
YESUS DIANTARA HANAS KAYAFAS
“Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati..” Matius 26:57-59
SUDAH BULAT tekad mereka untuk membawa Yesus kepengadilan palsu mereka. Tidak ada ruang dimana Yesus akan dilepaskan setelah menyembuhkan telinga Malkhus.
Para tentara dan polisi Bait suci mengambil posisi untuk membawa Yesus. Melihatnya para murid kabur dari tempat itu. Entah kemana.
Keterangan injil Yohanes, Yesus dibawa lebih dahulu kepada Hanas. Dia ayah mertua Kayafas. Imam besar yang sementara menjabat. (Baca: Yohanes 18:13)
Sekitar dua puluh tahun sebelumnya, Hanas menjabat sebagai imam besar selama empat atau lima tahun. Walau dia tidak lagi menjabat, namun masih memiliki pengaruh besar dalam urusan Bait Suci.
Sebenarnya jabatan imam besar itu seumur hidup. Tetapi posisi itu menjadi sangat politis. Sehingga banyak imam yang hanya menjabat beberapa tahun saja atau hitungan bulan..,
Penyebabnya, karena mereka tidak disukai kaisar atau orang Romawi. Supaya jabatan itu langgeng dan bertahan lama, imam besar harus menjilat Roma dan menjadi bonekanya..
Beberapa pakar percaya bahwa Hanas dicopot dari jabatannya oleh Roma karena mereka khawatir terlalu banyak kekuasaan yang berada ditangan satu orang.
Hanas mengendalikan para penukar uang dan penjual hwan kurban di Bait Suci, sehingga operasi mereka kadang-kadang disebut sebagai Bazar Hanas.
Disana tidak boleh ada orang yang berdagang tanpa pesetujuan Hanas. Setiap ijin yang diberikan, Hanas mendapat persentase besar. Keuntungannya banyak..
Artinya, walau pun Hanas sudah pensiun sebagai imam besar, tetapi pengaruhnya masih besar. Dia masih ikut cawe-cawe urusan Bait Suci..
Maka boleh jadi dia yang mengendalikan Kayafas. Semua kebijakan dan keputusan Kayafas juga campur tangannya. Kemungkinan Kayafas adalah boneka Hanas..
Itu sebabnya mengapa Yesus dibawa lebih dahulu menghadap Hanas. Dia bukanlah pejabat resmi. Ini membuktikan bayang-bayang Hanas atas Kayafas..
Hanas memang sangat membenci Yesus, karena Dia telah memporak-porandakan pasar Bait Suci. Yesus dipandang sebagai ancaman bagi kelangsungan bisnis kotor dan posisi mereka.
Ada kemungkinan waktu mereka rapat penangkapan Yesus, Hanas ikut terlibat aktif memberi ide dan masukan kepada tim..
Boleh jadi dia yang meminta untuk membawa Yesus kepadanya setelah ditangkap. Dia mau membalas dendam dan memberitahu Yesus supaya tidak main-main dengan dirinya..
Tempat Yesus dibawa dan diinterogasi Hanas adalah di Bait Suci. Dia mulai bertanya kepada Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Tujuan pertanyaannya adalah untuk membuat tuduhan palsu. Yesus menjawab Hanas,
“Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.” Yoh 18:20
Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”
Yesus juga menantang usaha Hanas yang tidak sah untuk membuat Dia bersaksi melawan diri-Nya sendiri. Hanas malu dan marah dengan jawaban Yesus…
Dia merasa terpojok. Yesus benar. Untuk membuktikan ajaran-Nya sesat atau tidak, seharus nya dia cukup menanyakan orang-orang yang telah mendengar ajaran-Nya..
Untuk menyelamatkan wajah Hanas, “salah satu petugas,” menampar muka Yesus sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?” (Yoh 18:22)
Ditampar, Yesus tetap tenang. Ketenangan yang sempurna.
Yesus menjawab, “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”
Petugas yang menampar itu pun malu juga, sebab mereka tidak dapat menemukan dimana letak kesalahan ajaran Yesus, sehingga mereka tidak dapat membuat dakwaan palsu..
Kesal karena mereka gagal menemukan salah Yesus, Hanas mengirim Yesus kepada Kayafas dalam kondisi terbelenggu.
Waktu saat itu masih tengah malam. Yesus kemudian dibawa ke hadapan Kayafas, imam besar, yang di rumahnya para ahli Taurat dan tua-tua telah berkumpul..
Pertemuan mereka illegal. Idealnya, seseorang diajukaan kepersidangan karena sudah ada dakwaan. Tuduhan kepada Yesus belum ada tetapi sudah diajukan kepengadilan..
Jadi pengadilan tinggi Yudaisme telah diadakan secara ilegal pada malam hari untuk mengadili secara ilegal seseorang yang bahkan belum didakwa.
Meski tidak secerdas ayah mertuanya, Kayafas juga sama licik dan korupnya. Dia juga serakah, tidak berprinsip, materialistis, dan haus kekuasaan.
Namun ada pemandangan yang menarik. Tadinya kita berpikir bahwa Petrus sudah benar-benar meninggalkan Yesus. Ternyata dia mengikuti Yesus dari jauh..
Mula-mula sampai ke rumah Hanas dan kemudian sampai ke halaman rumah imam besar Kayafas. Pertempuran dalam batin Petrus begitu kuat. Antara menjadi pengecut atau pemberani.
Petrus berusaha berada sedekat mungkin dengan Tuhannya sesuai dengan kehati-hatian tanpa ketahuan, dan dia duduk bersama para petugas untuk melihat hasilnya.
Fakta bahwa Petrus dan yang lainnya sedang duduk di halaman imam besar menunjukkan adanya pelanggaran lain terhadap protokol hukum Yahudi.
Sanhedrin diizinkan mengadakan persidangan yang melibatkan hukuman mati hanya di Bait Suci dan hanya di depan umum. Pertemuan pribadi di rumah Kayafas jelas melanggar kedua ketentuan tersebut.
Poinnya, dari proses penangkapan dan persidangan Yesus semuanya cacat prosedur. Norma beracara hukum pidana mereka abaikan.
Konspirasi jahat seluruh pejabat utama Yahudi membuat segalanya menjadi lancar tanpa ada halangan. Matius menerangkan,
“..Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati..”
Yesus telah menerima perlakuan tidak adil dari para penegak keadilan. Pengadilan dunia dimana Yesus diadili, korup dan jahat.
Maka kalau kita tidak mendapatkan keadilan dari dunia ini, dalam berbagai bentuk, itu karena orang-orang memegang kekuasaan korup dan jahat. Maka Berdoalah dan tetap tenang.
Jangan terlalu berharap walau kita harus terus berharap. Keadilan sejati akan datang didunia yang akan datang, dimana Yesus adalah Raja Adil, yang akan menghakimi dunia ini..






