Makna Kenaikan Yesus

Teks: Lukas 24 : 44-53

Oleh: Marlen Bauronga

Banyak peristiwa yang terjadi dapat ditelusuri pada masa Perjanjian Lama sebelum memasuki masa Perjanjian Baru.

Terdapat peristiwa penciptaan, Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa serta hadirnya nabi-nabi maupun imam atau banyak peristiwa lainnya yang dapat kita temukan dalam Perjanjian Lama.

Dari peristiswa yang telah terjadi tidak seutuhnya merepresentasikan/terwakilkan jejak Allah untuk umat-Nya.

Seperti terdapat pada ayat 44: Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.

Ketiga kitab ini, kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur terdapat dalam Perjanjian Lama sehingga bagi Allah tidaklah cukup hanya sampai pada peristiwa ini saja.

Peristiwa seperti ini barulah menunjukan sampai pada perbatasan jalan belum sampai pada penghunjung jalan. Masih banyak peristiwa lainnya yang Allah mau tunjukan pada umat yang dikasihi-Nya.

Alasan mendasar Allah menyatakan peristiwa PL tidaklah utuh dikarena skenario yang telah dirancang untuk manusia tidak mampu manusia jalankan sesuai skenario Allah.

Yang seharusnya manusia diciptakan dengan hidup yang tidak adanya penderitaan akan tetapi kebebasan yang diberikan kepada manusia tidak dipergunakan dengan baik.

Dan pada akhirnya manusia harus jatuh kedalam dosa ketika berada di Taman Eden sehingga skenario baru yang dirancang Allah manusia perlu mendapat keselamatan walaupun perbuatan mereka telah melanggar apa yang telah diatur Allah.

Dan tidak akan cukup menggunakan 3 kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur untuk mengatur perjalanan hidup manusia.

Hal semacam ini menjadi titik tolak Allah menunjukan peristiwa lainnya dapat dinyatakan oleh Allah melalui peristiwa yang terdapat Perjanjian Baru.

Peristiwa lain yang dapat kita telusuri dalam Perjanjin Baru Allah menunjukan lahirnya anak tunggal-Nya, tumbuh besar dan menjalankan pelayanan ke Galilea dan kota-kota lainnya untuk memberitakan kabar keselamatan dikarenakan manusia sangatlah butuh kabar keselamatan dari Allah dengan segala perbuatan dosa yang telah dilakukan.

Jejak Allah tidak sampai disini saja akan tetapi sampai pada tahap memasuki peristiwa penyaliban, kematian, kebangkitan dan pada akhirnya menunjukan sampai pada peristiwa kenaikan (dapat diperhatikan ayat 46-47).

Tentu rentetan peristiswa sampai pada kenaikan merupakan peristiwa penggenapan buat setiap jejak dan kehadiran Allah yang dapat kita telusuri.

Perjanjian lama dan baru ketika bertolak dari dari segala peristiwa terdapat memiliki korelasi, ketika dalam Perjanjian Lama kita baru sampai pada perbatasan jalan tetapi Allah menyatakan peristiwa melalui kenaikan Allah menghantarkan sampai pada penghujung jalan atau pun telah terjadi keutuhan peristiwa yang Allah buat untuk umatnya.

Disisi lain dapat kita maknai sebagai sebuah peristiwa penggenapan Allah yang Ia nyatakan di tengah-tengah umat manusia.

Peristiswa kenaikan Yesus dimaknai sebagai penggenapan Allah terhadap segala retetan peristiwa yang telah Allah nyatakan. Penggenapan merupakan keutuhan peristiwa yang Allah nyatakan atau Allah genapi.

Lalu apa yang menjadi tujuan dari penggenapan Allah yang dinyatakan melalui kenaikan Yesus?

Sebelum menjawab pertanyaan ini ada dua hal penting yang perlu diperhatikan kehidupan dan kematian.

Berberbicara kehidupan maka kematian sebuah keniscayaan atau sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar lagi karena kematian kejadian yang mutlak.

Mengamati sejenak perjalanan kehidupan kita yang tak luput dari dosa. Kemudian dosa telah ditebus oleh Yesus yang menyatakan diri sebagai manusia.

Yesus telah merasakan menjadi manusia yang seutuhnya demi menjadi penebus sehingga kehidupan yang dijalankan manusia dapat dibebaskan dari segala hukuman.

Namun Yesus tidak hanya hadir dengan umat manusia di dunia saja atau dalam perjalanan kehidupan saja. Tetapi Yesus hadir sampai pada tahap manusia meninggal/kematian.

Baca Juga: Refleksi Menjelang Paskah

Oleh sebab itu terdapat tanggung jawab lebih untuk penggenapan Yaitu kenaikan Yesus ke sorga sebagai manusia dan sisi keilahian-Nya/Kemahakuaan Allah agar manusia ketika mengalami kematian memiliki tempat dengan Allah bersama disorga.

Karena Allah melalui anak-Nya Yesus Kristus terangkat ke sorga dengan sisi kemanusiaan dan sisi keilahiaannya sehingga sebagai umat manusia telah memperoleh tempat melalui kenaikan Yesus Kristus ke Sorga.

Lalu menjawab pertanyaan apa yang menjadi tujuan dari penggenapan Allah yang dinyatakan melalui kenaikan Yesus?

Agar manusia hidup dalam dua dimensi hidup di dunia maupun hidup bersama Allah di Sorga setalah kematian. Kehidupan dan kematian dibawa campur tangan dan pertolongan Allah.

Akan tetapi dengan mengetahui hal demikian yang dibuat Allah bukan berarti dalam perjalanan hidup kita tidak memiliki tanggung jawab dapat kita lihat ayat 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Yesus mengingatkan murid-muridnya merupakan saksi dari semua peristiwa yang telah Yesus lalui.

Lalu pada ayat 50-53 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka . 24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Yesus menyatakan kepada mereka untuk menjadi saksi dan memberkati mereka demi dan untuk menjadi perpanjangan tangan Yesus untuk dapat memberikan kesaksisaan dan memberikati yang lain.

Lalu pada keadaan hidup kita sebagai organisasi, mahasiswa, individu yang telah membaca, mendengar, memahami dan berusaha menjadikan segala peristiwa ini untuk roll model kehidupan kita.

Marlen Bauronga adalah Mahasiswa Universitas Kristen Setya Wacana, Salatiga
Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.