Kebohongan penambah harta kekayaan Abraham (Kejadian 20:14-18)
ENAK betul jadi Abraham. Setiap kali dia berbohong dan ketahuan, hartanya bertambah. Bukan denda atau hukuman yang dia dapatkan dari orang yang dia tipu..
Sebaliknya mereka justru yang menyerahkan harta kepada Abraham. Mereka yang dirugikan tapi mereka yang memberi kompensasi.
Dulu pengalaman itu terjadi di Mesir. Firaun hendak mengambil Sara menjadi selirnya. Kompensasinya Abraham dapat harta banyak dari Firaun.
Tak lama kemudian Firaun dapat teguran dari Tuhan. Kena tulah. Sakit semua seluruh orang diistananya.
Panggil Abraham untuk mengembalikan Sara. Firaun yang tahu kebohongan Abraham hanya bisa komplain dan marah-marah.
Tidak Ingin terjadi yang lebih parah, dia mengusir Abraham. Dan harta yang dia berikan sebelumnya tidak diambil kembali. Tetap jadi milik Abraham. Semakin kaya dia.
Kenapa Firaun yang merasa tertipu tidak mengambil kembali harta itu? Mungkin dia merasa itu harta sial. Atau etika Firaun, apa yang telah dia berikan pantang diminta kembali.
Sekarang untuk kedua kali Abraham bertambah kekayaannya dengan cara mudah. Kalau Firaun, memberi kompensasi diawal ganti Sara..
Abimelek lain lagi, memberi kompensasi diakhir sebagai ganti rasa bersalah yang telah mengambil Sara. Mungkin sebagai ucapan syukur dia tidak jagi mati karena Sara.
Ada tiga bagian kompensasi yang dia terima dari Abimelek:
Pertama, harta benda dalam bentuk ternak dan para hamba laki-laki dan perempuan.
“Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya..” (Kej 20:14).
Berapa banyak pertambahan nilai harta Abraham kita tidak tahu. Itu dalam bentuk ternak dan para hamba. Laki-laki dan perempaun, yang jumlahnya tidak disebutkan.
Kedua adalah kekebasan untuk tinggal di wilayah kekuasaan Abimelek dimanapun dia suka dan dia mendapat perlindungan dan keamanan.
Dan Abimelekh berkata: “Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka.”
Ketiga, Abimelek memberikan 1000 syikal perak sebagai ganti kesucian Sara. Hak itu dia tegaskan kepada Sara.
Lalu katanya kepada Sara: “Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan.” (kej 20:16)
Perhatikan, Abimelekh memanggilnya saudaramu , bukan suamimu! Mungkin ini sebagai sindiran dan teguran kepada mereka karena telah berbohong..
Aturan sosial menuntut agar Abimelekh memberikan pemberiannya untuk Sarah melalui Abraham yang adalah kepala keluarga laki-laki.
Ini adalah pemberian yang sangat besar. Abimelekh memberikan pemberian seribu syikal ini sebagai kompensasi atas pelanggaran terhadap Sarah..
Sehingga dia sepenuhnya dibenarkan karena tidak berbuat dosa di hadapan semua orang dan rumah tangganya akan mengakui hal ini.
Disini Abimelek yang tidak bersalah, tapi dia menunjukkan kemurahan hatinya kepada Abraham, Abimelekh menumpuk bara api di atas kepala Abraham ( Rm 12:20 ).
Abraham lah yang seharusnya memberikan hadiah kepada Abimelekh, karena ia bersalah. Taoi yang terjadi sebaliknya..
Jadi, karena kasih karunia Allah, Abraham tidak menerima hukuman tetapi malah mendapat berkat.
Ke mana pun ia pergi, apa pun yang ia lakukan, Abraham berada di bawah perlindungan dan berkat Allah.
Jadi pemberian 1000 syikal perak adalah sebagai bukti bahwa Sara, suci tidak bernoda dimata semua orang. Dalam bahasa ibrani itu disebut sebagai penutup mata.
Walau arti sebenarnya tidak terlalu jelas, mungkin maksudnya adalah bahwa pemberian uang tersebut cara membebaskannya di mata orang lain.
Mereka tidak akan memandangnya sebagai orang yang berkompromi. Hadiah itu membuat seseorang buta terhadap apa yang telah terjadi
Intinya untuk menunjukkan bahwa Sarah sama sekali tidak bersalah dan telah diberi kompensasi atas rasa malunya.
Terhadap semua yang telah dilakukan Abimelek Abraham berdoa kepada Tuhan untuk Abimelek, istrinya dan para hamba perempuannya.
Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. (Kej 20:17)
Memangnya sakit apa Abimelek dan istrinya? Serta para hamba perempuannya? Dari teks ini dapat kita lihat, mereka mandul semua.
Dan ini dianggap penyakit yang tidak dapat sembuhkan dan itu menyebabkan mereka tidak dapat memiliki anak.
Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu. (20:18)
Jadi penyebab mereka mandul adalah Abimelek mengambil Sara. Jadi Tuhan mendatangkan tulah. Mandul.
Rupanya, ini adalah salah satu cara Tuhan melindungi Abimelekh agar tidak berhubungan dengan Sarah.
Selain itu, dari Kejadian 20:17 dan 18 , kita melihat bahwa kemandulan dianggap sebagai kutukan ilahi.
Inilah salah satu alasan mengapa Abraham merasa sangat sulit mempercayai firman kasih karunia Tuhan ketika Sarah mandul.
Nah, untuk menghilangkan kutukan tersebut, Abraham berdoa kepada Tuhan. Walau dia sebenarnya penyebab kutukan itu, karena dia berbohong kepada Abimelek..
Tetapi dibutuhkan doanya untuk menghapus kutukan tersebut karena, sekali lagi, Perjanjian Abraham tetap berlaku dan bekerja meskipun ada ketidaktaatan. Itulah sifat dari perjanjian yang tidak bersyarat.
Hasilnya dalam 20:17b adalah: dan Allah menyembuhkan Abimelekh, isterinya dan hamba-hambanya perempuan, dan hasilnya adalah, mereka melahirkan anak, dan kutuk itu pun hilang.
Semua ini menyiratkan bahwa beberapa waktu telah berlalu, cukup waktu untuk menyadari bahwa tidak ada kelahiran yang terjadi selama Sarah berada dalam rumah tangga Abimelekh.
Di sini terdapat contoh dari pelaksanaan Perjanjian Abraham dan prinsip kutuk dibalas kutuk.
Di sini kita melihat kasih karunia Allah terhadap Abimelekh. Allah dapat saja membunuhnya untuk menyelamatkan Sarah. Namun, Allah menunjukkan kasih karunia kepadanya.
Kita juga melihat kasih karunia Allah terhadap Abraham dan Sarah. Sara bersalah karena menyetujui kebohongan Abraham.
Terlepas dari dosa mereka, Allah dengan murah hati memberkati Abraham dan Sarah, secara finansial melalui pemberian Abimelekh, dan dengan kelahiran Ishak ( Kej 21:1-7 ).
Sama seperti Allah secara berdaulat memilih Abraham dan memberkatinya meskipun ia berdosa, demikian pula Ia telah secara berdaulat memilih kita dan memberkati kita meskipun kita berdosa.
Itu seharusnya tidak membuat kita ceroboh dalam hal dosa kita. Itu seharusnya membuat kita ingin menjadi kudus agar dapat menyenangkan Allah yang mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya bagi kita!



