Percabulan Menurut Alkitab

Isu percabulan berulang-ulang disebutkan dalam PL dan PB.  Timbul pertanyaan apa sebenarnya percabulan itu? 

Kita akan focus pada istilah-istilah Yunani yang terdapat dalam Septuagint (LXX) dan dalam perjanjian Baru.

Lima kata yunani membentuk family kata yang menggambarkan percabulan.  Itu terdiri dari tiga kata benda dan dua kata kerja. 

Berdasarkan urutan alphabet, kata-kata itu adalah : ekporneu, porneia, porneu, porn dan pornos.

Defenisi kamus untuk kata benda porneia adalah “prostitusi, ketidak sucian, percabulan, semua bentuk hubungan seks yang tidak berdasarkan hokum.” 

Kata kerja ekporneu dan porneu, dapat di terjemahkan “melakukan prostitusi,” atau “mempraktikan prostitusi dan imoralitas seksual.” 

Seorang porn adalah seorang wanita tuna susila, seorang pelacur.  Seorang pornos adalah pria tunasusila atau pecabul, seorang yang melakukan imoralitas seksual. 

Dalam artikel ini “percabulan” digunakan untuk mengartikan famili kata Yunani tersebut, khususnya porneia.

I. Percabulan dalam kata Yunani di luar Alkitab

Dalam dunia yunani non yahudi, seorang porn adalah seorang pekerja seks komerial (PSK), sering adalah budak belian wanita. 

Di pihak lain, seorang Pornos adalah seorang pria yang berhubungan dengan pelacur atau yang membiarkan dirinya dilecehkan demi uang (gigolo). 

Kata itu juga di terjemahkan “catamite” dan “sodomite.”  Porneia tidak sering ditemui dalam bahasa yunani klasik.  Kata itu dapat diartikan ,”percabulan” “tidak bermoral” “prostitusi” atau ketidak sucian” termasuk homoseksualitas.

Sebagai tambahan, bahasa yunani klasik mempunyai sejumlah kata bentukan yang mengartikan rumah bordil atau germo, orang yang dilahirkan pelacur dsb, sinonim dengan porneia dan porn, yang menggunakan akar kata yang sama.

II.Percabulan dalam Septuagint

Famili kata “porn” terdapat kujrang lebih 147 kali dalam kitab kanon LXX.  Itu digunakan terutama secara symbol dan mengartikan berbalik meninggalkan Tuhan lalu terlibat dalam perzinahan. 

Dalam yer 31:1-10 kerajaan utara dan selatan dituduh melakukan persundalan dengan para kekasih mereka gantinya bersikap setia kepada Tuhan.

Namun istilah-istilah itu juga digunakan secara harafiah.  Mereka menunjuk pada prostitusi sekuler sebagaimana halnya yang disebut sebagai prostitusi kudus.  Tamar berlaku seperti seorang PSK, dan Yehuda menganggapnya demikian juga. 

Saat hamil dia dituduh telah melacur (kej 38-13-24).  Sebagai seorang janda dia melakukan hubungan seks dengan seorang pria, dalam hal ini ayah mertuanya dan itu dianggap sebagai percabulan.

Kasus lain didapati dalam ulangan 22:13-21.  Seorang suami mendapati istrinya tidak perawan lagi saat mereka menikah.  Kembali famili kata “porn” digunakan untuk menggambarkan apa yang telah di gunakan wanita itu. 

Jelas ini merupakan satu kasus seks pra nikah yang diistilahkan “percabulan” hukumanya adalah dilempari batu sampai mati.

Rangkuman istilah percabulan dalam PL adalah:

  1. Family kata porn berarti prostitusi, melakukan persundalan.
  2. Kata itu terutama digunakan secara lambang tetapi juga mempunyai arti harfiah, baik arti symbol dan harafiah saling berhubungan satu dengan yang lain dan sering digunakan sejajar.
  3. Kelompok kata itu digunakan untuk seks pranikah
  4. Prostitusi atau percabulan berarti juga perzinahan
  5. Ketika Tamar dituduh berbuat cabul, kenyataanya itu sebuah bentuk perkawinan sedarah dan dilarang dalam imamat 18.

III. Percabulan dalam perjanjian baru

Dalam PB famili kata –Porn- terdapat 56 kali.  Kata yang paling utama adalah porneia (percabulan) yang terdapat 25 kali. 

Family kata ini paling sering ditemukan dalam tulisan-tulisan rasul Paulus, termasuk kitab ibrani, yaitu 24 kali, diikuti oleh tulisan-tulisan Yohanes 20 kali.

Ini membuat kitab wahyu kitab yang paling sering menggunakan famili kata ini, yaitu 19 kali, diikuti oleh 1 korintus, yaitu 14 kali.  Sering family kata tersebut mempunyai arti simbolik, tetapi dalam PB bukan itu makna yang paling utama. 

Lagi pula arti simbolik hanya terbatas dalam kitab wahyu saja.  Namun wahyu juga menggunakan beberapa istilah tertentu secara harafiah.

Arti simbolik

Dalam wahyu 2:18-29 jemaat di Tiatira diberikan nasehat. Di gereja ini wanta Izebel mengajar dan melakukan percabulan (20:20,22). Izebel adalah figure simbolik. 

Sebagai istri Ahab dia telah mati ratusan tahun yang lalu.  Namun pasal ini tampaknya mengandung definisi istilah percabulan.  Para pengikut izebel telah berbuat sundal dan melakukan perzinahan dengan dia (2:20,22).

Namun orang lain yang tidak terlibat, tidak dilukiskan sebagai orang yang berbuat sundal melainkan sebagai orang yang “tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelediki apa yang mereka sebut seluk-beluk iblis (2:24).

Dengan demikian percabulan dalam kasus ini bukan bermakna harafiah, melainkan berkaitan dengan penermaan secara sengaja ajaran-ajaran palsu dan berbalik dari Tuhan yang pada akhirnya mengarah kepada setan.

Pencabulan rohani adalah ketidak setiaan kepada Allah yang dalam konteks simbolik sering kali dianggap sebagai suami umat-Ny. 

Disisi lain, menarik untuk dicatat bahwa mereka yang diajak Izebel untuk melakukan percabulan dalam ayat 20, yang juga disebut sebagai hamba-hamba Allah telah melakukan paling sedikit setengah perzinahan dengan dia.

Dengan demikian percabulan jelas menunjuk pada perzinaan bahkan jika digunakan dalam arti simbolik.

Makna Harafiah

PB berisi beberapa rujukan ke peristiwa-peristiwa PL dimana terdapat percabulan.  Dalam Ibrani 12:16 Esau di sebut Pornos. Dalam Ibr 11:31 Rahap si pelacur ditemukan.  Yak 2:25 juga merujuk pada Rahab sebagai seorang pelacur, yang akhirnya dibenarkan. 

Yuda 1:7 berbicara tentang Sodom dan Gomora dan kota-kota di dataran itu.  Mereka terlibat percabulan dan “mengejar kepuasan-kepuasan yang tidak wajar”  tampaknya istilah ini ditujukan untuk homoseksualitas. 

Latar belakang ayat ini di PL terdapat dalam Kej 19:4-8, dan dengan jelas itu mengartikan homoseks.  Penduduk Sodom ingin “memakai” kedua orang yang mengunjungi Lot, maksudnya mereka ingin mengadakan hubungan seks dengan kedua orang itu yang adalah para malaikat.

Jadi dalam kitab Yudas, mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar berarti homoseksualitas, yang jelas juga berlaku untuk istilah percabulan. 

Dalam PB ada beberapa peristiwa yang berkaitan dengan percabulan.  Dalam matius 21:31-32 Yesus berbicara memihak kepada para pemungut cukai dan para pelacur bukan karena apa yang telah mereka laukan di masa silam, melainkan karena mereka percaya pada Yohanes dan bertobat. 

Hubungan dengan seorang pelacur (porne) dibahas dalam 1 kor 6:15-16.  Jelas anggota-anggota di Korintus mendebat bahwa hal ini boleh-boleh saja (ayat 12) dan mungkin mereka melakukannya. 

Kemudian anak yang hilang dituduh oleh abangnya telah menghabiskan harta derngan para pelacur.  Jadi percabulan dikaitkan dengan pelacuran dan itu hal yang lazim sejak jaman dahulu hingga sekarang. 

Sebuah kasus khusus percabulan dibahas dalam 1 kor 5, dan para pecabul disebutkan dalam ayat 9-11.  Dalam ayat ini, bentuk maskulin untuk kata benda yang sama digunakan Pornos yang dalam 1 kor 6:15-16 berarti pelacur wanita (porne). 

Namun kasus yang dimulai 1 kor 5:1 ini bermakna lebih dari sekedar percabulan.  Dalam ayat ini seorang pria melakukan percabulan oleh tidur dengan istri ayahnya.  Tidak disebutkan bahwa wanita ini adalah ibunya. Mungkin saja ibu tirinya. 

Kasusnya begitu para, bahkan itu merupakan sebuah pelanggaran di kalangan orang-orang kafir.  Namun tampaknya gereja tidak terusik oleh hal itu.  Tindakan melakukan hubungan seks dengan ibu tiri disebut porneia. 

Pada beberapa ayat Paulus mengecam para pecabul digereja Kristen dan menasehati umat percaya untuk tidak bergaul dengan mereka.

Kasus dalam pasal 5:1 jelas disinggung dalam imamat 18:8.  Imamat 18 membahas mengenai hubungan seks yang tidak sah.  Isu percabulan telah dibahas dan disikapi dalam rapat Yerusalem, kisah 15:20, 29;21:25. 

Orang-orang Kristen dari bangsa lain diperintah untuk tidak melakukan percabulan.  Jelas rapat Yerusalem tidak membahas keabsahan sepuluh perintah.  Istilah yang mereka bahas adalah porneia, dimana seuluh perintah menggunakan kata kerja moicheuo.

Jelas tampak bahwa  utusan-utusan dalam rapat, khususnya Yakobus, berpikir saat itu tentang imamat 18.  Dalam kasus di Korintus Paulus mengikuti keputusan rapat Yerusalem. 

Porneia menunjuk pada rangkaian istilah penyimpangan seksual termasuk pelacuran yang terdapat dalam 1 korintus 6.

Kesimpulan:

Dalam studi ini kita telah melihat pada family kata –porn-pada literature di luar alkitab bahasa yunani, di PL dan PB. 

Dalam semua sumber, porneia dan istilah-istilah yang berkaitan dengan itu menunjuk pada perbuatan-perbuatan seksual saja. 

PL dan PB sangat berkaitan datu sama lain dalam penggunaan family kta tersebut.

Sekalipun PL lebih menekankan arti figurative dan PB arti harafiah, aspek-aspek yang berbeda dari porneia ditemukan dalam PL dan PB.

Penggunaanya mencakup prostitusi, hubungan seks sebelum nikah, perzinahan, perkawinan sedarah, serta homoseks, singkatnya hubungan-hubungan seks diluar nikah. 

Dengan demikian PL dan PB memperluas pengertian tentang percabulan seperti terdapat dalam dunia berbahasa Yunani. 

Jelas dalam alkitab percabulan adalah sebuah istilah luas yang menjelaskan segala jenis penyimpangan seksual, tetapi juga dapat digunakan dalam arti yang lebih terbatas dan sering menunjuk pada perbuatan seksual haram diluar hubunga pernikahan, yaitu oleh mereka yang belum menikah. 

Sering sebuah arti yang terbatas dapat ditentukan oleh mempelajari konteks.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *