Pastordepan Media Ministry
Beranda Seri Kitab Ayub Setan Menyerang Ayub Dibawah Kendali Tuhan (Ayub 1:11-22)

Setan Menyerang Ayub Dibawah Kendali Tuhan (Ayub 1:11-22)

Setan menantang Tuhan untuk menghabisi Ayub. Dia bilang, “..ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya..”

Perkataan Setan ini sebuah jebakan. Dia memancing agar Tuhan mengikuti irama permainan Setan.

Supaya kalau benar Tuhan menghabisi Ayub, maka setan dapat membuat tuduhan baru. Allah tidak konsisten. Dia menghukum orang yang tidak bersalah. Tuhan tidak sayang kepada umat-Nya..

Bukan tipe Tuhan mengambil kembali berkat yang telah diterima umat-Nya yang setia. Bahkan jika umat-Nya itu pun menolak Tuhan.

Karena itu Tuhan tidak mengikuti irama permainan Setan. Gantinya, ikut nasehat setan, Tuhan membuat permainan baru. Dia membawa setan masuk dalam permainan-Nya..

Sebenarnya, Tuhan dapat menolak tantangan Setan. Sebab Dia dan setan tidak sebanding. Tuhan pencipta. Setan mahkluk ciptaan. Oh ya, Tuhan tidak menciptakan setan.

Karena itu dia tidak dapat memaksa Tuhan melakukan kehendaknya. Namun Tuhan tidak menghindari tantangan itu, melainkan memberikan izin kepada Setan, untuk menyentuh harta benda Ayub dan melarang menyentuh nyawa Ayub.

Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Dari ayat diatas kita melihat, bahwa Allah menyerahkan segala yang dimiliki Ayub kedalam tangan setan. Allah memberikan otorisasi kepada Setan untuk menghabisi kepunyaan Ayub.

Namun muncul pertanyaan, mengapa Tuhan mengijinkan Setan menjamah Ayub? Bukankah dia orang yang saleh, namun mengapa Tuhan mengijinkan dia dihabisi oleh Setan?

Sebagaimana diawal pelajaran ini, bahwa tidak semua hal dapat dijelaskan, apalagi jika menyangkut kebijakan Tuhan..

Sulit untuk dijelaskan mengapa Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana itu, mengakomodir tantangan setan, yang secara normal, tantangan seperti itu wajib di tolak..

Kembali, Pemahaman kita tentang Tuhan sangat terbatas. Lebih baik kita diam saja dan mengurus urusan kita sendiri. Biarkan Tuhan mengerjakan urusan-Nya. Nanti kita kita akan paham..

Tuhan itu memang sulit diterka kebijakannya. Sering tidak logis. Tapi itu karena pikiran kita terbatas memahami cara kerja Tuhan.

Dalam Alkitab ada banyak kebijakan Tuhan yang bagi kita tidak masuk akal. Misalnya ketika Tuhan meyuruh Raja Babel, Nebukadnesar untuk menyerang umat-Nya untuk ditawan musuh (Yer 25:9).

Memang ini dalam konteks menghukum umat-Nya yang tdak setia.

Dalam konteks Ayub, ini adalah ujian kesetiaan. Dia setia, saleh, jujur. Tuhan mengijinkan setan menghabisinya. Tapi ini pun sulit dinalar..

Dalam buku kerinduan segala zaman (versi inggris), hal 471, dijelaskan bahwa Allah menerima tantangan itu.

Dia mencabut perlindungan-Nya dari harta benda Ayub, memperbolehkan Ayub untuk membuktikan bahwa dia mampu menghadapi ujian.

Tuhan ingin menunjukkan bahwa manusia akan melayani-Nya dengan cinta yang murni. Perlu membuktikan bahwa ejekan Setan tidak beralasan.

Namun, melalui semuanya itu, Allah akan mengendalikan segalanya demi tujuan belas kasihan.

Jadi, apa pun yang akan dilakukan setan kepada Ayub, semuanya berada dalam kendali Tuhan. artinya, bahwa tindakan setan terbatas. Dia harus tunduk kepada Tuhan.

Setan tidak dapat bertindak apa pun tanpa seijin Tuhan. Batasannya jelas.

Jadi intinya, gantinya Tuhan tunduk pada otoritas setan, sekarang setan tunduk kepada otoritas Tuhan atas segala sesuatu..

Saat setan bertindak menjamah Ayub, Tuhan mengawasi dan mengendalikan setan.

Apa pun yang kita alami di dunia ini, ingat, Tuhan mengendalikan. Dalam ketidaktahuan kita akan rencana-Nya, mari kita berserah. Apa yang kita tidak ketahui, biarkan Tuhan bekerja..

Ulangan 29:29, mengatakan, “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan adalah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala firman hukum Taurat ini.”


SERANGAN PERTAMA SETAN, AYUB BANGKRUT

Kita masuk adegan ketiga dari kisah Ayub. Kalimat pembukanya sama dengan adengan sebelumnya, ‘pada suatu hari..’

Di adegan kedua, bagaimana Tuhan dan Setan membuat kesepakatan bersama, dimana setan diberi kuasa untuk menjamah Ayub..

Tidak ada yang tahu kesepakatan itu. Ayub tidak tahu.

Dirumah Ayub, semua tampak normal. Tenang. Ayub bangun pagi. Mempersembahkan korban. Dia mengatur para pekerjanya. Istrinya tampak sibuk masak didapur dengan ARTnya..

Ayub tampak berjalan diladang, melihat perkembangan ternak-ternaknya. Dia berbincang-bincang dengan para pegawainya. Sesekali mereka tertawa gembira..

Para rekan bisnis Ayub datang menemuinya. Membuat kesepakatan bisnis. Di kejauhan tampak para anak buahnya melayani para pembeli ternaknya.

Ditempat lain, dirumah anak sulungnya, orang-orang pada sibuk mengatur dan menghias rumah. Kursi-kursi diatur sedemikian rupa.

Meja-meja diatur dan meletakkan berbagai jenis makanan dan minuman. Anak Ayub nampak mondar mandir dalam rumah memantau persiapan untuk pesta..

Tawa riang dan gembira terdengar dari rumah tersebut. Orang-orang tampak berbincang-bincang tentang persiapan pesta.

Semua tampak normal. Tidak ada firasat atau tanda-tanda yang aneh. Dibalik kegembiraan mereka, tragedi sedang menanti.

Pesta pun digelar dirumah anak sulung Ayub. Mereka makan dan minum anggur. Larut dalam kegembiraan. Sementara Ayub ada dirumahnya, mungkin sedang beristirahat siang.

Tiaba-tiba terdengar suara gaduh dari luar. Seorang pegawainya, penuh keringat dan luka-luka dibeberapa bagian tubuhnya, tiba didepan rumah Ayub..

Dengan nafas terengah-engah, dia gedor pintu rumah. Ayub kaget dan segera berlari ke pintu depan rumah..

Ayub terkejut melihat keadaan anak buahnya. Setelah agak tenang, masih dengan suara yang tersendat-sendat, wajah pucat penuh ketakutan, dia membuat laporan kepada Ayub..

“Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” (13-14).

Serangan pertama mengakibatkan habisnya keledai dan ternak Ayub. Kita tahu bahwa kekayaan Ayub dihitung berdasarkan jumlah ternaknya..

Dalam Ayub 1:3 dicatat bahwa ia memiliki lima ratus pasang lembu dan lima ratus keledai. Gerombolan orang-orang Syeba, suku dari Arabia Selatan yang melakukannya (Yes. 45:14; Yehezkiel 23:42 ; Yoel 3:8)

Para pelayan yang merawat dan menjaga hewan-hewan itu dibunuh. Dalam seskejap Ayub mengalami kerugian yang besar..

Sementara pegawainya masih melaporkan, tiba-tiba datang pegawainya lainnya, membuat laporan serupa..

“Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

Serangan kedua menargetkan kawanan kambing domba dan para pelayan yang menjaganya. Ayat 1:3 menyebutkan bahwa Ayub memiliki tujuh ribu domba.

Sebuah bola api besar turun dari langit dan menghanguskan semuanya. Dalam terjemahan bahasa inggris, api itu disebut “Dari Allah..”

Kemungkinan merupakan hiperbola, tidak dimaksudkan secara harfiah dari Allah.

Apa pun agen perusak yang digunakan, orang-orang kuno akan menganggapnya berasal dari Allah. Api itu datang dari setan dan memang Tuhan mengizinkannya.

Pegawai yang kedua belum selesai dengan laporannya, pegawai ketiga muncul dengan laporan lainnya.

“Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” (17)

Serangan ketiga datang dari suku asing lainnya, yaitu suku Chaldean/kasdim, yang dikenal dalam sumber-sumber sejarah sebagai suku yang berbahasa Aramaik pada milenium pertama yang tinggal di selatan Mesopotamia.

Suku Chaldean mencapai kemasyhuran pada abad ketujuh dan keenam SM, di bawah kepemimpinan Raja Nabopolassar dan Nebuchadnezzar, memulihkan Babel sebagai kerajaan dunia.

Mereka berhasil merebut unta-unta Ayub (jumlahnya tiga ribu, menurut 1:3) dan membunuh para pegawai yang menjaganya.

Melalui ketiga serangan ini, maka semua harta kekayaan Ayub lenyap dalam satu hari. Sekarang dia tidak punya apa-apa lagi…

Serangan terhadap harta Ayub ini didasarkan pada dugaan setan, bahwa kesetiaan Ayub kepada Tuhan karena berkat kekayaan yang Tuhan karuniakan.

Maka dia ingin membuktikan dugaan tersebut. setan ingin melihat bagaimana Ayub mengutuki Tuhan setelah kekayaannya lenyap..

Tentu serangan setan tidak berhenti pada harta Ayub, masih berlanjut ke bagian lain hidupnya..

Poinnya, harta kekayaan bisa lenyap dalam sekejap, entahkah oleh karena serangan setan, atau karena krisis ekonomi, bahkan karena penipuan, dll..

Harta tidak kekal. Sementara. Karena itu jangan sandarkan hidup kita kepada harta. Tapi bersandarlah kepada Yesus.

Karena suatu saat, harta kita hilang, kita tidak akan kehilangan iman dan pengharapan kepada Tuhan.

Paulus menasehatkan semua orang, berkaitan dengan harta kekayaan..

“..kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.” 1 Tim 6:17-19.


SERANGAN KEDUA, KELUARGA AYUB HANCUR

Setelah serangan pertama, terhadap harta Ayub. Selanjutnya, serangan bagian kedua, yaitu terhadap keluarganya. Ini adalah serangan beruntun, bertubi-tubi tanpa jeda..

Sementara pegawainya belum selesai melaporkan kehancuran harta termahalnya unta, tiba-tiba muncul pegawai lainya, membawa laporan yang jauh lebih mengerikan..

Serangan keempat yang mematikan. Terburuk dari semuannya. Membunuh 10 anak-anak Ayub.

“Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,

maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.”

Mereka semua mati saat pesta sedang berlangsung, tepatnya pada salah satu pesta ulang tahun yang disebutkan dalam 1:4.

Penyebab kematian mereka disebutkan karena angin ribut yang bertiup dari padang gurun. Angin itu meniup keempat sudut rumah dan roboh. Mereka yang ada dalam rumah mati seketika..

Ini bukan angin ribut biasa. Di timur tengah angin kencang biasa datang. Tapi tidak mematikan. Angin itu tidak alami, sehingga asal usulnya yang supranatural menjadi jelas.

Setelah empat bencana ini, kekayaan Ayub hilang dan keluarganya hancur. Kehilangan harta masih bisa diterima. Harta bisa dicari. Namun kehilangan semua anak-anak sekaligus sulit diterima..

Kehilangan harta, asalkan masih berkumpul bersama keluarga, tidak ada masalah. Banyak juga orang kehilangan keluarga, tapi tidak sekaligus..

Disinilah ujian kesetiaan Ayub yang paling berat. Setan menunggu dan melihat bagaimana respon Ayub setelah semua anaknya mati..

Dalam kesedihan yang dalam, Ayub masih memiliki istrinya. Mereka berpelukan menangisi jasad anak-anaknya.

Para petugas dan warga, mengambil jenazah 10 anak-anak Ayub. Dibawa kerumahnya. dijejerkan diruang tamu rumah Ayub..

Berita tentang kemalangan Ayub ini segera tersiar keberbagai penjuru negeri. Banyak orang datang menyatakan simpati.

Para hari pemakaman anak-anak Ayub, ratusan bahkan ribuan orang pelayat datang memberikan penghormatan terakhir.

Mungkin istri Ayub sempat pingsan. Tidak tahan menanggung situasi ini. Anak-anak yang lahir dari rahimnya, harus meninggal dalam satu waktu. Ibu mana yang tahan dengan keadaan ini?

Kita bisa bayangkan, bagaimana pilunya tangisan istri Ayub. Dia meraung-raung. Keluarga dan asistennya duduk disampingnya menghibur.

Seperti Ayub, istrinya pun seorang yang beriman. Saleh dan takut akan Tuhan. Dia pun pasrah dengan keadaan ini.

Tentu apa yang dialami Ayub, tidak normal. Diluar kelaziman. Sehingga orang-orang yang mengetahui peristiwa ini mulai berpikir tidak normal juga..

Pertama, orang-orang mulai menduga kalau Tuhan/dewa-dewa marah kepada Ayub. Mereka mulai menghakimi Ayub telah berbuat dosa besar kepada dewa..

Kedua, orang-orang mulai menduga kalau Tuhan Ayub lemah. Tidak tanggung jawab. Membiarkan pengikutnya menderita total..

Mungkin banyak dugaan lainnya. Dan banyak bermunculan teori-teori tentang penderitaan Ayub.

Dimana-mana, ramai orang membahas tentang Ayub. Disudut-sudut kota, ditempat warga berkumpul, topik tentang Ayub dibahas..

Para kolega bisnis Ayub juga kaget. Mereka kehilangan rekan bisnis yang baik.

Orang-orang yang bersimpati kepada Ayub, mengumpulkan donasi dan memberikan kepada Ayub untuk meringankan bebannya.

Satu-satunya yang tersisa dalam hidup Ayub adalah istrinya dan rumah yang dia tempati.

Mari kita ringkaskan hidup Ayub secara ringkas..

Dalam hitungan detik, Ayub berubah dari orang kaya menjadi orang miskin. Dari kegembiraan menjadi bencana, dari perayaan menjadi kesedihan.

Ayub tidak tahu bahwa ada skenario di surga antara TUHAN dan Setan. Yang dia lihat hanyalah kehancuran mata pencahariannya dan keluarganya.

Jika dugaan setan benar, maka iman Ayub kepada TUHAN akan segera runtuh.

Di sisi lain, jika perilaku saleh Ayub benar-benar berasal dari hatinya, maka imannya kepada TUHAN akan bertahan di tengah reruntuhan pengalamannya.

Mungkin saat ini pengalaman kita mirip dengan Ayub. Menderita. Kehilangan yang berharga dalam hidup kita. Seperti Ayub, mari kita bertahan. Jangan sampai kehilangan iman.

Pemazmur katakan,

“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?

Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.” Mazmur 121:1-3

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan