Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Marah dan Kebencian yang Tidak Dikendalikan

Marah dan Kebencian yang Tidak Dikendalikan

“Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Kejadian 4:6-7

Penulis pemenang penghargaan John Steinbeck sering menggunakan tema-tema alkitabiah dalam novel-novelnya.

Dalam bukunya East of Eden, ia menggambarkan tokoh-tokoh yang menggambarkan konflik kecemburuan dan balas dendam yang tercermin dalam kisah Kain dan Habel.

Steinbeck menunjukkan bagaimana hati yang marah dan membara karena balas dendam tidak harus bertindak dengan cara tertentu. Selalu ada pilihan.

Ketika persembahan korban Habel diterima Tuhan dan persembahan buah-buahan dari Kain ditolak, kemarahan Kain berkobar ( Kej. 4:1-6 ).

Namun Tuhan menegur dia, “..Dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” ( Kej. 4:7 ).

Kata-kata asli Ibrani menggambarkan seekor binatang yang sedang berjongkok, siap melahap mangsanya.

Kemarahan dan kecemburuan Kain, jika tidak dikendalikan, akan “memakannya” dan berkembang menjadi perilaku yang merusak.

Tragisnya, Kain menyerah pada keinginan jahatnya. Hal ini mengakibatkan pembunuhan pertama dan terusirnya dari hadirat Tuhan ( Kej. 4:8-16 ).

Apakah Anda memiliki perasaan cemburu atau marah terhadap seseorang?

Jika demikian, Anda punya pilihan. Jika Anda mengabaikan pergumlan batin, hal itu hanya akan bertambah buruk dan mengendalikan Anda.

Tetapi jika Anda membawa kemarahan Anda kepada Tuhan dan meminta bantuan-Nya, dalam kekuatan-Nya Anda akan memperoleh kemenangan.

Kendalikan amarah Anda, atau kemarahan akan mengendalikan Anda.

Renungan: Apa yang dikatakan perokop ini kepada saya? Mengapa Kain marah dan membunuh adiknya? Apa akibat dari amarah Kain yang tidak dapat dia kendalikan?

Aplikasi: Apa kebeneranda yang saya temukan dari cerita kain? Marah tanpa alasan yang benar adalah dosa dan membaw kepada tindakan bodoh.

Saat mulai marah, berdoalah dan pertimbangkan apakah ini benar atau tidak..

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan