi Demas.

Demas adalah rekan kerja Paulus. Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan mengenai siapa dia.

Nama Demas hanya disebut 3 kali dalam Alkitab. Itupun hanya sebatas disebut Ketika Paulus menitipkan pesan kepada Jemaat melalui suratnya.

Paulus, Demas dan rekan lainnya, telah berjalan dan melayani Bersama untuk waktu yang cukup lama.

Beberapa surat yang dikirikmkan Paulus kepada beberapa jemaat, tak lupa dia menitipkan salam dari Demas.

Salam dari Demas menunjukkan dia pelayan yang baik dan dikenal oleh jemaat-jemaat. Tetapi bagaimana akhirnya dia meninggalkan Paulus dan pelayanannya tidak banyak diceritakan Paulus.

Dia cuma katakan, Demas telah mencintai dunia ini. Artinya Demas berubah orientasi dari Tuhan kepada dunia.

Timeline Demas meninggalkan Paulus

“Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.” (Flm. 23-24).

Salam ini dituliskan kira-kira tahun 60-62 masehi.

“Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas” (Kol. 4:14); Salam ini juga dituliskan kira-kira tahun 60-62 Masehi.

Dari dua salam ini terindikasi bahwa Demas adalah rekan sekerja yang telah turut menderita dengan Paulus, bahkan menemani dia dipenjara Efesus atau Roma. Ia adalah orang Yunani.

“karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.” (2Tim. 4:10). Ditulis kira-kira tahun 67 masehi.

Dari waktu penulisan, Demas telah terjun melayani bersama Paulus dan turut menderita selama kurang lebih lima sampai tujuh tahun.

Pergi Ketika dibutuhkan

Suka duka melayani bersama Paulus seperti: menahan rasa lapar, ejekan, makian, aniaya, ancaman pembunuhan dll, turut dia rasakan.

Entahkah itu yang membuat dia tawar hati. Atau selama melayani bersama Paulus, dia tidak mendapatkan kenikmatan materi, yang ada justru dia banyak menanggung rugi.

Demas yang tadinya adalah rekan kerja, berubah menjadi pecinta dunia. Godaan dunia begitu menarik baginya. Dia meninggalkan Paulus dan pelayanannya demi kecintaanya pada dunia.

Karena itu Paulus menceritakan “karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.” (2Tim. 4:10).

Demas pergi pada waktu dia sangat dibutuhkan Paulus. Paul dibiarkan menggigil bahkan tanpa baju hangat, sementara Demas pergi untuk mengejar kehidupan yang lain.

Agapao Demas

Paulus menyebut kepergian Demas karena dia mencintai dunia ini…” kata yang digunakan adalah agapao. Kata bendanya agape. Artinya kasih.

Kata agapao dalam konteks yang positif adalah menggambarkan jenis kasih tanpa syarat dan pengorbanan. (misalnya, kasih Allah bagi umat manusia yang berdosa – Yoh 3:16).

Tetapi agapao yang dimiliki Demas adalah kasih dalam konteks negatif. Dia korbankan pelayanannya dan sahabatnya demi kesenangan dunia.

Kita tidak tahu mengapa Demas berubah. Tapi cerita Demas ini perlu menjadi pengingat bagi setiap pelayan jemaat.

Bahwa meskipun nampak terlihat tabah dan setia, tetapi potensi memilih untuk meninggalkan ladang misi pada saat dibutuhkan bisa terjadi.

Cinta Demas akan dunia

Mengapa Demas meninggalkan Paulus dan pelayanannya adalah karena dia tidak mau menyangkal diri, malah ingin memuaskan diri.

Matthew Henry menuliskan, “Cinta dunia ini, seringkali menjadi penyebab berpaling dari kebenaran dan jalan Yesus Kristus.”

Paulus katakan, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” 1 Timotius 6:9.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman..” 1 Timotius 6:10.

Apa yang terjadi kepada Demas adalah dia tidak kuat menahan godaan kekayaan dan uang. Dia merasa bahwa melayani bersama Paulus tidak ada masa depan.

Pada saat Paulus katakan, “Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku..” kata yang dia gunakan bentuknya present.

Menandakan itu pada periode waktu tertentu. Langsung saat ini. Intinya, Demas memilih hidup untuk masa kini, yaitu hidup yang sementara. Dia tidak peduli dengan hidup masa depan.

Terkadang kita bisa seperti Demas, hanya peduli soal hidup masa kini dan mengabaikan masa depan.

Dunia saat ini yang dicintai Demas mengacu pada zaman yang penuh dosa saat ini, sistem dunia atau orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (2Kor 4:4), dan bertentangan dengan Allah, Firman-Nya, dan orang percaya.

Dunia dalam konteks ini mewakili sejumlah filosofi hidup manusia dan iblis dan sesuai dengan semangat zaman.

Ini mewakili budaya populer dan cara berpikir manusia yang memberontak melawan Tuhan dan mencoba hidup diluar Tuhan, jauh dari hidup saleh, dan proses itu harus dilawan.

Tetapi Demas tidak bisa menahan daya tarik zaman di mana ia hidup.

Daya Tarik dunia dimana Demas hidup, sama dengan daya Tarik dunia dimana kita hidup saat ini.

Dunia ini dikemas begitu menarik dan memanggil-manggil kita untuk mengikutinya dan meninggalkan misi kita.

Meninggalkan Iman demi…

Kata meninggalkan, dari kata egkataleipo. Kata Ini berbicara tentang meninggalkan seseorang dalam keadaan kekalahan atau ketidakberdayaan, bahkan di tengah-tengah keadaan yang tidak bersahabat.

Demas meninggalkan Paulus dalam keadaan sulit. Dan itu sangat mengecewakan dan menghancurkan hati Paulus.

Dalam beberapa komentari, Tindakan Demas meninggalkan Paulus adalah sebagai manifestasi dari seorang individu yang tidak pernah benar-benar beriman.

Sementara yang lain merasa bahwa dia adalah seorang beriman yang jatuh cinta pada dunia.

Demas pada awalnya memulai pelayanannya dengan baik tetapi akhirnya terdampar di tepi pantai cinta duniawi!

Apapun Analisa yang ditemukan dari alasan Demas meninggalkan Paulus, yang pasti hasil akhir sangat menentukan.

Demas memulai dengan baik, tetapi mengakhirinya dengan tidak baik. Maka bagaimana kita mengakhiri segala sesuatu jauh lebih penting.

Harapannya tentu kita awali dengan baik, akhiri dengan baik juga.

Meskipun saya tidak akan membuat pernyataan dogmatis tentang nasib abadi Demas (karena hanya Tuhan yang tahu pasti), menarik untuk mempelajari beberapa bagian ayat alkitab yang sama.

Paulus mengatakan bahwa melalui Yesus, “dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” Gal 6:14.

Yohanes mengatakan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” 1 Yoh 2:15.

Yakobus mencatat hal yang sama, “Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Yak 4:4.

Menurut ayat diatas, Fokus Demas yang mencinta dunia, menjadikan dia musuh Allah. Artinya Demas bukan sahabat Allah dan dia berada diluar kasih karunia Allah.

Sementara hati Paulus terpikat oleh Kristus dan kerajaan-Nya yang akan datang, sementara Demas membiarkan hatinya dirayu dan dimenangkan oleh kerajaan dunia ini!

Yang satu pergi meninggalkan dan yang lain bertahan selamanya! Tapi semua itu adalah pilihan. Anda mau pilih bertahan atau meninggalkan Tuhan demi dunia ini..?

Banyak orang yang meninggalkan Kristus atau menyangkal iman demi sebuah jabatan. Karena sulit bagi dia menduduki posisi itu kalau masih menjadi Kristen.

Sebagian orang meninggalkan iman demi pasangan hidup. Demi karir. Demi kekayaan. Silahkan tambahkan lainnya.

Demas cinta dunia

Nah, Terlepas dari nasib Demas, Paulus jelas terkena dampak kepergiannya yang tragis. Salah satu pengalaman paling pahit dalam pelayanan Kristen adalah ditinggalkan oleh mereka yang dulunya adalah rekan sekerja.

Spurgeon berkomentar bahwa…Demas pernah hampir menjadi martir, dia berada di ambang penderitaan, tetapi sekarang anda lihat dia kembali ke dunia lagi; dia tidak puas berbaring di penjara bawah tanah dan membusuk bersama Paulus, tetapi lebih suka mencari kemudahannya sendiri.

Sayang! Demas, bagaimana engkau mempermalukan dirimu sendiri untuk selama-lamanya, karena setiap orang yang membaca ayat ini, melemparkan batu lain ke tumpukan yang merupakan peringatan dari salah satu roh pengecut yang melarikan diri dari Paulus sementara dalam bahaya.

Demarest berkomentar bahwa … Demas adalah sebuah tragedy. Di sini ada seseorang yang pada suatu waktu berlari dengan baik tetapi sekarang telah keluar dari perlombaan.

Kesetiaan dalam kehidupan dan pelayanan Kristen harus terus diperbarui. Trofi kemarin tidak memenangkan balapan hari ini.

Dan saya tidak pernah tahu apakah ada orang tua yang menamai anaknya dengan nama Demas. Sungguh menyedihkan.”

Vance Havner mengingatkan kita bahwa… Demas dan semua orang menginginkan mahkota mereka sekarang, maka mereka akan mendapatkannya di Tesalonika.

Tetapi, semua orang yang mengikuti Paulus akan mendapatkan mahkota mereka sampai hari itu.

Jadi ada dua hari dalam kisah ini. Pertama hari ini. kedua hari itu. Hari ini diwaliki Demas. Hari itu diwaliki Paulus.

Jika kita hidup hanya untuk hari ini, kita akan pergi bersama Demas ke Tesalonika.

Jika kita hidup untuk hari itu, kita akan tinggal bersama Paulus dan suatu hari nanti akan menukar salib tua yang kasar itu dengan sebuah mahkota.

Sebuah Ilustrasi

Seorang pria membeli anjing pemburu baru. Dia Ingin melihat bagaimana kinerja anjing itu, pria itu membawanya keluar untuk memburu beruang.

Tidak lama setelah mereka masuk ke hutan, anjing itu mengambil jalan setapak. Tiba-tiba dia berhenti, mengendus-endus tanah, dan menuju ke arah yang baru.

Dia telah menangkap bau rusa yang melintasi jalan beruang itu. Beberapa saat kemudian dia berhenti lagi, kali ini mencium bau kelinci yang telah melewati jalan kijang.

Terus dan terus sampai akhirnya pemburu terengah-engah mengejar anjingnya, akhirnya dia menemukan anjingnya menggonggong dengan penuh kemenangan di lubang tikus disebuah padang.

Terkadang orang Kristen seperti anjing pemburu itu. Kita mulai di jalan yang benar, mengikuti Kristus.

Tapi segera perhatian kita dialihkan ke hal-hal yang kurang penting. Satu pengejaran mengarah ke pengejaran lain sampai kita menyimpang jauh dari tujuan awal kita.

Rupanya inilah yang terjadi pada salah satu sahabat rasul Paulus, karena itu Paulus menulis kepada Timotius, “Demas telah meninggalkan aku, karena mencintai dunia yang sekarang ini.”

Panggilan..

Setiap hari kita harus memperbarui pengabdian kita kepada Kristus atau kita akan diseret oleh keinginan daging, keinginan mata, atau kesombongan hidup.

Pengaruh duniawi ini dapat mengalihkan kita, sekalipun kita orang Kristen yang paling taat. Kita dengan mudah bisa mengambil bau lain dan mengikuti jejak lain, mungkin mengejar kekayaan, kekuasaan, prestise, atau kesenangan.

Ketika kita menyadari itu telah terjadi, kita harus mengakui kesesatan kita dan memohon kepada Tuhan untuk mengembalikan kita ke jalan yang benar.

Sekarang pertanyaannya, Bagaimana anda akan menyelesaikan pertandingan ini?

Apakah seperti Paulus atau seperti Demas?

Live each day as it was your last

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.