Matius 28:16-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, A ku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:19-20.

KITA telah tiba dibagian penutup buku Matius. Selama satu tahun penuh kita telah mempelajari kitab ini ayat demi ayat. Dan ini merupakan tulisan atau renungan terakhir kitab Matius.

Bagian penutup ini merupakan perintah Yesus untuk meneruskan misi-Nya memberitakan kabar baik keseluruh dunia.

Karena kabar hoax atau kabar palsu telah tersiar. Manusia hidup dalam ketidak tahuan dan kepalsuan. Maka semua orang perlu tahu kabar baik Yesus Kristus.

Setelah kebangkitannya, Yesus berpesan untuk menemui dia disalah satu bukit di Galilea. Rupanya itu merupakan tempat mereka bertemu dan berpisah.

Selain itu kesebelas murid itu belum pernah bertemu Yesus sejak kebangkitannya. tidak seperti perempuan-perempuan yang setia, mereka telah berjumpa dengan Yesus paska kebangkitan.

Perlu kita ketahui bahwa seteleh Yesus bangkit, Dia masih berada di dunia ini selama 40 hari lamanya. Di Injil lain diceritakan beberapa aktifitas Yesus.

Penampakan terakhir Yesus di Yerusalem adalah delapan hari setelah kebangkitan, ketika Tomas melihat Tuhan yang telah bangkit untuk pertama kalinya (Yohanes 20:26).

Perjalanan dari Yerusalem ke Galilea memakan waktu sekitar satu minggu, dan setelah mereka tiba di sana, beberapa murid pergi memancing, dan pada saat itu Tuhan menampakkan diri kepada mereka lagi, dengan memberikan ikan yang terlalu berat untuk diangkut ke dalam perahu.

Kemudian, setelah makan pagi bersama mereka, Yesus bertanya kepada Petrus tiga kali tentang kasihnya kepada-Nya dan memberikan perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yohanes 21:1-17).

Peristiwa itu terjadi setidaknya lima belas hari setelah kebangkitan. Penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya total empat puluh hari (Kisah Para Rasul 1:3)..

Maka pemberian Amanat Agung di lereng bukit Galilea pasti terjadi sekitar dua puluh sampai tiga puluh lima hari setelah kebangkitan-Nya.

Kita tidak diberitahu siapa saja yang hadir ketika Yesus memberikan Amanat Agung.

Tetapi ada kemungkinan Dia berpesan kepada kelompok yang berjumlah lebih dari lima ratus orang itu adalah kelompok yang disebutkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 15:6.

Artinya pertemuan di bukit Galilea tidak hanya 11 murid, namun ada banyak orang percaya lainnya, yang menjumpai Yesus disana.

Fakta bahwa Matius secara khusus menyebutkan hanya sebelas murid tidak membatasi pertemuan itu hanya untuk mereka.

Pesan malaikat kepada para perempuan Ketika dikuburan, supaya disampaikan kepada para murid menyiratkan bahwa para perempuan itu juga akan bertemu dengan Yesus di Galilea (lihat Matius 28:7).

Tidak ada alasan bagi Yesus untuk mengutus kesebelas murid-Nya ke Galilea, hanya untuk meminta mereka kembali beberapa hari kemudian ke Bukit Zaitun untuk kenaikan-Nya.

Tampaknya lebih masuk akal jika Tuhan mengumpulkan sekelompok besar orang percaya dan Dia memilih Galilea sebagai tempat pertemuan karena sebagian besar pengikut-Nya berasal dari daerah itu.

Karena ini merupakan hari terakhir-Nya di Dunia dan Dia ingin menyampaiakan pesan penting untuk semua gereja segala jaman..

Maka Yesus pasti ingin menyampaikannya kepada kelompok pengikut-Nya yang paling banyak.

Setelah mereka tiba di bukit Galilea, mereka melihat Yesus dan mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Ketika mereka melihat Yesus yang telah bangkit di lereng bukit, kebingungan mereka lenyap dan mimpi-mimpi mereka yang hancur dipulihkan.

Kesedihan mereka berubah menjadi sukacita yang tak terkira dan kekecewaan mereka berubah menjadi pengharapan yang tak tergoyahkan.

Orang-orang percaya yang berkumpul di sana tidak sedang memberikan penghormatan kepada seorang pemimpin atau penguasa duniawi, tetapi mereka sedang menyembah Anak Allah sendiri, Tuhan atas langit dan bumi.

Namun, yang mengherankan, beberapa orang masih meragukannya. Identitas orang-orang yang ragu-ragu tidak disebutkan. Dikalangan para murid hanya Tomas yang meragukan kebangkitan Yesus

Itu pun Dia telah melihat buktinya dan dia percaya. Itu terjadi sebelumnya. Apa yang diragukan juga tidak dijelaskan secara spesifik.

Jika yang dipertanyakan adalah fakta kebangkitan Yesus, maka orang-orang yang meragukannya tidak mungkin termasuk salah satu dari kesebelas murid itu, karena mereka semua telah menyaksikan Kristus yang telah bangkit..

Kemungkinan keraguan itu berkaitan dengan apakah orang yang menampakkan diri kepada mereka benar-benar Kristus yang bangkit secara fisik atau hanya seorang penipu.

Untuk menghilangkan keraguan tersebut, Yesus dengan penuh kasih karunia datang mendekat dan berbicara kepada mereka.

Apa pun keraguan itu dan siapa pun orang yang meragukannya, saat Yesus mendekat dan ketika suara-Nya yang akrab terdengar di telinga mereka, semua keraguan itu lenyap.

Sekarang mereka yang tadinya ragu-ragu tersungkur dan bergabung dengan yang lain dalam penyembahan.

Yesus berkata kepada mereka, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Exousia (otoritas) mengacu pada kebebasan dan hak untuk berbicara dan bertindak sesuka hati.

Dalam hubungannya dengan Allah, kebebasan dan hak tersebut bersifat absolut dan tidak terbatas.

Semua itu diperkuat dan digambarkan dengan kata di surga dan di bumi. Otoritas berdaulat yang diberikan kepada Yesus oleh Bapa surgawi-Nya (lihat Matius 11:27; Yohanes 3:35) bersifat mutlak dan universal.

Dalam terang otoritas-Nya yang absolut dan berdaulat, Yesus memerintahkan,

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Jai perintah Yesus, pergi memuridkan, membaptis dan mengajarkan orang-orang kehendak Tuhan untuk dilakukan.

Dalam memenuhi perintah ini, murid-murid segala jaman akan menghadapi kesulitan, bahkan bertaruh nyawa, maka Yesus memberikan jaminan penyertaan..

Dia akan selalu menyertai mereka yang menjadi milik-Nya, memimpin dan memberdayakan mereka untuk menggenapi Amanat Agung-Nya.

Mari kita menjalankan perintah Agung ini.

Kita rindu untuk bertemu Yesus suatu saat nanti muka dengan muka. Namun kita masih ada tugas, yaitu memanggil semua orang untuk menerima Yesus Kristus..

Sebagai penutup, mari kita nyanyikan kidung jemaat ini:

1. Di seb’rang di negri perjanjian Tuhan, Ada kota suci Tuhan sediakan

Bila di puncak gunung kita tiba, Kita dapat lihat rumah yang indah

Ref:

Sudah dekatlah rumah di surga, Lihat kemuliaan yang bercahaya

Dari pintu gerbang kota yang mulia, Seg’ra kita akan tiba di sana

Dengar m’laikat nyanyi, sudah dekatlah, Rumah di surga..

2. Orang-orang yang k’lak masuk kota mulia, Yang p’lihara hukum dan iman Yesus

Di sana kita menyanyi s’lamanya, Dalam kasih memuji nama Allah

3. Apa kita akan berjumpa di sana, Di negri yang t’rang, yang tak ada susah?

T’rima Tuhan dan tetaplah setia, Hingga Yesus datang s’lamatlah kita

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *