Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Pesta Ulang Tahun Berdarah di Matius 14:6-10

Pesta Ulang Tahun Berdarah di Matius 14:6-10

“Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,

sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.”

Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara.” Matius 14:6-10.

Ini adalah salah satu cerita yang menuliskan perayaan ulang tahun. Ini adalah ulang tahun Herodes Antipas. Tidak diberitahukan ini ulang tahun keberapa.

Bicara tentang ulang tahun, dari kata genesia, berasal dari kata genesis artinya asal mula, silsilah. Awalnya adalah hari yang diperingati pada hari ulang tahun orang yang telah meninggal.

Orang Yunani sebelumnya menggunakan kata genesia untuk peringatan pemakaman (ulang tahun orang mati).

Kemudian kata genethlia menjadi kata untuk perayaan ulang tahun orang yang masih hidup. Kata genesia dalam papirus selalu merupakan pesta ulang tahun.

Orang-orang Yahudi membenci pemeliharaan hari ulang tahun sebagai kebiasaan kafir. Karena dianggap berlebihan dan condong ke hura-hura.

Dan itu yang terjadi dengan pesta ulang tahun Herodes. Pesta itu sangat meriah. Para tamunya adalah pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea

Diantara mereka yang hadir disebutkan selingkuhan Herodes yaitu Herodias dan putrinya Salome, anak dari pernikahannya yang pertama.

Seperti umumnya pesta-pesta raja jaman dahulu, itu adalah pesta kepelesiran. Menyenangkan diri dan pemanjaan selera.

Di pesta ini, anggur atau minuman keras disediakan dan menjadi minuman wajib, yang akan memabukkan dan membuat pertimbangan mereka tidak normal.

Dalam pesta ulang tahun ini, Herodias turut serta mengambil peran, mungkin saja dia adalah sutradara yang mengatur acara hiburannya.

Dan dia sudah berniat menjadikan pesta ulang tahun ini sebagai waktu yang tepat untuk menjebak raja dengan meminta nyawa Yohanes Pembaptis.

Lazimnya dalam pesta ulang tahun, ini dianggap hari sukacita, maka menari dengan diiringi musik adalah bagian penting dalam pesta.

Skenarionya, dia sudah menjadwalkan putrinya untuk menari. Tarian itu akan menjadi tarian yang hebat dan menarik perhatian Herodes.

Bila Herodes senang maka dia tidak segan dan tanpa pikir panjang akan menjanjikan sesuatu kepada penari yang sukses menarik hatinya.

Pengaruh minuman keras membuat nurani Herodes mati. Secara moral dia sakit. Tarian putri Herodias membuat dia mudah menjanjikan sesuatu yang tidak masuk akal.

Putri Herodias ini digambarkan sebagai seorang gadis (Matius 14:11). Ini berarti dia bukanlah gadis kecil yang lucu;

Gadis adalah istilah yang bisa digunakan untuk mereka yang sudah cukup umur untuk menikah; dia setidaknya masih remaja.

Tarian Salome bukan tarian biasa. Itu adalah pertunjukan tarian cabul yang memalukan yang diatur sebelumnya oleh Herodias untuk memikat hati Herodes.

Tarian striptease dengan penampilan seronok. Itu benar-benar tarian kafir yang dipelajari dan diajarkan Herodias dari tarian Roma. Tidak bermoral.

Tarian Salome adalah puncak dari pesta malam itu. Itu tarian yang sama dengan aksi striptis di klub malam modern saat ini.

Kegembiraan Herodes dalam pertunjukan itu membuatnya benar-benar seperti terbang. Dipanaskan dengan anggur dan digairahkan oleh suasana, Herodes kehilangan akal sehatnya.

Disebutkan bahwa tarian putri tirinya itu menyukakan hatinya. Kata menyukakan mungkin kata yang diperhalus.

Kata itu mungkin menunjukkan dia terangsang secara seksual. Itu karena dia sedang dipengaruhi minuman keras.

Dalam keadaan mabuk itu lah dia membuat keputusan yang gegabah dan bodoh.

Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”

lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” Markus 6L22-23.

Gadis itu pergi konsultasi kepada Herodias yang moralnya jahat. “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”

Herodes membuat janji dan dia meteraikan dengan sumpah, sehingga itu tidak dapat dibatalkan.

Jelas bahwa tarian Salome direncanakan oleh Herodias dengan tujuan membangkitkan janji seperti itu dari suaminya yang pemabuk, dan bermoral bejat seperti dia.

Dan agar Herodes tidak berubah pikiran setelah sadar dari pengaruh anggur, Herodias menyuruh putrinya untuk meminta Kepala Yohanes diatas piring saat itu juga. (Markus 6:25)

Dalam kerakusan dan nafsu birahinya, raja dengan mudah ditipu oleh istrinya yang licik dan putrinya yang menggoda. Dia telah kehilangan semua martabat, semua kepekaan, dan apa pun.

Keinginan tampil sebagai dermawan yang murah hati di hadapan tamunya, telah menempatkan dirinya ditepi jurang dan rentan terhadap pengkhianatan istrinya.

Baca Juga:

Mengapa Herodes Menyebut Yesus Reinkarnasi Yohanes Pembaptis?

Penyebab Yesus tidak dihormati di Kampung Sendiri

Arti dan Makna Perumpamaan tentang Pukat

Bangsa Romawi mempraktikkan pemenggalan kepala. Mereka kerap mengeksekusi tahanan tertentu tanpa pengadilan sedangkan hukum Yahudi membutuhkannya.

Darah kental dari adegan ini menjadi saksi atas kondisi kerasnya hati keluarga kerajaan Romawi dan para pelayan mereka.

Sebagai nabi terakhir dari Perjanjian Lama, Yohanes mengalami kematian martir, seperti yang dialami oleh banyak pendahulunya.

Pesta ulang tahun berdarah Herodes mengingatkan kita kepada pesta ulang tahun kita sendiri. Tidak ada yang salah dengan merayakan ulang tahun, sepanjang itu untuk bersyukur kepada Tuhan.

Ulang tahun bukan untuk kepelesiran. Bukan untuk kepentingan diri. Memanjakan diri dengan hadiah-hadiah dan hiburan.

Merayakan ulang tahun adalah merayakan kehadiran Tuhan. Caranya bersyukur kepada-Nya, dengan memberikan persembahan syukur hari lahir.

Memberi kepada orang-orang yang membutuhkan. Ulang tahun yang lazimnya untuk memusatkan perhatian kepada orang tersebut, sebaliknya kepada Tuhan dan sesama.

Dari pada menerima dan menghabiskan uang yang banyak untuk pesta adalah lebih baik memberi dihari ulang tahun.

Bila umur kita semakin bertambah, hidup semakin berhikmat dan semakin lebih rohani. Ulang tahun adalah untuk mengingat Tuhan sebagai sumber kehidupan.

Ulang tahun ditangan orang beriman menjadi sarana bersyukur. Ditangan orang tidak beriman menjadi hari memanjakan diri.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan