Persediaan untuk tamu yang tak diundang

Seorang yang bernama Voltaire, dia adalah penulis dan filsuf abad 19, dimana sepanjang hidupnya dia menghabiskan hidupnya untuk menentang kekristenan.

Salah satu yang terkenal adalah kata-katanya yang mengatakan bahwa dalam tempo 100 tahun alkitab orang Kristen akan punah.

Tetapi sudah lewat 100 tahun, dimanakah Voltaire, dia sudah mati, Alkitab sampai saat ini masih ada.

Yang menarik dari kehidupan Voltaire adalah ketika menjelang kematiannya, dengan nafas yang tersengal-sengal, dia berteriak,

“Saya ditinggalkan Tuhan dan manusia, aku akan pergi ke neraka..!

Seorang percaya dalam alkitab, Paulus menjelang kematiannya dia berkata,

“Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran. “ (2 Tim 4:7,8)

Itu adalah pesan terakhir dari 2 orang yang berbeda menjelang kematian mereka.

Langkah perlu

Apakah yang akan menjadi kata-kata terakhir mu menjelang kematianmu?

Saya mau sampaikan bahwa kematian adalah tamu yang tidak diundang. Kita sering dikagetkan dengan kematian orang-orang yang kita kenal.

Kita kaget, kemarin baru ktemu, kemarin baru teleponan, kemarin baru smsan, kemarin baru ngobrol-ngobrol..tau-tau sudah mati..

Berita kematian demi kematian terus mengejutkan kita..

Di dunia ini hanya ada 1 kepastian yang pasti terjadi: yaitu kita pasti mati..soal kapan, dimana, mati karena apa, itu yang kita tidak tahu, tetapi kepastian bahwa kita akan mati itu adalah kebenaran.

Pengkhotbah 9:5 TB

Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.

Jadi kita tahu bahwa kita akan mati, tetapi apakah kita telah mempersiapkan diri menghadapi hari kematian kita yang pasti itu?

Kebanyakan orang kalau ditanya, apakah kamu sudah siap mati? Jawabanya biasanya: tolong jangan bicara tentang itu, saru.

Ingat kita tidak selalu hanya bicara tentang kehidupan, kita juga harus bicara tentang kematian, karena tidak selamanya kita hidup.

Topic tentang kematian sebaiknya tidak perlu dihindari apalagi ditakuti. Justru kita harus sadar bahwa tempat yang paling dekat dalam hidup kita adalah kematian.

Karena itu mari kita bicara tentang topic ini, bukan supaya kita cepat-cepat mati, tetapi supaya kapanpun kita mati, tidak adalagi dosa yang tersebunyi, kata kata Paulus dapat disematkan kepada kita..

Kematian tidak mengenal umur dan waktu

Kebenaran lain tentang kepastian kematian kita adalah kematian tidak mengenal umur, waktu dan tempat.

Ada yang meninggal ketika masih dalam Rahim ibunya, belum sempat melihat dunia. Ada yang meninggal pada usia anak-anak, ada yang meninggal pada umur remaja, ada yang meninggal pada umur 30an, 40 an, dll..

Kematian juga tidak mengenal tempat: ada yang meninggal dilaut, pesawat, dirumah sakit, dijalan, dll.

Diberitakan disurat kabar, seorang laki-laki meninggal dunia didalam sebuah kamar hotel dengan seorang perempuan yang bukan istrinya.

Pertanyaanya, kenapa dia mati dalam keadaan selingkuh, ini memalukan keluarga yang masih hidup..

Dalam sebuah upacara kematian, seorang perempuan asing datang menangisi jenazah dengan tersedu-sedu.

Keluarga yang meninggal tidak mengenal perempuan ini siapa, kenapa tangisannya melebihi tangisan keluarga yang berduka.

Kemudian seseorang mendekati dan bertanya, kamu siapa dari mana? Dia menjawab saya istri muda bapak ini..

Karena kematian tidak mengenal waktu dan tempat, kiranya kita mati dalam keadaan hidup benar dihadapan Tuhan.

Apakah kita berani mengatakan sekiranya kita mati hari ini

“Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran. “ (2 Tim 4:7,8)

Yesaya 33:11 mengatakan,

“ katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!

Pepatah mengatakan, “Kematian tidaklah menunggu kita bertobat, tapi kitalah yang menunggu kematian dengan bertobat.”

Sebuah kutipan mengatakan, “Kila harus berjaga-jaga dan bekerja serta berdoa seakan-akan inilah hari terakhir yang diberikan kepada kita”.— 5T 200

Jadi, Kita harus berjaga-jaga dan bekerja dan berdoa seolah-olah inilah hari terakhir yang dikaruniakan kepada kita.

Sebab itu, betapa tekunnya kita harus hidup sekarang ini. Kita harus mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh dalam segala perkataan dan perbuatan kita.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *