Nama Sang Pencipta Dalam Alkitab: Menyebutkan dan Menggunakan Nama TUHAN (YHWH)

Oleh: Pdt. Donny Chrissutianto, Ph.D

Hakim-hakim 13:18

“Tetapi jawab malaikat TUHAN (YHWH) itu kepadanya: Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”

Siapakah Malaikat TUHAN ini?

Allah (Hakim. 13:22).

YHWH karena menerima korban bakaran dan sajian (Hakim 13:23).

ULANGAN 28:58

Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Tuhan yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut akan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN (YHWH) Allahmu.

MALEAKHI 1:6-7

Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu? Kamu membawa roti cemar ke atas mazbah-Ku.

Ulangan 29:29

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.

“NAMA-NAMA” ALLAH

El, Allah yang Kuat

Elohim, Sang Pencipta yang Maha Kuasa

Elyon, Allah yang Maha Tinggi

Elohe Yisrael, Allah Israel

El Olam, Allah yang Kekal

El Roi, Allah yang Melihat

El Shaddai, Allah yang Maha Perkasa

Immanuel, Allah bersama kita

ʾělōhîm (elohim)

ělōhîm (elohim) adalah gelar dari makhluk (Oknum) atau element yang disembah oleh Israel atau bangsa-bangsa kafir di Perjanjian Lama.

Kata elohim (Allah atau God) bukanlah nama yang menciptakan langit dan bumi (Kej. 1:1).

Elohim adalah gelar keilahian dari yang menciptakan langit dan bumi.

Elohim merupakan gelar yang disembah oleh manusia (Israel dan non-Israel di Alkitab).

Oknum yang menciptakan langit dan bumi nama-Nya adalah YHWH.

Terjemahan ʾělōhîm (elohim) dalam bahasa Indonesia adalah Allah atau allah (English: God or god).

ELOHIM

Elohim = Sang Pencipta yang Mahakuasa.

‘El’ tidak dikaitkan dengan kelompok penyembah tertentu karena bersifat netral.

‘El’ menunjuk pada kuasa supranatural yang impersonal yakni suatu kekuasaan yang ilahi.

Kata ‘el’ dalam bahasa Ibrani tidak menggunakan kata sandang: ‘ha’ (‘the’ dalam bahasa Inggris) yang konkrit.

Ada kata sifat atau kata benda yang ditambahkan ke dalam kata ‘el.’

Ini untuk memperlihatkan hubungan antara kuasa tertentu yang disembah dan penyebut nama itu sendiri (Mis. ‘el-elyion’ (Allah Maha Tinggi) dalam Kej. 14:22 dan ‘el-elohei-yisrael’ (Allah, Allahnya Israel) dalam Kej.33:20.

Bentuk jamak dari ‘el’ adalah kata ‘Elohim.’

Pada teks-teks kuno Perjanjian Lama, Allah Israel diakui sebagai Allah tertinggi meskipun dalam nats tertentu memakai kata ‘elohim’ (jamak), seperti dalam Kel. 18:11,12l 20:3, dst.

Kata ‘elohim’ dipergunakan oleh bangsa Israel bukan dalam pengertian matematis.

‘Elohim’ digunakan untuk menyatakan seluruh keagungan dan kepenuhan keilahian ada pada pribadi-Nya.

Meskipun kata ‘elohim’ berbentuk jamak, tetapi pengertiannya tunggal.

Adonai

ʾǎdōnāy (adonay) adalah gelar dari makhluk atau elemen yang disembah oleh Israel dan bangsa-bangsa kafir di Perjanjian Lama.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia: Tuhan atau tuhan or tuan (English: Lord or lord).

Adonai berarti Allah yang Perkasa dalam bahasa Indonesia

Kata “Adonai” adalah bentuk jamak dari “adon” yang berarti tuan, pemilik, penguasa dan junjungan.

Dalam hubungannya dengan nama Allah, kata ini digunakan dalam bentuk jamak dengan diberi akhiran pemilik orang pertama tunggal dan secara harfiah berarti “tuanku.”

YHWY diucapkan menjadi adonai, yang diterjemahkan TUHAN.

Komunitas Yahudi menggunakan YHWH sebagai nama Sang Ilahi untuk menyatakan rasa hormat dan takzim yang mendalam secara sungguh-sungguh kepada Sang Ilahi.

ADONAY

Adonay = Tuhan atau Tuan

Berlaku baik untuk manusia (tuan dan hamba) maupun yang disembah oleh manusia (Tuhan atau tuhan).

Dalam bahasa Yunani menjadi Kurios

Tuhan ALLAH (Adonay Yahweh)

Harafiahnya: Tuhan TUHAN

YHWH

Yehwāh (Yahweh) adalah nama dari Makhluk (Oknum) yang disembah oleh Israel dan umat-umat Tuhan di Perjanjian Lama.

Yehwāh (Yahweh) adalah ʾělōhîm (elohim) yang menjadikan langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya (Kejadian dan 2; Keluaran 20:11).

Terjemahan YHWH dalam bahasa Indonesia adalah TUHAN or ALLAH (English: LORD or ALLAH).

Tetragrammaton dengan empat huruf yaitu: Yod, He, Waw dan He

Tetragrammaton muncul 6,828 kali dalam teks bahasa Ibrani (Biblia Hebraica maupun Biblia Hebraica Stuttgartensia).

Di dalam dua teks tersebut, YHWH tidak muncul di kitab Kidung Agung (8:6), Pengkhotbah (Pkh 9:9) dan Ester.

YHWH muncul pertama kalinya di Kejadian 2:4.

Nama (shem) yang paling umum untuk Pencipta adalah Yehwāh (Kej. 4:26; Kel. 6:2; 12:8; 15:3; Im. 19:2; 22:2; Yes. 42:8; Yer. 16:21; 33:2; Mzm. 68:4/5; 83:18/19; Zak. 14:9; dll.).

YHWH sering dilafalkan menjadi Yahweh, Yehwah, Yehuwa, Yehova, Yehovah, Jehova, Jehuwah, Jehovah.

YAH ─ AKU, Allah yang tidak pernah berubah, Allah yang swa-ada.

Nama YAH tersusun dari dua huruf pertama pada tetragrammaton YHWH.

Nama ini sering muncul dalam nama orang, seperti nama Elia (eli-yah); istilah haleluyah (halelu-yah; “(kita) pujilah YAH”) juga mengandung unsur nama YAH.

Nama ini digunakan ketika mendiskusikan hubungan Tuhan dengan manusia, dan ketika menekankan kualitas cinta kasih dan belas kasihan.

Hal ini sering disingkat menjadi YAH (huruf Yod dan He), Yahu atau Yeho (Yod-Heh-Vav), terutama bila digunakan dalam kombinasi dengan nama atau frasa, seperti dalam Yeho-shua(“Yosua”, dalam bahasa Yunani “Yesus”, berarti TUHAN adalah keselamatan).

YHWH

Tidak ada pelafalan yang baku untuk YHWH di Alkitab, kalangan orang Yahudi maupun kekristenan.

Isu ini boleh saja menjadi persoalan ketika ada kelompok yang lebih memilih pelafalan tertentu sementara yang lain memilih pelafalan yang berbeda dan masing-masing saling mempertahankan bahwa pelafalannya lebih tepat dari pada yang lain.

Belum lagi isu bahwa pelafalan YHWH itu justru tidak sesuai dengan yang sesungguhnya menurut Tuhan Sang Pencipta.

Manusia menyebutkan nama Sang Pencipta namun salah.

Apakah itu berkenan di hadapan Tuhan, Si empunya nama?

Manusia saja tidak senang ketika namanya salah dilafalkan, bagaimana dengan Tuhan Sang Pencipta?

YHWH

Di Perjanjian Lama, nama YHWH juga mendapat modifikasi atau pengembangan oleh manusia berdasarkan pengalaman rohani yang manusia alami bersama Tuhan yaitu:

YHWH – Jireh = TUHAN Menyediakan (Kej. 22:14);

YHWH- Rapha = TUHAN Menyembuhkan (Kel. 15:26);

YHWH – Nissi = TUHAN-lah Panji-panjiku (kel. 17:15);

YHWH – M’kaddesh = TUHAN yang Menguduskan (Im. 20:8; Yeh. 37:28);

YHWH – Shalom = TUHAN itu Keselamatan (Hakim. 6:24);

YHWH – Tsidkenu = TUHAN Keadilan kita (Yer. 33:16);

YHWH = Rohi = TUHAN adalah Gembalaku (Mzm. 23:1);

YHWH – Shammah = TUHAN hadir di situ (Yeh. 48:35);

YHWH –Sabaoth = TUHAN semesta alam (Yes. 1:24; Mzm. 46:7).

YHWH: ALLAH DAN TUHAN

Dalam Perjanjian Lama, Yahweh itu adalah Elohim (Allah) dan Adonay (Tuhan)

2 Samuel 7:22,28 = Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan (adonay) ALLAH (Yahweh), sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah (elohim) selain Engkau.

YHWH: Kethibh Qere

Kata yang tertulis tidak dibaca sesuai dengan kata yang tertulis melainkan diganti dengan kata lain: Y ehwāh dibaca ʾǎdōnāy.

ʾǎdōnāy diterjemahkan Tuhan (Lord) sedangkan Y ehwāh diterjemahkan TUHAN (LORD).

Dengan demikian Y ehwāh ʾělōhîm diterjemahkan TUHAN Allah (LORD God) seperti dalam Kejadian 2:4, sedang ʾǎdōnāy Yehwāh diterjemahkan Tuhan ALLAH (Lord GOD) seperti dalam Yehezkiel 18:3 (band. Yeh. 17:19,22; 31:18, dll.).

Di sini Yehwāh terjemahannya bukan lagi TUHAN melainkan ALLAH sedangkan ʾǎdōnāy diterjemahkan Tuhan. Mengapa?

Karena kalau diterjemahkan secara harafiah terjemahannya adalah Tuhan TUHAN.

Maka untuk memperjelas dan memperindah penerjemahan maka kata Y ehwāh diterjemahkan ALLAH bukan TUHAN.

Kesimpulannya: dalam bahasa Indonesia: Y ehwāh (TUHAN/ALLAH); ʾǎdōnāy (Tuhan); ʾělōhîm (Allah).

YHWH

Kata YHWH selalu terkait dengan peristiwa ketika Musa menanyakan nama Allah (=Elohim) (Keluaran 3:13).

Sang Ilahi merespon pertanyaan Musa dengan berkata “Aku adalah Aku” atau Ehyeh Asher Ehyeh (Keluaran 3:14).

YHWH merupakan sebutan dalam bentuk orang ketiga tunggal, jadi seperti “Dialah yang ada, Dialah Dia.”

“… TUHAN (YHWH), Allah (elohim) nenek moyangmu, Allah (elohim) Abraham, Allah (elohim) Ishak dan Allah (elohim) Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku (shem) untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku (zeker) turun-temurun” (Keluaran 3:15).

Kes: Tuhan memberikan secara khusus kepada Musa nama-Nya yaitu: AKU ADALAH AKU (I am [ ͗eheyeh] that [aser] I am [ ͗eheyeh]), AKULAH AKU [ ͗eheyeh].

AKU ADALAH AKU (AKULAH AKU) kelihatannya merujuk kepada nama.

“Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub” menjadi sebutan (zeker/memorial) bagi YHWH turun-temurun (ayat 15).

YHWH

Dalam konteks Keluaran 3 nama YHWH muncul bukan memberitakan pribadi ilahi yang baru, melainkan rumusan itu memberikan kesadaran bahwa Allah yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub sebenarnya sama dan satu saja.

Sang Ilahi tidak menyebutkan sebuah kata nama benda, melainkan sebuah rumusan yang menunjuk kepada keberadaan-Nya yang dinamis (Abraham, Ishak dan Yakub).

NAMA YHWH “BISA” DIRUBAH OLEH MANUSIA

Nama (shem) Pencipta yang lain disebutkan oleh Hagar.

Sarai menindas Hagar yang telah mengandung anak Abraham. Hagar tidak tahan menghadapi penindasan itu. Hagar keluar dari perkemahan Abraham dan Sarai.

Malaikat TUHAN (YHWH) menjumpai Hagar di padang gurun dekat mata air di jalan ke Syur.

Malaikat TUHAN meminta Hagar kembali kepada Abraham dan Sarai.

Malaikat TUHAN yang berbicara kepada Hagar sebenarnya YHWH itu sendiri (Kej. 16:13).

Hagar menyebut YHWH yang telah berfirman kepadanya dengan sebutan “Engkaulah El-Roi” (Allah Melihat).

Di sini dapat dilihat bahwa manusia “diijinkan” oleh Tuhan untuk memanggil/menyebut Dia sesuai dengan pengalaman rohani yang mereka jalani bersama-Nya, tidak harus dengan nama-Nya.

Hagar mengetahui bahwa Oknum yang berbicara dengannya adalah Malaikat TUHAN yaitu YHWH namun Hagar justru menyebut/memanggil YHWH itu El-Roi.

yhwh

Tidak lama setelah catatan di Kejadian 2:4b,7, manusia memanggil Sang Pencipta dengan YHWH.

Hawa (Kej. 4:1) menjadi orang pertama yang menyebut YHWH dan diikuti oleh Kain (Kej. 4:9) meskipun di Kejadian 2 dan 3 kata YHWH muncul berulang-kali namun bukan disebutkan oleh manusia.

Setelah itu diikuti oleh Enos (Kej. 4:26); Lamekh (Kej. 5:28,29), Abraham (Kej. 12:8; 13:4; 21:33), Ishak (Kej. 26:25); Lea (Kej. 29:32,33,35), Rahel (Kej. 30:24).

Tuhan menyatakan dirinya kepada Abraham, Ishak dan Yakub bukan dengan nama YHWH melainkan “Allah Yang Maha Kuasa” (el-shadday) (Kej. 6:3).

Ini berarti Abraham memang mengetahui nama Pencipta itu YHWH namun YHWH menyatakan diri-Nya kepada Abraham sebagai el-shadday.

Dua pokok penting:

Sang Ilahi menghendaki agar manusia mau mengindahkan dan menaati apa pun yang diperintahkan-Nya sebaik-baiknya, tanpa manusia mengetahui lebih dalam siapa Dia.

Manusia hanya boleh mengimani apa pun yang dikehendaki-Nya dengan sikap hormat dan taat.

Sang Ilahi menghendaki agar manusia tidak memperlakukan nama-Nya seperti para penyembah berhala yang memperlakukan dan mengeksploitasi nama Allah untuk kepentingan-kepentingan mereka.

Mengetahui nama Allah berarti menguasai si empunya nama, dan hal ini tidak dikehendaki oleh TUHAN.

Akibatnya, manusia akan mudah menggunakan nama Allah yang mereka ketahui untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

ALLAH DALAM PERJANJIAN LAMA: PENCIPTA

Kejadian 1:1 = Allah (elohim) adalah pencipta langit dan bumi dan semua yang ada.

Siapa Allah (elohim) tersebut?

Kejadian 2:4b = Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya adalah YAHWEH (TUHAN)

Yahweh adalah nama Sang Pencipta, Elohim (Allah) dalam Alkitab.

Di Kejadian 1 tidak ada kata Yahweh hanya kata Elohim; Kejadian 2 dan 3 ada kata Yahweh dan Elohim; Kejadian 4 tidak ada kata Elohim hanya Yahweh.

Siapakah nama Pencipta Langit dan Bumi? Allah Israel?

Kejadian 2:4 = Yahweh

Yeremia 16:21 = Bahwa Nama-Ku TUHAN (Yahweh)

Yeremia 33:2 = Firman TUHAN yang menjadikan bumi, YAHWEH ialah nama-Nya

Yesaya 42:8 = Aku ini TUHAN (Yahweh), itulah nama-Ku. Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

Mazmur 68:5 = Nama-Nya ialah TUHAN (Yahweh)

Yesaya 50:1-10 = YHWH adalah Bapa

Siapakah nama Pencipta Langit dan Bumi? Allah Israel?

Zakharia 14:9 = YHWH nama satu-satunya

Ulangan 28:10 = Nama TUHAN (Yahweh) telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu

Keluaran 3:13-15 = Aku adalah Aku (I am that I am).

Akulah Aku

YHWH, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub = Itulah nama-Ku dan sebutan-Ku untuk selama-lamanya.

ALASAN PENGGUNAAN ELOHIM DALAM KEJADIAN 1

Sebelum dosa hanya ada satu Oknum yang memulaikan segala yang ada (Pencipta) dan yang Satu-satunya layak untuk disembah, itulah ʾělōhîm.

Hal ini akan terus selamanya demikian jika saja manusia tidak jatuh ke dalam dosa.

Namun setelah dosa masuk ke dalam dunia, manusia mulai menyembah yang bukan Oknum Pencipta dalam Kejadian 1 dan 2.

Musa, di Kejadian 2:4, menempelkan kata Yehwāh kepadaʾělōhîm untuk memberikan pernyataan yang tegas bahwa yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya adalah ʾělōhîm (ilahi) yang nama-Nya adalah Yehwāh.

Ini dilakukan Musa untuk membedakan Oknum Pencipta yang patut disembah dengan oknum-oknum yang disembah oleh bangsa-bangsa kafir.

Oknum-oknum ʾělōhîm yang disembah bangsa-bangsa kafir juga mempunyai nama-nama khusus seperti:

Baal-Peor (Bil. 25:3)

Baal-Berit (Hakim. 9:4)

Asyera/Canaanite goddesses (Hakim. 3:7; 1 Raja. 18:19)

Asytoret/dewi orang Sidon; Milkom/dewa kejijikan sembahan orang Amon; Kamos/dewa kejijikan sembahan orang Moab; Molokh/dewa kejijikan sembahan bani Amon (1 Raja. 11:5,7,33)

Baal-Zebub allah di Ekron (2 Raja. 1:3,6,16)

Sukot-Benot, Nergal, Asima, Nibhas dan Tartak, Adramelekh dan Anamelekh (2 Raja. 17:30-33)

Nisroch (2 Raja 19:37), dll.

Penulis Perjanjian Lama juga sering memberikan nama-nama oknum yang disembah oleh bangsa-bangsa kafir sesuai dengan nama bangsa yang menyembah:

allah (ʾělōhîm) orang Amori (Yos. 24:15)

allah (ʾělōhîm) negeri Hamat dan Arpad (Yes. 36:19)

allah (ʾělōhîm) negeri sefarwaim (Yes. 36:19)

allah (ʾělōhîm) dari bangsa-bangsa Gozan, Haran, Rezef, bani Eden yang di Telasar (Yes. 37:12), dll.

Oknum yang disembah bangsa Israel juga disebut menurut nama bangsa Israel, Yehwāh ʾělōhîm Israel (Yos. 10:42; Ezr. 6:21; 9:5; I Raja. 11:9); Yehwāh ʾělōhîm Ibrani (Kel. 3:18; 5:3).

Kepada Abraham, Ishak dan Yakub, ʾělōhîm memperkenalkan diri-Nya sebagai el-shadday bukan Yehwāh (Kel. 6:2).

Persoalan: ketika para penulis Alkitab hendak menuliskan oknum-oknum yang disembah oleh bangsa-bangsa kafir, maka, para penulis Alkitab juga menggunakan kata ʾělōhîm (Kel. 20:3; Ul. 20:13; Yos. 24:15; I Raja. 11:8; Yes. 36:18,19; 37:12, dll.).

Cont: Ulangan 10:17 = “Sebab TUHAN (Yehwāh), Allahmulah (ʾělōhîm) Allah (ʾělōhîm) segala allah (ʾělōhîm), dan Tuhan (ʾǎdōnāy) segala tuhan (ʾǎdōnāy), Allah (ʾěl) yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap.”

Musa menggunakan kata-kata yang sama, ʾělōhîm dan ʾǎdōnāy untuk Oknum yang disembah oleh bangsa Israel dan oknum yang disembah oleh bangsa-bangsa di luar Israel.

ALASAN PENGGUNAAN ELOHIM DALAM KEJADIAN 1

Pengalaman Elia dalam I Raja-raja 18 memberikan bukti yang jelas bahwa ʾělōhîm adalah kata untuk oknum yang disembah baik oleh orang Israel maupun non-Israel.

“Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu (ʾělōhîm) dan aku pun akan memanggil nama TUHAN (Yehwāh). Maka allah (ʾělōhîm) yang menjawab dengan api, dialah Allah (ʾělōhîm).”

Dua hal yang penting di sini:

Pertama, Elia meminta para nabi baal untuk memanggil nama allah mereka. Artinya oknum yang disembah para nabi baal itu punya nama.

Kedua, bagi Elia sendiri ia tidak berkata bahwa ia akan memanggil “nama Allahnya,” melainkan ia langsung menyebut nama Oknum yang disembahnya yaitu Yehwāh.

Dalam peristiwa penyembahan patung anak lembu emas, Harus memanggil patung anak lembu emas itu sebagai ʾělōhîm bukan Yehwāh (Kel. 32:4).

Bagikan:

Comments

comments

2 Respon

  1. Denis Desmanto berkata:

    Shalom bapak, ibu saudara/i di manapun berada. Apakah Sudah ada yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael? Ini adalah kalimat pengakuan iman orang Yahudi yang biasa diucapkan pada setiap ibadah mereka baik itu di rumah ibadat atau sinagoga maupun di rumah. Yesus juga menggunakan Shema untuk menjawab pertanyaan dari seorang ahli Taurat mengenai hukum yang utama. Kita dapat baca di Ulangan 6 ayat 4 dan pernah juga dikutip oleh Yesus di dalam Injil Markus 12 : 29. Dengan mengucapkan Shema, orang Yahudi mengakui bahwa YHWH ( Adonai ) Elohim itu esa dan berdaulat dalam kehidupan mereka. Berikut teks Shema Yisrael tersebut dalam huruf Ibrani ( dibaca dari kanan ke kiri seperti huruf Arab ) beserta cara mengucapkannya ( tanpa bermaksud untuk mengabaikan atau menyangkal adanya Bapa, Roh Kudus dan Firman Elohim yaitu Yeshua haMashiakh/ ישוע המשיח, yang lebih dikenal oleh umat Kristiani di Indonesia sebagai Yesus Kristus ) berikut ini

    Teks Ibrani Ulangan 6 ayat 4 : ” שְׁמַ֖ע ( Shema ) יִשְׂרָאֵ֑ל ( Yisrael ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֱלֹהֵ֖ינוּ ( Eloheinu ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֶחָֽד ( ekhad )

    Lalu berdasarkan halakha/ tradisi, diucapkan juga berkat: ” ברוך שם כבוד מלכותו, לעולם ועד ” ( ” barukh Shem kevod malkuto, le’olam va’ed ” ) yang artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selama-lamanya ” ). Apakah ada yang mempunyai pendapat lain?.
    🕎✡️🤚🏻👁️📜🕯️🕍✝️🤴🏻👑🇮🇱🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐟🐍₪

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *