Misteri Tulang-Tulang Kering di Lembah (Yehezkiel 37:1-14)
Teks: Yehezkiel 37:1-14
Intro:
Sekitar 500 tengkorak manusia ditemukan di kamp konsentrasi dulag Jerman. Mereka diduga korban pembantaian nazi pada perang dunia ke 2.
Dilihat dari tengkorak yang digali, ditemukan luka tembak, benturan benda tumpul, patah tulang.
Kuburan massal ini ditemukan berkat dokumen dinas rahasia yang diungkap, dan foto udara yang diambil oleh seorang pilot Jerman pada 1942..
Dalam Alkitab, ada satu cerita horror, tentang penemuan ribuan tulang-tulang, yang tidak dikuburkan.
Ceritanya kita bisa baca di Yehezkiel 37:1-14. Baca..
Penulis kitab Yehezkiel adalah Yehezkiel sendiri. Dia seorang nabi yang hidup pada masa pembuangan. Dia seorang imam (Yeh 1:3). Ayahnya bernama Busi.
Dia bersama dengan para raja, bangsawan di tawan ke Babilonia, pada masa Raja Yoyakhin menjadi raja Yehuda. Lalu pada tahun kelima masa pembuangan, dia dipanggil untuk menjadi nabi Tuhan.
Dia hidup sejaman dengan Daniel. Di Babilonia Allah menempatkan Daniel menjadi petinggi kerajaan.
Tujuannya, agar ia dapat melihat perkembangan kerajaan-kerajaan dunia yang menentang Tuhan dan untuk menubuatkan kedatangan kerajaan Allah yang tidak dapat dihancurkan, yang mengalahkan semua kerajaan Dunia.
Sementara Nabi Yehezkiel, ditempatkan oleh Tuhan di Babilonia sebagai pengawas umat-Nya, yang sedang dalam pembuangan.
Kepada mereka dia berkotbah tentang penghakiman, dan keselamatan, agar mereka berbalik kepada Tuhan.
Yehezkiel kemungkinan besar adalah seorang pemimpin agama di Yerusalem sebelum tahun 597 sM dan jabatan itu terbawa sampai di tanah pembuangan.
Untuk memahami pekabaran Yehezkiel dengan baik, kita perlu melihat struktur penulisannya. Pertama, pasal 1-3 panggilan Yehezkiel. Pasal 4-24 nubuatan tentang malapetaka dan kehancuran Yehuda.
Pasal 25-32 nubuatan kepada bangsa-bangsa. Pasal 33-39 nubuatan keselamatan kepada orang-orang buangan. Dia memberitahu mereka tentang pembaharuan, pemulihan, kelahiran kembali, penyatuan kembali umat Allah yang tercerai berai. Mereka akan kembali ke Israel.
Pasal 40-48 Nubuatan tentang pembangunan kembali Kota Yerusalem dan Bait Allah.
Sekarang kita masuk ke Yehezkiel 37:1-14. Pesan dalam perikop ini ditujukan khusus untuk orang-orang buangan. Ini adalah penglihatan tentang tulang-tulang kering dilembah. Disajikan secara dramatis, horror dan menegangkan..
Ayat 1, “Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.”
Lembah itu tidak disebut namanya. Dan Tuhan membawa dia, “melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. (2)
Kumpulan tulang-tulang itu memutih berkilau dibawah sinar matahari. Kering, mati, dan berserakan. Sangat banyak.
Tulang-tulang ini sisa-sisa mayat yang tidak dikuburkan. Dibiarkan dimakan burung pemakan bangkai.
Dan sementara Yehezkiel memandang tulang-tulang kering itu, Tuhan bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang tidak normal, “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
Yehezkiel tertegun sejenak, lalu mengembalikan pertanyaan itu kepada Tuhan, “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!” (3)
Dia tahu, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Allah dapat membangkitkan orang-orang mati, bahkan yang tulangnya pun sudah tidak ada lagi..
Dan secara mengejutkan, Tuhan menyuruh dia berbicara kepada tulang-tulang tersebut.
“Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!”(4)
Bagaimana tulang-tulang kering bisa mendengar? Tidak ada gunannya. Itu benda mati.
Tetapi terkadang lebih baik berbicara kepada benda mati dari pada orang hidup, yang mata dan telinganya sengaja ditutup.
Dan Tuhan meminta Yehezkiel bicara kepada tulang-tulang itu..
Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.” (5-6)
Ada 4 tahap yang Tuhan akan lakukan kepada tulang-tulang kering agar hidup kembali..
Pertama, Ia akan menghubungkan kembali tulang-tulang dengan urat. Kedua, tulang- tulang itu akan ditutupi dengan daging. Tiga, daging itu akan dilapisi dengan kulit, dan meniupkan nafas kedalamnya.
Urutannya jelas, dari tulang, urat, daging, dan kulit, ini adalah anatomi tubuh manusia. Tuhan akan mengembalikan tubuh yang telah mati hidup kembali.
Saudara tahu kenapa Tuhan menghidupkan kembali tulang-tulang ini? Tujuannya, bukanlah sekadar pemulihan fisik. Tetapi untuk kebangkitan rohani dan membangun hubungan baru dengan diri-Nya.
Tentu Yehezkiel terkejut. Bagaimana mungkin dia bericara kepada tulang-tulang kering dan nmembangkitkan mereka? Dia tidak punya kuasa menghidupkan orang-orang mati..
Disinilah Imannya diuji, apakah ia percaya dan taat kepadaTuhan atau tidak. Dia percaya. Dia lalu bernubuat kepada tulang-tulang kering itu..
Suaranya menggelegar ditengah-tengah lembah yang sunyi sepi.
Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. (7)
Tidak ada sihir. Tidak mantra. Tidak ada trik sulap, simsalabaim. Hanya kuasa dari firman Allah yang hidup yang menembus lembah bayang-bayang maut.
Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. (8).
Begitu dia bernubuat kepada tulang-tulang itu, segera proses rekonstruksi terjadi. Tulang-tulang yang berserakan: tulang jari-jari, kaki, rusuk, tangan, jari-jari, tengkorak, dll, segera bergerak menyatu pada tempatnya dan membentuk kerangka manusia.
Setelah kerangka jadi, muncul urat-urat, diikuti daging, dan terakhir kulit. Masih ada yang kurang? Kurang nafas hidup..
Allah membawa Yehezkiel kepada hari-hari penciptaan manusia di kejadian 2:7. Bedanya sekarang, Tuhan memberikan mandat kepadanya untuk memberi kehidupan..
Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.” (9) (Mari kita lihat video ini visualisasi tulang-tulang kering hidup kembali)
Jadi, dia harus berbicara kepada nafas hidup atas nama Tuhan. Agar nafas itu menghembusi mayat-mayat yang sudah direkonstruksi ini..
Kata nafas dari kata ruah. Kata ini memiliki dua makna yang berbeda dalam ayat ini. Secara umum “ruah”artinya nafas, angin.
Namun ketika ditambah definite artikel, “ha ruah’ dalam bahasa inggris, Breath menjadi the breath, itu merujuk pada nafas yang akan meniup tulang-tulang dan menghidupkannya kembali..
Sumber nafas dari keempat penjuru angin. Artinya empat arah. Digunakan 100 kali dalam PL. misalnya, “ruah haqqadim” merujuk pada badai dahsyat yang menghancurkan kapal-kapal Tyrian.
Nah, nafas hidup diayat ini adalah nafas ilahi, bukan angin yang menghancurkan, tetapi nafas yang bertiup ke setiap penjuru bumi, memberi kehidupan ke semua makhluk.
Nah, yang menarik dari ayat 9 adalah tulang-tulang yang sudah direkonstruksi ini disebut korban pembunuhan, mngkin dari suatu pertempuran.
Tidak disebut pertempuran mana mereka tewas, tetapi Yehezkiel secara alami ia merujuk kepada bangsanya, yang menjadi korban penaklukan Nebukadnezar, menghancurkan Yerusalem dan banyak orang yang mati.
Mengapa mayat-mayat mereka tidak dikuburkan dengan layak? Jawabannya terdapat dalam kutukan perjanjian. (Ul 28 berkat-Kutuk)
Di timur dekat kuno, praktik membuang jenazah ke tempat terbuka lazim terjadi, agar dimakan oleh binatang liar.
Dan mereka yang melanggar perjanjian atau sumpah, mayat mereka dihamparkan agar dimakan binatang liar..
Misalnya seperti yang digambarkan dalam kutukan perjanjian vasal Esarhaddon dengan Ramataya dari Urakazabanu:
“Semoga Ninurta (dewa Mesopotamia) ,pemimpin para dewa, menimpa kalian dengan panahnya yang ganas, dan memenuhi dataran dengan mayat-mayat kalian, memberikan daging kalian kepada elang dan burung nasar untuk dimakan.”
Hal seperti ini pernah terjadi di Israel. Dicatat di 2 Samuel 21:1-14. Ketika Daud mengizinkan orang Gibeon untuk membalas pengkhianatan Saul terhadap rakyat mereka dengan membunuh beberapa putranya dan memajang mayat mereka di puncak bukit.
Namun, Rizpah, ibu mereka, berdiri di antara mayat-mayat tersebut untuk mengusir burung dan binatang liar.
Jadi waktu Yehezkiel melihat tulang-tulang, yang sudah direkonstruksi, dia melihat ini sebagai bukti dari penggenapan kutukan Tuhan atas Israel yang melanggar perjanjian dengan Tuhan. Di Ulangan 28:25-26,
TUHAN akan membiarkan engkau terpukul kalah oleh musuhmu. Bersatu jalan engkau akan keluar menyerang mereka, tetapi bertujuh jalan engkau akan lari dari depan mereka, sehingga engkau menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi.
Mayatmu akan menjadi makanan segala burung di udara serta binatang-binatang di bumi, dengan tidak ada yang mengganggunya.
Kemudian, nabi Yeremia, yang sejaman dengan Yehezkiel, menubuatkan penggenapannya di Yeremia 34:17-20
“..Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi..Dan Aku akan menyerahkan orang-orang, yang melanggar perjanjian-Ku..
…mereka akan Kuserahkan ke dalam tangan musuh mereka dan ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawa mereka, sehingga mayat mereka menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi..”
Jadi waktu dia dihadapkan pada tulang-tulang kering ini, dia ingat kutukan ini. Dan ketika Tuhan memerintahkan dia bernubuat agar nafas masuk ke dalam mayat-mayat ini..
Agar mereka hidup kembali, ini memberikan harapan bahwa kutukan akan dicabut.
Selajutnya diayat 10, nabi Yehezkiel, memanggil angin-angin dari seluruh dunia untuk mengarahkan energi kehidupan mereka kepada mayat-mayat yang terbaring di lembah.
Dan apa yang terjadi setelah dia bernubuat atas angin? Mayat-mayat itu dihembusi nafas Ilahi?
Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. (9-10).
Begitu mereka ditiup oleh nafas Ilahi, mereka segera hidup. bergerak. Mereka berdiri. Berbaris. Melangkah dengan tegap. Derap kaki mereka serasi. Seperti tentara yang berparade..
Jumlah mereka sangat besar. Mereka digambarkan suatu pasukan tentara.
Jadi, melalui nafas Allah, mayat-mayat ini hidup kembali; dan ketika nafas ilahi itu datang, setiap mayat dibangkitkan.
Setelah Yehezkiel menyaksikan drama horor itu, Tuhan memberitahu apa artinya penglihatan itu..
“Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel…”(11a)
Jadi, tulang-tulang yang kering adalah gambaran orang Israel, yang hidup dalam pembuangan.
Mereka terserak diberbagai tempat. Suasana hati mereka putus asa. Kota mereka telah jatuh. Mereka dibuang. Mereka tidak tahu apakah akan kembali ketanah mereka atau tidak.
Mereka merasa ngeri akan masa depan mereka. Mereka merasa seperti mayat hidup.
Dan Semua perasaan ini dirangkum diayat 11b,”Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.”
Itu sebabnya, Tuhan memerintahkan Yehezkiel untuk menubuatkan kebangkitan..
“.. Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel..”(12)
‘Membuka kubur-kuburmu’..artinya mereka akan dikeluarkan dari pembuangan. ‘Membangkitkan kamu,’ artinya mereka akan dibawa kembali ke tanah air untuk pemulihan nasional.
Setelah dibangkitkan, apa yang akan Tuhan lakukan bagi mereka?
“Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.” (14)
Dari ayat ini kita lihat, bahwa ini bukan sekedar memulihkan rumah mereka secara fisik, tetapi terlebih ini adalah pemulihan secara rohani. Pembaharuan hati dan pikiran..
Secara rohani mereka telah mati. Maka mereka perlu dibangkitkan..
Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, (11:19)
Jadi penglihatan tentang tulang-tulang kering, yang berserakan dilembah, menyatu kembali, urat-urat, daging dan kulit yang kembali tumbuh menutupi kerangkat itu dan nafas yang ditiupkan adalah kiasan, melambangkan umat yang menghadapi kematian rohani dan keputusasaan total
Tulang-tulang ini menyatakan tiga hal tentang diri mereka:
1. Tulang-tulang itu kering – artinya Untuk waktu yang sangat lama, mereka mati secara rohani..
2. Tulang-tulang itu kering, artinya harapan mereka telah sirna. Mereka telah kehilangan semua harapan untuk menjadi bangsa lagi atau melihat perjanjian-perjanjian Tuhan terpenuhi.
3. Tulang-tulang itu kering dan berserakan, artinya mereka terpisah satu sama lain. Terpisah dari Tuhan. Karena mereka tidak setia. Akibatnya mereka dibuang ke Babilon 70 tahun.
Walau pun mereka mati rohani. Terbuang. Harapan mereka sirna. Ada harapan bagi masa depan mereka. Mereka akan kembali dari pembuangan. Mereka akan dipulihkan.
Pemulihan akan terjadi dalam dua tahap: Pertama pemulihan fisik (atau nasional), dan Pemulihan secara rohani.
Dan yang memulihkan/menghidupkan mereka adalah TUHAN. Melalui Rohnya/Firman-Nya.
Itu sebanya Dia katakan, “Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali..” Ini disebut sebagai “kelahiran kembali”
Boleh jadi saat ini kita seperti tulang-tulang kering itu. Untuk waktu yang lama kita mati secara rohani. Harapan kita hilang, Patah hati. Rumah tangga kita hancur. Anak-anak kita mendukakan hati.
Keuangan kita hancur. Karir kita mandek. Kita di PHK. Cari kerja tidak kunjung dapat. Usaha kita gagal. Jodoh tidak kunjung datang. Kuliah kita berantakan.
Kita merasa seperti terbuang. Banyak persoalan. Hidup kita sedang krisis dan kritis. Hidup kita sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi kita sedang terpuruk.
Kita merasa hancur. Kita sakit. Hampir mati. Kita teriak dalam rasa sakit karena tragedi yang kita alami. Dan tidak ada yang mendengar dan menolong..
Kita perisah dari Tuhan karena dosa. Kita terpisah dari saudara kita karena perselisihan dan kepahitan. Jiwa kita merasa hampa. Sepi dan sunyi.
Mungkin penyebabnya karena kita tidak setia. Taat. Kita jauh dari Tuhan. Walau tidak selalu itu penyebabnya.
Kabar baiknya, Tuhan dapat menghidupkan kita kembali dengan Firmannya, seperti tulang tulang itu. kita perlukan hadirat Tuhan, dalam doa dan Firman Allah.
Kehidupan kembali/kebangunan rohani berhubungan erat dengan Firman Tuhan. Jika kita ingin hidup kembali, kita harus menaruh rasa hormat kepada Firman Allah.
Firman Tuhan, memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali orang yang lemah dan sakit-sakitan secara rohani.
Untuk itu kita harus berdoa seperti Yakub, sampai fajar menyingsing dan berkat datang. Berdoalah seperti Elia, sampai sampai langit terbuka dan mencurahkan berkatnya.
Karena itu Langkah untuk hidup kembali adalah bertobat (Akui dosa). Singkirkan semua dosa rahasia yang selama ini kita anggap remeh dan minta pengampunan Tuhan..
Pada tahun 1936, kebakaran terjadi di kampus Wheaton College, sebelah barat Chicago. Kemudian ada seorang mahasiswa yang menyuarakan kebangunan rohani..
Para mahasiswa menanggapi dengan mengadakan pertemuan doa dan mempelajari Firman Allah seharian. Baik dosen maupun mahasiswa mengakui dosa dan saling berdamai.
Ada yang berdiri untuk mengakui bahwa ia telah melanggar kebijakan kampus. Kesombongan, kritik, dan kecurangan diakui oleh mahasiswa lain. Sebagai hasilnya kampus diberkati..
Jadi “rahasia” untuk kebangunan rohani pribadi adalah “Kembali kepada Alkitab!” sama seperti ketika Firman Allah disampaikan kepada tulang-tulang kering. Mereka hidup kembali.
Tulang-tulang kering symbol kematian. Roh Allah/Firman Allah menghidupkan. Karena itu berdoa..
Mz 119:25 Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu
Mzm 119:88 Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya aku berpegang pada peringatan yang Kauberikan.
Apa yang Yehezkiel 37 Ajarkan kepada kita?
Yehezkiel 37 mengajarkan bahwa kita dapat mengalami kebangkitan rohani, bahkan dalam situasi yang paling putus asa dan tanpa harapan. Terpuruk. Sakit. Gagal. Hancur.
Ayat ini mengajarkan, Allah memiliki kuasa untuk menghidupkan kembali apa yang tampaknya mati, mengubah keputusasaan menjadi kekuatan kolektif.
Ayat ini juga mengajarkan bahwa kebangkitan rohani ini sering kali dimulai pada saat tersulit dalam hidup kita. Jadi ketika kita dalam kesulitan waktunya mengalami kebangkitan rohani.
Dan saat hidup kita sedang aman-aman saja hari ini. Waktunya juga bangkit secara rohani. Agar ketika kita jatuh, kita tidak lupa untuk bersyukur kepada Tuhan.













