Saat ini kita punya lebih banyak informasi, namun kita tidak selalu memiliki jawaban..

Kita juga punya lebih banyak teman, namun kita sering merasa sendirian..

Kita punya lebih banyak pilihan, namun kita sering bingung harus kemana..

Kita punya lebih banyak kenyamanan, namun hari kita sering gelisah..

Kalau begitu, mengapa kita yang hidup di zaman modern ini masih mencari Tuhan?

Zaman kita hidup saat ini sangat luar biasa dalam banyak hal.

Misalnya dalam hitungan detik, kita bisa mendapatkan informasi apa saja melalui internet.

Kita bisa berbicara dengan siapa saja di belahan dunia mana pun bahkan dengan video call.

Begitu pesatnya kemajuan teknologi jaman ini. Ilmu pengetahuan berkembang begitu dahsyat..

Banyak hal yang dulu menjadi misteri bagi manusia, sekarang bisa dijelaskan dengan gamblang..

Tetapi di balik semua kemajuan ini, manusia masih belum berhenti bergumul tentang banyak hal yang sejak masa lalu..

Kita masih bergumul dengan ketakutan, kesepian, kekosongan, dan pertanyaan tentang makna hidup.

Kita bisa mengetahui banyak hal. Tetapi kita masih bertanya-tanya, “Untuk apa saya hidup?”

Saat ini kita bisa terhubung dengan jutaan orang melalui media sosial. Tetapi ketika malam tiba, kita masih bisa merasa sendirian.

Kita bisa memiliki pekerjaan, rumah, keluarga, dan berbagai pencapaian lainnya, tetapi jauh di lubuk hati kita yang paling dalam, masih mungkin muncul pertanyaan:

“Apakah hanya seperti ini hidup itu?”

Inilah paradoks manusia modern. Banyak hal yang bisa kita kendalikan diluar diri kita, tetapi kita sering tidak mampu menenangkan apa yang ada di dalam diri kita.

Kita bisa mengubah dunia dengan teknologi, namun kita sering tidak tahu bagaimana menghadapi hati sendiri.

Dan mungkin itulah sebabnya pertanyaan tentang Tuhan tidak pernah benar-benar hilang dalam pikiran kita..

Bukan karena manusia modern kurang pintar. Tetapi karena ada pertanyaan yang tidak selesai hanya dengan kecanggihan teknologi informasi..

Kita membutuhkan arti hidup yang sejati. Kita juga membutuhkan kemana arah hidup kita bergerak..

Kita membutuhkan harapan yang lebih baik ditengah kebisingan dunia ini..

Dan mungkin, di tengah semua yang sudah kita temukan, masih ada sesuatu yang sedang kita cari.

Sesuatu yang lebih dalam dari sekadar keberhasilan dan kenyamanan..

Kita perlu sesuatu yang lebih dalam dari sekadar memiliki banyak hal.

Mungkin itu lah sebabnya mengapa manusia masih mencari Tuhan.

Dan pencarian kita tentang Tuhan, bukan lah tanda kelemahan..

Mungkin itu tanda bahwa masih ada pertanyaan yang tidak kita akan temukan hanya dengan mengandalkan teknologi..

Dan saat kita mencari, mungkin kita tidak perlu langsung percaya. Dan itu tidak apa-apa.

Karena perjalanan mengenal sesuatu yang penting selalu dimulai dengan keberanian untuk bertanya..

Besok kita akan melanjutkan pertanyaan ini:

Bisakah hidup benar-benar bahagia tanpa Tuhan?

Masih Ada Harapan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *