Pastordepan Media Ministry
Beranda Khotbah Renungan Hari Ibu: 6 Hal yang Layak di Terima Oleh Ibu

Renungan Hari Ibu: 6 Hal yang Layak di Terima Oleh Ibu

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Pendahuluan

    Hari Ibu dirayakan diberbagai negara. Di Amerika Serikat, hari ibu adalah hari libur nasional. Dirayakan pada minggu kedua di bulan Mei.

    Di indonesia hari ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember. Hari ibu dirayakan untuk menghormati ibu.

    Sering dirayakan dengan memberikan bunga, kartu, hadiah, diberikan kepada ibu. Pada jam kebaktian Orang-orang menghadiri gereja dengan ibu mereka dan mendedikasikan para ibu kepada Tuhan.

    Tetapi apa yang lebih penting dan pantas didapatkan ibu kita dari kita? Bukan kartu, bunga atau hadiah. Kita akan pelajari ada 6 hal yang pantas didapatkan para ibu.

    Tetapi sebelumnya kita lihat sekilas sejarah hari ibu.

    Asal Usul Hari Ibu

    Pada tahun 1907, seorang Bernama Anna Jarvis dari Philadelphia memulai kampanye untuk menghormati para ibu. Itu dia lakukan dua tahun setelah ibunya meninggal dunia.

    Pada tahun 1910, Virginia Barat menjadi negara bagian pertama yang mengakui Hari Ibu. Setahun kemudian, hampir setiap negara bagian secara resmi menandai hari itu sebagai hari ibu.

    Pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson secara resmi menyatakan Hari Ibu sebagai hari libur nasional pada hari Minggu kedua bulan Mei setiap tahun.

    Hari Ibu di Komersialkan

    Upaya Anna Jarvis memprakarsai hari ibu, segera menjadi kekecewaan pahit. Dia menjadi marah dengan komersialisasi hari ibu. Hari ibu menjadi ajang untuk belanja dan hiburan.

    Melihat kondisi tersebut, dia mengajukan gugatan untuk menghentikan perayaan Hari Ibu pada tahun 1923.

    Tetapi kemudia dia ditangkap karena dianggap mengganggu perdamaian di konvensi ibu di mana anyelir putih (simbol ibu) dijual untuk mengumpulkan uang.

    Dalam keluhannya dia berkata: “Saya ingin ini menjadi hari penuh perasaan, bukan keuntungan!”

    Sekalipun, banyak ibu yang dengan senang hati menerima bunga, kartu, hadiah, dll. Namun seorang ibu tentunya berhak mendapatkan lebih dari itu.

    Mari kita lihat terutama dari sudut pandang alkitabiah apa yang layak diterima ibu…

    Apa yang Layak di Terima Ibu

    1. Ketaatan

    Seorang ibu layak mendapatkan ketaatan dari anak-anaknya. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.” Efesus 6:1

    Selanjutnya dalam Kolose 3:20, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.”

    Seperti Salomo menasihati Anaknya: “… jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu” Amsal 1:8

    Bahkan Yesus taat kepada ibu-Nya saat Ia tumbuh dewasa ( Luk 2:51), terutama selama dia diasuh oleh ibunya hingga Dia dewasa.

    Apakah kita memberikan ibu kita KETAATAN yang pantas mereka terima?

    2. Rasa Hormat

    Selain menaati ibu, yang kedua yang patut diberikan adalah penghormatan. “Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” Efesus 6:2. Baca juga di Keluaran 20:12.

    Tidak menghormati orang tua, khususnya ibu akan mendapatkan konsekuensi yang serius. Salomo memperingatkan konsekuensi serius bagi mereka yang mengutuk orang tua mereka.

    “Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.” Amsal 20:20

    Pepatah Cina mengatakan, “Menghormati orang tua adalah tugas tertinggi kehidupan sipil”

    Kesopanan umum menuntut kita untuk menghormati orang tua kita, terutama ibu kita.

    Apakah kita memberi ibu kita RASA HORMAT yang layak mereka terima?

    3. Kasih Sayang

    Hal ketiga yang patut diterima seorang ibu adalah kasih saying. Seperti Elisa menunjukkan kasih sayang kepada orang tua dengan benar.

    “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” 1 Raj 19:20.

    Itu patut diterima ibu, karena mereka telah memberi kita begitu banyak kasih sayang sebagai anak-anaknya.

    Kasih sayang tersebut dapat diberikan dalam bentuk kata-kata (“I love you, Mom!”), pelukan, hadiah, dll.

    Apakah kita memberi ibu kita kasih sayang yang pantas mereka terima?

    4. Kebijaksanaan

    Menjadi anak yang bodoh, bebal dan tidak mau mendengar nasehat merupakan kesedihan bagi seorang ibu.

    “Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.” Ams 10:1; lih. Ams 17:25

    Sebagai dengan Yesys, kebijaksanaan-Nya meningkat saat Dia tumbuh dari masa kanak-kanak hingga dewasa (Luk 2:52).

    Para ibu sangat mengkhawatirkan anak-anaknya Ketika mereka tumbuh menjadi anak yang keras kepala. Kita seharusnya tidak memberi mereka kesedihan karena kebodohan kita.

    Banyak kebijaksanaan bisa datang dari nasihat yang diberikan ibu sendiri kepada kita, asalkan kita mau mendengar.

    Apakah kita memberi ibu kita KEBIJAKSANAAN yang pantas mereka terima?

    Baca Juga:

    Hari ibu: Menghormati karunia Tuhan yang sangat di perlukan

    Hari ibu: Pengaruh ibu dan nenek memberikan warisan rohani kepada anak

    Kisah terbentuknya hari ibu

    Hari ayah: Menjadi seorang ayah dimasa sulit

    Ibu Lem Perekat yang Kuat

    5. Kebenaran

    Orang benar membawa sukacita dan kegembiraan bagi orang tua mereka. Seorang ibu berdoa supaya anak-anak mereka hidup dalam kebenaran.

    “Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian. Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.” Amsal 23:24-25

    Maka hal yang lebih penting dari pencapaian seorang anak adalah karakter yang benar. Karakter ini memang tidak terlepas dari didikan ibu dirumah sejak masa kecil.

    Tidak ada yang lebih membanggakan seorang ibu selain memiliki anak laki-laki atau perempuan yang baik, hidup saleh.

    Hari ini, kebenaran sejati datang bila seorang anak setia mengikuti Yesus, baca Roma 3:21-22. Ini pun tidak lepas dari didikan ibu sejak masa kecil.

    Apakah kita memberi ibu kita KEBENARAN yang pantas mereka terima?

    6. Perawatan/Perhatian Penuh

    Orang tua, terutama ibu yang sudah janda, patut mendapat perhatian kita. Paulus menasehati sbb:

    “Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.”

    “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”

    “Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah ia membantu mereka sehingga mereka jangan menjadi beban bagi jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar-benar janda.” 1 Tim 5:4,8,16. Baca juga Yak 1:27

    Memang, anak-anak harus menjadi “jaminan sosial” orang tua mereka. Disaat orang tua sudah tua dan tidak mampu lagi dalam segala hal, maka anak-anak harus menjamin hidup mereka.

    Mereka berhak mendapatkan perawatan terbaik yang mampu kita berikan kepada mereka

    Beberapa mungkin memerlukan perawatan profesional dan medis, tetapi kita tidak boleh begitu saja meninggalkan mereka di panti jompo hanya untuk kenyamanan kita.

    Apakah kita memberi ibu kita PERAWATAN yang layak mereka terima?

    Kesimpulan

    Kita dapat memilih untuk memberikan bunga, kartu, hadiah kepada ibu kita pada Hari Ibu…

    Tapi setiap hari mereka berhak mendapatkan…

    Ketaatan

    Penghormatan

    Kasih sayang

    Kebijaksanaan

    Kebenaran

    Perhatian penuh/perawatan

    Apakah kita menjalankan kesalehan sejati dan agama murni dengan memberikan ibu kita apa yang pantas mereka terima…?

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan