Mengapa Kita Memanggil Tuhan Sebagai Jehovah Jireh?

Kata “Jehovah Jireh” sudah sangat akrab ditelinga kita. Ini adalah nama atau gelar untuk Tuhan. Diberikan oleh Abraham digunung Moria.

Jehovah Jireh memiliki arti “Allah menyediakan”

Ini bukan hanya sekedar kata. Panggilan Jehovah Jireh pertama kali kita temukan di Kejadian 22:14.

Namun untuk memahami mengapa Abraham memanggil Tuhan sebagai Jehovah Jireh, kita harus mengikuti cerita Abraham khususnya Kejadian 22.

Siapakah Abaraham?

Abraham adalah keturunan Adam dari garis generasi set. Set melahirkan anak-anak yang mengenal Tuhan, yang mana melalui garis keturunan Set akan menggenapi nubuatan kedatangan Mesias.

Kita bisa menelusuri silsilah Abraham dalam kejadian 5 dan 11:10-32.

Dari 3 orang anak Nuh, manusia yang tersisa setelah air bah, Sem, Ham, Yefet. Maka Abraham memiliki nenek moyang Sem. Ayahnya bernama Terah (Kej 11:26), kakeknya Nahor.

Tuhan memanggil Abraham meninggalkan negerinya, Ur Kasdim ketempat yang Tuhan sudah tentukan. Dengan iman dia berangkat mengikuti pentunjuk Tuhan dan tiba di tanah Kanaan dan berdiam disana.

Sebelumnya di Kej 12:1-3, Tuhan menjanjikan bahwa dia akan menjadi bangsa besar. Untuk menjadi bangsa besar tentu dia harus memiliki keturunan.

Dan dari keturunannya bangsa-bangsa akan diberkati.

Untuk waktu sangat lama, puluhan tahun bahkan hingga dia berusia lanjut, janji tentang bangsa besar nampaknya belum ada titik terang. Sebab anak saja tidak punya, bagaimana menjadi bangsa besar!

Akhirnya, Tuhan menentramkan hati Abraham dengan mujizat kehamilan Sara diusia lanjut 90 tahun. Ia melahirkan Ishak.

Senangnya bukan main. Penantian panjang mendapatkan anak yang dijanjikan Tuhan terpenuhi. Sukacita luar biasa, tak terkatakan dengan Bahasa manusia. Semua orang yang melihat, takjub, heran, bercampur kelucuan.

Sesuai namanya Ishak, artinya tertawa, membuat orang-orang tertawa melihat Sara mengandung diusia tua dan melahirkan.

Ishak bagaikan permata bagi Abraham dan Sara. Sayangnya bukan main, anak penghiburan dimasa tua.

Kusutnya hidup Abraham

Siapa yang tidak sedih, jika anak yang kita kasihi diminta Tuhan untuk di korbankan? Dikorbankan artinya dia harus mati.

Ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak, permintaan itu bagaikan petir disiang bolong. (Kejadian 22:1,2).

Bagaimana tidak. Itu anak didapat dimasa Tua, menunggunya puluhan tahun. Sekarang sementara Abraham sedang dalam masa bahagia memiliki Ishak, lalu Tuhan meminta dia untuk dikorbankan.

Abraham bingung, sedih, stress, berdukacita.

Baginya Kematian Ishak hanya tinggal tunggu waktu, tidak lama lagi, tinggal 3 hari lagi.

Kenapa Abraham bingung? Selama ini Tuhan tidak pernah meminta korban itu manusia. Agama yang mengorbankan manusia itu adalah agama orang Kanaan.

Anak-anak mereka dikorbankan kepada dewa-dewa untuk menyenangkan hati mereka.

Selama ini Abraham mengenal Tuhan dengan baik. Dia tidak sama dengan Dewa orang kanaan yang meminta korban manusia.

Selama ini Tuhan tidak pernah mengorbankan manusia demi kesenangannya. Justru Tuhanlah yang berkorban demi manusia.

Tentu Abraham bingung dengan semua ini..

Tetapi karena Dia mengenal Tuhan dengan baik, walau dia bingung, stress, berdukacita, dia menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.

Sebab dia tahu, rencana Tuhan selalu yang terbaik bagi hidupnya. Jikalau Tuhan yang meminta, pasti semuanya untuk kebaikan dan kemuliaan Tuhan.

Jehovah Jireh di gunung pengorbanan

Di Kejadian 22 cerita itu dituliskan. Pagi-pagi Abraham bangun. Mempersiapkan semua perjalanan mereka menunju gunung pengorbanan yang Tuhan akan tunjukkan.

Dalam hati Abraham mungkin pertanyaan ini muncul, mengapa harus pergi jauh-jauh untuk mengorbankan Ishak?

Tidak ada jawaban untuk pertanyaan itu..intinya semua pertanyaan yang membuat bingung Abraham tidak ada jawabannya saat itu.

Tapi dalam iman dia melakukan semua yang diminta Tuhan. Dia yakin, semua akan terjawab ketika tiba di gunung pengorbanan itu.

Sementara mereka berjalan bersama, Ishak bertanya, “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” (Kej 22:8).

Abraham menjawab, “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.”

Perkataan Abraham, Allah akan menyediaan, bisa bermakna ganda. Pertama, untuk menutupi rahasia kepada Ishak, bahwa dia adalah korbannya.

Kedua, Abraham benar-benar yakin bahwa Tuhan akan menyediakan korban lain pengganti Ishak.

Setelah mereka tiba dibukit pengorbanan. Tidak ada lagi dialog yang dituliskan, antara Abraham dengan Ishak. Tiba-tiba saja Ishak sudah diikat dan berada diatas mezbah, siap untuk dikorbankan.

Mempersembahkan korban hewan kepada Tuhan hal biasa bagi Abraham. Tapi mempersembahkan korban anaknya sendiri, hal yang luar biasa dan diluar kebiasaan dan ini sangat mengerikan bagi dia.

Perasaan bercampur aduk ketika dia ikat ishak, menaruhnya diatas mezbah dan dalam hitungan detik, pisau akan memotong leher ishak dan dia akan mati ditangan Abraham.

Namun sementara dia melakukan semua itu, harapannya pada Tuhan tidak berubah. Dia tahu Tuhan yang meminta, tidak ada sedikitpun niat hati untuk memberontak dan melawan perintah Tuhan.

Satu detik yang terakhir, ketika Abraham akan menikam Ishak sebagai korban, tiba-tiba Tuhan muncul dan berkata:

“Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Sekarang pertanyaan Abraham terjawab. Bahwa ini hanya ujian iman bagi dia. Tuhan mau melihat sejauh mana Abraham menurut kepada Tuhan?

Nyata, penurutan Abraham kepada Tuhan sangat total. Penurutan yang sempurna. Penurutan tertinggi.

Seseorang lebih baik menyerahkan dirinya mati demi keselamatan anaknya. Maka penurutan tertinggi dan terbesar adalah ketika menyerahkan anak kepada Tuhan untuk mati.

Tapi Tuhan tidak pernah meminta kita berkorban untuk Dia. Tuhan yang berkoban untuk kita.

Maka, gantinya Ishak dikorbankan untuk Tuhan, Tuhan gantikan Dia yang berkorban.

Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kej 22:13)

Domba jantan yang disediakan Tuhan pengganti Ishak adalah lambang kepada Yesus. Yang akan dikorbankan untuk mati bagi kita.

Pengorbanan Ishak tidak layak, sekalipun dia anak yang penurut.

Sampai disini kebingungan Abraham terjawab, sekarang dia bisa tersenyum lebar, karena dia bisa pulang kerumah tanpa beban.

Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

Jadi Abraham menamai tempat itu, “Jehovah Jireh” artinya Tuhan menyediakan.

Seperti yang dikatakan Abraham kepada Ishak. Bahwa Tuhan akan menyediakan.

Apa yang Tuhan sediakan?

Tuhan menyediakan Jalan keluar atau solusi atas masalah.

Pertama: Jalan keluar atas pergumulan Abraham. Ketika Abraham berada dalam kebingungan, stress, tertekan, dukacita karena akan mempersembahkan anaknya. Tuhan memberikan jalan keluar atau solusi yaitu menggantinya dengan seekor domba.

Ishak selamat, Abraham selamat paling tidak dari amukan Sara. Sebab jika sekiranya Ishak dikorbankan dan mati, keributan dan prahara rumah tangga Abraham tidak terelakkan.

Itu sebabnya ketika Tuhan menyediakan jalan keluar, hatinya lega dan bisa bernafas dengan normal.

Kedua: Jalan keluar yang Tuhan sediakan terhadap masalah dosa manusia yaitu kita tidak perlu mati, karena Yesus menggantikan tempat kita.

Domba jantan yang Tuhan sediakan itu adalah lambang Yesus, yang mana selama ini mereka sering korbankan sebagai persembahan korban kepada Tuhan.

Menunjukkan bahwa dimasa mendatang, Yesus akan dikorbankan untuk mati bagi kita.

“Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yohanes1:29)

Roma 6:23 Upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus.

Allah tidak ingin kita mati. Kenapa? Yohanes 3:16 mengatakan Karena ALLAH MENGASIHI KITA. SUPAYA KITA TIDAK BINASA, TETAPI BEROLEH HIDUP YANG KEKAL.

Roma 5: 8 Tetapi Tuhan menunjukkan kasihnya sendiri untuk kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus mati untuk kita.

Sama seperti Tuhan menyediakan seekor domba jantan sebagai pengganti Ishak, Dia memberikan anak-Nya Yesus sebagai korban terakhir. kehendak Tuhan memenuhi semua kebutuhan kita

Konteks Jehovah Jireh Kejadian 22:14

Ketika Tuhan memperkenalkan dirinya sebagai Yehova Jireh, yang berarti “Tuhan akan menyediakan,” itu tidak dalam konteks makanan ringan atau mobil atau uang atau tagihan.

Itu dalam konteks kebutuhan fisik paling mendalam yang dapat dihadapi seseorang – hilangnya nyawa.

Dalam Kejadian 22, kita membaca kisah Abraham yang diperintahkan oleh Tuhan untuk membawa putranya Ishak ke Gunung Moria dan mengorbankannya.

Ishak adalah anak yang dijanjikan, karunia ajaib dari Tuhan ketika Abraham dan Sarah sudah tua. Dia adalah anak yang dijanjikan yang telah Allah janjikan untuk dijadikan suatu bangsa yang besar.

Dia adalah persediaan Tuhan, atau begitulah tampaknya sampai Tuhan berkata untuk meletakkannya di atas mezbah dan mempersembahkannya sebagai korban.

Ibrani 11 memberi tahu kita bahwa dia bertindak dengan iman bahwa Allah akan membangkitkan Ishak.

Dia patuh dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan semacam keajaiban, dan Tuhan melakukannya – seekor domba jantan yang tersangkut di semak-semak sebagai korban pengganti.

Jehovah Jireh dalam kehidupan sehari-hari

Maka ketika kita memanggil Tuhan sebagai Jehovah Jireh, kita harus mengingat pengalaman Abraham. Jehovah Jireh atau Tuhan menyediakan artinya Tuhan adalah penyedia solusi atas semua masalah hidup kita.

Boleh jadi saat ini kita sedang bingung, stress, tertekan menghadapi persoalan hidup kita. Kita berjalan seolah tidak ada harapan dan jalan keluar.

Sebagaimana Abraham yang terus berjalan dengan iman dan melakukan kehendak Tuhan, akhirnya Tuhan sendiri yang menyediakan solusi.

Dalam keadaan terburuk kita, kita memikirkan penyediaan Tuhan seolah-olah dia adalah seorang pelayan:

kita memberi isyarat kepada-Nya untuk hidup kita, menempatkan pesanan kita dalam “iman”, dan menerima apa yang kita minta.

Namun, lebih sering, kita tidak begitu basi. Kita berpikir bahwa Tuhan menyediakan bagi kita – pekerjaan, keluarga, teman, perhatian, gereja, kemampuan, doa yang dijawab.

Hal-hal ini penting dan bermakna; mereka benar-benar bagian dari ketentuan Tuhan untuk kita.

Tetapi terlalu sering kita berhenti di situ, dan dengan berbuat demikian kita berhenti pada kenyataan yang mendalam tentang apa arti sebenarnya dari “Tuhan akan menyediakan”.

Baca juga: Mengapa kita memanggil Tuhan sebagai Jehovah Rapha?

Dalam Matius 6 Yesus memberi tahu murid-muridnya

”Janganlah kuatir tentang hidupmu, tentang apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum, atau tentang tubuhmu, apa yang akan kamu pakai . . . Lihatlah burung-burung di udara: mereka tidak menabur atau menuai atau mengumpulkan ke dalam lumbung, namun Bapa surgawimu memberi mereka makan. Bukankah kamu lebih berharga dari mereka. . . Perhatikan bunga bakung di ladang, bagaimana mereka tumbuh: mereka tidak bekerja keras atau berputar, namun Aku berkata kepadamu, bahkan Salomo dalam segala kemuliaannya tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.”

Dalam ayat-ayat ini, Yesus menunjukkan salah satu ujung spektrum penyediaah Allah. Dia peduli pada yang terkecil dan bahkan yang tidak bernyawa dalam ciptaannya.

Dia memberi mereka makan dan pakaian. Matanya tertuju pada mereka sebagai benda-benda ciptaan yang berharga.

Jadi mengapa kita harus khawatir tentang penyediaan-Nya? Bukankah kita adalah pembawa gambar, yang secara unik diciptakan untuk menjadi anak-anak Tuhan?

Dia menyediakan sebagaimana seharusnya seorang ayah – hal-hal yang terbaik bagi anak-anak-Nya tanpa ragu-ragu dan selalu pada waktu yang tepat.

Kesimpulan

Dalam Kejadian, putra satu-satunya Abraham ditetapkan untuk dikorbankan dan diselamatkan oleh persediaan ajaib Tuhan.

Dalam Injil, Anak Tunggal Allah dikorbankan sebagai persediaan ajaib bagi semua orang.

Ketika kita mengatakan Yehova Jireh, Tuhan akan menyediakan, kita bisa yakin itu benar. Kita bisa melihatnya di bunga dan burung. Dan kita dapat melihatnya di kayu salib – Yesus adalah persediaan-Nya yang besar.

Karena itu jangan pernah kuatir akan apapun juga. Kalau kita menghadapi pergumulan hidup seakan tidak ada jalan keluar, pecayalah Tuhan akan sediakan.

Dan penyediaan Tuhan tepat pada waktunya, baik untuk masalah hidup sehari-hari maupun masalah dosa kita. TUHAN MENYEDIAKAN.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.