“Selamat datang dalam perjalanan mengenal Yesus. Satu hari, satu cerita, satu langkah lebih dekat kepada-Nya.”

Ada begitu banyak tokoh dalam sejarah. Sebagian pernah memimpin kerajaan. Seperti Raja Alexander Agung..

Sebagian dari mereka para penemu, seperti Thomas Alva Edison. Sebagian menginspirasi jutaan orang. Seperti Steve Jobs

Tetapi ada satu nama yang, setelah lebih dari dua ribu tahun, masih terus dibicarakan: Dia adalah Yesus.

Mengapa dia terus dibicarakan?

Padahal Dia bukan penulis buku. Tidak pernah memimpin kerajaan. Tidak memiliki tentara.

Ia bukan berasal dari keluarga elit, Ia cuma tinggal di sebuah kota kecil yang nyaris tidak diperhitungkan oleh dunia pada zamannya.

Namun hari ini, miliaran orang masih membaca perkataan-Nya, masih berdoa kepada-Nya, menyanyikan lagu tentang-Nya, dan menjadikan kehidupan-Nya sebagai pusat iman mereka.

Menariknya, bukan hanya orang Kristen yang membicarakan Yesus.

Para sejarawan membicarakan-Nya. Para filsuf membicarakan-Nya.

Orang yang menolak agama pun sering memiliki pendapat tentang-Nya.

Mengapa Yesus terus dibicarakan?

Mungkin karena Yesus tidak hanya berbicara tentang agama. Ia berbicara tentang manusia.

Ia bicara tentang rasa takut, pengampunan, kemiskinan, kesepian, kasih, kegagalan, kematian. Dan tentang harapan.

Dimana semua hal ini masih kita hadapi hingga sekarang.

Kita saat ini hidup di zaman kecerdasan buatan, media sosial, dan teknologi yang semakin canggih.

Tetapi pertanyaan manusia ternyata tidak banyak berubah: Kita masih bertanya:

Siapa saya?

Untuk apa saya hidup?

Mengapa saya menderita?

Apakah Tuhan mengampuni saya?

Apa yang terjadi kalau saya mati?

Apakah hidup saya berarti?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menyebabkan Yesus masih dibicarakan hingga hari ini..

Bukan karena manusia kehabisan topik pembicaraan..

Tetapi karena pertanyaan tentang manusia belum selesai.

Jadi, sebelum kita mengatakan Yesus penting atau tidak penting, mungkin ada pertanyaan yang lebih sederhana:

Sebenarnya, siapa sih Yesus itu?

“Minggu ini, kita akan mulai menjawab pertanyaan itu. Siapakah Yesus sebenarnya?”

“Karna Kita tidak harus menjalani hidup sendirian.”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *