Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Mengapa Kita Memanggil TUHAN Sebagai Jehovah Nissi?

Mengapa Kita Memanggil TUHAN Sebagai Jehovah Nissi?

Nama Tuhan Jehovah Nissi mungkin kurang akrab ditelinga kita. Ibrani yehôvâh nissı̂y. kata ini hanya muncul sekali di Alkitab yaitu Keluaran 17:15.

Orang yang pertama kali menyebut TUhan sebagai Jehovah Nissi adalah Musa. Setelah Israel mengalahkan Amalek dan dia membangun Mezbah dan menyebut Jehovah Nissi.

Arti Jehovah Nissi yaitu Tuhan adalah panjiku. Kata Panji sendiri memilki arti Panji/Bendera, tanda kebesaran, naungan (dilindungi oleh).

Untuk memahami makna dari nama Tuhan yang diberikan oleh Musa, Jehovah Nissi, maka kita harus baca cerita pengalaman Musa, mengapa sampai dia memberikan nama ini.

Latar belakang

Berawal dari peperangan bangsa Israel melawan bangsa Amalek di Rafidim di Keluaran 17:8-16.

Orang Amalek itu tinggal di gurun selatan Kanaan di sekitar Kadesh (Kej 14:7), atau dikenal sebagai bagian utara Negev (Bil 13:29;14:25, 43).

Amalek adalah putra Elifaz (anak laki-laki tertua Esau) dari seorang gundik bernama Timna (Kej 36:12) dan menjadi ”klan” atau ”kepala ” di suku Esau (Kej 36:15).

Jadi orang Amalek adalah sepupu jauh dari orang Israel. Tetapi sekarang mereka berperang.

Strategi perang Musa dengan memilih orang-orang pilihan. Musa berdiri di puncak bukit dengan memegang tongkat Allah ditangannya, bersama Harun dan Hur.

Peperangan ini unik karena kemenangan Israel tergantung tangan Musa yang terangkat. Jika tangan Musa terangkat, maka Israel lebih kuat. Sebaliknya Amalek akan lebih kuat jika tangan Musa turun.

Bagaimana cara supaya tangan Musa tidak turun jika kelelahan? Disitulah peran Harun dan Hur.

Mereka menopang tangan Musa dengan sebuah batu, yang diletakkan dibawah dimana Musa duduk dan tangan kanan dan kirinya di topang oleh Harun dan Hur sampai matahari terbenam.

Israel akhirnya menang terhadap Amalek.

Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: “Tuhanlah panji-panjiku!”  Ia berkata: “Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun.” Keluaran 17:15-16.

Kemenangan Israel melawan Amalek bukan karena karena tongkat Musa yang direntangkan bersama kedua tangannya.

Itu hanya symbol dari kehadiran Tuhan dalam peperangan mereka. TUhanlah yang memberikan kemenangan itu.

Tangan yang terus menerus diacungkan merupakan menandakan semangat dari doa Musa.

“TUHAN adalah Panjiku” (yhwh nissî, “Yahweh Nissi”) adalah nama mezbah (lih. Yakub dalam Kej 33:20)

Apakah ini gelar untuk Tuhan memang tidak diketahui secara pasti.

Arti kata Tuhan panjiku

Kata Panji tercermin dari akar kata Menjadi tinggi, ditinggikan, menyolok. Kiasannya adalah mengangkat tongkat sebagai standar dan kesaksian kekuasaan-Nya.

Maka, kemenangan adalah milik Tuhan, sama seperti perang itu miliknya. Tidak ada yang namanya “perang suci” dalam PL, tetapi yang ada “perang” Yahweh.[1]

Maka ketika Musa mengatakan Jehovah Nissi atau Tuhan adalah panji kemenanganku, dia sementara mengumandangkan dan mengibarkan kehebatan Tuhan atas peperangan yang mereka menangkan.

Bandingkan tindakan serupa dengan Yakub membangun sebuah mezbah dan menamakannya “El-Elohe-Israel” (Kej 33:20), “Allah Israel yang perkasa.”

ALTAR menjadi antropomorfisme (sebuah interpretasi dari apa yang bukan manusia atau pribadi dalam hal karakteristik manusia atau pribadi) untuk Tuhan.

Perhatikan bahwa ketika Israel menggerutu dan mengecewakan Tuhan, penamaan itu untuk memperingati kejadian atau akibat dari kegagalan mereka (Kel 17:7 [Kel 17:1-7]).

Ketika mereka diberkati dengan kesuksesan, penamaan itu untuk memuji Tuhan.

Kata “Panji-panji” juga digunakan dalam Yesaya 11:10,12. Walau tidak persis namun mencerminkan makna Jehovah Nissi.

Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia…Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.

Kata panji di ayat ini tidak sama dengan keluaran 17:15. Bhs Ibrani disebut nace, artinya bendera, spanduk/banner, tiang, layar, tanda (en-), panji.

Gagasan yang diungkapkan tampaknya adalah bahwa Yehuwa sendiri adalah titik temu bagi umat-Nya.

Kita memperoleh kemenangan bukan melalui usaha kita sendiri tetapi melalui Kristus saja (Yoh 16:33; 1Yoh 2:13, 14; 5:4, 5).

Ketika orang Israel melawan orang Amalek di Rafidim, Musa mengangkat tangannya, sehingga menjadi panji hidup yang melambangkan kehadiran Tuhan untuk membantu umat-Nya memenangkan kemenangan.

Kata Ibrani yang diterjemahkan “Panji” terkait dengan kata yang diterjemahkan “Panji” dalam (Bil 21:8, 9) dan digunakan untuk “tiang” di mana ular perunggu ditempatkan.

Panji ini memberikan gambar Yesus terangkat di kayu Salib untuk menyembuhkan dari “gigitan ular” (Yoh 3:14,15) karena kita berdosa (2Kor 5:21).

Karena kata Panji/Banner hari ini menyiratkan kain, hubungannya dengan pemahaman Ibrani mungkin terlewatkan.

Misalnya, di zaman kuno, tombak dapat digunakan sebagai standar dalam pertempuran, dengan atau tanpa potongan kain yang diikatkan padanya.

Kemudian, tongkat mungkin memiliki perangkat di atasnya untuk menandai titik kumpul pasukan. Di dunia kuno, ini terkadang merupakan gambar atau tanda para dewa.

Tongkat Musa adalah panji yang dapat dilihat oleh pasukan Yosua dan itu melambangkan kuasa penyelamatan Allah. Musa menyatakan bahwa Tuhan sendiri adalah Standar, Panji umat-Nya.

Yehovah Nissi dalam saptuaginta

Septuaginta (LXX) memiliki frasa Yunani yang menarik kurios mou kataphuge untuk menerjemahkan nama Yehuwa nissi.

Frasa Yunani ini secara harfiah adalah Tuhan Tempat Perlindunganku (tempat peristirahatanku yang aman, tempat perlindunganku yang pasti).

Kata Yunani yang sama, kataphuge, (yang tidak ditemukan dalam PB) digunakan 19 kali dalam terjemahan Septuaginta dari PL dan sebagian besar penggunaan ini merujuk pada Tuhan sendiri.

Jadi kita melihat kataphuge digunakan untuk menerjemahkan deskripsi Tuhan sebagai berikut…

  • Perteduhan (Mz 18:2, Mz 31:3, Mz 71:3, Mz 91:2, Mz 144:2)
  • tempat persembunyian (Mz 32:7)
  • perlindungan (2Sam 22:3, Mz 46:1, Mz 59:16, Yer 16:19)
  • benteng (Mz 9:9)
  • tempat tinggal (Mz 90:1)

Yeremia berkata, “Buatlah sebuah panji di bumi, tiuplah sangkakala di antara bangsa-bangsa untuk berperang melawan dia” (Yer 51:27; lihat juga Yer 4:21; Yes 18:3).

Panji biasanya dinaikkan di gunung atau tempat tinggi lainnya (Yes 13:2; 18:3; 30:17). Di sana, proklamasi publik dapat dilakukan (Yer 50:2).

Prajurit meninggalkan panji dengan panik (Yes 31:9) menandakan kekalahan. Ketika sebuah panji dinaikkan menuju sebuah kota,

Itu adalah tanda bagi penduduknya untuk “melarikan diri untuk keselamatan” sebelum serangan (lih. Yer 4:6)….Kata nēs juga digunakan dalam para nabi sehubungan dengan kembali ke Sion.

Sebuah panji akan dikibarkan atas bangsa-bangsa (Yes 62:10) dan mereka akan membawa putra dan putri Sion kembali kepadanya (Yes 49:22).

Tidaklah mengherankan bahwa Yesaya, mengatakan “pada hari itu akar Isai akan berdiri sebagai panji bagi bangsa-bangsa; dialah yang akan dicari bangsa-bangsa” (Yes 11:10; 11:12).

Jadi raja Mesianik Israel akan diangkat (lih. Yoh 3:14; Flp 2:9-catatan) agar semua orang dapat berkumpul di sekelilingnya.

Pentateuch menggunakan nēs empat kali. Ketika orang Amalek dikalahkan (Kel 17:15), Musa membangun sebuah mezbah untuk memperingati kemenangan itu.

Menyadari bahwa Tuhan adalah Panji di mana Israel telah berkumpul, dia menyebut mezbah itu “Jehovah nissi” (Tuhan adalah panji-panji saya).

Kemudian di padang belantara, Musa mengangkat di antara orang-orang itu seekor ular tembaga yang ditaruh di atas sebuah tiang (nēs) (Bil 21:8, 9).

Titik pertemuan penyembuhan dan kehidupan ini menjadi objek pelajaran yang cocok untuk sesuatu yang lebih besar yang akan datang (lih. Yoh 3:14, 15). nēs juga digunakan dalam Bilangan dalam arti “tanda” atau “peringatan” (Bil 26:10).”

Panji dikibarkan untuk merayakan dan menghormati.

Seperti para juara yang memenangkan pertandingan, bendera-bendera akan dikibarkan sebagai tanda perayaan kemenangan.

Para tentara yang kembali dari memenangkan pertempuran, mereka diarak dan disambut dengan panji-panji atau bendera yang dikibarkan.

Panji-panji menghiasi tempat-tempat umum untuk merayakan acara-acara atau orang-orang yang pantas mendapat kehormatan.

Panji adalah untuk mengingat dan memperingati.

Seperti halnya diindonesia. Seluruh pelosok negeri dikibarkan bendera dan banner-banner untuk memperingati kemerdekaan dan para pahlawan yang telah berjuang dimasa lalu.

Panji adalah label dan stempel. Mereka mengumumkan nama dan gambar yang dapat dikenali orang dari jarak yang sangat jauh.

Mereka menunjukkan lokasi dan identitas bisnis atau acara sehingga orang dapat dipandu ke sana.

Ketika Musa mendirikan Mezbah, lalu dinamainya Tuhan panji-panjiku..dia sedang merayakan dan memberikan penghormatan kepada Tuhan.

Saat yang sama menunjukkan dan mengumumkan panji-panji itu kepada semua orang bahwa Tuhanlah yang memberi mereka kemenangan.

Panji-panji harus terlihat

Inti dari sebuah Panji-panni adalah untuk dilihat, dia harus jelas/terang dan tidak boleh diabaikan.

Panji-panji adalah untuk mereka yang mengangkatnya. itu adalah tindakan perayaan, peringatan, atau pengumuman.

Panji adalah untuk mereka yang melihatnya. Mereka adalah undangan dan tempat berkumpul. Mereka memanggil dan memanggil. Mereka menarik orang yang lewat.

Mari kita melihat bagaimana Allah adalah panji—Jehovah Nissi—dari semua orang yang percaya, semua pengikut-Nya, semua yang memercayai Dia dengan iman yang sama seperti yang telah dipercayai Musa, Harun, Hur, dan Yosua.

Baca Juga: Mengapa kita memanggil Tuhan sebagai Yehovah Jireh?

Mengapa kita memanggil Tuhan sebagai Yehovah Rapha?

Jehovah Nissi hari ini

Sebagaimana Musa dan Israel menjadi panji mereka, yang memberi kemenangan kepada mereka. Sehingga Musa membuat mezbah dan menamai itu Tuhan adalah Panjiku.

Allah adalah panji kita karena itu kita hidup untuk merayakan dan menghormati kesetiaan-Nya kepada kita, yang ditunjukkan dalam banyak perkara disepanjang hidup kita.

Tuhan adalah panji kita karena kita mengingat semua perbuatan-Nya dan firman-Nya yang dengan murah hati diberikan kepada kita dalam kitab suci.

Tuhan adalah panji kita karena Dia memberi kita identitas, dan label kita adalah “anak-anak Tuhan,” karena karya penyelamatan Yesus.

Tuhan adalah panji kita karena kita adalah wakil-Nya di dunia, membuat Dia terlihat dan menunjukkan keindahan karya transformasi-Nya.

Tuhan adalah panji kita karena semua ini adalah undangan, tarikan gravitasi, panggilan, tarikan bagi siapa saja yang akan percaya .

Dimasa lalu, hari ini dan yang akan datang, jika kita telah mengalami kemenangan dalam hidup, baik kemenangan mengalahkan penggodaan, mengalahkan selera, mengalahkan nafsu, mengalahkan ego, kesombongan.

Bangunlah mezbah dan namailah itu dengan Jehovah Nissi. Tuhan adalah panjiku. Karena Tuhan yang memberi kita kemenangan.

JIka kita telah melewati segala pergumulan kesusahan hidup, kita sembuh dari penyakit, usaha membaik, tamat sekolah, menikah, memiliki anak, lepas dari maut dan kecelakaan, diberkati dalam segala sesuatu.

Bangunlah mezbah dan namai itu dengan Yehovah Nissi. Tuhan adalah panji kemenanganku.

Ketika semua kemenangan itu telah kita raih, ingat itu bukan untuk disimpan sendiri. Hanya diketaui diri sendiri.

Sebagaimana sebuah bendera, itu harus dikibarkan, sebagai tanda perayaan dan penghormatan kepada TUHAN yang telah memberi kita kemenangan.

Tujuannya supaya orang-orang tahu dan mereka melihat kehebatan Tuhan dalam hidup kita. Panji-panji itu akan mengundang mereka kepada Tuhan sang pemberi kemenangan.

Jadi, mengapa kita memanggil Tuhan sebagai Jehovah Nissi?

Karena Tuhan memberi kita kemenangan melawan daging, dunia dan setan. Pertempuran kita adalah pertempuran terang melawan kegelapan dan kebaikan melawan kejahatan.

Kibarkan panji-Nya. Panggil Dia dengan YEHOVAH NISSI. TUHAN ADALAH PANJI-PANJIKU.


[1] Tremper Longman III dan David E. Garland, The Expositor’s Bible Commentary: Genesis-Leviticus (GrandRapid, MI: Zondervan, 2005), 750

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan