Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Mengapa Tuhan Melarang Membenci di Imamat 19:17-18?

Mengapa Tuhan Melarang Membenci di Imamat 19:17-18?

Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” Imamat 19:17-18.

Perintah Tuhan adalah mengasihi. Karena itu Dia melarang membenci dalam hati. Sebab itu tidak menghasilkan kedamaian.

Seseorang yang bersalah kepada kita, bukan objek untuk dibenci. Tetapi untuk dikoreksi. Ditegur dengan terus terang.

Bukan didiamkan. Dijauhi. Dibenci lalu mengatur siasat membalas. Tidak jarang, seorang saudara melakukan kesalahan/kejahatan kepada kita, menjadi objek baru untuk dibenci.

Ayat ini mengatakan, engkau harus berterus terang menegur orang sesamamu. Dengan membiarkan dan menanamkan kebencian terhadapnya, kita telah mendatangkan dosa pada diri sendiri.

Membenci seseorang adalah dosa. Maka jangan datang kan dosa karena kesalahan orang kepada kita.

Mengapa harus berterus terang menegur? Tujuannya untuk menjauhkan dia dari dosanya.

Mengoreksinya dapat membantunya berpaling dari dosanya, namun membencinya akan membuat dosa semakin menekannya.

Dosa bahkan akan mengeraskannya dalam dosanya atau menimbulkan rasa bersalah yang menjadikan dosanya semakin menjadi beban yang harus ditanggungnya.

Sekali lagi, Jangan membenci saudaramu yang ada di hatimu. Artinya, jangan menyembunyikan kebencianmu terhadap dia atas kesalahan apa pun yang telah dilakukannya kepadamu..

Tetapi dengan lemah lembut, yakinkan dia akan kesalahannya. Dan membuat dia mengakui dosanya di hadapan Allah, dan melakukan pemulihan.

Bahkan Yesus menegaskan tentang cara memperlakukan saudara yang bersalah..

“Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lukas 17:3

Artinya, kita harus ramah terhadap mereka yang berbuat salah kepada kita.

Tidak jarang kita begitu kejam kepada mereka yang telah melukai hati kita. Memakinya, membusukkan Namanya kepada orang lain.

Tidak menegurnya. Mendiamkannya untuk waktu yang lama. Menghindarinya dan tidak ingin melihat kehadirannya dimana pun.

Pesan ayat ini adalah: Jangan menaruh dendam. Jangan membalas.

Kita mungkin tidak membalas dalam tindakan langsung, tetapi secara tidak langsung, kita membalas dendam, dengan cara mendiamkannya sebagai hukuman.

Allah mengatakan, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri..” Saudara yang berbuat dosa adalah diri kita sendir juga.

Kasihi mereka, apa pun yang telah mereka lakukan terhadap kita. Karena Yesus telah mengampuni dan menyelamatkan kita.

Renungan: Apa yang dikatakan Tuhan kepada saya dalam ayat ini? Mengapa saya dilarang membenci orang dalam hati? Mengapa harus berterus terang menegor orang yang bersalah?

Aplikasi: Apa kebenaran yang saya temukan dalam ayat ini? Mari, dari pada mendiamkan dan menjauhi mereka yang bersalah, segeralah mendatanganinya dan berterus terang mengatakan kesalahannya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan