Pelajaran 7: Lima Tanda Kemenangan Kristus Atas Kematian

AYAT INTI: “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut'” (Why. 1: 17, 18).

Pusat dari iman Kristen adalah kebangkitan Kristus. Paulus mengatakan, “”Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.

Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus” (1 Kor. 15: 16- 18).

Begitu pentingnya kebangkitan Yesus bagi seluruh iman orang Kristen dan rencana keselamatan.

Kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang percaya sangat penting di ketahui, untuk mematahkan keyakinan bahwa orang mati telah pergi kesurga.

Jika orang mati telah di surga, maka kedatangan Yesus tidak diperlukan dan kebangkitan orang mati di akhir zaman tidak juga diperlukan.

Kita akan melihat kebangkitan Kristus dan semua bukti meyakinkan yang Dia telah berikan kepada kita untuk memercayainya.

1. Kubur Yang Disegel Terbuka

Dari rencana pembunuhan Yesus hingga kematian-Nya, ada beberapa kejadian yang menarik.

Pertama, Yudas mengkhianati Yesus ([Luk. 22:3, 4; Yoh. 13:26, 27).

Kedua, para imam kepala dan tua-tua jemaat untuk menuntut kematian-Nya (Mat. 26: 59, Mat. 27: 20).

Ketiga, Setelah Yesus ditangkap, “semua murid-murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri” (Mat. 26: 56).

Keempat, Petrus menyangkal Dia tiga kali (Mat. 26: 69- 75).

Kelima, Kuburan Yesus yang dipahat dari batu, ditutup dengan batu besar dan di segel, di jaga dan diawasi oleh para tentara Romawi (Mat. 27: 57- 66),

Setan berusaha menahan Yesus untuk tidak keluar dari Kubur.

Mengenai kebangkitan-Nya, terlalu sering Yesus menyampaikan pesan bahwa Dia akan mati tetapi akan bangkit pada hari ketiga.

Dia menyamakan seperti kisah Yunus, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” (Mat. 12: 39, 40).

Mengingat hal itu, maka para imam-imam berusaha mencegah kebangkitan-Nya dengan menempatkan para penjaga.

Bacalah Matius 27: 62-66 dan perhatikan upaya mereka menjaga kuburan Yesus demi mencegah dia bangkit.

Mereka ingin memastikan perkataan Yesus tentang kebangkitan-Nya tidak akan terjadi.

2. Dia Bangkit dari Kematian

Upaya para Imam untuk mencegah Yesus bangkit gagal total. Bacalah Matius 28, di perikop ini diterangkan upaya manusia menahan Yesus tetap dalam kubur tidak berhasil.

Beberapa peristiwa yang terjadi Ketika Yesus bangkit dan keluar dari kubur.

  1. Terjadi gempa bumi yang hebat.

Gempa terjadi karena seorang malaikat Tuhan turun dari langit. Kedatangannya untuk menggulingkan batu itu. Setelah terguling dia duduk diatasnya.

  1. Para tentara penjaga kubur takut dan pingsan

Reaksi para tentara yang menjaga kubur itu takut dan pingsan. Mereka tidak tahan terhadap kemuliaan malaikat dan gempat yang terjadi. Mereka tersungkur.

Mereka mengetahui bahwa kubur di mana Yesus dibaringkan kosong, tidak ada orang yang mencurinya, mereka mengetahui bahwa Yesus benar-benar telah bangkit.

  1. Para perempuan datang ke kubur Yesus dan menemukan telah kosong. Malaikat itu memberitahu bahwa Yesus telah bangkit. (Matius 28:1-6).

Para pemimpin agama menjadi gelisah dengan kesaksian para penjaga bahwa kubur Yesus kosong dan bahwa Yesus telah bangkit.

Lalu mereka sepakat untuk memberikan sogokan kepada para penjaga supaya mereka diam dan menutupi kebenaran yang mereka telah lihat sendiri.

“Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.” Matius 28:13.

Semua upaya mereka telah gagal. Pertama, mencegah Yesus keluar dari kubur. Upaya ini tidak berhasil, mereka melanjutkan skenarion kedua yaitu mengarang cerita bohong bahwa Yesus tidak bangkit tetapi mayatnya dicuri para murid.

Semua usaha itu gagal dan kebangkitan Yesus segera tersiar.

3. Banyak Yang Bangkit Bersama Dengan Dia

Berita kebangkitan Yesus mengalahkan scenario para imam yang terus menutupi fakta kebangkitan-Nya.

Dalam Matius 27:51-53, satu peristiwa yang merontokkan teori para imam-imam. Yaitu kebangkitan orang-orang kudus.

“Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.”

Kisah kebangkitan Yesus bersama-sama dgn orang-orang kudus dijelaskan sebagai berikut:

  1. Dua gempa bumi menandai peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus. Gempa bumi yg pertama membuat kubur orang-orang kudus terbuka, gempa bumi yg kedua Yesus bangkit dari kubur dan orang² kudus ikut bangkit dari kubur.
  2. Orang-orang kudus yang telah bangkit itu masuk ke kota Yerusalem dan menampakkan diri kepada banyak org. Mereka bangkit sebagai saksi kebangkitan Kristus dan sebagai bentuk dasar dari mrk yg akan dibangkitkan pada akhir zaman.
  3. “Selama masa kerja-Nya, Yesus telah membangkitkan orang mati. Ia telah membangkitkan anak laki-laki seorang janda di Nain. dan anak perempuan seorang penghulu dan Lazarus. Tetapi orang-orang ini tidak berpakaikan sifat baka.

Sesudah mereka dibangkitkan, mereka masih di bawah kuasa maut. Tetapi mereka yang keluar dari kubur pada saat kebangkitan Kristus dibangkitkan kepada hidup kekal.

Mereka naik dengan Dia sebagai tanda kemenangan-Nya atas maut dan kubur.

Orang-orang ini masuk ke dalam kota, dan kelihatan kepada banyak orang, menyatakan bahwa Kristus sudah bangkit dari antara orang mati, dan kami bangkit dengan Dia. Demikianlah kebenaran kebangkitan yang suci itu telah diabadikan” [Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 438].

Meskipun para imam dan para pemimpin umat berhasil mempengaruhi penguasa Romawi dan orang banyak untuk menyalibkan Yesus, namun mereka lupa bahwa yg mereka salibkan itu adalah Yang Mahatinggi yg berkuasa atas kerajaan manusia, berkuasa atas kehidupan dan kematian.

Ketika mereka berusaha menutupi kebenaran bahwa Yesus bangkit, kebohongan mereka dapat dibatalkan oleh keberadaan org² suci yang dibangkitkan yg telah membawa kesaksian itu ke kota Yerusalem.

Setelah kebangkitan Yesus, banyak orang Yahudi mendapat bukti yang kuat untuk percaya di dalam kebangkitan-Nya dan mereka menerima Dia sebagai Juruselamat mereka, dan banyak lagi yang menerima Yesus, termasuk imam-imam [Kis. 6:7]. Bagaimana dengan anda?

4. Saksi-Saksi Kristus Yang Telah Bangkit Bercerita

Baca Yohanes 20:11-29; 1 Korintus 15:5-8.

Beberapa saksi yang telah menyaksikan bahwa Yesus bangkit adalah:

a. Maria. Malaikat berkata kepada Maria dan beberapa perempuan bahwa Yesus sudah bangkit. Tetapi Yesus segera menampakkan dirinya kepada perempuan-perempuan tersebut.

b. Petrus dan 2 orang murid. Yesus menampakkan diri kepada Petrus dan kepada dua orang murid dalam perjalanan ke Emaus.

c. Murid-murid Yesus. Yesus datang ke ruang atas di mana para murid sedang berkumpul. Para murid awalnya merasa seram dan ketakutan tetapi kemudian dipenuhi dengan sukacita dan kagum.

d. Tomas. Seminggu kemudian Yesus datang lagi di ruangan yang sama tanpa membuka pintu dan bahkan Tomas pun percaya pada kebangkitan Yesus. Dalam pertemuan pertama Yesus dan para murid, Tomas tidak ada.

Tomas tidak percaya Yesus bangkit. Tomas berkata bahwa dia akan percaya bahwa Yesus bangkit jika dia melihat bekas lubang paku di tangan dan mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu, Tomas tidak akan percaya bahwa Yesus sudah bangkit.

Akhirnya Tomas melihat Yesus dan Yesus meminta Tomas untuk menaruh jarinya di bekas lubang dan Tomas percaya.

Yesus berkata, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. Tomas percaya karena telah melihat.

e. 500 orang percaya. Selama empat puluh hari sejak kebangkitan hingga kenaikan-Nya ke surga, Yesus menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus orang.

f. Para Murid di Galilea. Yesus bergabung dengan para murid di danau Galilea dan sarapan dengan mereka.

g. Rasul Paulus. Paulus menganggap dirinya juga sebagai saksi dari Kristus yang bangkit, yang menampakkan diri kepadanya di jalan menuju Damaskus.

7. Buah Sulung dari Mereka yang Telah Mati.

Ayat 1 Korintus 15:20; Ulangan 26:1-11.

Yesus adalah “buah sulung” yang dibangkitkan dari antara orang mati. Yesus bukanlah yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati.

Persembahan “Buah sulung” adalah praktik pertanian Israel kuno dengan makna keagamaan yang mendalam.

Orang Israel meyakini bahwa TUHAN sebagai pemberi yang murah hati, yang telah memercayakan para penatalayan-Nya dengan tanah tempat tanaman bertumbuh dan siap untuk di panen.

“Buah sulung” menandakan bukan hanya panen telah mulai tetapi juga memperlihatkan kualitas yang dihasilkan.

Paulus menggunakan kiasan dari bidang pertanian untuk menunjukkan bahwa kita akan menjadi seperti Kristus.

Rasa dari buah sulung akan menunjukkan seperti apa seluruh hasil panen dari tanaman itu.

Jadi Kristus sebagai “buah sulung” menunjukkan bagaimana nantinya tubuh manusia yang dibangkitkan ketika “panen” terakhir Allah.

Yesus akan membangkitkan manusia dari kematian dan membawa manusia ke hadirat-Nya.

Namun ada perbedaan ketika Yesus bangkit dengan manusia bangkit. Ketika Yesus dibangkitkan, di dalam tubuh Yesus yang kekal itu masih ada tanda-tanda penyaliban.

Sementara manusia yang dibangkitkan untuk menerima hidup kekal tidak akan lagi membawa tanda-tanda fisik dari penderitaan mereka di dunia.

Dalam Kristus, tanda-tanda penyaliban-Nya yang kejam akan dibawa-bawa-Nya sampai selama-lamanya.

Setiap tanda paku akan menceritakan Riwayat penebusan manusia yang Ajaib dan harga mahal yang telah dibayarkan.

Tanda-Nyalah yang menjamin manusia bahwa semua tanda pada manusia akan hilang selamanya.

Kesimpulan.

Beberapa poin penting:

1. Bukti sejarah sangat kuat bahkan mereka yang tidak dapat menerima kenyataan tentang kebangkitan pun terpaksa mengakui banyak orang percaya bahwa mereka telah melihat Yesus yang telah bangkit.

2. Untuk menahan kepastian kebangkitan Yesus di antara orang banyak maka beberapa berpendapat bahwa semua murid berhalusinasi tentang kebangkitan Yesus.

Yang lain berpendapat bahwa Yesus tidak benar-benar mati di kayu salib, namun hanya pingsan, dan waktu Ia menampakkan diri lagi para pengikut-Nya mengira bahwa Ia dibangkitkan dari kematian.

Bahkan ada yang percaya bahwa Yesus memiliki saudara kembar yang para murid telah mengira sebagai Kristus yang telah bangkit.

3. Seruan Yesus “sudah selesai” kedengaran di antara orang mati. Suara itu menembusi dinding kubur dan memanggil orang yang tidur untuk bangkit.

Demikianlah akan terjadi bila suara Kristus akan didengar oleh mereka yang mati di dalam TUHAN. Suara Yesus akan menembusi kubur dan orang yang mati dalam Kristus akan bangkit.

4. Ketika Yesus bangkit, beberapa kubur terbuka tetapi ketika Ia datang kedua kalinya semua orang mati yang mulia itu akan mendengar suara-Nya dan keluar dari kubur dalam tubuh yang mulia dan baka.

5. Kuasa yang sama yang membangkitkan Yesus akan membangkitkan jemaat-Nya.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *