
Jujur saja, dalam hidup kita, boleh jadi ada orang yang kita senang menemuinnya dan ada juga orang yang kita hindari agar jangan sampai bertemu dengannya.
Kita mungkin tidak mengatakannya itu terang-terangan. Tetapi dalam hati, kita tahu ada orang-orang tertentu yang kita anggap terlalu bermasalah, terlalu jauh, atau terlalu buruk untuk didekati.
Menariknya, ketika membaca kisah tentang Yesus, kita justru sering menemukan hal yang berbeda. Yesus mendekati orang-orang seperti itu.
Ia berbicara dengan orang yang dianggap berdosa. Ia makan bersama orang yang dijauhi masyarakat, seperti pemuncut cukai dan perempuan samaria..
Ia menyentuh orang yang dianggap najis. Ia memberi perhatian kepada mereka yang sering dilewatkan begitu saja.
Dan tentu saja, hal itu membuat banyak orang bertanya. Mengapa Yesus melakukan itu?
Bukankah kalau seseorang hidupnya salah, berdosa, seharusnya ia dijauhi dari pergaulan sebagai hukuman sosial?
Bukankah orang-orang yang berdosa ini harus lebih dulu berubah baru boleh datang kepada Tuhan?
Yesus justru menunjukkan cara yang berbeda dari cara kebanyakan orang..
Ia tidak mengatakan bahwa kesalahan itu tidak penting.
Tetapi Ia juga tidak memperlakukan seseorang seolah-olah kesalahannya adalah seluruh identitas dirinya.
Ada perbedaan besar antara mengatakan, “Apa yang kamu lakukan itu salah,” dan mengatakan, “Karena kamu salah, maka kamu tidak lagi berharga.”
Yesus tidak mencampuradukkan keduanya.
Ia bisa menegur dosa tanpa membuang manusia berdosa tersebut.
Salah satu kisah yang sangat menarik adalah ketika Yesus makan bersama orang-orang yang dianggap tidak layak oleh masyarakat.
Orang-orang kemudian mempertanyakan mengapa Ia mau bergaul dengan mereka. Jawaban Yesus sederhana.
Dia mengatakan, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.”— Matius 9:12
Coba pikirkan, sekiranya seorang dokter tidak datang ke rumah sakit dengan alasan karena disana banyak orang-orang sakit..?
Justru karena mereka sakit dan membutuhkan pertolongan. Maka dokter harus pergi kesana..
Begitu juga gambaran yang Yesus gunakan.
Ia datang dunia bukan karena manusia sudah sempurna. Justru sebaliknya, karena kita manusia sedang sakit dan membutuhkan pertolongan..
Mungkin itu sebabnya banyak orang berani mendekat kepada Yesus, dengan membawa segala penyakit mereka untuk disembuhkan..
Ada yang datang dengan luka. Ada yang membawa kegagalan. Ada yang datang dengan masa lalu yang tidak ingin diceritakan kepada siapa pun.
Dengan pertanyaan yang bahkan mereka sendiri sulit menjawab.
Dan di hadapan Yesus, mereka menemukan seseorang yang tidak mengabaikan kesalahan mereka, tetapi juga tidak membuang mereka karena kesalahan itu.
Ada sesuatu yang sangat manusiawi di sini. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Kita semua pernah menyesali dosa kita..
Kita semua pernah berharap bisa mengulang satu bagian dari hidup kita.
Dan mungkin, jauh di dalam hati, kita semua ingin menemukan seseorang yang bisa melihat seluruh cerita kita—bukan hanya bagian terburuknya.
Itulah salah satu hal yang membuat Yesus begitu menarik untuk dikenal.
Ia tidak hanya bertanya, “Apa yang sudah kamu lakukan?” Ia berkata,
*“Aku mengampunimu pergilah dan jangan berbuat kesalahan lagi..”
Jadi, kalau hari ini Anda merasa masa lalu Anda terlalu buruk untuk datang kepada Tuhan, mungkin kisah-kisah tentang Yesus layak dibaca kembali.
Bukan untuk membenarkan kesalahan. Tetapi untuk melihat apakah masih ada jalan pulang untuk kita..
Besok kita akan melihat sesuatu yang lebih menarik: Apa yang Yesus lakukan ketika seseorang benar-benar ingin berubah?
Masih Ada Harapan.



