Likuifaksi menjelang hari kiamat

Warga melintas di area lokasi terkena gempa dan lumpur di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10). Daerah tersebut merupakan salah satu lokasi terparah akibat gempa yang disertai naiknya lumpur yang menenggelamkan permukiman warga. ANTARA FOTO/Akbar Tado/aww/18.

Selain gempa dan tsunami, pengetahuan kita akan fenomena bencana alam bertambah satu lagi yaitu likuifaksi. Istilah ini mulai familiar paska gempa dan tsunami di Palu.

Likuifaksi atau pencairan tanah adalah fenomena yang terjadi ketika tanah kehilangan kekuatan atau kekakuan akibat adanya tekanan seperti akibat gempa bumi, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cair atau air berat. 1

Ketika tanah berubah wujud menjadi cair maka bangunan yang ada diatasnya akan ambles dan tertelan kedalam lumpur, dan fenomena ini yang terjadi di salah satu desa di Petobo akibat pencairan tanah, paska gempa rumah-rumah dan pohon-pohon bergerak seperti berjalan kemudian amblas kedalam tanah.

Di beberapa Negara peristiwa itu juga pernah terjadi seperti paska gempa bumi Niigata tahun 1964 dan Alaska juga tahun 1964. Kemudian di distrik Marina San Francisco setelah gempa bumi Loma Prieta tahun 1989 dan di Pelabuhan Kobe akibat gempa bumi besar Hanshin tahun 1995.2

Pencairan terakhir yang mengakibatkan kerusakan besar menimpa perumahan di timur pinggiran kota dan kota satelit Christchurch, Selandia Baru setelah gempa bumi Canterbury tahun 2010.3

Peristiwa-peristiwa seperti ini sangat mengerikan dan menakutkan dan kabar buruknya adalah tidak ada jaminan bahwa peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi. Gempa, tsunami dan peristiwa alam lainnya justru intensitasnya akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai orang yang percaya akan kitab suci injil, rupanya gempa dan bencana alam lainnya sudah diprediksi 2000 tahun yang lalu.

“…Akan ada kelaparan dan gempa bumi diberbagai tempat.”4 Demikian penggalan ayatnya, dan kabar buruknya bahwa ini bukan akhir penderitaan tetapi awal penderitaan menjelang zaman baru.

Salah satu bencana selain perang dan kejahatan yang membuat manusia menderita adalah gempa dan tsunami. Menurut catatan Wikipedia, diindonesia dari tahun 1833 – 2018 terjadi gempa dengan skala besar diatas 5 SR sebanyak 35 gempa dengan jumlah korban tewas lebih 204,352.5

Selain korban tewas, ribuan mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal mereka, kerugian secara materi dan ekonomi tidak ternilai besarnya. Hal ini baru diindonesia, belum diberbagai belahan dunia lainya.

Akankah peristiwa ini akan menurun? Injil mengatakan tidak. Tetapi akan semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan puncak gempa dan tsunami akan terjadi pada hari kiamat dengan skala yang dahsyat dan cakupannya akan terjadi secara global.
“Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat…”6 “Tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya..”7

Fenomena gempa dan likuifaksi yang terakhir menyebabkan gunung-gunung dan pulau-pulau bergeser pindah tempat. Anda bisa bayangkan bagaimana gunung rinjani bergeser dan pindah ke pulau jawa dan pulau Jawa bergeser pindah kepulau Kalimantan.
Lebih lanjut digambarkan, “Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.”8

Gempa bumi dan tsunami yang terakhir akan menyebabkan semua orang ketakutan, kerusakan global akan menimpa dunia ini dan Isa Almasih akan datang sebagai hakim yang adil untuk mengakhiri sejarah dunia yang berdosa ini.

Maka pertanyaannya adalah siapa yang dapat bertahan menghadapi deru gemuruh dan gelombang bencana yang dahsyat ini? Hanya mereka yang percaya kepada Isa Almasih dan mereka yang telah memperbaharui tabiat menjadi putih mereka didalam darah Anak Domba.

Akankah anda siap menghadapi peristiwa terakhir di bumi ini? Yesus pasti datang segera!

Referensi:
1.Wikipedia
2.Ibid
3.Ibid
4.Matius 24:7
5. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gempa_bumi_di_Indonesia
6.Wahyu 6:12
7.Ibid 14
8.Ibid 16:18

Gambar: Google.com

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.