Mazmur 91, Tuhan Tempat Perlindungan Yang Aman

Penggunaan Mazmur 91 dalam menghadapi pandemi Virus corona

Mazmur 91:1-6 mendadak terkenal dan menjadi ayat kesukaan banyak orang saat ini. Membaca ayat ini memang sangat menguatkan iman ditengah massifnya penyebaran virus corona yang melanda dunia saat ini.

Sudah menjadi alamiahnya manusia ketika bencana terjadi orang-orang akan mencari apakah ada janji kelepasan bagi manusia. Sangat wajar orang-orang akan mencari sesuatu yang diluar dirinya.

Maka salah satu tempat pencarian akan pengharapan adalah alkitab. Sebab disana dituliskan tentang Tuhan yang Maha Kuasa yang sanggup melepaskan manusia dari bencana.

Salah satu ayat pengharapan yang ditemukan banyak orang adalah di Mazmur 91. Virus corona telah menuntun banyak orang menemukan ayat ini dan mengutipnya.

Bunyi mazmur 91:1-6 sebagai berikut:

“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.”

Tema perikop

Tema perikop ini tentang perlindungan Tuhan ditengah bahaya. Allah tidak menjanjikan sebuah dunia yang bebas dari bahaya, tetapi menjanjikan pertolongan saat kita menghadapi bahaya.

Siapa penulis perikop ini tidak disebutkan, namun banyak orang mengatakan Daud, tetapi bukan dia penulisnya. Hal ini kita bisa lihat dari isi syiar yang dituliskan kurang cocok menggambarkan pengalaman kehidupan Daud.

Pengalaman yang dituliskan disana lebih mendekati pengalaman Musa, sebagai penulis Mazmur 90. Menurut para penulis Talmud bahwa semua mazmur yang tanpa nama penulis dalam judul masing-masing adalah produksi dari penyair yang namanya diberikan dalam judul sebelumnya yang terdekat.

Mazmur Musa

Maka kemungkinan mazmur 91 ini adalah kelanjutan dari Mazmur 90 dimana Musa penulisnya.

Mazmur ini disusun Musa selama perjalanan mereka melaui padang belantara, ketika Musa melihat betapa hebatnya perlindungan Tuhan kepada umat-Nya dalam perjalanan mereka dari Mesir menuju tanah Kanaan.

Di Mesir, dia telah melihat begitu banyak wabah yang menimpa Mesir tetapi mereka dilindungi. Dia juga melihat berbagai ancaman hukuman dan tulah menimpa bangsa itu sebagai konsekuensi dari ketidak taatan mereka.

Musa menyaksikan dalam perjalanan mereka bahaya senantiasa mengancam hidup mereka, mulai dari serangan binatang buas, singa, ular berapi, kalajengking, kekeringan, tidak ada air dll, tetapi Tuhan melindungi mereka. (Ulangan 8:15; Mazmur 91:6-13)

Kepak sayap dan pagar tembok

Dalam perikop ini ekspresi kata-kata yang digunakan seperti melepaskan, menudungi, melindungi, tidak usah takut, tidak akan menimpamu, meluputkan, membentengi, menyertai, memiliki makna yang sama yaitu Tuhan menyelamatkan.

Pengulangan makna kata yang sama untuk menekankan berbagai tindakan Tuhan mengaja umat-Nya dari bahaya yang mengancam mereka.

Satu sisi dia mengilustrasikan Tuhan seperti induk burung dengan sayapnya dia melindungi anak-anaknya dari pemangsa. (Ayat 4) Ketika menggunakan sayap menggambarkan pemeliharaan penuh Tuhan dari semua sisi.

Disisi lain dia mengilustrasikan Tuhan sebagai perisai dan pagar tembok untuk perlindungan dari musuh. (ayat 4b) Menggambarkan perlindugan Tuhan dari semua penjuru mata angin, perlindungan dari depan, belakang dari samping kanan dan kiri.

Tuhan Sang Pelindung

Dengan menggunakan dua ilustrasi ini penulis sedang menggambarkan tentang Tuhan yang melindungi segenap hidup mereka dalam pengembaraan.

Ungkapan perasaan seperti itu (Mazmur 91:3-16) seluruhnya terucap dari mulut mereka yang sepenuhnya percaya kepada Tuhan.

Itu terlihat jelas di Mazmur 91:1-2, sebagai berikut:

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Kata “duduk dan bermalam” yang digunakan dalam ayat ini sebenarnya berarti, “untuk mengambil tempat tinggal permanen.”

Artinya Ia mengingatkan kita untuk tetap berada di hadirat-Nya, karena itu adalah tempat tinggal yang permanen.

Naungan Yang Maha Kuasa

Kalimat selanjutnya yang mengatakan ,” Dalam naungan Yang Mahakuasa”.

Naungan menurut definisi adalah tempat perlindungan atau penutup, seperti ketika kita bernaung dibawah atap atau payung dari panas sinar matahari dan hujan.

Jika sinar matahari sangat panas, kita mencari tempat berteduh atau bernaung dari panas dan hujan. Dan kita akan terlindung dari panas dan hujan yang menimpa kita.

Pengingat bagi kita, terutama ketika menghadapi kesulitan, bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Panas terik dan masalah yang menghantam dengan keras, berat, itu adalah perjuangan dimana kita harus terus berjalan walau susah payah tetapi semua akan dilewati.

Tekanan dan stres bisa terasa menyesakkan seperti teriknya matahari di musim panas. Namun Tuhan membisikkan kebenaran, yang kuat dan pasti, yaitu Berjalan di bawah naungan-Nya dan Itu adalah di tempat yang aman.

Terkadang, mungkin secara tidak sengaja, dalam kesibukan atau kesulitan hidup, kita mungkin berusaha untuk bertahan hidup sendiri. Kita lupa bahwa apa yang paling kita butuhkan, perlindungan Tuhan dan kenyamanan hadirat-Nya, tersedia secara bebas bagi mereka yang mencintai-Nya dan berjalan di bawah perlindungan-Nya.

Penutup

Seluruh pasal Mazmur 91 ini dipenuhi dengan kebaikan dan kuasa Allah. Pengingat bahwa Dia hebat bahwa Dia dengan setia bekerja atas nama mereka yang mengasihi Dia.

Dan pada akhirnya, Tuhan memberikan 8 alasan mengapa kita tidak perlu takut.

Mazmur 91 Janji dari Tuhan

  1. “Aku akan menyelamatkannya …” (membebaskan, meluputkan)
  2. “Aku akan melindunginya …” (menempatkan dia di tempat tinggi)
  3. “Aku akan menjawabnya …” (menanggapi, berbicara)
  4. “Aku akan bersamanya dalam kesulitan …” (dalam kesusahan, dalam tekanan)
  5. “Aku akan membebaskannya …” (menyelamatkan, untuk membawa kepada keselamatan)
  6. “dan menghormati dia …” (untuk membuat kaya, kuat, dengan kehormatan)
  7. “Dengan umur panjang aku akan memuaskannya …” (mendapatkan kelimpahan dalam perjalanan)
  8. “dan tunjukkan padanya keselamatanku.” (mengijinkan dia melihat pembebasan & kemenangan Ku)

Ada berkat besar ketika kita mencari Tuhan, dan memilih untuk berjalan di jalan-Nya. Di tengah kegelapan yang besar di dunia ini, hidup di dalamnya tanpa Kebenaran dan kebebasan-Nya, akan seperti berkubang di dalam lubang.

Tidak banyak harapan dapat ditemukan di sana. Yang benar adalah, dunia ini telah gelap selama beberapa generasi, sejak dosa pertama kali memasuki bumi dengan desisan kebohongan Iblis.

Tuhan meyakinkan kita bahwa dalam semua yang kita lalui dalam perjalanan ini, panggilan-Nya selalu naik di atas.

Dia mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian. Dan meskipun Dia tidak pernah mengatakan bahwa kita tidak akan menghadapi masa-masa sulit, Dia mengatakan Dia akan bersama kita di dalamnya, menyelamatkan kita, dan memancarkan kebaikan-Nya atas kita.

Jangan pernah meragukan-Nya. Tuhan bekerja atas nama mereka yang mencintai-Nya dan menghormati nama-Nya. Dia sangat baik pada kita. Kita mungkin tidak pernah sepenuhnya tahu, tetapi sebenarnya betapa Dia telah melindungi kita dalam kehidupan ini.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.