Melanggar Semangat Hukum

Sabtu Sore, 26 Oktober: Pendahuluan

Baca Pelajaran ini baca: Neh. 5: 1-5; Kel. 21: 2-7; Mikha 6: 8; Neh. 5: 7-12; Ul. 23: 21-23; Neh. 5: 14-19.

Ayat Inti: “Biarlah kamu kembalikan kepada mereka hari ini juga ladang mereka, kebun anggur, kebun zaitun dan rumah mereka, pula hapuskanlah hutang mereka, yakni uang serta gandum, anggur dan minyak yang kamu tagih dari pada mereka!” ” (Nehemia 5:11, NKJV).

Sebelum Yehuda ditawan ke Babilon, masalah klasik si kaya menindas si miskin biasa terjadi. Dan problem ini kembali muncul setelah mereka kembali ke negeri mereka.

Di tengah cobaan dan kesengsaraan orang-orang buangan yang kembali untuk membangun kembali Yerusalem, tema tentang penindasan ini muncul, bukan hanya soal kemiskinan dan orang miskin, tetapi juga pertanyaan yang lebih problematik tentang orang kaya yang menindas orang miskin.

Ini adalah masalah sebelum mereka diasingkan, dan sekarang, setelah  kembali ke tanah mereka sendiri, itu muncul kembali masalah tersebut.

Dalam pelajara ini kita akan melihat bagaimana Nehemia bekerja untuk menghadapi penindasan. Penindasan yang dikatakan “sesuai hukum,”

Suatu contoh tentang betapa kita perlu berhati-hati agar tidak membiarkan peraturan dan undang-undang menjadi segalanya bukannya suatu alat untuk mencapai tujuan, yang harus memantulkan tabiat Yesus.

Minggu 27 Oktober : Keluhan Rakyat

Baca Nehemia 5: 1-5. Apa yang terjadi disini? Apa yang dikeluhkan rakyat?

_______________________________________________________________________

1. Orang-orang Yahudi kelihatannya bersatu di bawah kepemimpinan Nehemia melawan tekanan luar.

2. Sementara mereka menghadapi tekanan dari luar, ironisnya hubungan mereka ke dalam tidak baik. Mereka sedang menghadapi penganiayaan dan sedang membela diri terhadap serangan asing.

Walaupun dari luar mereka kelihatan menampilkan usaha yang tangguh dan kompak melawan musuh, tetapi sebenarnya di dalam mereka hancur.

3. Para pemimpin dan orang kaya memanfaatkan orang miskin dan yang tidak beruntung untuk keuntungan mereka sendiri, karena keadaan menjadi sangat buruk sehingga banyak keluarga berteriak minta tolong.

4. Beberapa keluarga mengatakan bahwa mereka tidak punya makanan bagi anak-anak mereka; sebagian mengeluh mereka kelaparan dan terpaksa menggadaikan harta mereka sehingga sekarang tidak punya apa-apa lagi; keluarga lainnya mengeluh karena harus meminjam uang untuk membayar pajak dan anak-anak mereka pun menjadi budak.

Penyebab Rakyat mengeluh

Kelaparan dan pembayaran pajak yang menyebabkan keluarga miskin mencari bantuan dari tetangga mereka.

Pembayaran pajak yang memberatkan. Pemerintah Persia membutuhkan pajak 350 talenta perak setiap tahun dari provinsi Yehuda (lihat catatan pada Neh. 5: 1-5 dalam Andrews Study Bible, hal. 598).

Dampak buruk yang terjadi kalau tidak dapat membayar pajak

1. Menggadai rumah mereka atau meminjam uang.

Jika seseorang tidak dapat membayar bagian yang ditentukan dari pajak wajib, keluarga biasanya akan menggadaikan properti mereka atau meminjam uang terlebih dahulu.

Namun, jika mereka tidak dapat memperoleh uang pada tahun berikutnya, maka mereka harus melakukan sesuatu tentang hutang yang mereka miliki sekarang.

2. Menjadi budak.

Biasanya menjadi budak untuk bayar  utang adalah pilihan berikutnya. Mereka telah kehilangan tanah mereka, dan sekarang mereka harus mengirim seseorang dari keluarga, biasanya anak-anak, untuk menjadi pelayan bagi sang pemberi hutang agar dapat melunasi hutangnya.

Aplikasi:

Ada masa-masa sulit dalam kehidupan ketika kita mendapati diri kita dalam masalah akibat tindakan-tindakan kita sendiri; tentu, ada juga masa-masa ketika kita sakit atau mengalami kesulitan keuangan karena kesalahan kita sendiri.

Untuk direnungkan:

Kisah di atas menceritakan saat ketika kebijakan pemerintah merugikan rakyat, yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan. Mereka terperangkap dalam lubang kemiskinan yang semakin dalam, tanpa jalan keluar.

Apakah yang kita bisa dapatkan dari kisah diatas?

Senin 28 Oktober : Melawan Roh Hukum

Baca Nehemia 5: 6-8 (lihat juga Kel 21: 2-7). Mengapa Nehemia menjadi marah melihat perbudakan?

Perbudakan zaman dahulu

Sekalipun sulit bagi kita memahami sekarang ini, perbudakan adalah norma budaya di dunia kuno. Orang tua bisa menjadikan dirinya budak atau menjual seorang anak.

Secara sosial dan hukum, orang tua memiliki hak untuk menjual putra dan putri mereka. Namun, karena Allah senantiasa memberikan kebebasan, maka Dia mengatur praktik ini di Israel dengan mewajibkan pemberi utang untuk melepaskan budak mereka setiap tujuh tahun.

Dengan demikian Allah mencegah orang-orang agar tidak menjadi budak selama-lamanya dan menunjukkan keinginan-Nya agar orang-orang hidup bebas.

Aturan meminjam dan Bunga Pinjaman

Meskipun meminjam itu diizinkan oleh hukum, namun tidak untuk bunganya (untuk aturan Alkitab tentang riba, lihat Kel. 22: 25-27; lm. 25: 36, 37; Ul. 23: 19, 20).

Sebenarnya bunga yang dikenakan oleh para pemimpin itu kecil dibandingkan dengan yang dikenakan oleh bangsa-bangsa sekitar. Mereka diminta membayar 1 persen setiap bulan.

Catatan Mesopotamia sejak abad ketujuh menunjukkan bunga 50 persen untuk perak dan 100 persen untuk gandum per tahun.

Jadi. bunga 12 persen per tahun yang dikenakan kepada Yehuda sangat rendah dibanding praktik dari bangsa-bangsa di Mesopotamia.

Tetapi secara keseluruhan, menurut Firman Allah, satu-satunya kesalahan yang dilakukan oleh para kreditur adalah menagih bunga (Neh. 5: 10), dan menariknya, mereka tidak menyebutkan hal itu dalam keluhan mereka.

Walaupun sudah sesuai norma sosial serta sesuai ketentuan hukum. Tetapi  mengapa Nehemia “sangat marah”? Hebatnya, dia tidak langsung bertindak, tetapi memberikan beberapa pemikiran serius.

_______________________________________________________________________

Nehemia membahasa isu itu dengan baik. Dia tidak mengabaikan suatu keluhan hanya karena secara teknis hal itu tidak melanggar hukum atau secara sosial dapat diterima, bahkan “baik” dibandingkan dengan praktik di wilayah itu.

Yang menjadi masalah adalah dalam situasi hidup yang sulit, seharusnya mereka saling membantu, tetapi yang terhadi mereka menindas orang yang miskin dengan menagih utang dan bungannya, yang walaupun secara hukum tidak salah tetapi secara moral tidak tepat.

Aplikasi:

Allah memihak orang-orang yang tertindas dan membutuhkan, dan ia telah menyuruh para nabi untuk berbicara menentang kejahatan dan kekerasan terhadap orang miskin.

Jadi kita melawan Roh Hukum bila tidak memiliki kasih dan belas kasihan disaat orang sedang menderita, dan kita menuntut sesuatu yang mereka tidak bisa berikan.

Apakah ada cara yang kita lakukan, di mana secara hukum kita tidak salah, tetapi secara makna kita telah melanggar hukum itu sendiri?  Lihat Mikha 6: 8).

Selasa, 29 Okober: Tindakan Nehemia untuk yang tertindas

Salah satu teguran kepada para bangsawan dan penguasa dia mengatakan– “Masing-masing kamu telah makan riba dari saudara-saudaramu!“ (Neh. 5: 7). Teguran ini tidak tidak membawa hasil yang diinginkan.

Jadi Nehemia tidak berhenti hanya menegur, tetapi dia berjuang bagi orang-orang tertindas di antara mereka. Bisa saja Nehemia setelah menegur dan tidak berhasil, lalu dia mendiamkan persoalan.

Karena yang dia hadapi adalah orang-orang kaya dan berkuasa di daerah itu. Tetapi dia tidak puas sampai solusi atas masalah itu dilaksanakan, sekalipun ia menghadapi perlawanan yang kuat dalam proses tersebut.

Baca Nehemia 5: 7-12. Apakah argumen Nehemia terhadap apa yang sedang terjadi? Apakah yang dia gunakan untuk membujuk orang-orang untuk memperbaiki yang salah?

______________________________________________________________________________

1. Nehemia mengadakan perkumpulan raya

semua orang Israel dikumpulkan untuk mengatasi masalah ini. Kemungkinan besar dia sudah memperkirakan bahwa bilamana semua orang hadir, maka para pemimpin akan merasa malu, bahkan mungkin takut untuk melanjutkan penindasan mereka.

2. Nehemia membuka pembicaraan pertama berpusat pada perbudakan.

Banyak orang Yahudi, kemungkinan besar termasuk Nehemia, membeli kebebasan untuk orang Yahudi lainnya yang menjadi pelayan orang asing.

Sekarang, dia bertanya kepada para bangsawan dan penguasa apakah pantas bagi mereka membeli dan menjual rakyat mereka sendiri.

Apakah masuk akal bagi orang Israel untuk membeli orang-orang Yahudi dan memberi mereka kebebasan hanya untuk pada akhirnya menjadi budak dari bangsa mereka sendiri?

Apakah Tanggapan para pemimpin?

1. Para pemimpin tidak memberikan tanggapan karena mereka melihat bahwa argumen ini masuk akal;

Nehemia bertanya kepada mereka untuk membuka wawasan berpikir mereka, “Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita?” (Neh. 5: 9).

2. Para pemimpin setuju dengan Nehemia, setelah, Nehemia mengakui bahwa ia sendiri telah meminjamkan uang dan gandum kepada orang-orang. Dengan menyatakan “Biarlah kita berhenti menuntut bunga” (Neh. 5: 10, NIV)

Ia menegaskan hukum yang melarang praktik ini terhadap sesama orang Ibrani dan menunjukkan bahwa di masa pemerintahannya, ia ingin orang-orang saling memperhatikan satu sama lain.

Hebatnya, responsnya bulat. Para pemimpin setuju untuk mengembalikan segalanya kepada rakyat.

Kita harus jujur bahwa kita pernah melakukan kesalahan kepada seseorang. Apakah yang membuat kita berhenti meminta ganti rugi?

Rabu, 30 Oktober: Nehemia Membuat Sumpah Menepati Janji yang diucapkan

Baca Nehemia 5: 12, 13. Mengapakah Nehemia mengucapkan kutuk terhadap mereka yang tidak menjunjung tinggi bagian perjanjian mereka?

Mengapa Nehemia membuat sumpah

1. Nehemia ingin bukti bukan sekedar kata-kata

Meskipun para pemimpin setuju untuk mengembalikan apa yang telah mereka sita, Nehemia tidak puas dengan kata-kata belaka. Dia membutuhkan bukti kuat; karena itu, dia meminta mereka bersumpah di hadapan para imam.

2. Tindakan ini juga memberikan keabsahan hukum jika nanti dia harus merujuk pada perjanjian tersebut.

Tetapi mengapa ia mengucapkan kutuk?

Nehemia membuat tindakan simbolik dengan menggenggam bajunya sendiri lalu mengebaskannya sebagai tanda kehilangan. Dengan demikian, mereka yang melanggar sumpah ini akan, kehilangan segalanya.

  1.  Karena sebuah, mengucapkan kutukan untuk memberi kesan kepada orang lain pentingnya hukum atau aturan tertentu.
  2. Supaya memperkecil orang-orang untuk melanggar hukum bila kutukan dikaitkan dengan pelanggaran hukum itu.
  3. Nehemia tampaknya merasa bahwa ini adalah masalah yang sangat penting sehingga ia perlu melakukan sesuatu yang drastis agar lebih berhasil.

[Apakah yang diajarkan ayat-ayat Perjanjian Lama berikut kepada kita tentang kesucian sumpah bagi orang-orang ini? (Bil. 30: 2; UI. 23: 21-23; Pkh. 5: 4, 5; Im. 19: 12; Kej. 26: 31)]

Aplikasi:

Ucapan adalah karunia yang berkuasa yang diberikan Allah kepada manusia; sangat berbeda dengan hewan. Dan ada kuasa dalam kata-kata kita, kuasa yang bahkan menentukan kehidupan atau kematian.

Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati sekali dalam apa yang kita katakan, dalam apa yang kita janjikan, dan dalam komitmen verbal yang kita buat.

Yang penting juga adalah agar perbuatan kita cocok dengan kata-kata kita. Berapa banyak Orang yang telah menolak Kekristenan akibat orang-orang yang kata-katanya terdengar Kristen tetapi tindakannya tidak cocok.

Pikirkan tentang berapa banyak dampak dari kata-kata Anda terhadap orang lain. Bagaimanakah kita dapat belajar untuk sangat berhati-hati dengan apa yang kita katakan, kapan kita mengatakan itu, dan bagaimana kita mengatakan itu?

Kamis, 31 Oktober: Teladan hidup Nehemia

Baca Nehemia 5: 14-19. Alasan apakah yang diberikan Nehemia untuk tidak menuntut “tunjangan (upah) gubernur” (Neh. 5: 18) dari masyarakat?

Nehemia kemungkinan besar menulis kisah dalam ayat-ayat ini setelah ia kembali ke istana Raja Artahsasta, setelah 12 tahun pemerintahannya di Yehuda.

Meskipun para bupati berhak menerima pendapatan dari rakyatnya, Nehemia tidak pernah menuntut hak ini, tetapi malah membiayai kehidupannya sendiri.

Ia tidak hanya membiayai diri sendiri, tetapi ia juga membiayai keluarganya serta seluruh istana.

Gantinya memperoleh kekayaan seperti yang diharapkan dari posisi bergengsi itu, ia mungkin kehilangan kekayaan dan harta benda.

Nehemia itu orang kaya, itulah sebabnya dia dapat menyediakan makanan sehari-hari bagi banyak orang, dan dia murah hati dalam menyediakan banyak makanan untuk orang lain (Neh. 5: 17, 18).

Baca Nehemia 5: 19. Apakah yang dia katakan di sana, dan bagaimanakah kita memahami hal ini dalam pengertian Injil?

_____________________________________________________________________________

Aplikasi:

1. Apa yang kita lihat pada Nehemia adalah contoh dari seseorang yang menempatkan Tuhan dan pekerjaan-Nya lebih utama dari keuntungan pribadinya sendiri.

2. Ini adalah pelajaran yang baik bagi kita semua, terlepas dari situasi khusus kita. Sangat mudah untuk bekerja bagi Tuhan kalau itu tidak banyak merugikan kita.

Baca Filipi 2: 3-8. Dengan cara apakah, saat ini, Anda dapat menyatakan dalam kehidupan Anda sendiri prinsip-prinsip penyangkalan diri yang diungkapkan di sini?

Jadi apakah teladan hidup Nehemia?

Penyangkalan diri. Ketika situasi Negara masih sulit, dia tidak mengambil haknya, tetapi memberikan semuanya untuk kepentingan rakyat.

Jumat, 1 November: Kesimpulan

“Ketika Nehemia mendengar tentang penindasan yang kejam ini, jiwanya dipenuhi dengan amarah. ‘Saya sangat marah’, katanya, ‘ketika saya mendengar tangisan mereka dan kata-kata ini’. Dia melihat bahwa jika dia berhasil memecah kebiasaan penindasan yang tegas, dia harus mengambil keputusan yang teguh untuk keadilan. Dengan energi dan tekad yang khas dia pergi bekerja untuk membawa bantuan kepada saudara-saudaranya ”- Prophets and Kings, hlm. 648.

1. Masalah penindasan yang kaya kepada yang miskin ditengah kesusahan dan penderitaan, sudah menjadi isu penting di Yehuda setelah kepulangan ke negeri mereka.

2. Dari luar mereka kelihatan kuta dan kompak, tetapi di dalam mereka rapuh dan penuh masalah. Masalah yang terjadi dikalangan mereka adalah para pemimpin memanfaatkan orang miskin untuk keuntungan pribadi.

3. Rakyat mengeluh kelaparan, tidak punya makanan, akibatnya mereka menggadaikan harta mereka dan meminjam uang untuk membayar pajak bahkan menjadi budak.

4. Nehemia bertindak, pertama menegur para pemimpin dan orang kaya. Kedua dia bertindak mengumpulkan rakyat dan membicarakan perbudakan dan penindasan. hasilnya mereka mendengar Nehemia.

5. Untuk meneguhkan komitmen mereka kepada orang miskin, Nehemia membuat sumpah dan mengucapkan kutuk untuk mendorong mereka menepati janji mereka.

6. Nehemia memberikan teladan hidup kepada mereka dengan hidup menyangkal diri, tidak mengambil haknya yaitu upah dan tunjangan sebagai Gubernur.

Pertanyaan diskusi

1. Mengapa keegoisan merupakan inti dari masalah manusiawi kita ketika berhadapan dengan keuangan dan hubungan antar pribadi?

2. Bagaimana umat Allah dapat menghindari keserakahan? Apa ketentuan Allah yang menentangnya? Pelajarilah teks-teks berikut: Yes. 58: 3-12 dan Mic. 6: 6-8.

3. Lebih banyak berkutat pada karunia berbicara dan kekuatan kata-kata kita. Apa artinya Yohanes 1: 1, 2 ketika menyebut Yesus “Firman”? Bagaimana ini membantu kita memahami pentingnya kata-kata dan apa artinya?

4. Sungguh menakjubkan bahwa ribuan tahun yang lalu Yesus berkata bahwa orang miskin akan selalu ada di antara kita. Kita juga dinasihati untuk membantu mereka yang membutuhkan. Bagaimana kedua gagasan ini cocok dalam membantu memotivasi orang Kristen untuk bekerja bagi mereka yang kurang beruntung?

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.