Kebohongan Abraham menjerumuskan Sara dan Abimelek (Kejadian 20:4-5)
ADA kerugian jika kita tidak mengatakan yang sebenarnya, terlebih soal identitas kita. Sebab orang dapat salah sangka dan salah bertindak terhadap kita.
Itulah yang terjadi kepada Abraham. Abimelek salah sangka. Dia kira Sara saudara Abraham. Karena memang Abraham mengatakan demikian. Dia berbohong kalau Sara bukan istrinya.
Akibatnya, Abimelek mengambilnya untuk menjadi selirnya. Sekarang dia sudah ada diharemnya. Namun sebelum Abimelek bertindak lebih jauh kepada Sara, Tuhan mencegahnya.
Dia diingatkan dengan keras melalui sebuah mimpi kalau sampai bertindak lebih jauh kepada Sara dia pasti mati..
Dalam kitab Kejadian dan kitab-kitab lainnya, Allah sering menampakkan diri kepada orang-orang kafir melalui mimpi.
Abimelekh adalah orang pertama dari lima orang kafir yang menerima wahyu ilahi melalui mimpi, dan semuanya berupa peringatan. Mimpi itu adalah sebuah peringatan.
Empat orang lainnya yang mendapat mimpi adalah Laban (31:24), juru minuman dan tukang roti (40:5), dan Firaun (41:1).
Peringatan Tuhan kepada Abimelek,
“Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
Di sini Tuhan turut campur dan Abimelekh diancam oleh Tuhan pasti mati. Mengapa Tuhan mengancam dengan serius?
Karena sifat perjanjian Tuhan dengan Abraham tidak bersyarat, jadi meskipun Abraham mengatakan setengah kebenaran dan setengah kebohongan, Allah tetap campur tangan.
Allah campur tangan untuk memelihara Sarah, karena ia akan menjadi ibu dari anak yang dijanjikan kepada Abraham.
Allah memberi tahu Abimelekh bahwa Sarah yang telah diambilnya ke dalam haremnya adalah seorang wanita yang sudah bersuami dan karena itu ia akan bersalah karena berzinah dan pantas dihukum mati.
Namun ada yang sedikit aneh kalau kita baca dengan baik, seharunya Abrahamlah yang harus diancam oleh Tuhan, karena menjerumuskan Sara.
Mengapa Tuhan tidak melakukannya?
Karena Tuhan terkadang membiarkan kita gagal untuk mengajarkan kepada kita bahwa keselamatan kita bergantung sepenuhnya pada kasih karunia-Nya yang berdaulat, dan sama sekali tidak pada diri kita sendiri.
Peristiwa ini terjadi menjelang kehamilan Sarah. Itu tidak mungkin terjadi jika dia berada di harem Abimelekh.
Usaha Abraham melindungi dirinya hampir merusak janji Tuhan untuk memberinya seorang putra melalui Sarah tahun berikutnya ( Kej 18:10 ).
Kegagalan serius ini menunjukkan kepada Abraham bahwa jika janji Tuhan harus digenapi, itu sepenuhnya karena Tuhan dan sama sekali bukan karena Abraham.
Kemudian Abimelek membela dirinya, “..Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?” (Kej 20:4)
Sebelumnya, ancaman tersebut hanya ditujukan kepada Abimelekh, tetapi di sini ancaman tersebut juga ditujukan kepada seluruh kota Gerar.
Kemudia Abimelek membuka kedok kebohongan Abraham terhadap dirinya..
“Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.” (Kej 20:5)
Pembelaan Abimelekh di hadapan Tuhan ada dua: (1) bahwa dia disesatkan dan diberi informasi yang salah dan
(2) bahwa dia bertindak dengan hati nurani yang baik, tidak berniat untuk berdosa terhadap Abraham atau terhadap Allah.
Jadi rupanya Sara dan Abraham lah yang telah sepakat untuk mengelabui setiap orang tentang status mereka sebagai suami istri menjadi saudara.
Sejauh ini ia tidak benar-benar melakukan dosa seksual terhadap Sara.
Jadi dalam masalah ini, kalau ada orang yang paling bertanggung jawab itu adalah Abraham. Dia sumber segala persoalan ini.
Itu dia lakukan karena Abraham orang yang kurang berintegrias. Dia bermuka dua. Cari aman dan kurang iman. Itu sebabnya dia tdak aman.
Integritas membuat seseorang jujur bahkan ketika orang lain salah. Integritas membuat seseorang jujur ketika orang lain ingin dia menipu..
Karena dia memiliki kepatuhan pada kode moral atau etika yang ketat. Integritas memaksa seseorang untuk mengatakan kebenaran, dapat dipercaya dan setia meskipun orang lain mungkin berbohong..
Seorang pria atau wanita yang memiliki integritas memiliki keberanian, nyali, dan baja sebagai tulang punggungnya.
Orang yang berintegritas tidak takut untuk membela apa yang benar, bahkan ketika kebenaran dapat menyebabkan kesedihan atau pengorbanan dalam hidup mereka..
Integritas kita diuji setiap hari dan tidak ada ujian yang lebih baik untuk integritas kita daripada perilaku kita ketika kita telah membuat kesalahan atau berbuat salah.
Jika Abraham memiliki integritas dalam situasi ini, dia tidak akan pernah menipu Abimelekh.
Jika kita memilih untuk berjalan dalam integritas, untuk menghargai kejujuran, Tuhan akan melindungi kita dari dosa-dosa yang seharusnya akan menang atas kita.
Ketika kita akhirnya memutuskan dengan serius bahwa berbohong bukanlah pilihan, bahwa memutarbalikkan kebenaran tidak bisa ditawar..
Kita tidak akan tergoda lagi untuk berbohong; kita akan hidup dengan integritas.
Setiap kali kita membuat keputusan seperti itu, Tuhan membuat ketentuan yang memampukan kita untuk melaksanakannya.
Marilah kita memilih untuk menjadi orang-orang yang berintegritas sehingga kita dapat melihat berkat-berkat dalam kehidupan kita secara pribadi, dalam keluarga kita, dan di negara kita.
“Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum; Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah”. Mazmur 37:30-31
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




