Mengapa Lalang dan Gandum di Biarkan Tumbuh Bersama?

Matius 13:26-30

“Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.”

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13:26-30

Hanya Ketika padi atau gandum mengeluarkan buahnya, karakter si lalang dapat terlihat. Perbedaannya menjadi sangat jelas.

Ketika keduannya masih baru bertumbuh, tidak terlalu jelas perbedaan mereka. Itu sebabnya dikatakan, “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.”

Gandum atau padi, jelas buahnya. Berguna. Itu diharapkan. Tetapi Lalang, tidak berbuah, tidak diharapkan dan keberadaannya hanya mengganggu pertumbuhan gandum atau padi.

Gandum atau padi yang berbuah, menggambarkan orang beriman. Lalang yang tidak berbuah menggambakan orang yang menolak kebenaran. Mereka mengganggu orang beriman.

Seperti halnya gandum dan Lalang, mereka membutuhkan waktu untuk terlihat sifat atau kualitas buahanya.

Demikian juga halnya dengan banyak orang, yang sekarang tampak seperti “orang baik atau orang beriman” namun pada akhirnya akan diperlihatkan sifat asli mereka pada waktunya.

Ketika para hamba melihat bahwa ada tumbuh Lalang, dimana itu tidak ditanam, kemudian mereka bertanya kepada tuan pemilik ladang itu, “Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

Lalu tuan itu (Yesus) memberitahukan asal-usul dari Lalang itu. “Seorang musuh yang melakukannya..” Musuh yang dimaksud adalah Iblis.

Selanjutnya para hamba itu berkata, kalau tuan mau kami akan mencabut Lalang itu. Para hamba itu mengira, itu adalah solusi mengatasi keberadaan Lalang..

Mereka membuat asumsi yang salah bahwa mereka dapat membedakan yang asli dari yang palsu.

Mereka juga pikir mereka memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghilangkan lalang tanpa merusak gandum/padi.

Memang apa yang mereka sampaikan itu ada benarnya, tetapi metode dan waktunya tidak seperti itu. Yesus memiliki rencana dan waktu yang tepat untuk itu.

Itu sebabnya Dia katakan, “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.”

Akar lalang biasanya saling terjalin dan berkaitan dengan akar gandum, sehingga sulit untuk memisahkan satu dari yang lain.

Baca Juga:

Arti Perumpamaan Lalang diantara Gandum di Matius 13:24-25

Selain itu, beberapa benih yang baik banyak yang belum matang, sehingga mencabut Lalang berbahaya bagi gandum. Resikonnya, gandum atau Lalang bisa ikut tercabut.

Atau bisa juga salah mencabut, karena benih yang baik belum nampak perbedaannya dengan Lalang, karena belum muncul buahnya.

Itu sebabnya, tuan itu menginstruksikan para hambanya, untuk membiarkan gandum dan lalang tumbuh berdampingan sampai waktu panen siap.

Waktu panen adalah akhir zaman. Pada saat itu, tuan akan berkata kepada para penuai, pertama-tama, singkirkan dan kumpulkan lalang yang buruk dan ikat menjadi satu bundel untuk dibakar.

Ilalang dibakar karena tidak ada gunanya dan bahkan mungkin beracun. Setelah lalang disingkirkan, para penuai dapat mengumpulkan gandum yang baik ke lumbung tuan itu..

Di mana tuan itu dapat menyimpannya untuk dikonsumsi nanti atau menjualnya untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan demikian mulai dari sekarang hingga akhir zaman, Lalang yang adalah orang yang terlihat baik, rohani, namun munafik dan sering menjadi gangguan bagi pertumbuhan orang Kristen dan gereja..

Mereka tidak boleh dicabut, dalam arti mereka tidak boleh dihakimi, karena itu adalah bagian Yesus. biarlah mereka menjadi ujian iman bagi orang percaya yang setia.

Pada hari penghukuman, Lalang (orang jahat) akan dipisahkan dari gandum (orang percaya). Karena itu, pencabutan itu harus terjadi pada masa panen dunia ini, oleh kedatangan Yesus.

Dengan tidak dicabutnya Lalang sedini mungkin, itu untuk memberi kesempatan bagi manusia Lalang untuk bertobat dari sifat dan tabiat mereka yang palsu.

Tetapi bila sampai akhir zaman, sifat Lalang tidak berubah, maka pemisahan akan terjadi.

Di dalam gereja mungkin kita tidak tahu, mana Lalang mana gandum sampai sifat dan buahnya muncul.

Dan kalau pun kita melihat Lalang muncul dalam kumpulan orang percaya, jangan pernah dicabut.

Biarkan saja disana. Berdoa lah untuk diri sendiri dan jemaat, supaya iman kita tidak terganggu oleh Lalang tersebut.

Apakah saya adalah Lalang atau gandum? Kita dapat mengetahuinya dari sifat dan buah yang dihasilkan.

Marilah kita jadi gandum. Hasilkan lah buah yang baik. Jadilah berkat bagi siapa saja.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *