
Bagaimana belajar Alkitab
13 Pelajaran — Panduan Studi Alkitab yang Mendalam dan Praktis
Disusun kembali dari materi “How to Study Your Bible”, dengan format pengajaran yang sistematis, jelas, dan aplikatif.
Tujuan akhir studi Alkitab bukan sekadar mengetahui lebih banyak tentang Firman, tetapi semakin mengenal Kristus dan menghidupi kebenaran-Nya.
Tema Besar: Mengapa kita perlu mempelajari Alkitab, dan bagaimana seharusnya Alkitab membentuk kehidupan kita?
Ayat Hafalan
“Jika kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”— Yohanes 8:31–32
Bacaan Utama: 2 Timotius 3:14–17; Yohanes 8:31–47; Amsal 2:1–15; 2 Petrus 1:16–21; Yakobus 1:22–25; Mazmur 119:96–105.
PEMBUKA
Kita Punya Alkitab, Tetapi Apakah Kita Mengenal Firman Tuhan? Alkitab mungkin adalah buku yang paling dikenal dalam kehidupan orang Kristen.
Kita membawanya ke gereja. Kita membacanya dalam ibadah. Kita mendengarkan ayat dari khotbah. Kita bahkan mungkin memiliki beberapa Alkitab di rumah.
Sekarang Alkitab juga sangat mudah ditemukan. Ada aplikasi, berbagai terjemahan, audio Alkitab, komentar, video, dan berbagai alat bantu lainnya.
Namun ada sebuah pertanyaan yang lebih penting:
Apakah kemudahan memiliki Alkitab otomatis membuat kita menjadi orang yang memahami dan melakukan Firman Tuhan?
Belum tentu.
Seseorang dapat memiliki Alkitab tetapi jarang membacanya. Seseorang dapat rajin membaca tetapi tidak memahami konteksnya. Seseorang dapat memahami banyak ayat tetapi tidak membiarkan Firman itu mengubah kehidupannya.
Karena itu pelajaran ini tidak dimulai dengan pertanyaan: “Berapa banyak Alkitab yang kita baca?”
Tetapi: “Apa yang terjadi kepada kita ketika kita sungguh-sungguh mempelajari Firman Tuhan?”
Pelajaran pertama dari buku ini menempatkan Alkitab di pusat kehidupan Kristen. Tujuan belajar Alkitab bukan sekadar memperoleh pengetahuan agama. Alkitab membawa kita kepada Kristus, mengajar kita, mengoreksi kita, memperlengkapi kita, dan membentuk cara kita hidup.
1. ALKITAB ADALAH GURU KITA
2 Timotius 3:14–17
Paulus memberikan salah satu penjelasan paling penting mengenai fungsi Kitab Suci.
Ia mengatakan bahwa Kitab Suci dapat:
• memberikan hikmat,
• menuntun kepada keselamatan melalui iman kepada Kristus,
• mengajar,
• menyatakan kesalahan,
• memperbaiki kelakuan,
• mendidik orang dalam kebenaran,
• dan memperlengkapi manusia untuk melakukan pekerjaan yang baik.
Perhatikan bahwa semuanya bergerak menuju kehidupan. Alkitab bukan hanya buku untuk dibaca. Alkitab adalah Firman yang mendidik manusia.
Alkitab membawa kita kepada Kristus
Paulus berkata bahwa Kitab Suci dapat memberikan hikmat yang menuntun kepada keselamatan melalui iman dalam Kristus Yesus.
Ini memberikan sebuah prinsip penting:
Pusat belajar Alkitab bukan Alkitab itu sendiri, melainkan Allah yang dinyatakan melalui Alkitab—dan terutama Yesus Kristus.
Kita dapat mempelajari:
• sejarah Israel,
• nubuat Daniel,
• Wahyu,
• doktrin,
• silsilah,
• bahasa Ibrani,
• bahasa Yunani,
tetapi semuanya kehilangan pusat apabila tidak membawa kita semakin mengenal Kristus.
Karena itu ketika kita belajar Alkitab, pertanyaan pentingnya bukan hanya:
“Apa informasi baru yang saya temukan?”
Tetapi:
“Apa yang bagian ini nyatakan kepada saya tentang Allah dan Kristus?”
2. ALKITAB TIDAK HANYA MENGAJAR, TETAPI JUGA MEMPERBAIKI
2 Timotius 3:16 menyebut beberapa pekerjaan Firman Tuhan.
Mengajar
Firman menunjukkan apa yang benar.
Menyatakan kesalahan
Firman menunjukkan ketika pemikiran atau kehidupan kita tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Memperbaiki
Firman tidak berhenti dengan mengatakan:
“Kamu salah.”
Firman juga menunjukkan jalan untuk kembali.
Mendidik dalam kebenaran
Firman kemudian membentuk kehidupan kita secara terus-menerus.
Jadi ada proses:
Firman mengajar → Firman menegur → Firman memperbaiki → Firman membentuk.
Ini berarti kita tidak boleh hanya mencari ayat-ayat yang membuat kita merasa nyaman.
Kadang-kadang bagian Alkitab yang paling kita perlukan justru bagian yang mengganggu kenyamanan kita.
3. FIRMAN TUHAN MEMBERI KEBEBASAN
Yohanes 8:31–32
Yesus menghubungkan tiga hal:
tinggal dalam firman → menjadi murid → mengenal kebenaran → mengalami kebebasan.
Menarik bahwa Yesus tidak mengatakan: “Kalian akan bebas karena kalian dapat melakukan apa saja.”
Kebebasan dalam Kristus bukan kebebasan untuk mengikuti semua keinginan diri. Sebaliknya, manusia dapat menjadi “bebas” secara lahiriah tetapi tetap diperbudak oleh dosa.
Yesus menunjukkan bahwa kebenaran mempunyai kuasa untuk membebaskan.
Apa hubungan Alkitab dengan kebebasan?
Ketika kita belajar Firman Tuhan, kita mulai melihat kehidupan dengan lebih jelas. Kita belajar membedakan:
• kebenaran dan kebohongan,
• dosa dan ketaatan,
• keinginan dan kebutuhan,
• kebebasan dan perbudakan,
• kehendak Allah dan kehendak diri sendiri.
Firman Tuhan memberikan kerangka untuk memahami kehidupan. Karena itu belajar Alkitab bukan kegiatan tambahan bagi orang Kristen.
Belajar Alkitab merupakan bagian dari proses menjadi murid Yesus.
Buku sumber menekankan bahwa kebebasan yang dibicarakan Perjanjian Baru bukan terutama kebebasan politik atau kebebasan melakukan apa saja, melainkan kebebasan yang berkaitan dengan kehidupan di dalam Kristus dan pekerjaan Roh Kudus.
4. APA ARTINYA “TINGGAL DALAM FIRMAN”?
Yesus berkata: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku…” Kata tetap penting. Belajar Alkitab bukan hubungan sesekali. Bukan hanya ketika:
• menghadapi masalah,
• akan berkhotbah,
• mengikuti Sekolah Sabat,
• membutuhkan ayat penghiburan,
• atau sedang mencari jawaban.
Firman Tuhan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita bisa membayangkannya seperti makanan. Tidak masuk akal seseorang berkata:
“Saya makan banyak sekali bulan lalu. Jadi bulan ini saya tidak perlu makan.”
Demikian pula kehidupan rohani. Pengalaman rohani masa lalu tidak menggantikan kebutuhan kita untuk terus datang kepada Firman.
5. DATANGLAH KEPADA ALKITAB SEPERTI MENCARI HARTA
Amsal 2:1–15
Amsal memberikan gambaran yang sangat indah. Kita diminta mencari hikmat seperti mencari: perak dan harta yang tersembunyi. Perhatikan kata-katanya:
• menerima,
• menyimpan,
• memperhatikan,
• mencenderungkan telinga,
• membuka hati,
• mencari,
• menyelidiki.
Semua menggambarkan usaha yang sungguh-sungguh. Artinya, belajar Alkitab tidak selalu mudah. Ada bagian yang langsung kita mengerti.
Ada bagian yang membutuhkan penelitian. Ada pertanyaan yang membutuhkan waktu.
Ada teks yang harus dibaca berulang kali. Ada hubungan antarteks yang baru terlihat setelah kita mempelajarinya lebih jauh. Karena itu kita membutuhkan ketekunan.
6. ALKITAB: FIRMAN ALLAH DALAM BAHASA MANUSIA
Ini bagian yang sangat penting. Alkitab berasal dari Allah, tetapi disampaikan melalui manusia. Ada banyak penulis.
Ada berbagai zaman. Ada berbagai budaya. Ada berbagai bentuk tulisan. Ada sejarah. Ada puisi. Ada hukum. Ada surat. Ada Injil. Ada nubuat.
Karena itu kita perlu belajar bagaimana memahami cara manusia menyampaikan pesan ilahi tersebut.
Buku sumber menggambarkan Alkitab sebagai memiliki unsur ilahi sekaligus manusiawi. Allah menyampaikan wahyu-Nya melalui para penulis yang menggunakan bahasa dan kemampuan manusia mereka.
Hal ini sangat penting untuk cara kita membaca Alkitab. Kita tidak boleh berkata:
“Karena ini Firman Tuhan, saya tidak perlu memperhatikan konteks sejarah dan bahasa.”
Sebaliknya, justru karena kita menghargai Firman Tuhan, kita ingin memahami teks itu dengan sebaik-baiknya.
7. MENGAPA KONTEKS SANGAT PENTING?
Bayangkan seseorang membaca sebuah surat yang ditulis kepada orang lain 2.000 tahun lalu.
Kalau kita hanya mengambil satu kalimat tanpa membaca keseluruhan surat, kita mungkin salah memahami maksud penulis.
Demikian juga Alkitab. Kita perlu bertanya:
Siapa yang berbicara?
Kepada siapa?
Dalam situasi apa?
Apa masalah yang sedang dibicarakan?
Apa yang terjadi sebelum dan sesudah ayat itu?
Apa tujuan penulis?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan berarti kita meragukan Alkitab. Justru sebaliknya. Kita sedang berusaha mendengar apa yang sebenarnya dikatakan oleh teks.
Dan ini akan menjadi dasar bagi pelajaran-pelajaran berikutnya.
8. ALKITAB ADALAH WAHYU ALLAH
2 Petrus 1:16–21
Petrus menjelaskan bahwa para nabi berbicara karena mereka didorong oleh Roh Kudus. Jadi ketika kita membuka Alkitab, kita tidak sedang membaca kumpulan pendapat manusia semata.
Di dalamnya terdapat kesaksian mengenai Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia.
Buku sumber menekankan bahwa Alkitab bukan hanya catatan mengenai wahyu Allah di masa lalu. Firman tersebut tetap memiliki relevansi bagi manusia pada masa kini karena sumber wahyu itu adalah Allah.
Wahyu Allah mencapai puncaknya dalam Kristus
Alkitab membawa kita kepada Yesus. Kita membaca tentang:
• penciptaan,
• kejatuhan manusia,
• janji keselamatan,
• Israel,
• para nabi,
• pelayanan Yesus,
• kematian-Nya,
• kebangkitan-Nya,
• gereja,
• dan pengharapan kedatangan-Nya.
Semuanya harus dibaca dalam gambaran besar karya Allah. Karena itu ketika kita mempelajari Alkitab, kita sedang masuk ke dalam sebuah kisah besar:
Allah mencari manusia yang telah jatuh dan membawa manusia kembali kepada-Nya melalui Kristus.
9. ALKITAB BUKAN HANYA UNTUK DIDENGAR
Yakobus 1:22–25
Yakobus memberikan ilustrasi yang sangat kuat: cermin.
Orang melihat dirinya di cermin. Ia tahu seperti apa dirinya. Tetapi kemudian ia pergi dan tidak melakukan apa-apa.
Demikian juga orang yang mendengar Firman tetapi tidak melakukannya.
Mengapa ilustrasi ini penting?
Karena ada bahaya dalam belajar Alkitab. Kita bisa menjadi pengumpul pengetahuan. Kita tahu banyak. Kita dapat menjelaskan doktrin. Kita tahu ayat. Kita dapat memenangkan diskusi.
Tetapi apakah kita menjadi lebih sabar? Lebih rendah hati? Lebih mengasihi? Lebih jujur? Lebih mudah mengampuni? Lebih bersedia melayani?
Jika tidak, kita perlu bertanya: Apa yang sebenarnya terjadi dalam cara kita belajar Alkitab?
10. TIGA GERAKAN BELAJAR ALKITAB
Dari pelajaran ini kita dapat melihat tiga gerakan penting.
Pertama: INFORMASI
Apa yang dikatakan Alkitab?
Kita membaca.
Kita mengamati.
Kita mencari konteks.
Kita belajar.
Kedua: PEMAHAMAN
Apa maksudnya?
Kita menafsirkan.
Kita membandingkan bagian Alkitab.
Kita memperhatikan bahasa, sejarah, dan konteks.
Ketiga: TRANSFORMASI
Apa yang harus berubah dalam hidup saya? Inilah bagian yang sering dilupakan.
Belajar Alkitab belum selesai ketika kita menemukan arti sebuah ayat. Belajar Alkitab selesai ketika kebenaran itu mulai dihidupkan.
11. BELAJAR ALKITAB MEMBUTUHKAN KETEKUNAN
Disini kita menggunakan Yakub sebagai gambaran. Dalam Kejadian 32, Yakub bergumul dan tidak mau melepaskan sebelum menerima berkat.
Prinsip yang dibawa ke dalam belajar Alkitab adalah: Jangan cepat menyerah ketika menemukan bagian yang sulit.
Kita boleh bertanya. Kita boleh mengatakan: “Saya belum mengerti.” Tetapi jangan berhenti di sana.
Baca lagi. Bandingkan. Cari hubungan dengan ayat lain. Gunakan alat bantu. Berdoa. Renungkan.
Kemudian kembali kepada teks.
Buku sumber menutup pelajaran dengan prinsip tiga tahap yang sangat penting: pertama memahami apa yang dikatakan teks, kemudian memahami apa artinya bagi orang pada zaman Alkitab, dan akhirnya menerapkannya bagi pertumbuhan rohani kita sekarang.
Ini akan menjadi prinsip dasar untuk seluruh 13 pelajaran kita.
12. DARI SINI KITA MEMBANGUN METODE
Mulai pelajaran berikutnya, kita akan belajar bagaimana melakukan semua ini secara praktis. Urutannya akan menjadi:
Pelajaran 1
Mengapa Alkitab menjadi pusat kehidupan kita?
Pelajaran 2
Apa tujuan sebenarnya dari belajar Alkitab?
Pelajaran 3
Bagaimana menafsirkan teks Alkitab dengan benar?
Pelajaran 4
Bagaimana doa dan perenungan bekerja dalam belajar Alkitab?
Pelajaran 5
Bagaimana membaca puisi, sejarah, perumpamaan, dan nubuat?
Pelajaran 6
Bagaimana mempelajari satu tema Alkitab?
Pelajaran 7
Bagaimana melakukan studi induktif?
Dan seterusnya.
Jadi pelajaran ini adalah fondasi.
CARA PRAKTIS MENGAWALI BELAJAR ALKITAB
Mulai sekarang, ketika membuka sebuah bagian Alkitab, jangan langsung bertanya: “Apa yang bisa saya khotbahkan dari ayat ini?” atau: “Apa yang bisa saya pakai untuk menjawab orang lain?”
Mulailah dengan:
- Apa yang dikatakan teks?
- Apa yang dimaksudkan dalam konteksnya?
- Apa yang teks ini nyatakan tentang Allah?
- Apa yang teks ini nyatakan tentang manusia?
- Apa yang harus saya lakukan?
Ini adalah pola sederhana yang akan terus kita kembangkan.
PERTANYAAN DISKUSI
- Mengapa seseorang dapat memiliki banyak pengetahuan Alkitab tetapi belum tentu mengalami pertumbuhan rohani?
- Apa perbedaan antara membaca Alkitab dan tinggal dalam Firman Kristus?
- Mengapa kita perlu memperhatikan konteks sejarah dan budaya ketika mempelajari Alkitab?
- Bagaimana kita menjaga keseimbangan antara memahami Alkitab sebagai Firman Allah dan memahami bahwa Alkitab disampaikan melalui manusia?
- Mengapa Yakobus membandingkan Firman Tuhan dengan cermin?
- Apa yang biasanya membuat kita berhenti ketika menemukan bagian Alkitab yang sulit?
REFLEKSI PRIBADI
Jika Firman Tuhan Benar-Benar Menjadi Pusat Hidup Saya…
Ambil waktu sejenak. Jangan jawab secara teori. Tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah saya belajar Alkitab untuk mengenal Allah, atau hanya untuk mengetahui lebih banyak?
Apakah saya lebih sering mencari ayat untuk diri sendiri atau untuk orang lain?
Apakah ada kebenaran Alkitab yang sudah saya ketahui tetapi belum saya lakukan?
Lalu jawab satu pertanyaan terakhir:
Jika saya sungguh-sungguh membiarkan Firman Tuhan membentuk hidup saya minggu ini, satu hal apa yang harus berubah?
Tuliskan satu saja.
Saya perlu ____________________________.
LATIHAN MINGGU INI
Pilih satu pasal Alkitab. Jangan membaca terlalu banyak. Baca pasal tersebut tiga kali.
Bacaan pertama:
Baca untuk mengetahui gambaran keseluruhan.
Bacaan kedua:
Tandai kata, kalimat, atau gagasan yang berulang.
Bacaan ketiga:
Tanyakan:
- Apa yang dikatakan?
- Apa yang saya pelajari tentang Allah?
- Apa yang saya pelajari tentang manusia?
- Apa yang harus saya lakukan?
Tuliskan hasilnya. Tidak perlu panjang. Yang penting: mulai belajar Alkitab dengan cara yang berbeda.
DOA PENUTUP
Tuhan, Kami bersyukur karena Engkau tidak meninggalkan manusia tanpa petunjuk.
Engkau memberikan Firman-Mu supaya kami mengenal-Mu, mengenal Kristus, memahami kehendak-Mu, dan mengetahui bagaimana menjalani kehidupan.
Ampuni kami jika selama ini kami hanya membaca tanpa benar-benar mendengar. Kami sering mencari jawaban untuk orang lain, tetapi lupa membiarkan Firman-Mu berbicara kepada diri kami sendiri.
Bukalah mata kami. Bukalah pikiran kami. Lembutkan hati kami. Ajarlah kami bukan hanya menjadi pendengar Firman, tetapi pelaku Firman.
Dan ketika kami membuka Alkitab, biarlah kami semakin mengenal Yesus.
Dalam nama Yesus. Amin.
Inti Pelajaran 1
Alkitab bukan diberikan hanya supaya kita tahu lebih banyak tentang Tuhan. Alkitab diberikan supaya kita mengenal Tuhan, mengenal Kristus, dan mengalami perubahan hidup melalui kebenaran-Nya.
