Rahasia Hidup Yang di Berkati

Teks: Ulangan 11:1-32

Ada banyak janji Tuhan kepada bangsa Israel jikalau nanti mereka sudah tiba ditanah perjanjian itu adalah

1. Lanjut umur, mereka akan mengalami kelimpahan dalam kesehatan dan umur panjang.(9)

2. Tuhan akan memberikan hujan untuk tanah pada masanya, hujan awal dan hujan akhir. (ay 14)

3. Memberkati ternak mereka (15)

4. Memberikan keamanan, bebas dari gangguan musuh (23)

Jadi mereka akan diberkati dengan kemakmuran yang luar biasa, melalui umur panjang, melalui hasil pertanian yang baik dan hasil ternak yang baik.

Gambaran Negeri perjanjian

Negeri perjanjian itu digambarkan dengan negeri yang berlimpah susu dan madu. Negeri itu berbeda dengan Mesir dimana mereka diperbudak 400 tahun lamannya.

Di Mesir benih yang mereka sudah taburkan harus diairi dengan susah payah.

Tetapi di negeri dimana mereka akan tinggal, mereka tidak perlu mengairinya, tetapi Tuhan sendiri yang akan mengairi lahan pertanina mereka..

Yaitu Dengan memberikan hujan dari langit, baik pada awal ketika menabur benih maupun pada akhir ketika akan panen, dengan hujan yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih..

Bahkan diayat 12, Bagaimana negeri itu dibawah jaminan perlindungan dan pengawasan Tuhan dari awal tahun sampai akhir tahun.

Gambaran yang diberikan Tuhan mengenai kenikmatan dan kemakmuran hidup dimasa depan, adalah sebagai penghiburan dan kabar baik terhadap kesengsaraan yang mereka derita selama 400 tahun lamanya.

Tetapi kita harus ingat bahwa, ketika Firman ini datang, mereka masih dipadang gurun, belum tiba dinegeri perjanjian, jadi mereka belum menikmati.

Tetapi Tuhan lebih dahulu menjanjikannya supaya mereka dapat menyiapkan hati mereka untuk menerima berkat itu.

Sebagaimana janji yang mengandung berkat, maka supaya itu bisa menjadi kenyataan, maka ada syarat yang harus mereka ikuti..

Syarat yang harus diikuti:

Syarat itu kembali diulangi di Ulangan pasal 11 sebanyak 4 kali. Ayat 1, 8, 13, 22.

Pengulangan2 ini bertujuan menekankan bahwa itu penting. Dan hanya itu kunci satu-satunya untuk menjadikan janji berkat itu menjadi nyata.

Syarat itu adalah mereka harus mengasihi Tuhan dengan menuruti segala perintah-Nya. Itulah shema Israel.

Selain akan memberikan janji berkat, Tuhan juga memberikan kutuk jika tidak mengikuti perintah Tuhan, itu dijelaskan secara rinci dalam Ul 28.

Maka untuk menjadikan shema Israel ini meresap dan hidup dalam setiap pribadi bangsa Israel ketika nanti mereka tiba dinegeri perjanjian itu adalah dengan menggunakan sarana keluarga.

Itu kita bisa lihat di ayat 18-20. Diayat 18, Tuhan secara khusus berbicara kepada para ayah dan ibu, mereka harus lebih dahulu menaruh perkataan Tuhan ini dihati dan jiwa mereka..dan mengikatnya sebagai tanda ditangan dan lambing didahi.

Dahi melambangkan pikiran dan tangan melambangkan perilaku. Allah mau agar perkataan-Nya masuk dalam pikiran, tidak berhenti disitu, Allah mau agar apa yang ada dalam pikiran itu dihidupkan/dilakukan, itulah arti tanda di tangan.

Dengan kata lain, Tuhan mau agar kebenaran yang kita tau itu dipraktekkan dalam tingkah laku kita.

Kemudian mereka harus mengajarkan dan membicarakan dengan anak-anak mereka dirumah. Diperjalanan, pagi dan petang, dalam segala situasi.

Di sini orang Israel diperintahkan untuk menjaga Firman Tuhan dengan baik dan membagikannya kepada anak-anak mereka.

Mereka disuruh mengambil inisiatif untuk mengkomunikasikan Firman Tuhan di rumah mereka, apakah itu saat mereka duduk untuk makan bersama keluarga, atau berjalan, berbaring untuk istirahat atau bangun.

Dari ayat-ayat ini, kita dapat memperoleh dua langkah dasar untuk mengkomunikasikan shema Israel ini:

  1. Menjadikan lingkungan rumah yang kondusif untuk ibadah Keluarga.
  2. Mempersiapkan untuk Memimpin dalam Kebaktian Keluarga. Kita perlu menyimpan Firman Tuhan di dalam hati kita dan mengajarkannya kepada anak-anak kita secara teratur dan konsisten.

Ada 2 poin yang penting disini, Jika orang tua setia kepada TUhan, maka itu akan menghasilkan anak-anak yang setia kepada Tuhan.

Sebaliknya jika orang tua tidak setia kepada Tuhan, maka mereka akan menghasilkan anak-anak/generasi pemberontak..

Secara ringkas, kita bisa lihat mereka gagal menuruti perintah Tuhan, keluarga sebagai sarana pengajaran shema Israel tidak berfungsi dengan baik.

Akibatnya Janji Tuhan tentang negeri yang berlimpah susu dan madu, umur panjang, hujan awal dan akhir, keamanaan, dll tidak menjadi kenyataan.

Memang ada satu masa tertentu mereka menikmati kemakmuran, tetapi itu tidak berlangsung lama..

Dalam buku sejarah para nabi jil 1, 332,

“Selama waktu menunggu, sebenarnya ada kesempatan bagi mereka untuk merenung-renungkan hukum Allah yang sudah mereka dengar itu, dan untuk menyediakan hati mereka untuk menerima kenyataan yang lebih jauh yang dapat diberikan-Nya kepada mereka.

Mereka tidak mengambil waktu untuk hal itu; dan andaikata mereka telah berusaha mencari pengertian yang lebih jelas akan tuntutan-tuntutan Allah, dan merendahkan hati di hadapan-Nya, mereka akan terlindung dari pencobaan.

Tetapi mereka tidak melakukan hal ini, dan dengan segera mereka pun menjadi lalai, tidak berhati-hati dan menjadi jahat.

Hal ini terutama sekali terjadi di antara bangsa campuran. Mereka menjadi tidak sabar untuk berada dalam perjalanan menuju tanah Perjanjian itu—negeri yang berkelimpahan susu dan madu. Hanyalah dengan syarat penurutan maka negeri yang subur itu dijanjikan kepada mereka, tetapi mereka telah kehilangan pandangan akan hal ini.

Kesimpulan

Kunci kepada kemakmuran hidup ditentukan pada apakah kita mengasihi Tuhan dengan menurut segala perintah-Nya atau tidak..ayat 1, 8, 22, 23

Keluarga adalah sarana yang ditentukan Tuhan untuk menghasilkan orang-orang benar dengan mengajar anak-anak sejak dini dalam lingkungan keluarga.

(19) Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;

Orang tua adalah pemegang peran utama untuk menghasilkan generasi orang-orang benar, sekarang dan dimasa mendatang.

(18) Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

sebagaimana Israel dijanjikan berkat kemakmuran hidup, hanya kalau mereka mengasihi Tuhan dengan mengikuti perintahnya, hal yang sama juga berlaku untuk kita saat ini.

Kemakmuran hidup yang akan datang yaitu didunia baru akan menjadi kenyataan, kalau kita setia sejak hari ini menuruti segala perintah Tuhan.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *