Menguji Hikmat Salomo

Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, Amsal 1:1

Kepada kita pembaca diperkenalkan siapa penulis Amsal ini. Dia adalah Salomo, anak Daud. Kita mengenal dia sebagai raja yang paling bijaksana.

Di 1 raja-raja 3:9-12 ketika Salomo meminta Hikmat dari Tuhan dan Tuhan memberikan dan Tuhan katakan,

“Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.” Ayat 12.

Tuhan mengatakan bahwa Salomo menjadi orang pertama dan terakhir didunia ini yang memiliki hikmat yang melebihi hikmat semua orang yang pernah hidup.

Dengan demikian membaca kitab Amsal kita sedang belajar dari orang paling bijaksana didunia.

Tetapi walau Salomo orang paling bijaksana yang permah hidup, dia tetaplah manusia sama seperti manusa lainnya. Bisa jatuh dan bisa sombong dan memegahkan diri atas kebijaksaannya.

Tersohor

Kebijaksaan Salomo terdengar sampai kenegeri asing. Salah satunya adala Ratu Syeba. Dia penasaran. Dia datang ke Israel untuk menguji seberapa hebat hikmat Salomo.

Dia datang dengan pasukannya, membawa rempah-rempah, emas, batu permata yang mahal sebagai persembahan untuk Salomo (1 Raja 10:1-2)

Sebagai ratu yang pintar, dia menguji Salomo dengan berbagai pertanyaan dan teka-teki.

Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu (1 Raj 10:3)

Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.

Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu (1 Raj 10:4-6).

Tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar (ayat 7)

Melihat hikmat Salomo dan bagaimana dia mengatur kerajaan begitu baik, maka Ratu Syeba memuji TUHAN Salomo.

Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.” (1 Raj 10:9)

Mendapat Kekayaan

Ternyata bukan hanya ratu syeba yang kagum dengan hikmat Salomo, di 1 raja-raja 10:24-25

Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya.

Mereka datang masing-masing membawa persembahannya, yakni barang-barang perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda dan bagal, dan begitulah tahun demi tahun.

Jadi semua raja-raja dunia pada masa itu datang menghadap Salomo untuk melihat hikmat Salomo dari dekat. Dan mereka ingin membuktikan langsung kabar mengenai hikmat Salomo.

Dan dari hikmat itu harta dan kekayaan berdatangan sendiri kepada Salomo dibawa para raja-raja dunia ke istana Salomo.

Dan peristiwa kedatangan raja-raja ini berlangsung bertahun-tahun.

Maka 1 raja-raja 10:23 mengatapan, “Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.”

Dari kisah ini kita bisa temukan poinnya, bahwa hikmat atau kebijaksaan akan mendatangkan berkat dalam hidup kita. Tetapi diatas semua itu Tuhan yang dimuliakan.

Hikmat pemberian Tuhan untuk kemuliaan-Nya

Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.” 1 Raja-raja 3:13

Kita telah melihat bahwa para raja dan pembesar datang melihat hikmat Salomo. Mereka datang dengan membawa emas, permata, rempah-rempah dll.

Mari kita lihat pemberian ratu negeri Syeba berikut ini: 120 talenta emas. Rempah-rempah sangat banyak. Batu permata yang mahal-mahal. Banyak kayu cendana. Ini adalah pemberian terbesar dari semua para raja yang menghadap Salomo.

Upeti kepada Salomo

Talenta adalah ukuran berat pada jaman Alkitab. Satu talenta sebesar 3000 syikal atau 34 kg. Ratu syeba memberikan 120 talenta = 4.080 kg. Kalau harga sekarang, 3,5 Triliun. Itu baru emas.

1 raja-raja 10:14 mencatat, “Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta.”

Pertahun, Salomo mendapat emas 666 talenta. Sama dengan 22.644 kg. kalau dikonversi sekarang 20 Triliun.

Tapi itu baru dari emas, belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu (15).

Maka tidak heran mengapa Salomo dapat membangun istana yang begitu megah dan mewah, itu dia bangun dari hasil pemberian raja-raja dan orang-orang kaya pada jaman itu.

Membangun Istana

1 Raja-raja 10:16-29 mencatat bagaimana Salomo membangun istananya dan koleksi-koleksinya.

Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas tempaan, enam ratus syikal emas dipakainya untuk setiap perisai besar; ia membuat juga tiga ratus perisai kecil dari emas tempaan, tiga mina emas dipakainya untuk setiap perisai kecil; lalu raja menaruh semuanya itu di dalam gedung

Raja membuat takhta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas tua.

Takhta itu enam tingkatnya; pada takhta itu ada di sebelah belakang sebuah kepala bundar, dan pada kedua sisi tempat duduk ada kelek-kelek. Di samping kelek-kelek itu berdiri dua singa,

sedang dua belas singa berdiri di atas keenam tingkat itu sebelah-menyebelah; belum pernah diperbuat yang demikian bagi sesuatu kerajaan.

Segala perkakas minuman raja Salomo dari emas dan segala barang di gedung “Hutan Libanon” itu dari emas murni; tidak ada barang perak, sebab orang menganggap perak tidak berharga pada zaman Salomo.

Daya Tarik Salomo

Di laut raja mempunyai kapal-kapal Tarsis bergabung dengan kapal-kapal Hiram; dan sekali tiga tahun kapal-kapal Tarsis itu datang membawa emas dan perak serta gading; juga kera dan burung merak.

Salomo mengumpulkan juga kereta dan orang berkuda, sehingga ia mempunyai seribu empat ratus kereta dan dua belas ribu orang berkuda, yang semuanya ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem.

Raja membuat banyaknya perak di Yerusalem sama seperti batu, dan banyaknya pohon kayu aras sama seperti pohon ara yang tumbuh di Daerah Bukit.

Kuda untuk Salomo didatangkan dari Misraim dan dari Kewe; saudagar-saudagar raja membelinya dari Kewe dengan harga pasar.

Sebuah kereta yang didatangkan dari Misraim berharga sampai enam ratus syikal perak, dan seekor kuda sampai seratus lima puluh syikal.

Hikmat Salomo telah menarik dan membawa kekayaan dan sangat menguntungkan secara finansial bagi kerajaannya.

Hikmat Salomo adalah pemberian Tuhan. Dan kekayaan itu juga pemberian Tuhan. 1 Raja 3:13, “Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.”

Jadi, Tuhan memberikan Hikmat kepada Salomo dan kekayaan adalah untuk kemuliaan nama Tuhan.

Demikian juga kepada kita, Tuhan akan berikan hikmat dan itu akan mendatangkan berkat, dan semuanya untuk kemuliaan Tuhan.

Karena semua adalah anugerah Tuhan, itu bukan keluar dari diri kita sendiri. Tapi dari Tuhan. Muliakan Tuhan untuk itu.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *