Rahasia Doa Yang Tidak di Jawab di Matius 6:5

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Matius 6:5.

Seseorang pernah datang dan mengajukan permohonan untuk dibantu, tetapi cara dan gaya memohonnya itu yang terkesan angkuh membuat permohonan tidak dikabulkan.

Apa yang minta sebenarnya ada dan pasti akan diberikan saat itu juga. Tetapi permohonan yang tidak disertai kerendahan hati membuat permohonan itu tidak berarti.

Kepada kita Yesus mengingatkan dan memberikan contoh orang-orang yang berdoa dengan gaya yang angkuh sehingga doa mereka tidak berarti.

Karena itu Yesus memberikan alasan mengapa doa orang seperti itu tidak mendapat jawaban. Karena tidak tulus.

Doa yang tidak tulus tidak akan berguna, sia-sia saja. Melakukan hal yang sia-sia tidak produktif karena tidak menghasilkan apa-apa.

Karena itu Yesus ingin doa kita efektif dan berguna, maka Dia membuat larangan jangan berdoa model orang munafik.

Maka Dia memulai dengan kata, “Apabila kamu berdoa..” selanjutnya dikatakan, “Jangan seperti orang Munafik..”

Kita dilarang berdoa seperti orang munafik. Karena itu kita perlu mencari tahu siapa itu orang munafik?

Mari kita lihat dulu definisi dan asal usul kata tersebut.

Munafik dari kata hupokrites dari hupó artinya di bawah, menunjukkan kerahasiaan dan krino artinya untuk menilai.

Jadi ini menggambarkan orang yang bertindak sok, palsu, seorang yang diasumsikan dan berbicara atau bertindak di bawah karakter pura-pura.

Seorang munafik adalah seseorang yang berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

Kamus bahasa Inggris Webster tahun 1828 mengatakan seorang munafik adalah “Seseorang yang berpura-pura menjadi apa yang bukan dirinya..

Orang yang memiliki bentuk kesalehan tanpa kekuatan (lih 2 Tim 3:5), atau yang berjubah kesalehan dan kebajikan, tetapi ia miskin akan agama yang benar (lih Yak 1:27).

Dalam Perjanjian Baru seorang munafik biasanya mengacu pada orang yang belum dilahirkan kembali yang menipu diri sendiri.

Orang munafik memiliki kehidupan yang mendua. Memunculkan satu motif padahal sebenarnya ada motif yang tersembunyi.

Jadi, orang munafik adalah laki-laki atau perempuan yang memakai topeng dan berpura-pura menjadi dirinya, yang sebenarnya bukan dirinya atau dalam bahasa modern tidak “asli”.

Orang munafik ini biasanya sibuk mengurus penampilan dirinya dari luar atau reputasinya.

Seorang munafik seperti sarung tangan yang bersih yang menyembunyikan tangan yang kotor. Dia bertindak seolah-olah dia baik tetapi tidak.

Seorang munafik berkhotbah tetapi sangat minim dalam praktek.

Seorang munafik berdoa berlutut, tetapi setelah itu dia memangsa tetangganya.

Seorang munafik adalah orang yang menyalakan lilin di depan orang sehingga mereka tidak tahu apa yang terjadi di belakang!

The Dictionary of Biblical Imagery mencatat bahwa Orang-orang Farisi adalah contoh orang-orang munafik dalam Alkitab.

Mereka menyombongkan diri ketika mereka memberi sedekah dengan maksud agar orang-orang memuji mereka (Mat 6 :2).

Mereka berdoa di rumah-rumah ibadat dan sudut-sudut jalan agar orang-orang memperhatikan kesalehan mereka (Mat 6:5).

Ketika berpuasa, mereka pamer melalui wajah mereka (Mat 6:16). Mereka memberikan persepuluhan hasil kebun mereka tetapi mengabaikan “hal-hal yang lebih penting dari hukum, keadilan dan belas kasihan dan iman” (Mat 23:23).

Orang munafik adalah seperti awan tanpa hujan, pohon berbunga tanpa buah, bintang tanpa cahaya, cangkang tanpa biji.

Orang munafik tidak menginginkan kasih karunia untuk dirinya sendiri. Dia menginginkan kasih karunia hanya sebagai jembatan untuk membawanya ke surga. Dia tidak terlalu mencari kasih karunia—sebagai kemuliaan.

Dia tidak begitu menginginkan jalan kebenaran—sebagai mahkota kebenaran. Keinginannya bukanlah untuk menjadi seperti Kristus—melainkan untuk memerintah bersama Kristus. Ini adalah keinginan Bileam. ‘Biarlah aku mati seperti kematian orang benar’ (Bilangan 23:10).

Keinginan orang munafik itu bersyarat. Dia ingin memiliki surga dan dosa-dosanya juga, surga dan kesombongannya, surga dan ketamakannya.

Seperti orang muda dalam Injil, dia ingin hidup kekal di surga, asalkan dia juga dapat membawa harta duniawinya kesana.

Keinginan orang munafik itu murahan. Dia tampak memiliki banyak hal-hal rohani, tetapi dia tidak akan menghabiskan waktu ataupun uangnya untuk itu.

Baca Juga: Penyebab Timbulnya kemunafikan?

Apakah Anda Seorang Penjilat? Kenali Ciri-Cirinya

Solusi Orang Munafik Di Matius 7:3-5

Apakah orang munafik menghasilkan buah?

Orang munafik menghasilkan sesuatu seperti buah—tetapi itu bukanlah buah yang benar. Buah yang mereka hasilkan tidak begitu manis.

Orang munafik mungkin berdoa dan memberi sedekah seperti halnya anak Tuhan.

Tetapi ada perbedaan pada buahnya. Buah dari orang yang dilahirkan kembali adalah bermanfaat. Dapat dinikmati dan menyenangkan karena itu manis.

Buah itu dimaniskan dengan iman dan dimatangkan dengan kasih.

Sementara buah orang munafik itu asam dan keras; dia tidak menghasilkan buah yang manis, tetapi asam, terkadang pahit bahkan hambar.

Buah orang munafik itu seperti rumput di atas atap rumah, yang layu sebelum menjadi besar.

Orang munafik memiliki kepribadian ganda. Pertama, dirinya yang asli. Kedua, kepura-puraan, yang ditampilkan dalam jubah lahiriah (topeng).

Tuhan lebih menyukai kita hidup terus terang, apa adanya. Alami dan tidak dibuat-buat.

Melihat cara hidup orang munafik yang seperti itu, tentu saja doa mereka tidak berguna, tidak di dengar Tuhan. sia-sia. Hanya buang-buang waktu saja.

Tuhan menentang doa orang munafik. Penyebabnya adalah mereka berdoa untuk pamer kesalehan. Supaya dilihat orang banyak. Mereka tidak puas kalau berdoa ditempat yang sepi dan tersembunyi.

Intinya mereka berdoa dengan motif yang salah. Sekedar pertunjukan kesalehan. Mereka berdoa untuk dilihat orang, bukan untuk dilihat Tuhan.

Yesus katakan motif mereka, “Supaya mereka dilihat orang..” dalam terjemahan bahasa Inggris disebut “Honored by men..” supaya mendapat penghormatan dari manusia.

Dalam bahasa Yunani adalah doxazo artinya supaya dihargai dan dihormati dengan kedudukan yang terhormat.

Bagi mereka jauh lebih penting apa kata orang dari pada apa kata Tuhan.

Mereka salah menggunakan tujuan doa, yang tadinya untuk memuliakan Tuhan, menjadi memuliakan diri sendiri.

Mereka berdoa bertele-tele, mengulang-ulang kata yang sama dan Panjang-panjang. Mereka berdeklamasi dan menceritakan kebaikan mereka, saat yang sama mereka mengutuk orang yang mereka anggap orang berdosa.

Jadi, gantinya orang munafik mendapat berkat dari Tuhan, sebaliknya mereka mendapatkan hukuman.

Yesus mengatakan, “Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” Ya mereka mendapat upahnya dari manusia.

Karena memang tujuan mereka adalah untuk berkenaan dihati manusia. Maka biarlah manusia memberi reward atau hadiah kepada mereka.

Orang munafik tidak akan mendapat upah hidup kekal, karena mereka tidak mencarinya. Mereka mencari penghargaan manusia dan mereka mungkin mendapatkannya.

Ingatlah, Kehidupan Kristen itu seperti koin. Satu sisi adalah keyakinan; satunya adalah perilaku. Jika perilaku kita tidak sesuai dengan keyakinan kita, kita adalah orang munafik.

Karena itu kita butuh anugerah Tuhan untuk memampukan kita menyelaraskan keyakinan dan perilaku kita.

Apakah saya orang munafik? Mari kita jawab dalam hati kita masing-masing.

Jadi, rahasia doa yang tidak dijawab Tuhan adalah doa orang munafik.

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik… supaya mereka dilihat orang.. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” Matius 6:5-7.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.