Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Masker Hati

Masker Hati

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]
    Oleh: Depan

    Masker. Barang yang satu ini wajib dimiliki dan dipakai. Seperti helm wajib dipakai saat berkendara. Gunanya melindungi kepala biar aman.

    Masker bukan pelindung bibir dan mulut. Masker melindungi diri dan orang lain dari virus corona. Penting sekali fungsinya.

    Saking pentingnya, ada sanksi jika tidak mengenakan masker.

    Banyak tempat menerapkan wajib masker. Tidak memakai masker dilarang masuk.

    Virus ada di droplet. Ketika bersin, batuk atau bicara, cairan mulut, hidung bisa muncrat ke udara. Menghindarinya pakai masker meminimalkan resiko.

    Masker hati

    Nah ada satu masker lain yang perlu digunakan. Masker ini melindungi hati, pikiran dari virus jahat.

    Virus ini menular. Akibatnya bisa fatal. Dia menimbulkan pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat, dll.

    Virus ini tidak ada dalam cairan atau droplet. Adanya dihati dan pikiran atau otak.

    Yesus pernah menyinggung hal ini di Kitab Matius 15:18-19:

    Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

    Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

    Hati memunculkan segala pikiran jahat. Hati yang dimaksud bukan organ tubuh hati yang warnanya kemerah-merahan itu.

    Hati adalah sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dan sebagainya) KBBI

    Hati akan mengeluarkan apa dipengaruhi banyak hal. Bisa dari bacaan. Bacaan mempengaruhi hati dan pikiran. Tergantung buku atau tulisan apa yang dibaca.

    Tergantung juga bagaimana sikap membaca. Jangan telan bulat-bulat. Analisa dulu. Kritisi apa yang dibaca. Karena berdampak pada hati dan pikiran.

    Selain bacaan.

    Tontonan juga bisa. Apa yang ditonton. Konten videonya apa. Jenis filmnya apa. Mereka dapat mempengaruhi hati dan pikiran.

    Beritanya sudah lewat. Anak remaja 15 tahun membunuh balita 5 tahun. Tetangga sendiri.

    Remaja bisa sadis? Bisa. Dia penggemar filim horror, Chuky. Terinspirasi sosok The Slanderman.

    Chuky sebuah boneka. Meneror dan membunuh anak kecil.

    Lalu Slanderman? Tokoh fiksi tahun 2009. Pria tipis, tinggi, tanpa wajah. Slenderman suka menculik. Melukai anak-anak.

    Film horror ini mempengaruhi pikiran sang remaja putri NF. Karakter tokohnya menculik dan membunuh anak kecil merasuk dalam hatinya. Dia ingin praktekkan.

    Dia benar-benar praktekan dalam dunia nyata.

    Kita adalah apa yang kita tonton.

    Pengalaman masa lalu juga bisa mempengaruhi hati. Pikiran.

    Latar belakang pendidikan. Keluarga. Lingkungan. Sekolah. Tempat kerja. Budaya. Tradisi. Pertemanan, pasangan, bisa mempengaruhi hati.

    Musik juga mempengaruhi hati. Harta juga bisa. Jabatan apalagi. Jadi ingat harta, tahta, wanita. Pria sering jatuh karena terpikat hati dengan barang itu.

    Tokoh agama juga bisa mempengaruhi hati. Apalagi kalau dia pandai bicara. Pandai pula ambil hati. Punya karisma.

    Kata-katanya dianggap kitab suci. Dianggap kebenaran apapun yang diucapkan. Provokasi sekalipun disambut tepuk tangan.

    Merusak. Rusuh. Kekerasan. Dianggap membela kebenaran. Diklaim membela Tuhan.

    Masih banyak yang lain. Tambahkan sendiri.

    Kembali ke masalah hati.

    Yesus katakan, dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

    Betapa pentingnya hati itu. Dia menjadi arena pertempuran Antara yang baik dan jahat. Hati wilayah yang diperebutkan kristus dan setan.

    Siapa yang menang menguasai hati, tergantung yang punya hati. Keberhasilan Kristus dan Setan menguasai hati 50:50.

    Yang 50 persennya tergantung yang punya hati. Dia harus memutuskan akan kerjasama dengan siapa. Hatinya mau diberikan tempat kepada siapa. Kebenaran atau kejahatan?

    Jika dia mengijinkan Kristus menjajah hatinya, maka dari hatinya akan muncul segala pikiran baik, kasih, moral, kata-kata berkat.

    Sebaliknya, jika setan yang diberi tempat. Ini yang muncul. Segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat, dll.

    Hati baik bukan kebetulan

    Hati yang baik. Hati yang jahat. Tidak muncul karena kebetulan. Tidak ada yang kebetulan.

    Kita jadi orang baik itu bukan kebetulan. Kita jadi orang yang ramah bukan kebetulan. Jadi tukang gossip bukan kebetulan.

    Tukang pukul bukan kebetulan. Jadi preman bukan kebetulan. Jadi koruptor bukan kebetulan. Penikmat narkoba bukan kebetulan.

    Tidak ada yang kebetulan. Hati kita menjadi apa dan seperti apa itu karena proses.

    Proses itu memakan waktu. Dimulai dari pikiran. Kemudian tindakan.

    Tindakan yang dilakukan secara berulang. Konsisten. Terus menerus dalam jangka waktu lama akan menjadi kebiasaan.

    Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter atau sifat. Kalau sudah sifat sulit diubah. Bisa sih diubah, tapi lama. Melalui proses juga. Prosesnya kadang menyakitkan.

    Seperti ulat. Jelek. Menjijikan. Jika dia ingin disenangi, dia harus berubah dulu. Berubah jadi kupu-kupu. Proses jadi kupu-kupu tidak mudah. Lama. Antara hidup dan mati.

    Jika dia berhasil melewati proses kepompong, jadilah kupu-kupu. Dia binatang yang cantik. Warna-warni sayapnya menarik. Banyak orang menyukai. Tidak seperti ketika masih ulat. Semua jijik dan takut.

    Ini perubahan total. Bukan kulit luar saja. bentuknya juga. Bahkan namanya juga berubah.

    Kembali lagi..

    Jadi kalau tiba-tiba melihat anak dirumah suka marah-marah, itu bukan kebetulan hari itu. prosesnya sudah dari kemarin. Dia biasakan begitu berulang-ulang. Terbentuklah sifat pemarah.

    Banyak contoh..

    Dibutuhkan 66 hari rata-rata untuk membentuk kebiasaan baru. Menurut University College London. Tapi teori itu prakteknya tidak mudah. Pada kenyataanya banyak lebih lama dari itu.

    Ternyata kebiasaan juga bisa cepat diubah. Itu menurut penelitian dari University of Pennsylvania.

    Caranya mengaktifkan bagian otak bernama ventromedial prefontal cortex.

    Letaknya dibagian depan otak dan telah diketahui terkait dengan sistem kepercayaan seseorang.

    Bagian ini bertanggung jawab terhadap proses pengambilan keputusan dan kebiasaan.

    Setiap mengambil keputusan atau melakukan sesuatu, instropeksi diri lebih dahulu. Berpikir “ lakukan ini untuk keluarga atau sahabat. Lakukan ini untuk kebaikan. Lakukan untuk menjadi berkat.”

    Kembali ke masalah hati..

    Yesus katakan, dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

    Dari hati dapat muncul segala kebaikan. Bagaimana caranya?

    Menjaga hati.

    Kata orang bijak, “ Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan..” Ams 4:23

    Selain jaga hati. Peranan Tuhan juga penting.

    Sabda Tuhan,

    “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat..” Yeh 11:19

    “Bersihkanlah hatimu dari kejahatan…..supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?” Yer 4:14

    Perkataan diatas menunjukkan, bahwa hati yang baik, hasil pekerjaan Roh Tuhan dihati setiap orang, yang mengijinkan Tuhan menguasai hatinya.

    Jadi inilah masker pelindung hati.

    1. Taurat Tuhan. Tanamkan taurat Tuhan dihati.

    “Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah.” Mzm 37:31

    2. Menaruh pikiran dan perasaan Kristus di hati.

    “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama , menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” Flp 2:5

    3. Pikirkan perkara surgawi bukan duniawi di hati.

    “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi..”Kol 3:2

    Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia. Mat 16:23

    4. Memikirkan kebajikan dihati.

    “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Flp 4:8

    Memikirkan perkara yang baik. Perkara rohani. Dilakukan berulang-ulang. Konsisten. Terus menerus. Akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang diulang-ulang menjadi tabiat.

    Tabiat yang benar akan membawa kita kesorga.

    “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah..” Matius 5:8

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan