
Matius 27:39-40
“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala..” Matius 27:39
BETAPA banyaknya orang yang mengejek Yesus. Para pemuka agama. Herodes. Para prajurit. Penyamun. Orang-orang banyak.
Apakah mereka juga mengejek penjahat disebelah kanan dan kiri Yesus, kita tidak tahu. Jika pun harus mengejek penjahat yang sedang dihukum, maka mereka berdualah yang paling pantas..
Tetapi sebaliknya, Yesus yang paling banyak menerima ejekan. Kali ini Dia menerima ejekan dari orang-orang yang lewat.
“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,”
Siapakah orang-orang yang lewat ini? Kemungkinan besar terdiri dari para peziarah Yahudi yang datang untuk merayakan Paskah..
Karena Yerusalem biasanya penuh saat paskah, sebagian besar dari mereka harus berkemah di luar kota atau tinggal di kota dan desa terdekat..
Akibatnya, lalu lintas masuk dan keluar Yerusalem jauh lebih padat dibandingkan biasanya. Orang-0rang yang lewat ini kemungkinan Sebagian besar orang-orang Galilea dan Yudea..
Boleh jadi sebelumnya mereka mengagumi Kristus dan bahkan mungkin mengikuti Dia untuk sementara waktu.
Mereka telah mendengar Dia berkhotbah dan melihat Dia melakukan mukjizat dan membongkar kemunafikan para ahli Taurat, orang Farisi, dan pemimpin agama lainnya.
Mungkin juga mereka termasuk orang-orang yang meneriakkan Hosana kepada Yesus.
Mungkin, Mereka telah melihat Dia membersihkan Bait Suci dari para penukar uang dan penjual kurban dan mungkin bersorak sambil mendengarkan ajaran-Nya.
Kemungkinan mereka berubah, dari mengagumi Yesus menjadi pengejek Yesus. Boileh jadi Sebagian diantara mereka ikut meneriakkan penyaliban Yesus..
Mereka mengikuti para prajurit dan Yesus ke Tempat Tengkorak untuk menyaksikan eksekusi.
Mereka adalah orang-orang jahat yang berubah-ubah. Mereka hanya ikut Yesus demi keuntuangan perut mereka.
Walau mereka kagum dengan mukjizat-Nya dan khotbah-Nya, mereka tidak mempunyai keinginan agar Dia menyucikan mereka dari dosa-dosa mereka..
Ketika mereka lewat di bawah salib, mereka melontarkan makian yang pedas kepada-Nya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Kata kerja menghujat, menggunakan bentuk imperfect tense, yang menunjukkan pencemaran nama baik yang berulang dan terus menerus.
Untuk menekankan rasa jijik mereka, mereka juga menggelengkan kepala sambil mengejek, dan berkata,
“Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!”
Kata-kata ini mengacu pada kesaksian para saksi palsu pada sidang di hadapan Kayafas. Mereka memplintir kata-kata Yesus mengenai kematian dan kebangkitan-Nya (lihat Yohanes 2:19-21)..
Yesus mengatakan rubuhkan bait suci ini, bukan merujuk kepada Bait Suci dalam arti bangunan, tetapi dalam arti tubuhnya sendiri..
Namun para saksi tersebut menuduh-Nya mengklaim kuasa untuk membangun kembali Bait Suci Yerusalem dalam tiga hari (Mat. 26:61).
Jadi mereka mau berkata, kalau memang Engkau hebat, sekarang selamatkan dirimu. Turun dari salib ini. Bila Engkau anak Allah..
Poinnya, banyak orang saat ini yang seperti orang-orang banyak yang lewat dibawah salit Yesus.
Mereka mungkin dibesarkan di gereja, mendengar kebenaran Injil berkali-kali, dan mengetahui bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.
Mereka mungkin telah dibaptis, membuat pengakuan iman, dan menghadiri gereja secara rutin selama beberapa waktu.
Namun karena Yesus tidak memenuhi harapan-harapan mereka yang bersifat duniawi, mereka kehilangan minat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal rohani..
Mereka tidak bersedia dihadapkan pada dosa mereka sendiri dan perlunya pertobatan dan pengampunan.
Akibatnya, mereka mengejek dan mencemooh Yesus ketika mereka mengabaikan kebenaran-Nya, dan ketuhanan-Nya.
Mereka mengejek para pelayan Tuhan yang mengatakan kesalahan mereka. Mereka mengejek dan mencemooh Firman Allah..
Dunia ini penuh dengan orang-orang yang pernah memuji Yesus, namun sekarang mereka mencemooh Dia..
Jangan menggelengkan kepala kepada Yesus..






