Kaitan Paskah Dan Perjamuan Kudus

Perjamuan kudus adalah lanjutan dari perayaan paskah Israel dahulu kala.

Perjamuan kudus berakar kuat dari paskah, itu sebabnya kedua perayaan ini memiliki hubungan yang erat.

Untuk mengerti perjamuan suci kita harus mengeri apa itu paskah, baru kita Kita dapat melihat makna yang terdapat pada kedua perayaan ini.

Kalender Israel

Sebelum kita lanjutkan, saya ingin tunjukkan Kalender agama orang Israel. Kalender Israel terdiri dari 12 bulan dan 2 musim.

Permulaan tahun di buka dengan paskah dan roti tidak beragi. Awalnya dua perayaan ini adalah perayaan yang berbeda.

Paskah dirayakan pada hari ke 14 bulan pertama (sekitar Maret), Roti tidak beragi dirayakan hari ke 15 bulan yang sama. Perayaan ini berlangsung selama 7 hari sampai hari ke 21 setiap bulan (Kel 12:15).

Karena hubungan kedua perayaan ini sangat erat, maka dua perayaan ini dianggap satu dalam PL dan PB (Ul. 16: 1-8; Mat 26:17; Markus 14:12; Lukas 22: 1).

Perubahan Perhitungan awal tahun

Awalnya ketika masih di Mesir, permulaan tahun terjadi pada musim gugur sekitar September-oktober.

Tetapi setelah peristiwa keluaran, Tuhan memindahkan permulaan tahun pada musim semi sekitar Maret-April bertepatan dengan paskah.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.” (kel 12:2).

Apa itu Paskah dan maknanya?

Istilah paskah atau pesah dalam bhs Ibrani berasal dari satu peristiwa dalam keluaran 12.

Peristiwa ketika Tuhan melewatkan atau melepaskan bangsa Israel dari kematian anak sulung dan membebaskan mereka dari perbudakan Mesir.

1. Makna Penebusan

Apa yang membuat Israel lepas dari kematian anak sulung adalah karena darah anak domba yang disembelih yang dioleskan disetiap ambang pintu rumah-rumah mereka.

“Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.” (Kel 12:13).

Jadi darah yang dioleskan adalah tanda iman, bahwa mereka percaya kepada Tuhan dan karya penyelamatannya dalam hidup mereka.

Itu sebabnya domba yang disembelih itu, yang darahnya dioleskan dipintu disebut sebagai domba paskah, dan setiap tahun diperingati.

Oleh karena itu, paskah menjadi perayaan yang paling penting dalam sejarah Israel karena itu memperingati pembebasan mereka dari perbudakan menjadi bangsa merdeka.

Dan sampai hari ini mereka masih merayakan paskah sebagai hari raya penebusan.

2. Makna nubuatan Penggenapan kedatangan Mesias

Kemudian, paskah tidak hanya memiliki makna sejarah, tetapi juga memiliki makna nubuatan, karena itu menggenapi janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 15:13-14:

“Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.”

Perhatikan: sebelum Israel terbentuk menjadi sebuah bangsa, Tuhan sudah menubuatkan kepada Abraham masa depan mereka.

Mereka akan diperbudak 400 tahun, tetapi kemudian Tuhan akan melepaskan mereka.

Dengan demikian, paskah merupakan penggenapan janji Tuhan kepada Abraham yang kembali diulangi kepada Musa dalam keluaran 6:1-6.

(6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.

(6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

(6-3) Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing,

(6-4) tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.

(6-5) Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.

(6-6) Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.

Selain penggenapan janji Tuhan kepada Abraham di keluaran, paskah juga menunjuk kepada penggenapan kedatangan Mesias dari keturunan Abraham bapa segala bangsa.

Bagaimana paskah dirayakan?

Dalam perayaan paskah semua keluarga Ibrani akan berkumpul disekitar meja untuk makan dan itu menjadi simbol penebusan masa lalu dan harapan masa depan.

Pada paskah pertama setiap rumah tangga harus mengambil domba yang tidak bercacat cela pada hari ke 10 bulan itu, kemudian menyembelihnya pada hari ke 14.

Kemudian darahnya akan dioles diambang pintu rumah, kemudian domba itu harus dibakar tanpa tulang patah, dan ketika berdiri mereka memakan daging domba itu dengan roti tidak beragi dan sayur pahit.

Semua ini melambangkan pembebasan mereka yang tergesa-gesa, dan lambang terhadap pahitnya hidup dalam perbudakan.

Ritual ini dirancang untuk mengingatkan setiap orang terhadap peristiwa masa lalu bagaimana Tuhan melepaskan mereka dari Mesir.

Jadi mereka benar benar mempraktekkan kembali, bukan hanya dalam symbol.

Dengan kata lain ritual paskah dibuat untuk menghidupkan kembali peristiwa sejarah masa lalu bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka.

Paskah menjadi objek pelajaran

Allah menggunakan paskah sebagai objek pelajaran untuk mengajarkan pelajaran penting kepada umat-Nya.

Setiap keluarga harus mengambil domba yang paling bagus, paling sehat pada hari ke 10 bulan pertama.

Kemudian selama 4 hari sebelum disembelih pada hari ke 14, domba itu dikurung dan setiap orang dalam keluarga itu akan memperhatikan domba itu dengan seksama untuk memastikan dia sehat dan sempurna.

Dan selama 4 hari ketika domba itu dikurung, domba itu akan menimbulkan rasa sayang keluarga tersebut, terutama anak-anak, mereka akan mengasihi domba itu, tetapi domba itu tidak boleh dilepas, harus disembelih.

Maka pada hari ke 14 setiap anggota keluarga akan menyaksikan bagaimana kepala keluarga akan mengambil pisau.

Kemudian menyembelih domba yang mereka sayangi itu dan darahnya akan diambil untuk melindungi rumah mereka.

Ini adalah Pelajaran yang sangat menyakitkan!!! Keadilan Tuhan menuntut penebusan dosa, tetapi rahmat-Nya menyediakan sarana penebusan.

Anak domba paskah yang tidak berdosa itu meramalkan seseorang yang berabad-abad kemudian akan dikirimkan Allah untuk menjadi domba paskah yang sesungguhnya untuk menebus dosa-dosa kita.

Syarat anak domba

Anak domba harus tanpa cela yang melambangkan Yesus mempersembahkan diri-Nya tanpa cela untuk memurnikan kita.

Ketika keluarga menyaksikan selama 4 hari domba itu tanpa cela kemudian disembelih.

Demikian juga dengan Yesus selama 3,5 tahun dia disaksikan oleh umatnya, pelayanannya sempurna, kata-kata dan perbuatannya sempurna.

Bahkan Pilatus yang memeriksa Yesus tidak menemukan kesalahan apapun yang dituduhkan kepada-Nya. Kristus diuji dalam segala keadaan dan dia sempurna tanpa noda.

Kemudian, setiap orang harus mengambil anak domba (kel 12:3) dan memakannya (kel 12:8).

Makna ritual paskah

Memakan artinya penerimaan secara pribadi keselamatan yang disediakan oleh Yesus.

Kematian Yesus tidak berarti apa-apa kecuali kita menerima pengorbanan itu.

Semua daging domba yang disembelih harus dimakan tidak boleh ada yang tersisa sampai pagi.

Maknanya adalah orang-orang Kristen harus berasimilasi atau bercampur/bersatu dengan kehidupan Kristus, anak domba paskah itu.

Artinya mengambil seluruh sifat dan tabiat Kristus.

Berikutnya, Domba paskah yang disembelih itu harus berumur 1 tahun.

Melambangkan Yesus anak Allah dia menebus kita dalam kepenuhan kedewasan-Nya.

Dan sebelum disembelih anak domba harus tinggal bersama anggota keluarga selama 4 hari.

Maknanya adalah Yesus ingin tinggal dirumah kita bersama kita, dia ingin masuk.

Darah anak domba yang telah disembelih itu ditempatkan pada 2 tiang pintu dan ambang pintu rumah (kel 12:7).

Maknanya adalah jaminan perlindungan Ilahi. Ini untuk mengingatkan bahwa kita telah ditebus oleh darah Yesus.

Bukan dengan barang fana, emas dan perak tetapi dengan darah Yesus (1 Pet 1: 18-19).

Jadi setiap kali mereka melakukan uparaca itu, mereka ingat bahwa mereka ditebus oleh darah Yesus.

Selanjutnya, Anak domba harus dimakan dengan roti tidak beragi selama 7.

Ketika makan roti tidak beragi itu mereka harus makan terburu-buru, sebab ketika di mesir tidak ada waktu untuk menunggu roti itu sampai mengembang.

Maknanya mereka harus segera meninggalkan kehidupan penuh dosa.

Ragi dalam alkitab melambangkan dosa.

Jadi memakan roti tanpa ragi adalah gambaran dari kehidupan yang baru dan murni, dimana mereka telah dibersihan dan ditebus oleh darah anak domba.

Ragi melambangkan ajaran jahat dan salah, sebagaimana dicontohkan dalam ajaran-ajaran orang Farisi dan Saduki (Mat 16: 6, 12; Markus 8:15).

Yesus menyebut Ragi orang Farisi itu adalah keserakahan (Mat 23:14), semangat yang salah (ay. 15), kesalahpahaman tentang nilai-nilai rohani (ay 16-22).

Ketidak adilan dan tidak ada belas kasihan (v. 23), ketaatan formalistik (v. 24), kemunafikan (ay. 25-28), intoleransi (ay 29-33), dan kekejaman (ay 34-36).

Demikian pula, ragi orang Saduki adalah ketidak percayaan (Mat 22:23) dan kurangnya pemahaman mereka akan Kitab Suci dan kuasa Allah (v. 29).

Paulus juga berbicara tentang ragi sebagai kejahatan dalam 1 korintus 5:7-8.

Bagi Paulus roti tidak beragi melambangkan orang percaya yang telah dibersihkan dari dosa melalui pengorbanan Yesus. Bahkan kita menjadi roti tidak beragi itu.

Paulus menggambarkan roti tidak beragi dengan ketulusan dan kebenaran, kata ibraninya Matzo (tidak beragi) artinya manis tidak asam.

Maka roti tidak beragi melambangkan manisnya kebajikan dan hidup tanpa dosa.

Kemudian siapa yang boleh ikut pada perayaan paskah?

Hanya mereka yang percaya yang dapat berpartisipasi dalam perayaan penebusan paskah. Jika ada orang luar yang ingin bergabung mereka harus disunat lebih dahulu.

Dan pada masa sekarang ini mereka yang ingin berpartisipasi dalam perjamuan harus disunat dengan sunat hati dan mereka harus menanggalkan tubuh kedagingan dengan sunat Kristus (kol 2:11).

Perayaan Paskah dari masa ke masa

Maka kerena Pentingnya perayaan paskah ini dipelihara terus menerus sepanjang sejarah Israel.

1. Di padang gurun Sinai paskah kembali mereka rayakan (Bil 9:1-5).

Fungsi paskah disini adalah untuk memimpin mereka kepada pembaharuan perjanjian setelah terjadi kemurtadan di Sinai.

2. Berikutnya di buku Yosua setelah mereka memasuki tanah perjanjian Yos 5:5 perayaan pertama adalah paskah.

3. Kemudian pada zaman Yosia abad 639-609 SM, kembali paskah dirayakan setelah Yosia menghancurkan penyembahan kepada Baal.

4. Selama pengasingan di Babilon, Yehezkiel memerintahkan untuk merayakan paskah (Ezra 45:21).

5. Ketika orang-orang buangan kembali ke Yudea untuk membangun Bait suci yang telah hancur, perayaan pertama yang mereka rayakan adalah paskah, merayakan pembebasan Allah dari penawanan.

Contoh-contoh diatas menunjukkan betapa pentingnya paskah dalam sejaran Israel.

Sebagai pesta penebusan kelepasan dimasa lalu dan juga perlindungan Tuhan dimasa sekarang.

Paskah sebagai perayaan pengharapan

Itu sebabnya Paskah juga disebut sebagai perayaan pengharapan, fungsinya untuk menghidupkan pengharapan dalam hati umat Allah dalam PL.

Pada saat mereka ditindas dan menderita, mereka ditantang untuk menantikan kelepasan dan pemulihan dimasa depan.

Demikian juga dengan perjamuan kudus.

Penggenapan paskah

Dan domba paskah yang melambangkan Yesus telah mendapatkan penggenapannya pada waktu Yesus mati dibukit Golgota diatas kayu salib.

Sehari sebelum Yesus mati sebagai domba paskah, bersama dengan murid-murid-Nya Yesus mengadakan makan paskah yang terakhir dan dia membasuh kaki murid muridnya.

Dia mengambil roti dan anggur sebagai lambang Tubuh dan darah-Nya, dan Dia memberikan pesan supaya melakukannya (makan roti dan anggur) sampai Dia datang.

Itu sebabnya paskah yang dirayakan bangsa Israel dengan menyembelih domba paskah tidak perlu lagi dilakukan oleh orang percaya sekarang ini.

Sejarah para nabi hal, 159,

“Pada waktu Juruselamat menyerahkan hidup-Nya di bukit Golgota, makna Paskah berakhir, dan upacara Perjamuan Kudus ditetapkan sebagai suatu peringatan dari peristiwa yang sama untuk mana Paskah merupakan satu lambang.”

Kerinduan Segala Zaman hal, 294,

Upacara Perjamuan Kudus diberikan untuk memperingati kelepasan yang besar yang dilaksanakan sebagai hasil kematian Kristus.

Sampai Ia datang kedua kalinya dalam kuasa dan kemuliaan, upacara ini harus diperingati.

Supaya pekerjaan Yesus yang menyelamatkan kita dari dosa oleh kematian-Nya tetap segar dalam pikiran kita.”

Bila kita menerima roti dan anggur yang melambangkan tubuh Kristus yang sudah dipecah-pecahkan dan darah yang sudah dicurahkan.

Maka dalam angan-angan kita menggabungkan diri dalam peristiwa Perjamuan Kudus di ruangan atas.

Kita menyaksikan pergumulan yang olehnya perdamaian kita dengan Allah diperoleh. Kristus dinyatakan tersalib di antara kita.

Pengaruh paskah dan perjamuan kudus

Paskah yang dirayakan sebagai penebusan Kristus dari dosa, yang sekarang dilanjutkan dengan perjamuan Kudus.

Ini adalah symbol yang sangat kuat yang harus memberikan pengaruh dalam hidup orang Kristen.

Di dalam surat pertamanya kepada Jemaat di Korintus, Paulus menantang orang-orang di Korintus untuk memperbaiki perilaku moral mereka karena Yesus domba paskah telah dikorbankan (1 kor 5:7).

Jemaat korintus adalah jemaat yang sangat menyedihkan hati Paulus, dari semua jemaat yang dilayani Paulus.

Korintus adalah jemaat yang memiliki banyak masalah, mulai dari perpecahan, percabulan, perzinahan, masalah doktrin dll.

Maka untuk membawa jemaat ini kepada perilaku moral yang benar, maka Paulus melakukan pendekatan perayaan paskah dan roti tidak beragi sebagai model seperti apa seharusnya kita sebagai orang Kristen.

Paulus berkata dalam 1 kor 5:7-8

“ Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.”

Implikasi etik dan gaya hidup kristen

Disini Paulus menunjukkan bahwa paskah dan roti tidak beragi harus memiliki implikasi secara etik kepada gaya hidup orang Kristen.

Hidup yang lama, manusia daging harus dibuang, seperti ragi yang dibuang dari rumah-rumah orang Yahudi sebelum paskah dimulai.

Maka sebelum perjamuan kudus, ragi yang lama, hidup daging, perselisihan, iri hati, kebencian, pertengkaran, roh perzinahan, kepahahitan dll harus dibuang dari hati kita.

Sebabnya kita tidak berubah dari perjamuan ke perjamuan adalah karena kita tidak membuang ragi lama, kita masih mengijinkan dan membiarkan manusia duniawi kita bertahta.

Sama seperti Yudas, dia terus memelihara sifat tamak dalam tabiatnya, sehingga dosa tidak tampak lagi sebagai dosa.

Maka perjamuan kudus seharusnya memperbaiki kita secara etik dan moral.

Tidak ada lagi ragi dalam hidup kita, hidup kita menjadi murni, ragi kesombongan, ragi perselisihan, ragi percabulan, perpecahan, kepahitan dibuang dari komunitas kita.

Sebagai orang Kristen kita sebaiknya hidup dengan moral dan iman yang murni.

Jadi perjamuan kudus berfungsi sebagai model untuk gaya hidup Kristen yang murni karena Yesus domba paskah telah mati untuk dosa kita.

Maka kita tidak lagi hidup sembrono, semau gue, hidup sesuai kehendak Tuhan.

1 petrus 1:18-19 mengatakan kita ditebus bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah anak domba yang tidak bernoda itu.

Kristus sebagai domba paskah memiliki kuasa untuk membebaskan kita dari cara hidup kita yang salah dari cara hidup yang tidak suci menjadi suci.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.