Pastordepan Media Ministry
Beranda Seri Berkat Abraham Ketika iman diuji: Panggilan yang mengguncang hati (Kejadian 22:1)

Ketika iman diuji: Panggilan yang mengguncang hati (Kejadian 22:1)

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Kejadian 22:1

HAMPIR 30 tahun berlalu setelah peristiwa kelahiran dan penyapihan Ishak, pengusiran Hagar dan Ismaei dan perjanjian Abraham dengan Abimelek, Tuhan datang kepada Abraham.

Dan itulah peristiwa yang dimaksud penulis, dengan mengatakan setelah semuanya itu. Maksudnya setelah semua yang terjadi di pasal 21..

Penulis sekarang sampai pada klimaks yang tinggi dari kisah Abraham. Tujuannya adalah: Allah telah membuktikan kebenaran Abraham. Ini akan menjadi ujian tertinggi bagi Abraham.

Sebagai pembaca cerita, secara cepat kita paham bahwa ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan anaknya, itu hanya sekedar ujian. Bukan sebenarnya..

Pernyataan “Allah mencoba Abraham” menyingkapkan kepada pembaca apa yang tidak disadari Abraham, yaitu, bahwa Allah tidak bermaksud membiarkan Abraham membunuh Ishak.

Tapi bagi Abraham sebagai pribadi, atau pelaku dalam cerita tidak tahu itu ujian. Dia pahami itu sebagai kebenaran bahwa Tuhan meminta Ishak dikorbankan. Artinya Ishak harus mati.

Allah menguji Abraham untuk menunjukkan kepada para malaikat dan manusia bahwa Abraham menghargai Allah melebihi putra kesayangannya, Ishak.

Maka agar cerita ini kuat dan efek kejut rohani yang dalam, kita perlu menempatkan diri pada Abraham. Atau anggap kita tidak tahu bahwa ini cuma sekedar ujian dari Tuhan..

Allah mencoba Abraham. Kata lainnya menguji. Diuji dari kata nacah/nasah.

Artinya mencoba atau membuktikan, dan sering digunakan dalam PL tentang Allah yang menguji iman dan kesetiaan manusia.

Diuji juga berarti menguji melalui kematian untuk menunjukkan karakter seseorang dan pengujian Abraham dirancang untuk menunjukkan apa yang sudah ada dalam jiwa Abraham,

Yaitu, bahwa ia lebih mencintai Allah daripada Ishak….

Ujian ini “bukan” untuk menemukan kesalahan Abraham. Akan tetapi, untuk menunjukkan karakter yang telah Allah kembangkan dalam diri Abraham melalui tahun-tahun persekutuan bersama..

Ujian ini untuk mengajarkan dalamnya kasih Allah kepada manusia.

Ujian Abraham ini memuliakan Allah dalam arti bahwa hal itu mencerminkan kasih Allah Bapa dan Allah Anak bagi satu sama lain.

Ujian yang Allah berikan kepada Abraham ini sulit karena beberapa alasan. Pertama, janji Allah menjadi bangsa besar.

Namun baru punya anak satu sudah mau dimatikan. Bagaimana menjadi bangsa besar? Ini menjadi kontradiksi dengan janji Tuhan bagi Abraham.

Kedua, dalam sejarahnya, tidak pernah Tuhan meminta korban itu manusia. Dalam hal ini Abraham dibuat bingung oleh Tuhan..

Tapi poin yang penting dalam ujian Abraham ini adalah untuk melihat apakah prioritas Abraham yang pertama dan utama..

Artinya setiap ujian yang datang kepada kita, Tuhan Cuma ingin melihat apa prioritas kita yang pertama..

Bila kita kembali melihat petualangan Abraham dari sejak awal di pasal 12 hingga 22, kita dapat temukan beberapa peristiwa yang berkaitan dengan pengalama Iman Abraham..

Pengalaman iman itu naik turun dan mencapai level tertinggi di pasal 22.

(1) Allah memerintahkan Abraham untuk meninggalkan negerinya, orang tuanya sebagaimana dicatat dalam Kejadian 12:1 dan Ibrani 11:8. Dia menurut. Berangkat.

(2) Allah memerintahkan Abraham untuk tinggal di antara orang Kanaan sebagai orang asing (lihat Kejadian 12:1-8 ; Ibrani 11:9-10 ). Dia melakukan.

(3) Iman Abraham diuji ketika ia harus memilih antara tinggal di tanah Kanaan, percaya bahwa Tuhan akan memeliharanya meskipun terjadi kelaparan di tanah itu atau meninggalkan tanah Kanaan dan pergi ke Mesir.

Abraham takut kelaparan dan kurang beriman kepada Tuhan. Di Mesir, dia berbohong tentang status pernikahanya dengan Sarai.

(4) Abraham harus berpisah dari keponakannya Lot seperti yang tercatat dalam Kejadian 13:5-18.

Dia Mengalah dan rendah hati memberi kesempatan pertama kepada Lot untuk memilih.

(5) Allah memerintahkan Abraham untuk mengusir Ismail yang sangat ia kasihi seperti yang tercatat dalam Kejadian 17:18-21 dan 21:12-14 .

Dia menurut dan melepaskan Hagar dan Lot baik-baik.

(6) Iman Abraham diuji dengan harus menunggu selama dua puluh lima tahun hingga kelahiran Ishak dan harus percaya bahwa Tuhan dapat memenuhi janji in…

Meskipun ia dan Sarah secara biologis tidak dapat memiliki anak bersama karena usia mereka yang sudah lanjut (lihat Roma 4:18- 22 ).

Disini mereka tidak sabar, dan akhirnya membuat rencana sendiri untuk menggenapi rencana Tuhan. Mereka gagal

(7) Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Ishak setelah ia menunggu begitu lama untuk kelahiran Ishak ( Kejadian 22:1-19 ; Ibrani 11:17-19 ).

Dia berhasil menuruti perintah Tuhan, dengan pergi membawa Ishak untuk dikorbankan.

Ujian ketujuh dan terakhir ini menunjukkan kedewasaan rohani Abraham karena angka tujuh dalam Alkitab adalah angka kesempurnaan rohani.

Pada tahap ini, Abraham telah mengalami kesempurnaan iman.

Untuk tiba pada kesempurnaan iman, kita harus menjalani serangkaian ujian. Dan itu akan berlangsung seumur hidup kita.

Ujian itu bisa berupa penyakit. Kerugian. Kebangkrutan. Dukacita. Kecelakaan. Kemiskinan. Kegagalan. PHK dari pekerjaan, Dll..

Ujian itu menyaktikan diawal, tapi akhirnya menghasilkan berkat yang tidak ternilai harganya.

Yakobus 1:12

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”.

Mazmur 66:10

“Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak”

Bila dalam perjalanan iman kita, ada saat-saat dimana kita gagal menurut Tuhan, kurang beriman kepada Tuhan, jangan tinggalkan Tuhan. tetaplah bersama dengan Tuhan.

Ingat, tujuan ujian adalah pemurnian karakter

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan