Normal Baru

Normal baru adalah cara baru untuk hidup normal ditengah pandemic yang masih membara hingga saat ini.

Normal baru ini akan mengganti normal lama yaitu cara hidup sebelum ada virus corona.

Normal lama hidup bebas tanpa masker, tanpa jaga jarak, tanpa karantina. Semua aktifitas pekerjaan, sekolah, beribadah berjalan seperti biasa ditempat yang semestinya.

Berdesakan, berjabat tangan, pelukan, ciuman hal normal..

Namun setelah pandemic virus corona yang mendunia semua yang normal itu tidak boleh lagi dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan, mungkin sampai vaksin ditemukan.

Kondisi normal baru adalah kita harus bisa hidup berdampingan dengan virus corona di keseharian kita tanpa tertular ataupun menularkan virus ke orang lain.

Era normal baru yaitu bekerja, beribadah, sekolah dari rumah..

Hidup kita tidak akan pernah sama lagi. Tatanan hidup kita sebelum pandemic tidak berlaku di era pandemic saat ini.

Karantina yang diterapkan beberapa negara selama berbulan-bulan telah memporakporandakan ekonomi.

Sementara kalau dibiarkan begitu saja, maka seluruh negara akan lumpuh dalam sekejap karena semua orang sakit sementara fasilitas perawatan dan tenaga medis tak cukup menampung.

Pilihan buruk dari yang terburuk yaitu karantina atau lockdown.

Karantina dampaknya kepada penurunan perekonomian. Jika hanya berlangsung sementara dua sampai tiga bulan mungkin masih bisa bertahan.

Kapan berakhir tidak tau..

Tetapi masalahnya pandemic ini tidak tahu kapan akan berakhir.

Jika ditengah ketidakpastian ini, karantina atau pembatasan terus dilakukan, maka kehancuran total perekonomian tinggal menghitung hari.

Itu sebabnya beberapa negara mulai melonggarkan pembatasan sosial dan mengijinkan kembali masyarakat beraktifitas seperti biasa, tetapi dengan protocol kesehatan yang ketat.

Di Indonesia, presiden Jokowi mengatakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan COVID-19, bukan berarti pasrah atau menyerah terhadap virus.

Kita harus melawan virus ini sampai tuntas dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat dalam keseharian, seperti kenakan masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kontak fisik, dll.

WHO juga mengatakan bahwa virus ini tidak akan segera hilang dari masyarakat dan mungkin akan tetap ada dalam waktu yang panjang.

Karena itu karantina tidak bisa terus dilakukan..

Ambil contohnya kota Wuhan di China. Setelah dinyatakan bebas virus corona, karantina dicabut, warga kembali bebas beraktifitas dengan protocol kesehatan.

Namun kembali ditemukan satu orang positif corona, karena itu pemerintah kembali akan mengadakan tes untuk 11 juta penduduk kota itu.

Jadi daerah yang dinyatakan bebas sekalipun belum tentu bebas murni dari virus.

Pilihan yang buruk

Karena itu pilihan yang buruk dari yang buruk adalah mengembalikan aktifitas warga seperti biasa dengan budaya normal baru.

Jika seluruh akfititas masyarakat kembali normal, itu berarti tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian akan dibuka seperti mal-mal akan dibuka.

Perusahaan-perusahaan akan buka, tempat-tempat ibadah akan buka, bandara, sekolah-sekolah, pelabuhan-pelabuhan, tempat-tempat wisata, transportasi dll

Padahal sebagaimana yang kita ketahui pusat-pusat keramaian ini yang selama ini menjadi sumber penularan paling besar.

Akankah saya bisa pergi kepantai menikmati birunya laut dengan hati yang tenang? Dapatkah saya pergi ke gereja dan menikmati ibadah dengan hati yang tenang?

Bisakah saya memberangkatkan anak-anak saya ke sekolah dengan hati yang tenang?

Tentu banyak pertanyaan yang akan menjejali pikiran kita..

Kita semua harus hadapi kenyataan ini..

Sekarang semua terserah kita. Pemerintah telah melakukan bagiannya walaupun masih ada kekurangan.

Sekarang bagian kita. Anggaplah sepanjang dua bulan ini kita telah dilatih dan berlatih bagaimana cara bebas dari virus corona.

Soal pengetahuan tentang virus kita sudah ahlinya, soal teori jaga jarak kita juga sudah paham. Kita sudah lulus walau tidak dapat ijazah..

Anak saya saja yang berumur 3 tahun sudah mengerti kenapa kita harus pakai masker. Dia sudah tahu kenapa tidak boleh pergi ke mall ke tempat permainan anak favoritnya.

Dia sudah tahu kenapa harus rajin cuci tangan. Dia sudah tau kenapa belum bisa berkumpul di gereja..

Sekarang terserah kita saja untuk mempraktekkan apa yang kita sudah tahu..

Kehidupan yang sejati yang memberi manfaat dalam kehidupan adalah ketika kita dapat mempraktekkan apa yang kita sudah ketahui.

Pengetahuan tanpa praktek itu hanya teori. Teori kalau tidak dipraktekkan tidak berguna.

Cara hidup normal baru

“Normal baru” memang tidak normal, tetapi supaya hidup tetap normal kita harus menyesuaikan diri dengan budaya baru ini.

Jangan keluhkan ketidak nyamanan normal baru ini. Memang tidak nyaman, tetapi demi kenyamanan hidup bersama, mau tidak mau, suka tidak suka harus dipraktekkan.

Ribet, tidak praktis, membebani, itu pasti..

Tetapi itu jauh lebih baik. Sebab jauh lebih ribet lagi jika anda tertular virus ini. Anda akan dikarantina sampai sembuh.

Ribet dan rumitnya bukan hanya di anda. Bayangkan keluarga anda atau orang lain akan sibuk urusin kesana kemari demi anda..

Bayangkan para petugas medis yang sangat beresiko tertular. Sudah banyak lho, petugas medis yang meninggal..

Jadi jangan pikir rumit di anda saja..

Mari selamatkan diri dan orang lain dari virus corona.

Era normal baru ini boleh beraktifitas dengan normal, tetapi jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan yang rajin. Kunci keberhasilannya adalah disiplin yang tinggi.

Dengan demikian, roda ekonomi bisa berputar kembali, sekolah, ibadah bisa berjalan lagi, kehidupan kembali normal, tetapi dengan normal baru.

Ekomoni pulih, kesehatan pulih..

Normal baru dengan masker, jaga jarak, cuci tangan yang kita lakukan berulang-ulang setiap hari, lama-lama akan menjadi sebuah kebiasaan.

Kebiasaan normal baru yang kita lakukan terus menerus akan menjadi karakter kita. Kalau sudah jadi karakter sulit atau tidak bisa diubah lagi.

Pakai masker sudah jadi karakter, jaga jarak sudah karakter, cuci tangan sudah karakter. Karena sudah jadi karakter, otomatis tidak mau berkerumun seperti di tempat kemarin itu..

Kalau sudah jadi karakter virus corona akan lenyap sendiri karena tidak ada lagi yang ngopeni..

Maka Siap-siap kembali ke normal lama..kenormalan yang sejati..

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.