Membuka topeng sang pengkhianat (Matius 26:25)
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” Matius 26:25
“Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”
Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.” Yohanes 13:25-26.
Semua murid mengatakan bahwa bukan mereka yang akan mengkhianati Yesus. Termasuk Yudas. Seperti murid lainnya, dia juga bilang, “Bukan aku ya Rabi..?”
Tentu membingungkan semua murid, sebab hampir 12 orang murid itu mengatakan ‘bukan saya..’
Dia mungkin orang terakhir yang membuat pengakuan, ‘bukan aku..’ Sudah pasti ada pengakuan yang tidak benar. Tetapi siapa? belum terbuka secara jelas.
Narasi pengakuan Yudas sedikit berbeda dengan murid lainnya. Dia menyebut, “bukan aku ya Rabi?”
Dia adalah tersangka utama. Dalam hatinya dia mengakui sebagai pengkhianat. Tetapi dia harus sembunyikan itu dari murid-murid lainnya..
Ketika DIa menyebut Yesus sebagai Rabi, itu hanya sekedar memperkuat kesetiaannya yang pura-pura.
Yesus tidak menanggapi dengan tuduhan langsung namun hanya berkata, “Engkau telah mengatakannya.”
Kalimat ini merupakan cara untuk membuat penegasan yang menempatkan tanggung jawab kembali pada orang yang mengajukan pertanyaan.
Ini menegaskan bahwa Yudas telah mengutuk dirinya sendiri dengan mulutnya sendiri. Dalam pengakuan bibir, “dia bilang bukan aku,” tetapi realitas hatinya tidak demikian..
Petrus yang sangat penasaran, meminta Yohanes bertanya langsung kepada Yesus, yang duduk disebelah Yesus sambil bersandar..
“Tuhan, siapakah itu?” Tanya Yohanes setengah berbisik..
Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”
Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. (Yohanes 13 :24-26)
Dengan demikian Yohanes mengetahui kebenaran yang mengerikan tentang Yudas, namun tampaknya ia tidak memberi tahu Petrus pada saat itu.
Setelah Yudas mengambil roti dari Yesus, ia kerasukan roh Iblis (Yoh 13:27). Artinya dia menetapkan dan memeteraikan dirinya sebagai lawan Kristus. Dia sekarang berada di pihak Iblis.
Musuh Allah adalah Iblis. Sejak lama Iblis ingin membinasakan Anak Allah. Iblis menggunakan Yudas. Dengan demikian, Yudas menjadi agen iblis untuk menyerahkan Yesus.
Karena mengkhianati Anak Allah, Yudas menjadi pendosa terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Itu sebabnya, nama Yudas tidak pernah digunakan sebagai nama orang sejak saat itu..
Yesus mengatakan kepada Yudas, “Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera.” Murid-murid itu tidak mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kapada Yudas.
“Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.” (Yohanes 13:28-29).
Yesus tahu siapa pengkhianat itu. Yohanes tahu dan Yudas sendiri mengetahuinya. Namun murid lainnya tidak mengetahuinya.
Yudas telah menorehkan catatan terburuk dalam sejarah. Namanya tercatat dan terkenal dalam Alkitab, tetapi bukan sebagai murid yang sejati. Pengkhianat terbesar sepanjang masa..
Siapa pun dapat menjadi seperti Yudas. Menjual imannya demi barang fana dunia ini. Karena itu, taklukkan segala sifat ketamakan dan ambisi dibawah kaki Yesus..
Waspada terhadap pengkhianatan. Itu bisa terjadi dimana saja. Dalam hubungan suami istri. Dalam persahabatan. Lingkungan pekerjaan. Komunitas gereja, dll..
Pengkhianat akan selalu ada. Tetapi jangan lah kita yang menjadi pengkhianat tersebut..
Jangan khianati istri atau suami mu. Jangan khianati sahabatmu. Jadilah pasangan dan sahabat yang sejati..
Intinya, jangan jual Yesus demi apa pun. Jabatan. Pasangan. Karir. Pekerjaan. Harta, dll.






