Penyebab Abraham mengusir Hagar dan Ismael (Kejadian 21:10-13)
RASA sayang Sara untuk Ismael sebenarnya penuh. Seperti Abraham Sayang dia, Sara pun memiliki perasaan yang sama.
Apalagi sebelum Ishak lahir, dia telah menjadi anak yang menceriakan hari-hari mereka. Tentu Sara dan Abraham sering bermain dengan Ismael.
Dia juga membelikan baju baru dan mainan untuk Ismael. Memenuhi segala keperluannya dari bayi hingga beranjak remaja.
Tidak ada masalah Sara dengan anak tersebut. Sara dan Abraham sering mengajaknya jalan-jalan. Bahkan Ismael sering tidur bersama Sara dan Abraham.
Perasaan Sara berubah drastis kepada Ismael saat Ishak lahir. Penyebabnya adalah Ismael mengejek atau mengolok-olok Ishak.
Boleh jadi Ismael mencubit Ishak dengan keras hingga menangis histeris. Dan tindakan itu kemungkinan telah berlangsung lama.
Puncaknya pada waktu perjamuan pesta menyapih Ishak. Tentu sebagai orang yang lebih besar, Ismael dapat melakukan kekerasan tersebut kepada Ishak.
Ishak yang baru berumur 3-5 tahun, belum tahu apa-apa. Berbicara pun masih belum jelas. Jadi dia tidak mengerti mengapa dia disakiti oleh abangnya sendiri..
Ismael mengolok-olok Ishak tidak murni datang dari dirinya sendiri. Pasti ada seseorang yang menyuruh dia melakukan tindakan tersebut.
Siapa lagi kalau bukan ibunya. Hagar. Dia dan Sarah sejak lama tidak akur. Penyebabnya Hagar sendiri, yang menyombongkan diri terhadap tuannya Sara.
Hubungan mereka dingin. Dan ketika Sara melahirkan Ishak, Hagar tidak senang. Iri hati. Dia selalu memandang dengan tatapan sinis kepada Sara dan bayinya Ishak.
Maka untuk melampiaskan iri hatinya, dia mempergunakan Ismael. Mungkin dia merasa sekarang ada saingannya. Dia menduga perhatian Abraham dan Sara akan berkurang terhadapnya.
Hagar merasa terancam posisinya setelah kelahiran Ishak. Sebab dia berpikir anaknya Ismael akan berbagi warisan atau bahkan tidak akan mendapat warisan apa pun karena Ishak..
Karena itu, Ishak yang masih balita mendapat serangan yang tidak pantas dari Ismael.
Karena itu dia harus berusaha menyingkirkan Ishak dari tengah-tengah mereka. Dan itu rencana yang jahat sekali..
Maka ketika Sara melihat bagaimana Ismael memperlakukan Ishak dengan buruk pada malam penyapihan itu, dia tidak tahan lagi..
Itu sebabnya dia mengutarakan kegelisahan dan amarahnya kepada Abraham..
“Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” (21:10)
Sara melihat bahwa Hagar dan Ismael itu satu paket. Maka keduannya harus di usir dari rumah tangga mereka.
Alasan yang diajukan Sara adalah ‘..anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.’
Ishak akan menjadi ahli waris, dan Ismael tidak akan mendapatkan warisan. Warisan yang dibicaran disini bukan hanya tentang harta, namun warisan iman Abraham.
Menurut Tablet Nuzi dan Kode Hammurabi, di mana anak laki-laki dari istri lebih diutamakan daripada anak laki-laki dari hamba perempuan, meskipun anak laki-laki dari istri tersebut lahir kemudian.
Namun, sang ayah tidak boleh mengusir anak laki-laki dari hambanya jika anak laki-laki dari istri telah lahir.
Kejadian 21:11 mencatat kesedihan Abraham dalam menanggapi saran Sarah:
Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
Hal ini sekali lagi menunjukkan betapa Abraham sangat mengasihi Ismael.
Kata menyebalkan sama dengan menyusahkan. Jadi Abraham susah hati dengan tuntutan Sara.
Kita dapat memahami reaksi Abraham. Sebagai seorang ayah dengan 2 putra, jika Tuhan menyuruh kita mengusir satu (bahkan jika ada alasan yang baik seperti dalam kasus Abraham), ini akan menjadi perintah yang sangat menyakitkan untuk dipatuhi.
Bagaiamana dia bisa mengusir Hagar dan Ismael? Dia sangat menyayangi Ismael. Tidak mungkin itu. Dia tidak akan mengabulkan tuntutan Sara.
Oleh karena itu, campur tangan Tuhan harus dilakukan agar pengusiran itu terjadi.
Maka dalam Kejadian 20:12-13, Allah datang berbicara kepada Abraham dan menghiburnya dengan menunjukkan rencana-Nya yang berkaitan dengan Ishak dan yang berkaitan dengan Ismael.
“Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu.”
Jadi Tuhan membuka wawasan berpikir Abraham untuk tidak perlu susah hati. Karena itu dia harus mendengarkan tuntutan Sara.
Alasannya karena yang dihitung keturunan Abraham adalah dari Ishak.
Perintah Allah kepada Abraham jelas tidak menandakan bahwa Ia menyetujui sikap Sara, yang penuh amarah dan cemburu..
Perintah Tuhan didasarkan pada kedaulatan-Nya, karena Dia memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi ahli waris dan karena alasan itu Ismael harus pergi..
Ini adalah satu-satunya saat seorang suami diperintahkan oleh Tuhan untuk mendengarkan atau menaati istrinya.
Alasannya adalah: karena dari Ishak lah keturunanmu akan disebut, yang berarti Ishak akan menjadi anak yang mendapat warisan;
Ishak adalah anak perjanjian yang kepadanya Perjanjian Abraham akan diteruskan. Apa pun yang menjadi motivasi Sarah dalam permintaannya, itu adalah kehendak Allah.
Ayat 13 mengungkapkan rencana Allah mengenai Ismael:
“Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu.”
Dan dari anak hamba perempuan itu Aku akan membuat suatu bangsa, yaitu bangsa Arab.
Alasannya adalah: karena ia adalah keturunanmu; Ismael tidak akan menerima Perjanjian Abraham, tetapi ia akan mendapatkan manfaat dari aspek berkat Perjanjian Abraham.
Selama Ismael tetap tinggal di rumah, ia akan menjadi ancaman bagi rencana Tuhan.
Pengusiran Ismael adalah kehendak Tuhan demi kelangsungan perjanjian Abraham dengagn Allah, maka penghalang akan disingkirkan.
Konflik antara Sara dan Hagar, antara Ismael dan Ishak, terjadi karena pilihan yang salah dimasa lalu. Konsekuensinya akan jauh kedepan..
Meskipun setiap tindakan dosa dapat diampuni, dampak dari beberapa dosa tidak dapat dihapus.
Kita dapat memetik pelajaran dari kehidupan Abraham, dengan menyadari bahwa gelombang goncangan dosa dapat bergema dari generasi ke generasi..
Bahkan dapat menyebabkan kerugian bagi orang-orang yang belum lahir.
Apa akibat dosa orang lain yang pernah Anda alami? Apa akibat negatif dosa Anda terhadap orang lain?


